KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 Ayo Kita Berlatih 10.3 halaman 298 Bab 10

seperti halnya di artikel kakak sebelumnya kakak juga ingin mengajak adik-adikku sekalian untuk selalu teliti dalam hal ini artinya kakak ingin mengajak adik-adikku sekalian untuk selalu little manusia wawan yang kami buat boleh jadi jawaban yang memeluk bulan ini terdapat kesalahan dalam penulisan jawaban walaupun kakak di sini telah berusaha semaksimal yang kagak bisa dalam proses penjawab dari tugas-tugas tersebut namun di sini juga kakak seorang manusia boleh jadi ada kesalahan hantu itu kakak berharap untuk dijadikan sekalian untuk meneliti terlebih dahulu jawaban yang kekal buat.

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 Ayo Kita Berlatih 10.3 halaman 298 Bab 10soal Matematika Kelas 8 Ayo Kita Berlatih 10.3 Bab 10 Hal 298 Semester 2

jika adik-adikku the merasa ada jawaban yang salah dari pembahasan yang kakak buat ini kakak berharap adik-adikku sekalian menulis di kolom komentar mana jawaban yang menurut adik-adikku yang benar sehingga nantinya kakak-kakak akan mengevaluasi dari jawaban tersebut jika memang benar jawaban tersebut adalah tempat tak akan berusaha memperbaiki jawaban tersebut dan kakak berharap dari tadi aku sekalian dapat mendapatkan nilai yang memuaskan nantinya.

Pembahasan soal Matematika Kelas 8 Ayo Kita Berlatih 10.3 Bab 10 Hal 298 Semester 2

 di sini juga kakak ingin mengingatkan kembali bahwasanya jawaban yang terbaik buat kamu jawaban yang memiliki nilai yang sempurna dia itu nilai yang 106 mandi jawaban yang gila yang terbaik yaitu adalah nilai yang diperoleh dari hasil kerja keras kita sendiri yang mana dia tersebut diperoleh murni dari usaha kita tersendiri bukan dari mencontek ataupun menulis jawaban orang lain.

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 Ayo Kita Berlatih 10.3 halaman 298 Bab 10soal Matematika Kelas 8 Ayo Kita Berlatih 10.3 Bab 10 Hal 298 Semester 2

 walaupun nantinya jawaban ataupun nilai yang diperolehnya itu kurang puas namun setidaknya itu merupakan jawaban nilai yang diperoleh dari hasil kerja keras kita sendiri terluka diketahui dengan menjawab ataupun masakan tugas sendiri dari guru adik-adik lama nanti sikap disiplin pantang menyerah dan berusaha yang mana sifat tersebut memiliki peran yang sangat besar dibasahi kemudian yang mana tempat tersebut dapat mengantarkan adik-adik ke jalan yang lebih sukses lagi tuh itu dijadikan harus berusaha semaksimal yang adik-adik bisa dalam proses menjawab tugas yang diberikan oleh guru.

 Baca juga:

Baca juga:

Soal dan Jawaban Ayo Kita Berlatih 10.3 Kelas 8 Matematika Semester 2 Bab 10 Hal 298 Soal dan Jawaban Ayo Kita Berlatih 10.3 Kelas 8 Matematika Semester 2 Hal 298 Bab 10 Peluang. Soal ini berjumlah 10 soal dengan bentuk uraian. Materi yang dibahas pada soal ini yaitu hubungan antara peluang empirik dan peluang teoretik. Di bawah ini soal dan jawaban ayo kita berlatih 10.3 kelas 8 matematika semester 2 bab 10 hal 298.

Kami juga membahas mengenai kunci jawaban pelajaran, yang dapat temen temen akses jawaban tersebut di bawah ini, dimana pembahasan ini kami buat seupaya temen dapat menyelesaiakn tugas dengan tepat waktu dan memperoleh nilai yang memuskan

  1. Kunci jawaban PAI kelas 8
  2. Kunci jawaban MTK kelas 8
  3. Kunci jawaban Bahasa Inggris kelas 8
  4. Kunci jawaban IPA kelas 8
  5. Kunci jawaban PENJAS kelas 8
  6. Kunci jawaban Bahasa indonesia kelas 8
pembahasan di atas sengaja kami berikan kepada adik adik siapa tau adik adik membutuhkan jawaban dari pelajaran yang lainya, dan kami harap adik adik bisa menyelesaikan semua tugas yang di berikan oleh guru kepada adik adik sekalaian, jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman yang mengerjakan tugas yang sama iya

Ayo Kita Berlatih 10.3

1. Pada percobaan penggelindingan dadu sebanyak 100 kali, mata dadu “3” muncul sebanyak 30 kali. Berapakah peluang empiriknya?

