KUNCI JAWABAN pai kelas 8 bab 13 halaman 241 242 243 pilihan ganda dan essay

✔️✔️Kami juga membahas mengenai kunci jawaban pelajaran, yang dapat temen temen akses jawaban tersebut di bawah ini, dimana pembahasan ini kami buat seupaya temen dapat menyelesaiakn tugas dengan tepat waktu dan memperoleh nilai yang memuskan

  1. Kunci jawaban PAI kelas 8
  2. Kunci jawaban MTK kelas 8
  3. Kunci jawaban Bahasa Inggris kelas 8
  4. Kunci jawaban IPA kelas 8
  5. Kunci jawaban PENJAS kelas 8
  6. Kunci jawaban Bahasa indonesia kelas 8

Kunci jawaban pai kelas 8

Hallo temen temen pada kali ini kami akan memberikan sebauh pembahasan mengenai kunci jawaban dari pelajaran pendidikan agama islam , yang mana pembahasan ini kami buat agar temen temen dapat menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru dengan tepat waktu dan kami harap dengan adanya pembahasan yang kami buat ini temen temen dapat memperoleh nilai yang memuaskan

  1. KUNCI JAWABAN PAI kelas 8 bab 1 halaman 19 20 21
  2. KUNCI JAWABAN PAI kelas 8 bab 2 halaman 32 33 34
  3. KUNCI JAWABAN PAI kelas 8 bab 3 halaman 53 54
  4. KUNCI JAWABAN PAI kelas 8 bab 4 halaman 76 77 78
  5. KUNCI JAWABAN PAI kelas 8 bab 5 halaman 92 93 94 95
  6. KUNCI JAWABAN PAI kelas 8 bab 6 halaman 109 110 111
  7. KUNCI JAWABAN PAI kelas 8 bab 7 halaman 127 128 129 130
  8. KUNCI JAWABAN PAI kelas 8 bab 8 halaman 154 155 156
  9. KUNCI JAWABAN PAI kelas 8 bab 9 halaman 171 172 173 
  10. KUNCI JAWABAN PAI Kelas 8 Bab 10 Halaman 190 191 192
  11. KUNCI JAWABAN PAI kelas 8 bab 11 halaman 209 210 211
  12. KUNCI JAWABAN PAI Kelas 8 Bab 12 Halaman 225 226 227
  13. KUNCI JAWABAN pai kelas 8 bab 13 halaman 241 242 243
  14. KUNCI JAWABAN pai kelas 8 bab 14 halaman 257 258 259

Kami yakin jika temen temen menggunakan pembahasana yang kami buat ini kami yakin temen temen akan dapat memperoleh nilai yang besar hal ini dikarenakan kami dalam membuat pembahasan ini, kami sebelumnya telah membaca dan memahami apa yang di ingikan soal sehingga kami berusa menjawab semaksimal yang kami bisa

Kunci jawaban pai kelas 8 bab 13 halaman 241,242,243 pilihan ganda dan essay

 kakak ingin berbagi pengalaman sedikit mengenai dulu kau kok bersekolah yang dimana kakak dulu bersekolah banyak sekali tugas-tugas yang diberikan oleh guru di mana toko tersebut ada beberapa tugas tidak bisa kak kak jawab namun kakak tidak habis pikir terus kakak berusaha menjadi jawaban di buku-buku namun sangat sulit menemukan jawaban di buku.

salah satu cara yang gak ada perampokan adalah dengan mencari kunci jawaban tersebut di google ataupun internet yang dimana hal tersebut adalah membentuk aku dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dengan tepat waktu dan memperoleh nilai yang memuaskan.

Kunci jawaban pai kelas 8 bab 13 halaman 241,242 pilihan ganda

namun akhir-akhir ini banyak sekali pembahasan kunci jawaban di google ataupun internet yang membahas mengenai tugas-tugas nomor naha namun hanya sedikit sekali pembahasan mengenai kunci jawaban yang tepat dan benar di mana kunci jawaban tepat dan benar akan membantu adik-adik dalam menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan memperoleh nilai yang memuaskan.

Kunci jawaban pai kelas 8 bab 13 halaman 241,242,243 pilihan ganda dan essay

 kakak ingin kakak yakin jika adik-adik menggunakan pembahasan yang tetap buat kakak yakin adek-adek akan memperoleh nilai yang begitu besar yang dimana nilai tersebut akan lembu adik-adik dalam kenaikan kelas.

A. Berilah tanda silang (X) pada huruf a, b, c, atau d  pada jawaban yang paling tepat !
1. Pendiri daulah Abasiyah adalah…. 
a. Abdullah Al-Saah 
b. Harun Ar Rasyid 
c. Marwan bin Muhammad 
d. Walid bin abdul Malik 
Kunci jawaban A

2. Jabir bin hayyan dikenal sebagai bapak ilmu…. 
a. biologi 
b. matematika 
c. sika 
d. kimia 
Kunci jawaban D

3. Pengarang kitab al Gebra adalah…. 
a. Banu Musa 
b. Al Khawaritmi
c. Al Kindi 
d. Al Farabi 
Kunci jawaban B

4. Ilmu yang mengajarkan penyerahan diri kepada Allah Swt.., meninggalkan kesenangan dunia, dan hidup menyendiri untuk beribadah kepada Allah yaitu…. 
a. ilmu Tasawuf 
b. ilmu Akhlak 
c. ilmu Fiqih 
d. ilmu hadis 
Kunci jawaban A

