Jelaskan apa yang dimaksud dengan sistem bahan bakar bensin konvensional?

Perawatan Berkala Sistem Bahan Bakar Konvensional dan EFI Sistem bahan bakar sepeda motor biasanya bertanggung jawab untuk memasok jumlah bahan bakar dan udara pencampuran bahan bakar yang tepat dan kemudian menyalurkan jumlah campuran yang tepat ke dalam silinder tergantung pada kebutuhan kecepatan mesin. Metode distribusi bahan bakar dapat dibagi menjadi sistem distribusi bahan bakar (karena gravitasi) dan sistem distribusi bahan bakar bertekanan masing-masing.

Sistem injeksi bahan bakar merupakan langkah inovatif dalam perkembangan penggunaan sepeda motor. Hanya metode injeksi yang digunakan pada sepeda motor pada tahun 1980-an dan berkembang dari metode injeksi mekanis ke metode injeksi elektronik.

Merawat atau merawat sistem bahan bakar sepeda motor tidaklah sulit. Selama kita mengetahui rencana sistem bahan bakar kita dapat dengan mudah mengatur dan memperkirakan bagian mana yang mungkin rusak. Sepeda motor menggunakan mesin dengan mesin pembakaran dalam atau mesin bensin. Mesin tersebut membutuhkan bahan baku berupa bensin untuk proses pembakaran yang diubah menjadi energi kinetik. Sistem bahan bakar bertanggung jawab atas distribusi bensin di ruang bakar.

Penekanan adalah istilah ideal untuk sistem yang tidak hanya mendistribusikan bensin tetapi juga melakukan perhitungan. 14:1 atau 14 adalah perbandingan atom udara dengan bensin. Tetapi ada kondisi tertentu yang dapat mengubah kombinasi itu kecil atau besar. Ini mempengaruhi performa mesin. Pembakaran tidak sempurna Emisi lebih rendah dan konsumsi bensin lebih boros. Namun kami tidak ingin masalah dengan sistem bahan bakar sepeda motor favorit kami jadi kelolalah. Sistem bahan bakar sederhana.

Sistem injeksi mekanis disebut juga sistem injeksi kontinu (K-Zetronic) karena injektor disuntikkan secara terus menerus ke setiap intake manifold. Bila volume dan waktu diketahui secara elektronik maka disebut sistem injeksi elektronik atau electronic fuel injection (EFI). Sistem EFI kadang-kadang disebut sebagai EGI (Electronic Gasoline Injection) EPI (Electronic Gasoline Injection) PGM-FI (Programmed Fuel Injection) dan Engine Management.

A. Perawatan Bensin Konvensional

Perawatan Bensin Konvensional

Secara garis besar kendala yang sering terjadi pada sistem bahan bakar adalah:
1. Bahan bakar
2. Komponen yang bekerja untuk menyalurkan bahan bakar
3. Mekanisme mesin untuk menarik bahan bakar ke silinder
Tujuan diberikannya perwatan dan perbaikan sistem bahan bakar, yaitu:
1. Mencegah kerusakan mesin karena buruknya sistem bahan bakar
2. Meningkatkan efisiensi daya kerja mesin
Manfaat yang bisa diperoleh jika sistem bahan bakar bekerja dengan baik :
1. Memperpanjang umur mesin
2. Mendapatkan efisiensi kerja sesuai dengan yang diharapkan
3. Kenyamanan berkendara karena mesin bekerja dengan baik
Hal-hal yang dapat membuat terganggunya sistem bahan bakar konvensional ini diantaranya ;
  • Kotoran yang menyumbat pilot jet
  • Jarum skep yang terendap oleh kotoran
  • Air yang masuk kedalam mangkuk karbu
  • Sumbatan dibagian filter udara
Oleh sebab itu untuk meminimalkan hal diatas lakukan beberapa perawatan berikut ini ;

1. Bersihkan filter udara secara rutin

Filter udara mesin adalah jenis filter basah jenis ini memiliki housing yang besar tetapi karena basah debu dapat dengan mudah menempel di bagian luar filter. Tindakan debu akan mereda setelah filter basah dan mencegah udara masuk ke filter debu yang akan menyumbat saluran udara dan akibatnya ketika vakum dari piston menarik lebih banyak bensin.

