KUNCI JAWABAN IPA kelas 7 bab 5 halaman144 145 essay

✅Hallo temen temen pada  hari ini kami akan memberikan sebuah pembahasan mengenai artikel tentang dunia pendidikan yang nama artikel ini berhubungan dengan tugas yang di berikan oleh guru adik adik. 

Dengan sekolah temen temen dapat memperlajari hal bar.u, dan dapat bersosialisasi dengan temen temen, namun sekarang ini pemetihtah telah menerapakan sistem sekolah online hal ini biasanya membuat siswa cepat bosan dalam belajar dan parah lagi tak sedikit temen temen yang kurang mengerti apa yang di jelaskan oleh guru

KUNCI JAWABAN IPA kelas 7 bab 5 halaman144 145 essay

Untuk itulah disini kami hadir untuk membantu adik adik dalam menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru, nah disinilah peran kami, dalam membatu adik adik dalam menyelesaikan PRnya, dengan kami membuat sebuah pembahasan mengenai kunci jawaban dari tugas tugas yang di berikan oleh guru.

  1. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 1 semester 2
  2. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 2 semester 2
  3. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 3 semester 2
  4. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 4 semester 2
  5. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 5 semester 2
  6. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 6 semester 2
Kami yakin temen temen sekarang ini banyak sekali temen temen yang di berikan tugas oleh guru, hal ini di karenakan sistem sekolah saat ini telah di terapkan secara online, hal ini lah yang membuat banyak sekali siswa dan siswi yang prustasi , untuk itulah kami disini untuk membantu adik adik dalamm menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru
  1. Kunci jawaban IPA kelas 7
  2. Kunci jawaban Bahasa Inggris kelas 7
  3. Kunci jawaban IPA kelas 7
  4. Kunci jawaban PENJAS kelas 7
  5. Kunci jawaban PKN kelas 7
  6. Kunci jawaban Prakarya kelas 7
  7. Kunci jawaban MTK kelas 7
  8. Kunci jawaban Seni budaya kelas 7

Pembahasan di atas merupakan pembahasan yang kami berikan siapa tau temen temen membutuhkanya untuk menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru saat ini, dan kami berharap temen temen harus belajar dalam menyelesaiakn tugas dengan mandiri

B. Uraian 

Jawablah soal berikut dengan benar.

1. Jelaskan proses terjadinya gunung berapi jika dikaitkan dengan pergerakan lempeng.

Kunci jawaban:

Gunung berapi terjadi apabila terdapat dua lempeng yang saling bertabrakan dan salah satu lempeng menekuk dibawah lempeng lainnya, maka batuan pada lempeng yang menekuk akan melebur menjadi magma lalu naik kepermukaan dan terbentuklah gunung berapi.

 

2. Ketinggian gunung puncak Himalaya sekitar 10 km di atas permukaan laut, sedangkan ketinggian puncak Semeru sekitar 4 km. Berapakah kisaran tekanan udara di kedua puncak tersebut?

Kunci jawaban:

Untuk mengukur tekanan udara kita dapat menggunakan rumus Ph = ( Pu – h/100) akan tetapi rumus tersebut tidak akurat jika ketinggiannya terlalu tinggi. Jadi kita berpatokan pada nilai yang tertera di tabel, maka didapat.
Tekanan udara Himalaya adalah 200 milibar
Tekanan udara Semeru adalah 500 milibar
Jadi, kisaran tekanan udara di kedua puncak tersebut adalah Himalaya = 200 milibar dan Semeru = 500 milibar.

3. Bandingkan tekanan pada kedua puncak tersebut. Mengapa demikian?(Diadaptasi dari Snyder, 2005)

Kunci jawaban:

Tekanan pada puncak Himalayah lebih rendah dibandingkan dengan pada puncak Semeru hal ini disebabkan semakin tinggi suatu wilayah maka akan semakin berkurang udara yang menekannya.

 

4. Sebuah gelombang primer tercatat di seismik pada pukul 18.15 dan gelombang sekunder tercatat pada pukul 18.19. Berapakah kisaran jarak antara stasiun seismik dengan episentrum gempa?