5. Yang menjadi penyebab hancurnya  daulah Abasiyah adalah…. 
a. timbulnya kerajaan-kerajaan kecil. 
b. perlawanan dari kelompok Syi’ah 
c. meruncingnya pertentangan etnis 
d. timbulnya stratikasi sosial 
Kunci jawaban A

6. Setelah Islam mengalami puncak kejayaan yang dipimpin oleh…. 
a. Al ma’mun 
b. Harun ar Rasyid 
c. Al Mu’tasyim 
d. Al Wasiq 
Kunci jawaban B

7. Hikmah mempelajari sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan masa Abasiyah adalah…. 
a. menumbuhkan semangat menuntut ilmu 
b. mengutamakan kepentingan individu 
c. mengembangkan budaya-budaya barat 
d. jawaban a, b dan c salah semua. 
Kunci jawaban A

8. Islam mewajibkan umatnya untuk menuntut ilmu baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat. Ilmu dunia memberikan manfaat untuk…. 
a. bekal di masa yang akan datang 
b. bekal untuk kehidupan di akhirat 
c. bekal untukkehidupan di alam barzah 
d. bekal untuk dirinya sendiri.
Kunci jawaban A

9. Ilmu yang kita cari adalah ilmu yang…. 
a. paling banyak dan tinggi 
b. dapat mengangkat kewibawaan kita 
c. modal untuk mencari kekayaan 
d. bermanfaat dan berguna. 
Kunci jawaban D

10. Tokoh cendekiawan Islam di bidang  ilmu lsafat adalah…. 
a. Abu asyar Muhammad bin Muhammad bin Tarhan 
b. Muhammad bin Ali Al Abbasiy 
c. Raihan Bairuny 
d. Abu afar Al-Mansur
Kunci jawaban A

Kunci jawaban pai bab 13 kelas 8

1. A
2. D
3. B
4. A
5. A
6. B
7. A
8. A
9. D
10. A

Kunci jawaban pai kelas 8 bab 13 halaman 243 bagian b

perlu adik-adik ketahui bahwasannya tugas merupakan salah satu faktor penentu kenaikan kelas adik-adik sekalian dimana tugas merupakan bagian dari penilaian dari nilai rapot di mana nia tugas aku di akomodasi seluruhnya barulah kemudian akan dipermudah dibagi berlaku model akan dimasukkan beberapa persen dari nilai tersebut kedalam nilai rapot.

B. Kerjakan Soal-Soal berikut ini ! 

1. Siapakah khalifah Harun ar Rasyid 

2. elaskan faktor-faktor yang mempengaruhi berdirinya daulah Abbasiyah! 

3. Sebutkan tiga tokoh cendekiawan mulim di bidang ilmu kedokteran 

4. Sebutkan nama-nama khalifah yang memimpin bani Abbasiyah 

5. Sebutkan tiga penyebab runtuhnya Daulah Abbasiyah

Kunci jawaban B. Essay halaman 243 

1. Khalifah Harun ar-Rasyid adalah  salah satu khalifah Bani Abasiyyah yang mencapai puncak kejayaannya umat Islam.  Dan masa pemerintahan Harun ar-Rasyid juga, pendidikan Islam sangat berkembang pesat sehingga banyak ilmu-ilmu baru yang sampai saat ini terus dikembangkan, misalnya dalam ilmu umum di antaranya bidang filsafat, astronomi, kedokteran, matematika, dan lain-lain. Juga dalam ilmu agama di antaranya tafsir, kalam, tasawuf, dan lain-lain.

2. Faktor-faktor yang mempengaruhi berdirinya bani Abasiyyah 

a. Banyaknya perselisihan antara intern bani Umawiyah yaitu memperebutkan kursi kekhalifahan dan harta. 

b. Masa jabatan khalifah di akhir pemerintahan bani umawiyah, seperti khalifah Yazid bin al-Walid lebih kurang memerintah sekitar 6 bulan. 

c. Putra mahkota lebih dari jumlah satu orang yaitu  Abdullah dan Ubaidillah sebagai putra mahkota oleh Marwan bin Muhammad. 

d. Bergabungnya sebagian afrad keluarga umawi kepada madzhabmadzhab agama yang tidak benar menurut syariah, seperti al-Qadariyah. 

e. Hilangnya kecintaan rakyat pada akhir-akhir pemerintahan bani umawiyah. 

f. Sifat sombong yang dimiliki oleh para pembesar bani Umawiyah pada akhir pemerintahannya. 

g. Timbulnya dukungan dari al-Mawali (non-arab)

3. Tiga tokoh cendikiawan muslim di bidang ilmu kedokteran yaitu Jabir bin Hayyan, Hunaian bin Ishak, Ibnu Sahal, ar-Razi, dan Thabit Ibnu Qurra.