Kunci Jawaban

1. Peluang empirik = peluang mata dadu “3” sebanyak 30 kali  = 30/100 = 3/10

  total percobaan yaitu 100 kali

2. Berapakah perkiraanmu akan muncul mata dadu “3”, saat dilakukan percobaan penggelindingan sebuah dadu sebanyak 100 kali?

Kunci Jawaban

2. untuk mata dadu “3” sebanyak 1 titik sampel dari total 6 ruang sampel

Ingat! Dadu memiliki 6 ruang sampel.

Maka perkiraannya 1 dari 6 dikali 100 kali percobaan atau 1/6 x 100 = 100/6 = 16,6

3. Pada percobaan pelemparan dua koin uang logam sebanyak 100 kali, muncul pasangan mata koin sama sebanyak 45 kali. Berapakah peluang empirik muncul selain itu?

Kunci Jawaban

3. pelauang muncul selain koin sama berarti dari total 100 dikurangi 45 = 100 – 45 = 55.

Peluang empiriknya = 55/100 = 11/20

4. Suatu percobaan mengguanakan spin yang terbagi tiga sama berdasarkan juringnya, masing-masing juring berwana merah, kuning, dan hijau. Percobaan dilakukan sebanyak 35 kali. Bagian yang berwarna kuning tertunjuk oleh panah sebanyak sebanyak 10 kali. Tentukan peluang 

4. Suatu percobaan mengguanakan spin yang terbagi tiga sama berdasarkan juringnya, masing-masing juring berwana merah, kuning, dan hijau. Percobaan dilakukan sebanyak 35 kali. Bagian yang berwarna kuning tertunjuk oleh panah sebanyak sebanyak 10 kali. Tentukan peluang

empirik panah menunjuk ke bagian berwarna merah.

Kunci Jawaban  

4. ada 3 warna, ada 35 kali percobaan.

Kuning tertunjuk panah sebanyak 10 kali

Berapa peluang empirik merah tertunjuk panah?

Jawab :

Total 35 – kuning 10 = 25

25 ini untuk merah dan hijau, tinggal tersisa 2 pilihan,

Jadi ½ untuk merah dan ½ untuk hijau

5. Suatu ketika Riko melakukan percobaan penggelindingan suatu dadu sebanyak sekian kali. Karena suatu keteledoran data yang ditulis tertutup oleh tumpahan tinta, seperti di bawah ini :

MATA DADU | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 |

BANYAK KALI KEMUNCULAN | 31 | 36 | 33 | 35 | 32 |

Perkirakan bilangan yang tertutup oleh tinta. Jelaskan alasan perkiraan mu

Kunci Jawaban

Jadi peluang empiriknya merah adalah ½ x 25 sisa pilihan x 35 total pilihan = 25/2 x 35 = 2,5/7

5. Yang muncul itu 36, 31, 32, 33, 35 satu lagi kita sebut y,

Jika kita jumlahkan 36+31+32+33+35+y = harus dapat dibagi 6,

karena peluang munculnya mata dadu “6” itu 1/6 dikali jumlah lemparan = tidak boleh ada koma

1/6 x (36+31+32+33+35+y) = hasil tidak koma

1/6 x (167     +y) = hasil tidak koma

Jadi “y” harus berapa agar tidak koma   anggap frekuensi diantara 31 sampai dengan 36

167 + 31 = 198 = hasil tidak koma 36.

167 + 32 = 199  = hasil koma

167 + 33 = 200  = hasil koma

167 + 34 = 201  = hasil koma

167 + 35 = 202  = hasil koma

167 + 36 = 203  = hasil koma

Karena y tidak koma ketika 167 ditambah 31 maka pendapat saya yang tertumpahkan tinta itu adalah 31.

6. Suatu ketika Tohir melakukan percobaan penggelindingan dadu khusus (banyak sisinya belum tentu enam) sebanyak 1.000 kali. Dia hanya mencatat kejadian munculnya mata dadu 1 pada setiap penggelindingan. Beberapa hasilnya disajikan seperti berikut.

a. Menurutmu, berapakah banyak sisi dadu khusus tersebut? Jelaskan.

b. Perkirakan, berapa banyak kali mata dadu 1 muncul pada penggelindingan ke-1.000?

c. Perkirakan, berapa banyak kali Tohir menggelindingkan hingga mencatat kemunculan mata dadu 1 sebanyak 30 kali? Jelaskan.

