Kampus Mengajar Mahasiswa Sebagai Penggerak Bangsa

Kampus Mengajar

On-Campus Teaching adalah program baru yang memberikan kesempatan kepada siswa di setiap universitas negeri dan swasta untuk membantu guru dan kepala sekolah di sekolah dasar dan menengah. Program instruksional di kampus muncul selama wabah virus covid-19. Situasi tersebut terus berkembang menjadi epidemi, berimplikasi pada kegiatan pembelajaran di sekolah.

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menilai situasi tersebut sangat mengkhawatirkan. Anak-anak cenderung lebih memilih bermain dan kegiatan belajar mandiri jauh dari rumah.

Maka kini saatnya para siswa menunjukkan diri ke masa depan, mendedikasikan ilmu dan keterampilannya kepada adik-adiknya yang duduk di bangku SD dan SMP, agar bisa kembali terinspirasi untuk terus mengembangkan mimpinya.

Pengajaran di kampus merupakan salah satu program dari kampus mandiri. Program ini telah memasuki gelombang ketiga. Mahasiswa yang hadir di kampus pengajaran ini tidak hanya tersebar di daerah padat penduduk, tetapi juga mengarah ke daerah 3T dimana dunia pendidikan membutuhkan bantuan.

Kampus Mandiri adalah sebuah konsep yang dikembangkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk mengembangkan calon pemimpin masa depan baru yang berkualitas dan kredibel.

Konsep program memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar secara mandiri, bukan hanya mendengarkan materi yang disampaikan dosen. Di kampus mandiri, mahasiswa dapat menjadi enabler nasional, siap memberikan dampak bagi pendidikan dan mengubah perilaku mahasiswa dalam sikap dan etika.

Kampus mandiri merupakan kelanjutan dari konsep belajar mandiri. Rencana tersebut merupakan implementasi dari visi dan misi Presiden untuk menciptakan SDM yang unggul. Terobosan yang dilakukan menteri memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk menguasai berbagai ilmu. Siswa didorong untuk belajar mandiri dan memecahkan masalah yang dihadapinya. Oleh karena itu, program ini didukung penuh untuk membantu mempersiapkan siswa menjadi sumber daya manusia yang unggul.

Mahasiswa yang tergabung dalam kampus pengajaran perlu menerapkan beberapa hal, antara lain:

  1. Membantu guru dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka dan jarak jauh, khususnya pemahaman pembelajaran literasi dan numerasi
  2. Membantu sekolah dengan renovasi teknis.
  3. Mendukung sekolah di bidang administrasi dan manajemen sekolah.
  4. Sosialisasikan produk pembelajaran Kemendikbudristekdikti khususnya tentang mata kuliah darurat, modul pembelajaran dan portal pembelajaran di rumah.
  5. Sosialisasi dan improvisasi materi promosi profil mahasiswa Pancasila.
  6. Duta Pendidikan Perubahan Perilaku di Masa Pandemi.
  7. Siswa akan mendapatkan pembelajaran termasuk:
  8. Menginternalisasikan empati dan kepekaan sosial untuk menyikapi kehidupan masyarakat di sekitar posisi tugas yang tepat.
  9. Menghayati rasa saling menghormati saat memecahkan masalah.
  10. Memecahkan masalah yang kompleks, terutama dalam pendidikan.
  11. Menganalisis masalah pembelajaran di sekolah dengan menggunakan metode berpikir kritis.
  12. Bekerja sama dengan guru untuk mengembangkan kepemimpinan siswa, soft skill dan karakter inovatif untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di sekolah.
  13. Kemampuan mengembangkan keterampilan dalam inovasi mutu pendidikan di bidang ilmu yang dipelajari.
  14. Kemampuan untuk mengembangkan modul digital berbasis video atau multimedia.
  15. Fasilitas untuk produksi kegiatan pembelajaran pendidikan.
  16. Melatih civitas akademika sekolah dengan mengembangkan literasi manusia, komputasi digital dan teknologi.
  17. Tunjukkan kinerja yang mandiri, berkualitas tinggi dan terukur.
  18. Kemampuan untuk bekerja dalam tim.

You May Also Like