4. Nama-nama khalifah yang memimpin bani Abasiyyah 

a. Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin al-Abbas 

b. Abu Ja’far bin Abdullah bin Muhammad bin Ali 

c. Muhammad al-Mahdi bin al-Mansyur 

d. Musa al-Hadi bin Muhammad bin Ja’far al-Mansyur 

e. Harun ar-Rasyid bin Muhammad al-Mahdi 

f. Muhammad al-Amin bin Harun ar-Rasyid 

g. Al Ma’mun bin Harun ar-Rasyid 

h. Al Mu’tashim Billah Abu Ishaq Muhammad bin ar-Rasyid bin al-Mahdi 

i. Al Watsiq Billah Abu Ja’far Harun al-Mu’tashim bin ar-Rasyid 

j. Al Mutawakkil Alallah bin al-Mu’tashim bin ar-Rasyid

5. Tiga penyebab runtuhnya Bani Abasiyyah a. Melebihkan bangsa asing daripada bangsa Arab. b. Kebijakan ganda Harun ar-Rasyid yang telah mewasiatkan tahta khalifah kepada dua anaknya (al-Amin dan al-Makmun) yang ketika itu menjabat Gubernur Khurasan. c. Pemberontakan-pemberontakan yang dilakukan oleh para oposan seperti pemberontakan orang-orang Arab, Syi’ah, Khawarij, intern keluarga Abasiyyah dan sebagainya. d. Ketergantungan kepada tentara bayaran. e. Timbulnya kerajaan-kerajaan kecil yang bebas dari kekuasaan Bani Abasiyyah, seperti dinasti Idrisiyah di Maroko, dinasti Aghlabiyah, dinasti Thuluniyah, dinasti Ikhsyidi, dinasti Hamdaniyah, dan dinasti Thahiriyah. f. Penyerangan bangsa Mongol (Tartar) yanng dipimpin oleh Hulaku Khan pada 1258 M, khalifah dan keluarganya dibunuh serta ia mengumumkan secara sepihak berakhirnya pemerintahan Bani Abasiyyah di Baghdad.

Baca juga:

KUNCI JAWABAN PAI kelas 8 bab 8 halaman 154 155 156
KUNCI JAWABAN PAI kelas 8 bab 9 halaman 171 172 173 
KUNCI JAWABAN PAI Kelas 8 Bab 10 Halaman 190 191 192
KUNCI JAWABAN PAI kelas 8 bab 11 halaman 209 210 211
KUNCI JAWABAN PAI Kelas 8 Bab 12 Halaman 225 226 227
KUNCI JAWABAN pai kelas 8 bab 13 halaman 241 242 243
KUNCI JAWABAN pai kelas 8 bab 14 halaman 257 258 259

 Baca juga:

Kunci jawaban pai kelas 8 bab 13 halaman 243 bagian c

tak hanya itu biasanya kakak juga pernah diceritakan oleh guru nilai tugas juga menjadi salah satu faktor oleh guru untuk mengetahui apakah siswanya telah memahami apa yang disampaikan oleh guru atau tidak.

C. Tugas 

1. Tulislah biogra salah satu tokoh cendekiawan atau ilmuwan muslim pada masa daulah Abbasiyah! 2. Ibu Muslihah mempunyai dua orang anak perempuan. Setiap harinya ibu muslihah memberikan uang jajan untuk anaknya yang sekolah di SMU sebesar sepuluh ribu, sedang yang masih SMP diberi uang jajannya sebesar lima ribu rupiah. Sudah adilkan sikap ibu Muslihah tersebut? Diskusikan masalah tersebut dengan kelompok kalian masing-masing! 

3. Carilah informasi dari berbagai media mengenai meneladani  perilaku yang ditanamkan Rasulullah dan pemimpin-pemimpin Islam lainnya dalam kehidupan sehari-hari! Laporkan dan paparkan hasil penelusuran yang kamu lakukan baik secara individu atau kelompok.