Kunci Jawaban

6. Saya kurang yakin,

Untuk menawab no 6.

7. Nunik melakukan percobaan pemutaran spinner dengan 4 warna yang tidak sama luas. Setelah melakukan percobaan sebanyak 25 kali didapatkan hasil sebagai berikut.

a. Perkirakan bagaimana spinner yang digunakan percobaan oleh Nunik.

b. Jika Nunik melakukan percobaan sebanyak 100 kali, kira-kira berapakali jarum spinner menunjuk ke warna putih? Jelaskan.

Kunci Jawaban

7. a. Perkiraan spinner yang digunakan dapat dilihat dari tabel.

Perbandingan antara merah dengan kuning adalah kuning muncul 2 kali lipat dari merah maka

Luas daerah kuning itu paling luas diantara warna yang lain, karena warna kuning paling banyak muncul

Luas daerah merah itu 1/2 kali lipatnya kuning

Luas daerah hitam itu lebih luas dari merah dan lebih kecil dari kuning

Luas daerah putih itu yang paling sempit dantara semua warna

b. jika 25 kali percobaan = warna putih 3

    jika 100 kali percobaan = warna putih …?

100 rcobaan itu 4 kalinya dari 25 maka kemunculan warna putih juga 3 kali 4 = 12 kali muncul

8. Buatlah suatu soal tentang eksperimen dua dadu yang jawabannya adalah peluang kejadian A = ½

Kunci Jawaban

8. Jika A adalah peluang kejadian munculnya mata dadu berjumlah genap dari pelemparan dua buah dadu secara bersama sama maka peluang kejadian A adalah ½.

Penjelasan:

Berjumlah genap maksudnya mata dadu yang muncul pada dadu 1 di tambahkan dengan mata dadu yang muncul pada dadu 2 jika dijumlahkan hasilnya genap.

Lihat tabel. Peluang berjumlah genap adalah 18, atau ½ dari total 36.

1,1 2,1 3,1 4,1 5,1 6,1

 1,2 2,2 3,2 4,2 5,2 6,2

1,3 2,3 3,3 4,3 5,3 6,3

1,4 2,4 3,4 4,4 5,4 6,4

 1,5 2,5 3,5 4,5 5,5 6,5

1,6 2,6 3,6 4,6 5,6 6,6

9. Buatlah suatu soal tentang eksperimen dua dadu yang jawabannya adalah frekuensi harapan kejadian A adalah 1.

Kunci Jawaban

9. Rumus mencari frekuensi harapan yaitu

(titik sampel/ruang sampel) dikali jumlah percobaan = frekuensi harapan

Diketahui :

soal ingin frekuensi harapan = 1

dari soal, dadu berjumlah 2, maka ruang sampelnya 36,

jawab:

(titik sampel/ruang sampel) dikali jumlah percobaan = frekuensi harapan

titik sampel/36 dikali jumlah percobaan           = 1

misal jumlah percobaan sebanyak 6 kali maka

(titik sampel / 36) x 6 = 1

Agar bernilai 1 maka titik sampel harus 6.

Berikut contoh soalnya

Berapakah frekuensi harapan peluang munculnya mata dadu “1” pada dadu pertama dari 2 buah dadu yang dilempar bersamaan 6 kali percobaan?

Penjelasan

Mata dadu ”1” pada dadu pertama merupakan titik sampel dan berjumlah 6, lihat tabel jawaban no 8.

2 buah dadu merupakan ruang sampel yaitu 36,

Jumlah percobaan sebanyak 6 kali, dan ketika dimasukan ke rumus untuk mencari frekuensi harapan maka jawabannya 1.

10. Andaikan kalian adalah manager TIMNAS INDONESIA U-19. Suatu ketika TIMNAS bertanding di Final piala ASIA melawan MALAYSIA. Suatu ketika saat pertandingan sedang berjalan, pada menit ke-89 TIMNAS mendapatkan hadiah PENALTI. Skor sementara adalah 2 – 2. Pemain yang siap menendang adalah EVAN DIMAS, ILHAM, MALDINI, dan MUCHLIS. Seandainya kamu disuruh untuk menentukan penendang penalti tersebut, siapakah yang akan kalian tunjuk agar TIMNAS meraih kemenangan? Berikut catatan tendangan penalti keempat pemain tersebut.