Kunci jawaban:

ts = 18.15
tp = 18.19

Δ = ((ts – tp) – 1) x 1000 
= (18.19 – 18.15) -1) x 1000
= (4 – 1 ) x 1000
= 3 x 1000
= 3.000 km

Jadi, jarak antara stasiun seismik dengan episentrum gempa adalah 3.000 km.

5. Jarak stasiun gempa dari episentrum sebesar 1000 km. Berapakah perbedaan waktu datangnya gelombang primer dan sekunder?

Kunci jawaban:

Δ = ((ts – tp) – 1) x 1000 
1000 = ((ts – tp) – 1) x 1000
1000 / 1000 = (ts – to) – 1
(ts – tp) = 1 + 1
(ts – tp) = 2
Jadi, perbedaan waktu datangnya gelombang primer dan sekunder adalah 2 menit.

Rangkuman Materi

terjadi setiap saat. Ada kalanya  gempa datang di saat kamu di sekolah, saat  kamu bermain, atau di saat kamu berlibur  di pantai. Untuk menyelamatkan diri dari  bahaya gempa, kamu dapat melakukan  tindakan berikut sesuai tempatmu berada.  Hal yang paling utama yang harus dilakukan  adalah tetap tenang saat terjadi gempa.

KUNCI JAWABAN IPA kelas 7 bab 5 halaman144 145 essay

 Jika  kamu panik terhadap situasi yang dialami,  pikiranmu tidak akan jernih dan tidak tahu  harus berbuat apa. Jika kamu berada dalam ruangan saat  terjadi gempa, carilah tempat berlindung  yang kuat dan mampu menahan reruntuhan seperti di bawah meja atau tempat  tidur. Jika tidak ada tempat berlindung, kamu dapat menggunakan bantal atau  benda lainnya untuk melindungi kepala. Akan lebih aman jika kamu menjauhi  lemari, rak buku, dan jendela. Selain itu, kamu harus berhati-hati terhadap atap  yang mungkin runtuh,

 benda yang tergantung, dan sebagainya.   Sumber: inatews.bmkg.go.id Gambar 5.36 Tindakan yang harus dilakukan  ketika gempa terjadi  Jika di pegunungan,  menjauh dari daerah  yang rawan longsor  Menjauh dari pantai,  karena berpotensi  tsunami  Jika dalam kendaraan,  keluar dan cari tempat  terbuka  Ketika dalam ruangan,  cari perlindungan dari  reruntuhan  Ketika diluar ruangan,  tetaplah diluar ruangan dan  menjauh dari bangunan  atau benda lain yang  berpotensi runtuh  k   120 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  Ketika kamu sedang berada di  luar ruangan saat gempa, kamu dapat  mencari ruang terbuka yang jauh dari  gedung tinggi, tebing terjal, tiang  listrik, papan reklame, atau pepohonan  yang besar. Jika tidak ada ruang  terbuka, tetaplah di luar ruangan.  Pastikan tempatmu aman dari re- runtuhan benda-benda yang ada di  sekitarnya. Jika kamu sedang berada  di pantai, kamu dapat menjauhi pantai  untuk menghindari bahaya tsunami  akibat gempa.

 Apabila terjadi gempa  di daerah pegunungan, kamu dapat  mencari tempat yang aman dari tanah  longsor akibat dari gempa tersebut. Gempa Bumi juga dapat terja- di saat kamu di dalam perjalanan  menuju suatu tempat. Apabila gempa  terjadi saat kamu di dalam kendaraan,  kamu harus segera menghentikan dan  keluar dari kendaraan. Akan tetapi,  jangan menghentikan kendaraan di  jalan layang atau jembatan. Gunakan  rem tangan jika kendaraan kita berada  di jalan yang miring. Hal tersebut  mencegah kendaraanmu tergelincir  dan menimpa kendaraan lain.  Jika gempa telah berhenti, ma- ka hal-hal selanjutnya yang harus  dilakukan adalah menuju titik eva- kuasi. Titik evakuasi merupakan  daerah aman dan di titik evakuasi  biasanya bantuan baik materi mau- pun medis dikumpulkan.  