Rangkuman  pai kelas 8 bab 13 

Pemerintahan Daulah Abbasiyah merupakan kelanjutan dari
pemerintahan sebelumnya dari Bani Umayyah. Pendiri dari Daulah
Abbasiyah ini adalah Abdullah al-Sa􀄫ah ibn Muhammad ibn Ali ibn
Abdullah ibn al-Abbas. Pola pemerintahan yang diterapkan oleh Daulah
􀀄􀅬ti􀇀ita􀆐 pe􀆐erta didi􀅬 􀍗
a. Bacalah materi tentang Pemerintahan Daulah Abbasiyah.
b. Secara berkelompok, carilah peta yang menunjukkan wilayah Daulah
Abbasiyah.
c. Buatlah paparan mengenai Daulah Abbasiyah yang memuat peta wilayahnya.
d. Presentasikan di depan kelas dengan tampilan yang menarik.
232 Kelas VIII SMP/MTs
Abbasiyah berbeda-beda sesuai dengan perubahan politik, sosial, dan
budaya. Kekuasaannya berlangsung dalam rentang waktu yang cukup
panjang, dari tahun 132 H 􀍾􀏁􀎿0 M􀍿 s.d. 􀏀􀎿􀏀 H 􀍾12􀎿􀏂 M􀍿.
Berdasarkan perubahan pola pemerintahan dan politik, para sejarawan
biasanya membagi masa pemerintahan Daulah Abbas menjadi lima
periode:
a. Periode Pertama 􀍾132 -232 H 􀍬 􀏁􀎿0-􀏂􀎾􀏁 M􀍿, disebut periode pengaruh
Arab dan Persia pertama.
b. Periode Kedua 􀍾232- 33􀎾 H 􀍬􀏂􀎾􀏁-􀏃􀎾􀎿 M􀍿, disebut periode pengaruh
Turki pertama.
c. Periode Ketiga 􀍾33􀎾- 􀎾􀎾􀏁 H 􀍬 􀏃􀎾􀎿-10􀎿􀎿 M􀍿, masa kekuasaan dinasti Bani
Buwaih dalam pemerintahan Khilafah Abbasiyah. Periode ini disebut
juga masa pengaruh Persia kedua.
d. Periode Keempat 􀍾􀎾􀎾􀏁- 􀎿􀏃0 H 􀍬 10􀎿􀎿-l1􀏃􀎾 M􀍿, masa kekuasaan daulah
Bani Seljuk dalam pemerintahan Khilafah Abbasiyah􀍖 biasanya disebut
juga dengan masa pengaruh Turki kedua (di bawah kendali) Kesultanan
Seljuk Raya (salajiqah al-Kubra/Seljuk Agung).
e. Periode Kelima 􀍾􀎿􀏃0- 􀏀􀎿􀏀 H 􀍬 11􀏃􀎾-12􀎿􀏂 M􀍿, masa khalifah bebas dari
pengaruh dinasti lain, tetapi kekuasaannya hanya efektif di sekitar kota
Bagdad dan diakhiri oleh invasi dari bangsa Mongol.
Berikut ini adalah silsilah Bani Abbasiyah sampai khalifah ke-1􀎿 dari 3􀏁
khalifah secara keseluruhan.
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 233
Pada awalnya ibu kota negara adalah al-Hasyimiyah, dekat Kufah. 􀁅amun,
untuk lebih memantapkan dan menjaga stabilitas negara yang baru berdiri
itu, Khalifah al-Mansur 􀍾khalifah ke-2􀍿 memindahkan ibu kota negara ke kota
yang baru dibangunnya, yakni Bagdad, dekat bekas ibu kota Persia, tahun
􀏁􀏀2 M. Dengan demikian, pusat pemerintahan dinasti Bani Abbas berada di
tengah-tengah bangsa Persia. Di ibu kota yang baru ini al-Mansur melakukan
konsolidasi dan penertiban pemerintahannya, di antaranya dengan membuat
semacam lembaga eksekutif dan yudikatif.
Dalam bidang pemerintahan, al-Mansur menciptakan tradisi baru
dengan mengangkat Wazir sebagai koordinator dari kementerian yang ada.
Wazir pertama yang diangkat adalah Khalid bin Barmak, berasal dari Balkh,
Persia. Dia juga membentuk lembaga protokol negara, sekretaris negara, dan
kepolisian negara di samping membenahi angkatan bersenjata. Dia menunjuk
Muhammad ibn Abdurrahman sebagai hakim pada lembaga kehakiman
negara. 􀀺awatan pos yang sudah ada sejak masa dinasti Bani 􀁨mayyah
ditingkatkan peranannya dengan tambahan tugas. Kalau dulu hanya sekadar
untuk mengantar surat, pada masa al-Mansur, jawatan pos ditugaskan untuk
menghimpun seluruh informasi di daerah-daerah sehingga administrasi
kenegaraan dapat berjalan lancar. Para direktur jawatan pos bertugas
melaporkan tingkah laku gubernur setempat kepada khalifah.
Pada masa al-Mahdi 􀍾khalifah ke-3􀍿 perekonomian mulai meningkat
dengan peningkatan di sektor pertanian melalui irigasi dan peningkatan
hasil pertambangan seperti perak, emas, tembaga, dan besi. Di samping itu
transit perdagangan antara Timur dan Barat juga banyak membawa kekayaan.
Bashrah menjadi pelabuhan yang penting.
Daulah Abbasiyah mengalami masa keemasan pada masa diperintah oleh
Khalifah Harun ar-Rasyid 􀍾􀏁􀏂􀏀-􀏂0􀏃 M􀍿 dan puteranya al-Ma􀍛mun 􀍾􀏂13-􀏂33 M􀍿.
Harun ar-Rasyid adalah seorang khalifah yang adil dan memiliki jiwa sosial yang
sangat tinggi. 􀁨ntuk meningkatkan kesejahteraan dan layanan kesehatan, dia
mendirikan rumah sakit, lembaga pendidikan dokter, dan farmasi. Pada masa
pemerintahannya sudah terdapat paling tidak sekitar 􀏂00 orang dokter.
Harun ar-Rasyid juga membangun tempat-tempat untuk pemandian umum