Kunci Jawaban

10. Yang akan ditunjuk bisa berdasarkan staistik yang paling sering berhasil berdasarkan peluang.

Evan dimas : masuk 16 dari 20 maka peluang keberhasilannya 16/20 = 4/5 atau 0,80

Ilham   : masuk 14 dari 18 maka peluang keberhasilannya 14/18 = 7/9 atau 0,77

Maldini : masuk 12 dari 17 maka peluang keberhasilannya 12/17 = 0,70

Muchlis : masuk 11 dari 15 maka peluang keberhasilannya 11/15 = 0,73

Maka saya akan memilih evan dimas yang ditunjuk sebagai penendang karena peluang keberhasilannya paling besar diantara rekannya yaitu 0,80.

11. Suatu kantong berisi 2 kelereng merah, 3 kelereng putih, dan 5 kelereng biru. Kemudian diambil sebuah kelereng dari kantong itu.

a. Tentukan peluang terambil kelereng merah.

b. Tentukan peluang terambil kelereng putih.

c. Tentukan peluang terambil kelereng bukan biru (biru komplemen).

Kunci Jawaban

11. Total kelereng ada 10.

a. Kelereng merah hanya ada 2 dari total 10 kelereng maka Peluang terambilnya kelereng merah adalah 2/10 = 1/5

b. Kelereng putih hanya ada 3 dari total 10 kelereng maka Peluang terambilnya kelereng merah adalah 3/10

c. Kelereng biru ada 5, maka yang bukan biru = total 10 kelereng – 5 kelereng biru = 5 kelereng yang bukan biru, maka

peluangnya 5 kelereng bukan biru / 10 kelereng total = 5/10 = 1/2

Rangkuman matematika kelas 8 bab 10 ayo berlatih 10.3

Sekian soal dan jawaban ayo kita berlatih 10.3 kelas 8 matematika semester 2 bab 10 hal 298 yang dapat kami sampaikan. Jika terdapat jawaban yang kurang puas Anda bisa bertanya melalui kontak yang tertera pada blog ini. Semoga latihan soal 

diserta pembahasan materi peluang ini bisa memberi manfaat.   Setelah kalian melakukan Kegiatan 10.3 dan memahami peluang teoretik, pada kegiatan ini kalian akan melakukan kegiatan yang bertujuan untuk memahami peluang empirik suatu percobaan. Setelah kalian melakukan percobaan nanti, harapannya kalian mampu menyimpulkan atau membuat suatu pernyataan tentang hubungan antara peluang empiri

k dengan peluang teoretik.  Untuk memulai, mari mengamati percobaan yang dilakukan oleh Ameliya, Budi, Citra, Dana, Erik, dan Fitri berikut ini.AyoKita AmatiSuatu ketika Ameliya, Budi, Citra, Dana, Erik, dan Fitri mendapat tugas kelompok dari gurunya untuk menemukan peluang empirik suatu percobaan. Mereka melakukan percobaan dengan menggelindingkan satu dadu sebanyak 120 kali. Mereka membagi tugas untuk mencatat kemunculan mata dadu hasil penggelindingan.Ameliya betugas mencatat setiap mata dadu “1” yang muncul.Budi betugas mencatat setiap mata dadu “2” yang muncul.Citra betugas mencatat setiap mata dadu “3” yang muncul. Dana betugas mencatat setiap mata dadu “4” yang muncul.Erik betugas mencatat setiap mata dadu “5” yang muncul.Fitri betugas mencatat setiap mata dadu “6” yang muncul.Setelah menggelindingkan sebanyak 120 kali, 

ereka merekap catatan mereka dalam suatu tabel. Berikut Tabel 10.2 yang menyajikan hasil percobaan mereka.Tabel 10.2 Peluang empirik percobaan penggelindingan satu dadu Yang Melakukan percobaanMata dadu yang diamati(A) Banyak kali muncul mata dadu  yang diamati (kali)(B) Banyak percobaan (kali)Rasio (A) terhadap (B)Ameliya 1 19 120 120 19 Budi 2 20 120 120  20   2