 Sumber: inatews.bmkg.go.id  Gambar 5.37 Tindakan yang harus dilakukan setelah  gempa  Keluar ruangan dengan teratur  Perhatikan lingkungan sekitar, apakah  terjadi kebakaran, gas bocor, atau  korsleting listrik  Jangan berjalan di daerah gempa,  karena ada kemungkinan reruntuhan  menimpamu  Jangan memasuki rumah yang  telah terkena gempa  Mengisi angket dari instansi  terkait  Mengikuti informasi terkait  gempa yang terjadi  Selalu berdoa kepada Tuhan Yang  Maha Esa   Ilmu Pengetahuan Alam 121  Apabila kamu terjebak dalam bangunan atau reruntuhan, kamu dapat  menyingkirkan reruntuhan terlebih dahulu. Tutuplah mulut dan hidungmu  dengan kain atau masker agar aman dari debu reruntuhan. Kemudian kamu  harus memeriksa adakah yang terluka, lakukan dengan P3K jika ada yang terluka.  

Selain itu, kamu juga harus memeriksa lingkungan sekitarmu. Hal-hal yang perlu  diperiksa, antara lain kebakaran, gas bocor, korsleting listrik, saluran air, serta  jangan pernah menyalakan api dalam ruangan. Gunakan telepon untuk meminta  pertolongan darurat. Jika telepon tidak berfungsi, kamu dapat menggunakan  benda yang ada di sekitar untuk memberi sinyal kepada orang lain. Misalnya  membunyikan kentongan. Langkah selanjutnya adalah keluar ruangan dengan  tenang dan tertib.  Jika kamu berada di luar ruangan saat gempa, jangan memasuki bangunan  setelah gempa. Karena ada kemungkinan bangunan tersebut dapat runtuh. Selain  itu, kamu juga harus memerhatikan situasi lingkungan sekitarmu. Sebaiknya,  kamu tidak berada di daerah sekitar gempa karena kemungkinan bahaya akibat  gempa masih ada. Misalnya reruntuhan bangunan. Apabila kamu berada di pantai  atau di daerah pesisir, perhatikan kondisi air laut setelah gempa.

 Jika air laut tiba- tiba surut dalam sesaat, segeralah menjauh dari pantai sejauh mungkin karena  adanya kemungkinan gelombang tsunami akan terjadi.  Selain itu, hendaknya kamu juga terus mengikuti informasi terkait gempa  Bumi yang terjadi. Dengan mengikuti informasi tersebut, kamu akan mengetahui  apakah akan ada gempa susulan atau gempa tersebut berpotensi menimbulkan  tsunami. Ada kalanya kamu juga harus mengisi angket dari instansi terkait. Hal  tersebut bertujuan untuk mengetahui besar kerusakan akibat gempa, sehingga  instansi terkait dapat memberikan bantuan dengan efektif. Sangat penting untuk  terus berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa demi keselamatan kita bersama. b) Gunung Berapi Pada bagian sebelumnya kamu telah mempelajari bahwa gelembung udara  pada air mendidih dapat naik ke permukaan karena memiliki massa jenis yang  lebih  kecil. 

Sama halnya dengan air mendidih, batuan cair atau magma juga bergerak  ke permukaan karena memiliki massa jenis yang lebih kecil dari batuan yang ada  di sekitarnya. Naiknya magma ke permukaan menyebabkan erupsi. Erupsi terjadi  pada gunung berapi. Magma yang keluar dan mengalir di permukaan Bumi  saat terjadi erupsi disebut lava. Gunung berapi memiliki lubang yang berbentuk  melingkar di daerah puncaknya yang disebut kawah. Saat erupsi terjadi, magma  dan material lainnya dimuntahkan melalui kawah gunung berapi.   

122 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  Ketika erupsi gunung berapi (gunung meletus) terjadi, lava dan beberapa  material dimuntahkan hingga ribuan meter kubik (m3) ke udara. Partikel-partikel  dari material dan lava yang mendingin akan terlontar ke atas, kemudian berjatuhan  dari langit.  Fenomena ini yang disebut hujan debu vulkanik  Beberapa gunung  berapi terbentuk karena  tabrakan dua lempeng.  Proses tersebut akan  menghasilkan serangkaian  gunung berapi. Hal ini  seperti yang telah kamu  pelajari sebelumnya.