utuk rakyatnya. Sungguh pada waktu itu kesejahteraan, sosial, dan kesehatan
menjadi perhatian serius pemerintah. 􀁨ntuk mendukung terwujudnya
kemajuan tersebut, pemerintah mendorong tumbuhnya ilmu pengetahuan
melalui sektor pendidikan.
Perhatian pemerintah terhadap masalah pendidikan dan ilmu pengetahuan
berlanjut pada saat Daulah Abbasiyah dipimpin oleh Khalifah al-Ma’mun.
Khalifah al-Ma’mun adalah khalifah setelah Harun ar-Rasyid. al-Makmun
juga dikenal sebagai khalifah yang sangat cinta kepada ilmu 􀄮lsafat. Pada
masa pemerintahannya, penerjemahan buku-buku asing digalakkan. Untuk
234 Kelas VIII SMP/MTs
keperluan penerjemahan ini ia mendirikan lebaga yang bernama Baitul
Hikmah sebagai pusat penerjemahan sekaligus berfungsi sebagai perguruan
tinggi dengan perpustakaan yang besar.
Al-Mu’tasim, khalifah berikutnya 􀍾􀏂33-􀏂􀎾2 M􀍿, memberi peluang besar
kepada orang-orang Turki untuk masuk dalam pemerintahan. Keterlibatan
mereka dimulai sebagai tentara pengawal. Tidak seperti pada masa Daulah
􀁨mayyah, dinasti Abbasiyah mengadakan perubahan sistem ketentaraan.
Praktik perang bagi orang-orang muslim sudah terhenti. Tentara dibina secara
khusus menjadi prajurit-prajurit profesional. Dengan demikian, kekuatan
militer dinasti Bani Abbas menjadi sangat kuat. 􀁴alaupun demikian, dalam
periode ini banyak tantangan dan gerakan politik yang mengganggu stabilitas,
baik dari kalangan Bani Abbas sendiri maupun dari luar. Gerakan-gerakan itu
seperti gerakan sisa-sisa Bani 􀁨mayyah dan kalangan internal Bani Abbas,
revolusi al-Khawarij di Afrika 􀁨tara, gerakan 􀁿indi􀆋 di Persia, gerakan Syi􀍛ah,
dan konflik antarbangsa dan aliran pemikiran keagamaan, semuanya dapat
dipadamkan.
􀎼􀍘 􀁗er􀅬emban􀅐an 􀀯􀅯mu 􀁗en􀅐etahuan pada Ma􀆐a 􀀑ani 􀀄bba􀆐i􀇇ah
Pada masa Daulah Abbasiyah merupakan masa keemasan (The Golden
Age) bagi umat Islam. Pada masa itu Umat Islam telah mencapai puncak
kemuliaan, baik dalam bidang ekonomi, peradaban, dan kekuasaan. Selain
itu juga telah berkembang berbagai cabang ilmu pengetahuan, ditambah
lagi dengan banyaknya penerjemahan buku-buku dari bahasa asing ke
dalam bahasa Arab. Fenomena ini kemudian yang melahirkan cendekiawancendekiawan
besar yang menghasilkan berbagai inovasi baru di berbagai
disiplin ilmu pengetahuan. Adapun cendekiawan-cendekiawan Islam pada
masa Daulah Abasiyah adalah sebagai berikut :
􀀄􀅬ti􀇀ita􀆐 􀎼 􀍗
a. Bacalah materi tentang perkembangan ilmu pengetahuan pada masa
Abbasiyah.
b. Secara berkelompok, carilah gambar-gambar para tokoh yang
mengembangkan ilmu pengetahuan di masa ini.
c. Buatlah paparan mengenai perkembangan pengetahuan pada masa
Abbasiyah disertai foto atau gambar tokoh-tokohnya.
d. Presentasikan di depan kelas dengan tampilan yang menarik.
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 235
a. Bidang ilmu Filsafat
Tokoh cendekiawan Islam di bidang ilmu 􀄮lsafat ini adalah Abu 􀁅asyar
Muhammad bin Muhammad bin Tarhan yang dikenal dengan al-Farabi,
Abu 􀁺usuf bin Ishak yang dikenal dengan al-Kindi, Ibnu Sina, al-Ghazali,
Ibnu Rusd, Ibnu Bajah dan Ibnu Tufail.
b. Bidang ilmu Kedokteran
Tokoh cendekiawan Islam di bidang kedokteran ini adalah Jabir bin
Hayyan yang dikenal sebagai bapak ilmu kimia, Hunaian bin Ishak yang
dikenal sebagai ahli penerjemah buku-buku asing, Ibnu Sahal, ar-Razi
(ahli penyakit campak dan cacar), dan Thabit Ibnu Qurra.
c. Bidang ilmu Matematika
Tokoh cendekiawan Islam di bidang ilmu matematika ini adalah
Muhammad bin Musa al-Khawarizmi 􀍾penemu huruf nol􀍿 yang dengan
bukunya Algebra, Geometri Ilmu Matematika, 􀁨mar bin Farukhan
􀍾bukunya 􀁙uadripartitum􀍿, Banu Musa 􀍾ilmu mengukur permukaan,
datar, dan bulat).
d. Bidang ilmu Falak
Tokoh cendekiawan Islam dibidang ilmu Falak ini adalah Abu Masyar al-
Falaky (bukunya Isbatul Ulum dan Haiatul Falak), Jabir Batany (membuat
teropong bintang􀍿, Raihan Bairuny 􀍾bukunya al-Afarul Bagiyah􀍛ainil
Khaliyah, Istikhrajul Autad dan lain-lain􀍿.
e. Bidang ilmu Astronomi
Tokoh cendekiawan Islam di bidang Astronomi adalah al-Farazi (pencipta
Astro Lobe􀍿, al-Ga􀆩ani􀍬Albetagnius, al-Farghoni atau Alfragenius.
f. Bidang ilmu Tafsir