94 Kelas VIII SMP/MTs Semester II  Yang  Melakukan  percobaan  Mata  dadu yang  diamati  (A) Banyak kali  muncul mata dadu  yang diamati (kali)  (B) Banyak  percobaan  (kali)  Rasio (A)  terhadap  (B) Citra 3 21 120 120  21  Dana 4 20 120 120  20  Erik 5 22 120 120  22  Fitri 6 18 120 120  18  Total 120 1  Pada kolom kelima Tabel 10.2, nilai Rasio (A) terhadap (B) disebut  dengan frekuensi relatif atau peluang empirik. Secara umum, jika n(A) merepresentasikan banyak kali muncul kejadian A dalam M kali percobaan,  fA = nM^Ah Nilai fA merepresentasikan peluang empirik terjadinya kejadian A pada M  percobaan. Dari data Tabel 10.2 kita dapat membuat diagram yang menyajikan peluan

g  empirik kejadian A sebagai berikut.  1 2 3 4 5 6 Mata dadu  Peluang Empirik  120  21  120  20  120  20  120  22  120  120 18  19  Gambar 10.3 Peluang empirik percobaan penggelindingan dadu sebanyak 120 kali   Kurikulum 2013 MATEMATIKA 295  Jika kita amati Gambar 10.3 nilai peluang empirik mendekat pada suatu garis  konstan yang nilainya yaitu ….  Ayo Kita ?? Menanya Berdasarkan hasil pengamatan kalian pada kegiatan Ayo Kita Amati, coba  tuliskan pertanyaan tentang hal yang ingin kalian ketahui jawabannya.  Pertanyaan kalian sebaiknya membuat kalian ingin tahu lebih tentang  hubungan antara peluang empirik dengan peluang teoretik. Berikut contoh  pertanyaan yang baik untuk diajukan. 1. Bagaimana hubungan antara peluang empirik dan peluang teoretik? 2. Apakah semakin banyak kita melakukan percobaan, maka nilai peluangnya  semakin mende

kati peluang teoretik? Silakan buatlah pertanyaan lainnya.  =+  +  Ayo Kita Menggali Informasi Setelah kalian mengamati pengertian dari peluang empirik pada kegiatan Ayo  Kita Amati, buatlah dugaan peluang empirik dari percobaan berikut. 1. Munculnya sisi angka pada percobaan melemparkan satu koin sebanyak  50 kali. 2. Munculnya mata dadu 5 pada percobaan menggelindingkan 1 dadu  sebanyak 120 kali. 3. Terambilnya kelereng kuning pada percobaan mengambil 1 kelereng dari  3 kelereng (warna kuning, putih, hitam) pada suatu kantong sebanyak 90 kali. Untuk menguji kebenaran perkiraanmu tersebut, mari melakukan percobaan. 1. Bentuk kelompok terdiri atas 4 siswa atau sesuai instruksi guru. 2. Persiapkan perlengkapan untuk percobaan sebagai berikut. a. Satu koin uang logam. b. Satu dadu dengan enam sisi. Tiap sisi tuliskan bilangan 1 hingga 6. c. Tiga kelereng dengan ukuran sama dan kantong 

apabila kamu maupun membaca berbagai sumber, baik  itu yang berupa buku, e-book, dan artikel-artikel dalam internet. Sumber-sumber  bacaan itu penting untuk lebih meningkatkan pemahamanmu tentang masalah  perikalanan.   58  Kelas VIII SMP/MTs  Judul Bacaan Penulis Catatan Penting tentang Dunia   Periklanan  1. . . . .  2. . . . .  3. . . . .  4. . . . .  5. . . . .   59  Kelas VIII SMP/MTs Bab 3 Bahasa Indonesia  Teks Eksposisi dalam Media Massa  Bab 3  (sumber: www.iklanmini.com)  Kamu tentu senang membaca surat kabar atau majalah. Di m

edia massa kamu  mudah mendapatkan teks eksposisi. Kalau ingin mengenal lebih dekat dengan  teks tersebut, sesungguhnya dalam percakapan sehari-hari pun dengan mudah  kamu mendapatkannya.  Ketika menyampaikan uraian dan di dalamnya terdapat banyak pendapat  pribadi dengan tujuan untuk meyakinkan orang, berarti kamu sedang  menyampaikan teks eksposisi. Pada saat berdiskusi pun demikian; pernyataan- pernyataan yang berisi pendapatlah yang sering kamu lontarkan.  Nah