Logikanya ketika ductwork tersumbat vakum akan ditarik ke semua ductwork termasuk pilot plane. Untuk menghindarinya bersihkan filter mesin setiap 5.000 km. Langkah-langkahnya bisa simak artikel berikut ini: Cara Membersihkan Filter Udara Mesin

2. Buka penyumbat mangkuk karbu setelah berurusan dengan air

Jika Anda melihat bagian bawah karburator ruangannya hampir seperti mangkuk dengan baut di soketnya. Ini adalah bensin yang dipasok oleh pilot dan saluran air dapat diisi dengan air terutama setelah badai atau setelah mencuci sepeda motor. Air dalam mangkuk ini pasti berpotensi merusak mesin. Kemudian lepaskan soket potensial karburator untuk menghilangkan potensi botol air. Tapi lembah di depan kucing memulai lembah.

3. Stel sekrup idle dan RPM dengan pas

Karburator memiliki dua sekrup penyetel seperti sekrup gerbang poros dan sekrup putaran idle (katup) yang akan menentukan jumlah bensin selama waktu poros. Ketika sekrup RPM diatur untuk mengatur tingkat pembukaan katup throttle untuk menyesuaikan kecepatan mesin dengan menyetel kedua sekrup ini secara teratur kita dapat mempertahankan rasio antara bensin dan udara di tempat kerja.

B. Perawatan Sistem EFI (Electronic Fuel Injection)Perawatan Bensin EFI

1. Rawat aki motor anda

Sistem injeksi tenaga elektronik menggunakan listrik sebagai komponen utama dari baterai sebagai sumber tenaga. Jika tegangan baterai turun perhitungan di ECU tidak akan bekerja dengan baik. Efek volume benzena akan menjadi tidak teratur. Anda hanya perlu membiasakan baterai agar tidak overload atau kelebihan beban (loaded).

2. Kuras tanki bensin secara berkala

Air bisa masuk ke tangki. Apalagi setelah berkendara di saat hujan deras atau setelah mencuci sepeda motor. Setelah beberapa waktu akan ada air di tangki karena air bisa masuk melalui lubang udara di tutup tangki. Jika air di tangki ini masuk ke saluran injeksi maka akan rusak. Pada dasarnya air dan minyak tidak bisa bercampur.

Bagian pertama yang bisa menjadi masalah adalah pompa bahan bakar dan tandanya pompa bahan bakar tidak berfungsi sedikit lebih sulit untuk dihidupkan ketika mesin dalam keadaan idle untuk waktu yang lama. Fitur ini hampir identik dengan kehilangan kompresi mekanis tetapi dalam hal ini tidak ada gejala seperti kehilangan tenaga atau asap putih dari knalpot.

3. Jaga kebersihan filter udara

Filter udara kotor bersama dengan reservoir dapat mengangkut udara kotor. Debu dari aliran udara ini dapat menyumbat ISC di lubang valve dan injector. Langkah-langkah pembersihan yang mengganggu kinerja mesin sama seperti di atas

4. Gunakan bensin beroktane tinggi

Bensin juga merupakan penyebab utama kerusakan sistem injeksi bahan bakar. Jangan gunakan bensin aktin rendah atau bensin campuran. Namun Anda beruntung karena saat ini belum ada BBM premium di SPBU Pertamina. Ada kategori bensin atau manik beroktan 90 yang tersedia untuk mesin injeksi. Angka oktan bensin dapat mempengaruhi pembakaran mesin tetapi sistem injeksi rasio dirancang secara akurat dengan nilai oktan minimum 90.

Previous Post

No more post

Next Post

No more post