Tokoh cendekiawan Islam di bidang ilmu Tafsir ini adalah Ibnu 􀀺arir
at-abary, Ibnu Atiyah al-Andalusy, as-Suda, Mupatil bin Sulaiman,
Muhammad bin Ishak dan lain-lain.
g. Bidang ilmu Hadis
Tokoh cendekiawan Islam di bidang ilmu Hadis ini adalah Imam Bukhari,
Imam Muslim, Ibnu Majah, Abu Daud, at-Tarmidzi, dan lain-lain
h. Bidang ilmu Kalam (tauhid)
Tokoh cendekiawan Islam di bidang ilmu Kalam ini adalah Wasil bin
Atha􀍛, Abu Huzail al-Allaf, ad-Dhaam, Abu Hasan al-Asy􀍛ary, Hujjatul
Islam Imam al-Gazali.
Pembahasan ilmu tauhid semakin luas dibandingkan dengan zaman
sebelumnya.
236 Kelas VIII SMP/MTs
i. Bidang ilmu Tasawuf (ilmu mendekatkan diri pada Allah Swt.)
Tokoh cendekiawan Islam di bidang ilmu Tasawuf ini adalah al-Qusyairy
dengan karyanya ar-Ri􀁟alatul Qusyairiyah, Syahabuddin dengan
karyanya Awariful Ma􀍛arif, Imam al-Gazali dengan karyanya al-Bashut,
al-Wajiz, dan lain-lain.
j. Para imam Fuqaha (ahli 􀄮qh)
Tokoh cendekiawan Islam para iman Fuqaha ini adalah Imam Abu
Hanifah, Imam Maliki, Imam Sya􀄮􀍛i, dan Imam Ahmad bin Hambali.
􀎽􀍘 􀁗er􀅬emban􀅐an 􀀼ebuda􀇇aan pada Ma􀆐a 􀀑ani 􀀄bba􀆐i􀇇ah
Pusat peradaban Islam pada masa Daulah Abbasiyah adalah:
a. Kota Bagdad, merupakan ibu kota negara Kerajaan Abbasiyah yang
didirikan oleh Khalifah Abu 􀀺a􀍛far al-Mansur 􀍾􀏁􀎿􀎾 􀍴 􀏁􀏁􀎿 M􀍿 pada tahun
􀏁􀏀2 M. Kota ini terletak di tepian Sungai Tigris. Masa keemasan Kota
Bagdad terjadi pada pemerintahan Khalifah Harun ar-Rasyid 􀍾􀏁􀏂􀏀 􀍴 􀏂0􀏃
M􀍿 dan anaknya al-Ma􀍛mun 􀍾􀏂13 􀍴 􀏂33M􀍿.
b. Kota Samarra, letaknya di sebelah timur Sungai Tigris yang berjarak
kurang lebih 􀏀0 km dari Kota Bagdad. Di kota ini terdapat 1􀏁 istana
mungil yang menjadi contoh seni bangunan Islam di kota-kota lain.
Kemajuan yang dicapai tidak hanya mencakup kepentingan sosial saja,
tetapi juga peradaban di semua aspek kehidupan, seperti􀍗 administrasi
pemerintahan dengan biro-bironya, sistem organisasi militer, administrasi
wilayah pemerintahan, pertanian, perdagangan, dan industri, Islamisasi
pemerintahan, kajian dalam bidang kedokteran, astronomi, matematika,
geogra􀄮, historiogra􀄮, 􀄮lsafat Islam, teologi, hukum 􀍾􀄮qh􀍿, dan etika Islam,
sastra, seni, dan penerjemahan serta pendidikan, kesenian, arsitektur,
meliputi pendidikan dasar 􀍾ku􀆩ab􀍿, menengah, dan perguruan tinggi,
perpustakaan dan toko buku, media tulis, seni rupa, seni musik, dan arsitek.
􀀄􀅬ti􀇀ita􀆐 􀎽 􀍗
a. Bacalah materi tentang pertumbuhan kebudayaan pada masa Abbasiyah.
b. Secara berkelompok, carilah gambar-gambar para tokoh dan hasil kebudayaan
yang relevan.
c. Buatlah paparan mengenai pertumbuhan kebudayaan pada masa Abbasiyah
disertai foto atau gambar yang telah kalian dapatkan.
d. Presentasikan di depan kelas dengan tampilan yang menarik.
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 237
D
Re􀅇e􀅬􀆐i 􀀄􀅬h􀅯a􀅬 Mu􀅯ia
Dengan mempelajari sejarah pertumbuhan ilmu pengetahuan ini
diharapkan dapat memberikan pengaruh terhadap akhlak kita dalam
kehidupan sehari-hari. Untuk membantu kalian dalam menerapkan akhlak
mulia ini, coba lakukan terhadap diri kalian masing-masing. Tanggapilah
pernyataan-pernyataan berikut, sesuai dengan yang kamu rasakan dengan
cara memberi tanda silang pada gambar yang sesuai. 􀀭 (setuju), 􀀮 (biasa
saja), 􀀯 􀍾tidak setuju􀍿􀍗
1. Seorang pemimpin harus memiliki sifat jujur, cerdas, amanah, dan tablig.
Dengan keempat sifat yang dimilikinya Insya Allah mereka akan terhindar
dari perbuatan-perbuatan yang dilarang oleh agama contohnya korupsi.
􀀭 􀀮 􀀯
2. Fatimah adalah seorang pelajar kelas delapan. Di sekolahnya ia terpilih
sebagai ketua OSIS. Berbagai kegiatan yang ada di sekolah tersebut ia ikuti
tanpa mengeluh sedikitpun. 􀁅amun demikian, fatimah tidak lupa untuk
selalu belajar setiap hari, baik ada ulangan maupun tidak ada ulangan.
􀀭 􀀮 􀀯
3. Rosyid dan teman-temannya mengikuti pertandingan sepak bola yang
diadakan di sekolahnya. Pada babak pertama Rosyid dan kawan-kawannya
menang 1-0. Pada babak kedua, grup lawan tandingnya melakukan
kecurangan-kecurangan supaya dapat membalaskan kekalahan tadi.
Melihat itu semua Rosyid menegur pemain lawan tersebut.
􀀭 􀀮 􀀯
􀎾. Sebagai umat Islam kita harus berpegang teguh al-Qur’ān dan Hadis