, sekarang kamu tidak lagi asing dengan teks tersebut, bukan?   60  Kelas VIII SMP/Mts  A. Mengenali Unsur-unsur Teks Eksposisi Setelah mempelajari materi ini, diharapkan kamu mampu : Mengenali  informasi teks eksposisi (gagasan dan fakta) dan pola-pola pengembangannya  dalam artikel ilmiah populer. 1. Gagasan dan Fakta dalam Teks Eksposisi Perhatikan teks berikut! Nasib Hutan Kita Semakin Suram  Jika Pemerintah tidak cepat bertindak dalam sepuluh tahun mendatang, hutan  Sumatra akan musnah. Hilangnya hutan Sumatra akan diikuti oleh musnahnya  hutan Kalimantan.  Pengelolaan hutan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan  dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, kecenderungannya justru semakin  memburuk. Kebakaran hutan masih terus terjadi dan penebangan liar semakin  meningkat. Diperburuk lagi dengan rencana pembukaan lahan hutan lindung  bagi pertambangan. Keadaan tersebut jelas menambah suram nasib hutan.  Keterpurukan sektor kehutanan bersumber dari sistem pengelolaan yang  didominasi oleh pemeritah pusat dan mengesampingkan keberadaan masyarakat  lokal. Adanya konflik-konflik seperti konflik antarmasyarakat lokal, masyarakat  lokal dengan perusahaan, atau antara masyarakat lokal dengan Pemerintah,  semakin memperburuk kondisi kehutanan di Indonesia.  Selain itu, lemahnya penegakan hukum menyebabkan s

emakin parahnya  kerusakan hutan. Kerusakan hutan telah mencapai kurang lebih dua juta hektare  per tahun. Hal ini berarti setiap menitnya Indonesia kehilangan hutan seluas tiga  hektare atau sama dengan enam kali luas lapangan bola.  (sumber: www.hutankita.com)   61  Kelas VIII SMP/Mts Bab 3 Bhs. Indonesia   Namun, kenyataan di lapangan justru sebaliknya. Beberapa hal justru  mempercepat laju kerusakan hutan di Indonesia hampir dua kali lipat. Penyebabnya, antara lain, adanya tekanan masyarakat akibat krisis ekonomi.  Kondisi demikian mengakibatkan merajalelanya penebangan liar.  Bersamaan dengan itu, eksploitasi sumber daya alam oleh Pemerintah juga  semakin meningkat sebagai konsekuensi dari kebutuhan Pemerintah untuk  membayar utang negara. Belum lagi adanya otonomi daerah, yang mendorong  pemerintah lokal meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD)-nya dengan  menebang hutan secara berlebihan.  Sebelum itu, kondisi hutan Indonesia be

nar-benar sudah memprihatinkan.  Dalam kurun waktu lima puluh tahun, hutan alam Indonesia mengalami  penurunan luas sebesar 64 juta hektare. Pembukaan hutan alam di dataran rendah  di Sulawesi telah memusnahkan keanekaragaman hayati. Berjuta-juta spesies  flora dan fauna musnah dengan percuma.  Pembukaan lahan dengan cara membakar hutan menambah masalah  kerusakan hutan. Munculnya El Nino memperburuk kondisi hutan.  Selama bulan Januari–Oktober, 45 persen dari keseluruhan titik kebakaran  terkonsentrasi di Provinsi Riau. Kemudian, pada bulan Oktober terjadi kenaikan  jumlah titik kebakaran yang cukup signifikan di Provinsi Riau, Sumatra Barat,  dan Jambi.  Di Pulau Sumatra berdasarkan titik kebakaran terjadi di hutan rawa gambut  sebanyak 49%, alang-alang 13%, hutan dataran rendah 10%, permukiman/  pertanian masyarakat 10%, perkebunan 8%, dan sisanya rawa (nongambut).  Kebakaran hutan memberikan kerugian tidak sedikit. Tahun 1997 diperkirakan  kerugiannya sebesar $3–$4,4 miliar atau sekira Rp2–4 triliun.  Rupanya kedua masalah itu belum cukup. Pemerintah menambah masalah lagi  dengan rencana pembukaan kawasan hutan lindung untuk areal pertambangan.  Kebijakan tersebut jelas semakin menyempurnakan derita hutan Indonesia.   (Sumber: Spektrum Online dengan beberapa perubahan).   62  Kel

as VIII SMP/Mts   Teks tersebut tergolong ke dalam jenis teks eksposisi. Teks tersebut  mengemukakan sejumlah pendapat disertai fakta tentang kondisi hutan di  Indonesia. Teks eksposisi memuat penilaian, dorongan, atau ajakan-ajakan  tertentu kepada khalayak. Bentuk teks eksposisi, terutama di dalam media massa,  dapat berupa esai, tajuk rencana (editorial), ataupun tanggapan kritis.  Sebagaimana yang terdapat pada contoh sebelumnya bahwa bagian-bagian  teks eksposisi dibentuk oleh dua unsur utama, yaitu gagasa