sebagaimana yang telah diajarkan oleh Rasulullah s.aaw. Dengan
berpegang teguh pada al-Qur’ān dan hadis hidup kita akan terarah yang
akan membawa kita kejalan yang benar.
􀀭 􀀮 􀀯
238 Kelas VIII SMP/MTs
5. Farhan adalah anak sabar, disiplin, dan bertanggung jawab. Suatu hari
Farhan menengok temannya yang sedang sakit. Melihat kondisi temannya,
Farhan meneteskan airmata sambil berdoa memintakan kesembuhan
temannya tersebut, padahal sewaktu sehat temannya itu sering
menjahilinya.
􀀭 􀀮 􀀯
E
􀀼i􀆐ah 􀁤e􀅯adan
Muhammad bin Mu􀆐a a􀅯􀍲􀀼ha􀇁ari􀇌mi
Al-Khawarizmi adalah seorang ahli
matematika, astronomi, astrologi, dan
geogra􀄮 yang berasal dari Persia. Ia lahir
sekitar tahun 􀏁􀏂0 M di Khw􀄈rizm 􀍾sekarang
Khiva, 􀁨zbekistan􀍿 dan wafat sekitar tahun
􀏂􀎿0 M di Bagdad. Beliau bekerja sebagai dosen
di Sekolah Kehormatan di Bagdad. Aktivitas ini
dilakukan hampir dalam sepanjang hidupnya.
Karya pertamanya adalah buku al-Jabar.
Buku ini merupakan yang pertama membahas
solusi sistematik dari linear dan notasi
kuadrat. Sehingga ia disebut sebagai Bapak
Aljabar. Translasi bahasa Latin dari Aritmatika
beliau, yang memperkenalkan angka India,
kemudian diperkenalkan sebagai “Sistem Penomoran Posisi Desimal” di dunia
Barat pada abad ke-12. Ia merevisi dan menyesuaikan Geogra􀄮 Ptolemeus
sebaik mengerjakan tulisan-tulisan tentang astronomi dan astrologi.
Sumbangan al-Khawarizmi tak hanya berdampak besar pada matematika,
tetapi juga dalam kebahasaan. Kata Aljabar berasal dari kata al-Jabr, satu dari
dua operasi dalam matematika untuk menyelesaikan notasi kuadrat, yang
tercantum dalam buku beliau. Kata logarisme dan logaritma diambil dari kata
Algorismi, Latinisasi dari nama beliau. 􀁅ama beliau juga di serap dalam bahasa
Spanyol Guarismo dan dalam bahasa Portugis, Algarismo yang berarti digit.
Karya terbesar beliau dalam matematika, astronomi, astrologi, geogra􀄮,
kartogra􀄮, sebagai fondasi dan kemudian lebih inovatif dalam aljabar,
trigonometri, dan pada bidang lain yang beliau tekuni. Pendekatan logika dan
sistematis beliau dalam penyelesaian linear dan notasi kuadrat memberikan
Sumber: Dokumen Kemdikbud
Gambar 9.3 : Al Khawarizmi
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 239
keakuratan dalam disiplin aljabar. 􀁅ama yang diambil dari nama salah satu
buku beliau pada tahun 􀏂30 M, al-Kitab al-Mukhtasar 􀄮 Hisab al-􀀺abr wa􀍛l-
Muqabala atau: “Buku Rangkuman untuk Kalkulasi dengan Melengkapkan
dan Menyeimbangkan”, buku pertama beliau yang kemudian diterjemahkan
ke dalam bahasa Latin pada abad ke-12.
Pada buku beliau, Kalkulasi dengan angka Hindu, yang ditulis tahun 825 M,
memprinsipkan kemampuan difusi angka India ke dalam perangkaan Timur
Tengah dan kemudian Eropa. Buku beliau diterjemahkan ke dalam bahasa
Latin, Algoritmi de numero Indorum, menunjukkan kata algoritmi menjadi
bahasa Latin.
Beberapa sumbangan beliau berdasar pada Astronomi Persia dan
Babilonia, angka India, dan sumber-sumber Yunani.
Sistemasi dan koreksi beliau terhadap data Ptolemeus pada geogra􀄮
adalah sebuah penghargaan untuk Afrika dan Timur Tengah. Buku besar
beliau yang lain, Kitab surat al-Ard (“Pemandangan Bumi” diterjemahkan oleh
Geography), yang memperlihatkan koordinat dan lokasi dasar yang diketahui
dunia, dengan berani mengevaluasi nilai panjang dari Laut Mediterania dan
lokasi kota-kota di Asia dan Afrika yang sebelumnya diberikan oleh Ptolemeus.
Ia kemudian mengepalai konstruksi peta dunia untuk Khalifah al-Ma􀍛mun
dan berpartisipasi dalam proyek menentukan tata letak di Bumi, bersama
dengan 􀏁0 ahli geogra􀄮 lain untuk membuat peta yang kemudian disebut
􀍞Ketahuilah Dunia􀍟. Ketika hasil kerjanya disalin dan ditransfer ke Eropa dan
Bahasa Latin, menimbulkan dampak yang hebat pada kemajuan matematika
dasar di Eropa. Ia juga menulis tentang astrolab dan sundial.
Buku besar kedua beliau adalah tentang aritmatika, yang bertahan dalam
bahasa Latin, tetapi hilang dari bahasa Arab yang aslinya. Translasi dilakukan
pada abad ke-12 oleh Adelard of Bath, yang juga menerjemahkan tabel
astronomi pada 112􀏀.
Pada manuskrip Latin, biasanya tak bernama,tetapi umumnya dimulai