n dan fakta. a. Gagasan disebut juga ide ataupun pendapat. Isinya berupa pernyataan yang  mungkin berupa komentar, penilaian, saran, dorongan, dan bujukan. Contoh:  1) Jika Pemerintah tidak cepat bertindak dalam sepuluh tahun mendatang,  hutan Sumatra akan musnah dan diikuti oleh musnahnya hutan  Kalimantan.  2) Pengelolaan hutan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan  dibandingkan tahun sebelumnya. b. Fakta adalah (keadaan, peristiwa) yang merupakan kenyataan; sesuatu yang  benar-benar ada atau terjadi. Dalam teks eksposisi, fakta berfungsi untuk  memperkuat gagasan sehingga diharapkan lebih meyakinkan khalayak. Contoh:  1) Selama bulan Januari–Oktober, 45% dari keseluruhan titik kebakaran  terkonsentrasi di Provinsi Riau.  2) Kemudian pada bulan Oktober terjadi kenaikan jumlah titik kebakaran  yang cukup signifikan di Provinsi Riau, Sumatra Barat, dan Jambi.  Kegiatan 3.1 A. Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan berdiskusi!  1. Apa yang dimaksud dengan teks eksposisi?  2. Bagaimana ciri-ciri teks eksposisi?  3. Mengapa debat digolongkan ke dalam teks eksposisi?  4. Apa saja unsur-unsur utama teks eksposisi?  5. Apa fungsi fakta dalam teks eksposisi?   63  Kelas VIII SMP/Mts Bab 3 Bhs. Indonesia  B. 1. Perhatikanlah ketiga teks berikut!  a. Bagi kami, komunikasi menjadi sarana cukup penting. Dengan  komunikasi, kami bisa mengungkapkan gagasan kepada orang  lain. Dengan komunikasi yang lancar, segala hal yang berkaitan  dengan pengetahuan akan cepat tersebar. Demikian pula dengan  keterampilan berbahasa, hubungan sosial akan tercipta.  b. Salah satu penyebab terjadinya unjuk rasa karena ketidakpercayaan  mereka terhadap pelaksanaan berbagai aturan. Para pengunjuk  rasa tidak menemukan sarana pelampiasan atas ketidakpuasan  yang dirasakannya. Tekanan amarah yang tidak menemuk

an  celah untuk keluar akhirnya menjadi amuk masa. Hal-hal tersebut  mengakibatkan berbagai unjuk rasa sering berujung pada anarkisme  masa jika aspirasi mereka tidak tersalurkan. Mereka ingin reaksi  mereka diperhatikan.  c. Menabung di Bank Syariah banyak positifnya. Uang yang disimpan  menjadi lebih aman. Semakin lama, uang yang ditabung bertambah  nilainya. Apabila ingin belanja, uang tabungan tidak perlu diambil  ke bank, cukup dengan memakai ATM. Yang paling penting, pemilik  uang, tidak akan kehilangan uangnya.  2. Buktikan bahwa ketiga cuplikan itu merupakan bagian dari teks eksposisi  bersama kelompokmu! Teks Pembuktian a  b  c   3. Presentasikan pendapat kelompokmu di depan kelompok yang lain!  4. Mintalah mereka untuk memberikan penilaian berdasarkan aspek  kelogisan pendapat dan kejelasan di dalam penyampaian!   64  Kelas VIII SMP/Mts  Kelompok Aspek Penilaian Kelogisan Kejelasan  a. …. b. …. c. …. dst. 2. Pola-Pola Pengembangan Teks Eksposisi  Perhatikan kembali teks berjudul “Nasib Hutan Kita yang Semakin Suram”  pada halaman sebelumnya. Tampak bahwa hubungan antarbagian dalam teks itu  berpola sebab akibat, bukan?” Teks tersebut memang menjelaskan tentang sebab- sebab makin suramnya kondisi hutan kita.  Berikut pola yang dapat digunakan di dalam pengembangan teks eksposisi. a. Pola umum khusus Ide pokok bagian teksnya ditempatkan pada awal paragraf yang kemudian  diikuti oleh ide-ide penjelas. Pola demikian dikenal sebagai pa

ragraf  deduktif. Ide-ide penjelasnya merupakan perincian dari ide umum yang  dikemukakan sebelumnya. b. Pola khusus umum Hal-hal yang bersifat khusus diikuti oleh uraian yang bersifat umum.  Bagian terakhir dalam bagian teks ini berfungsi sebagai simpulan atau  rangkuman dari pendapat-pendapat yang dikemukakan sebelumnya. c. Pola ilustrasi Sebuah gagasan yang terlalu umum memerlukan ilustrasi-ilustrasi  konkret. Ilustrasi-ilustrasi tersebut berfungsi untuk membuktikan suatu  pendapat. Dalam hal ini pengalaman-pengalaman pribadi merupakan  bahan ilustrasi yang paling efektif dalam meyakinkan kebenaran suatu  gagasan. d. Pola perbandingan Untuk meyakinkan suatu pendapat, kamu dapat melakukan suatu  perbandingan. Benda-benda, keadaan, atau yang lain ditentukan  perbedaan ataupun kesamaannya berdasarkan aspek tertentu. Dengan  cara demikian, keyakinan pembaca atas gagasan yang kita sampaikan  akan lebih kuat.   65  Kelas VIII SMP/Mts Bab 3 Bhs. Indonesia  Kegiatan 3.2 A. Teks manakah yang merupakan bagian dari teks eksposisi? Diskusikan pula  alasan-alasannya! 1. Setelah dituang dari tabung bambu, cairan manis (nira) tersebut  disaring; ditampung dalam tempayan lalu direbus sampai mendidih.  Dalam waktu lebih kurang dua jam, cairan tersebut akan mengental dan  berwarna cokelat. Selanjutnya, diturunkan dan diaduk dengan posisi  miring agar menjadi dingin. Lebih kurang dua puluh menit, cairan gula  merah tersebut siap dicetak, sesuai dengan bentuk yang diinginkan. 2. Ada dua macam sarana pendidikan, yaitu pendidikan formal dan  pendidikan nonformal. Pendidikan formal memiliki standar kurikulum  yang sudah ditentukan oleh Pemerintah, seperti SD/MI, SMP/MTs,  SMA/MA/SMK dan sejenisnya. Pendidikan nonformal yang lebih  dikenal dengan pendidikan luar sekolah, seperti kursus-kursus, biasanya  menyusun kurikulum sendiri sesuai dengan kebutuhan dan kebijakan  lembaga yang bersangkutan. 3. Pada momentum Hari Pahlawan ini kami mengimbau para pejabat  di jajaran pemerintahan, termasuk BUMN/BUMD, pimpinan DPR dan  MPR, serta seluruh anggota dewan agar kembali ke fitrah. Ingatlah  perjuangan dan cita-cita para pahlawan kusuma bangsa. Mari, kita  berjuang untuk memakmurkan rakyat. Untuk itu, bekerjalah dengan  keras, profesional, dan bertanggung jawab. 4. Dua hari berturut-turut hujan deras mengguyur Ibu Kota Jakarta.  Saluran air di mana-mana tidak lancar. Penduduk yang tidak bertanggung  jawab membuang sampah di sungai-sungai. Sampah-sampah memenuhi  sungai-sungai sehingga tersumbat. Resapan air di daerah yang telah  ditentukan kini telah berubah fungsinya sebagai tempat hiburan.  Gedung-gedung berdiri kukuh di sana. 5. Salah satu penyebab terjadinya unjuk rasa karena ketidakpercayaan  terhadap pelaksanaan berbagai aturan. Para pengunjuk rasa tidak dapat  melampiaskan rasa ketidakpuasan itu. Tekanan amarah yang tersalurkan  akhirnya menjadi amuk massa. Hal-hal tersebut mengakibatkan berbagai  unjuk rasa sering berujung pada anarkisme masa jika aspirasi mereka  tidak tersalurkan. Mereka ingin reaksi mereka diperhatikan.   66  Kelas VIII SMP/Mts  Teks Eksposisi Bagian Eksposisi Alasan 1  2  3  4  5  B. Buktikanlah bahwa kedua teks di bawah ini bagian dari eksposisi. Tunjukkan  gagasan umum, pendapat, dan fakta (jika ada) yang ada di dalam bagian teks  tersebut! 1. Sayangnya, tidak banyak putra-putri bangsa Indonesia yang bisa  diteladani karena prestasinya. Lebih banyak yang mementingkan diri  sendiri dan golongannya saat sudah berkuasa. Hal itu terlihat sekali  dalam jajaran pemerintahan (birokrasi), legislatif, dan yudikatif. Mereka  benar-benar memanfaatkan peluang yang ada untuk memperkaya diri.  Sementara itu, rakyat yang membutuhkan perhatian malah diabaikan. 2. Kerja sama kepala sekolah dan guru-guru sekolahku amat baik. Kondisi  ini membuat hubungan siswa dan guru juga terjalin harmonis. Guru  mata pelajaran, seperti guru agama, bahasa Indonesia, dan olahraga,  dapat melaksanakan pembelajaran yang bermutu. Siswa pun dapat  belajar dengan aktif dan penuh prestasi. Teks Ide

You May Also Like