dengan kata􀍗 Di􀇆it algorizmi 􀍾􀍞Seperti kata al-Khawarizmi 􀍞􀍿, atau Algoritmi
de numero Indorum (“al-Khawarizmi pada angka kesenian Hindu”), sebuah
nama baru di berikan pada hasil kerja beliau oleh Baldassarre Boncompagni
pada 1􀏂􀎿􀏁. Kitab aslinya mungkin bernama Kit􀄈b al-􀀺am􀍛a wa-l-tafr􀅣􀆋 bi-his􀄈b
al-Hind (“Buku Penjumlahan dan Pengurangan berdasarkan Kalkulasi Hindu”).
Buku ketiga beliau yang terkenal adalah Kit􀄈b Sūrat al-Arś “Buku
Pemandangan Dunia” atau “Kenampakan Bumi” diterjemahkan oleh
Geography, yang selesai pada 􀏂33 adalah revisi dan penyempurnaan Geogra􀄮
Ptolemeus, terdiri dari daftar 2􀎾02 koordinat dari kota-kota dan tempat
geogra􀄮s lainnya mengikuti perkembangan umum.
240 Kelas VIII SMP/MTs
Hanya ada satu salinan dari Kit􀄈b Sūrat al-Arś, yang tersimpan di
Perpustakaan 􀁨niversitas Strasbourg. Terjemahan Latinnya tersimpan di
Biblioteca 􀁅acional de Espa􀅹a di Madrid. 􀀺udul lengkap buku beliau adalah
Buku Pendekatan Tentang Dunia, dengan Kota-Kota, Gunung, Laut, Semua
Pulau dan Sungai, ditulis oleh Abu 􀀺a􀍛far Muhammad bin Musa al-Khawarizmi
berdasarkan pendalaman geogra􀄮s yang ditulis oleh Ptolemeus dan Claudius.
Buku ini dimulai dengan daftar bujur dan lintang, termasuk 􀍞􀁿ona Cuaca􀍟,
yang menulis pengaruh lintang dan bujur terhadap cuaca. Oleh Paul Gallez,
dikatakan bahwa ini sangat bermanfaat untuk menentukan posisi kita dalam
kondisi yang buruk untuk membuat pendekatan praktis. Baik dalam salinan
Arab maupun Latin, tak ada yang tertinggal dari buku ini. Oleh karena itu,
Hubert Daunicht merekonstruksi kembali peta tersebut dari daftar koordinat.
Ia berusaha mencari pendekatan yang mirip dengan peta tersebut.
Tak cukup hanya sampai buku ketiga, beliau juga menulis buku-buku lain
yang menjadi rujukan para ilmuwan pada periode berikutnya sampai sekarang.
Sumber : Wikipedia
􀀄􀅬ti􀇀ita􀆐 pe􀆐erta didi􀅬 􀍗
Setelah kalian membaca kisah tokoh tersebut, ceritakan kembali kepada
teman-temanmu. Diskusikan mengenai pelajaran apa yang dapat dipetik dari
kisah tersebut.
F
Rangkuman
1. Kemajuan Islam pada Masa Bani Abbasiyah
Daulah Abbasiyah didirikan oleh Abdullah Al-Sa􀄫ah pada tahun132 H
􀍬 􀏁􀎿0 M. Daulah Abbasiyah merupakan kelanjutan dari pemerintahan
Daulah Umayyah yang telah hancur di Damaskus. Kemajuan dan
perkembangan pada periode Bani Abbasiyah dipengaruhi oleh dua
faktor yaitu faktor internal 􀍾dari ajaran agama Islam􀍿 dan faktor
eksternal (proses sejarah umat Islam dalam kehidupannya).
2. Perkembangan Ilmu Pengetahuan pada Masa Bani Abbasiyah
Pada masa Daulah Abbasiyah adalah masa keemasan bagi umat Islam
atau yang sering disebut dengan istilah 􀍚􀍛The Golden Age’’.
Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 241
3. Perkembangan Kebudayaan Pada Masa Bani Abbasiyah
Pusat peradapan Islam pada masa Daulah Abasiyah adalah: di Kota
Bagdad dan Kota Samarra. Kemajuan yang dicapai tidak hanya mencakup
kepentingan sosial saja, tetapi juga aspek peradaban dalam semua
aspek kehidupan, seperti􀍗 administrasi pemerintahan dengan birobironya,
sistem organisasi militer, administrasi wilayah pemerintahan,
pertanian, perdagangan, dan industry, Islamisasi pemerintahan,
kajian dalam bidang kedokteran, astronomi, matematika, geogra􀄮,
historiogra􀄮, 􀄮lsafat Islam, teologi, hukum 􀍾􀄮qh􀍿, dan etika Islam,
sastra, seni, dan penerjemahan serta pendidikan, kesenian, arsitektur,
meliputi pendidikan dasar 􀍾ku􀆩ab􀍿, menengah, dan perguruan tinggi,
perpustakaan dan toko buku, media tulis, seni rupa, seni musik, dan
arsitek.
􀎾. Hikmah mempelajari sejarah pertumbuhan Ilmu pada masa Daulah
Abbasiyah: meningkatkan keimanan kepada Allah Swt., dengan
melaksanakan segala perintah-􀁅ya dan menjauhi larangan-􀁅ya,
menumbuhkan semangat menuntut ilmu baik ilmu agama maupun
ilmu dunia seperti yang telah dicontohkan oleh para cendekiawan
Islam mengembangkan nilai-nilai kebudayaan yang sesuai dengan
ajaran Islam, membina rasa kesatuan dan persatuan umat Islam dan
kerukunan beragama di seluruh dunia yang tidak membeda-bedakan
suku, bangsa, negara, warna kulit, dan lain sebagainya

Sumber: buku pai kelas 8

You May Also Like