 Jika  terdapat dua lempeng  yang bertabrakan, maka  lempeng yang memiliki  massa jenis yang lebih  besar akan menekuk ke  bawah lempeng yang  massa jenisnya lebih  rendah. Ketika sebuah  lempeng menekuk dibawa  lempeng lainnya, maka  batuan pada lempeng yang menekuk akan melebur menjadi magma. Magma  tersebut akan naik menuju permukaan karena perbedaan massa jenis, seperti  pada Gambar 5.38. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, aktivitas lempeng dapat membentuk  serangkaian gunung api.

 Salah satu rangkaian gunung api yang dikenal adalah  cincin api pasifik Cincin api pasifik merupakan pusat gempa dan  rangkaian gunung berapi di sekitar samudra Pasifik (Gambar 5.39). Hampir 90%  pusat gempa berada di sepanjang cincin api Pasifik. Rangkaian gunung berapi  diilustrasikan dengan titik merah pada Gambar 5.39. Berdasarkan gambar tersebut, ternyata Indonesia terletak di dalam cincin  api pasifik. Akibatnya, di Indonesia banyak terbentuk gunung api. Hal tersebut  dikarenakan letak Indonesia berada di jalur pertemuan lempeng Eurasia dan Indo- Australia. Gunung api tersebut membentuk sebuah barisan yang membentang  dari bagian barat hingga timur Indonesia. Rangkaian gunung berapi membentang  dari pulau Sumatra, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi hingga kepulauan Maluku,  seperti terlihat pada gambar 5.40.  Sumber: historyofuniverse.com Gambar 5.38.

 Proses pembentukan gunung berapi  kerak kontinental  Munculnya  batu meleleh  lempeng  Kerak Samudra  Laut   Ilmu Pengetahuan Alam 123  Sumber: bbc.co.uk  Gambar 5.39. Cincin api pasifik yang mengitari samudra Pasifik. Keberadaan gunung berapi ditandai dengan  titik merah  Sumber: wikipedia.org  Gambar 5.40. Persebaran gunung api di Indonesia   124 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  Indonesia memiliki sekitar 150 gunung berapi, baik yang aktif maupun yang  dorman (tidur). Gunung api aktif merupakan gunung api yang memiliki aktivitas  vulkanik yang tinggi dan meletus dalam jangka waktu yang pendek. Salah satu  contohnya adalah gunung Merapi. Sejak tahun 1000 M, gunung Merapi telah  meletus sebanyak 80 kali. Gunung api dorman adalah gunung api yang tidak  terdapat aktivitas vulkaniknya dalam waktu yang lama.

 Akan tetapi, gunung  tersebut dapat meletus sewaktu-waktu. Salah satu gunung api dorman di Indone- sia adalah gunung Sinabung yang hingga September 2015 erupsinya belum  selesai. Gunung Sinabung terakhir kali meletus pada tahun 1600, kemudian tiba- tiba aktif lagi pada tahun 2010 dan meletus kembali pada tahun 2013.  Erupsi merupakan keluarnya magma dan material lainnya dari dalam Bumi  oleh letusan gunung berapi. Namun, istilah erupsi di masyarakat lebih dikenal  dengan gunung meletus. Letusan gunung api akan memuntahkan material  dengan kekuatan yang dahsyat dan lava pijar maupun lahar dingin yang keluar  akan menyapu segala sesuatu yang dilewatinya. Akibatnya, letusan gunung berapi  dapat mengakibatkan kerusakan yang sangat besar. 

Erupsi disebabkan oleh tekanan gas yang kuat dari dalam Bumi yang terus  menerus mendorong magma (Gambar 5.41a). Dengan demikian, magma akan  terus naik menuju ke permukaan. Dalam perjalanannya, magma yang memiliki  suhu hingga 1200oC akan melelehkan batuan di sekitarnya. Akibatnya, terjadilah  penumpukan magma (Gambar 41b). Tekanan udara yang berasal dari dalam  Bumi lambat laun semakin besar, sehingga tersimpan energi yang besar untuk  mendorong magma keluar. Jika litosfer yang berada di atas magma tidak mampu  menahan tekanan dari dalam Bumi, maka terjadilah erupsi (Gambar 5.41c). 

 Magma dan material lainnya dimuntahkan melalui kawah gunung api. Energi  yang tersimpan tersebut dilepaskan dalam bentuk ledakan dan semburan yang  kuat saat erupsi. Proses tersebut dapat dilihat pada Gambar 5.41.    Ilmu Pengetahuan Alam 125  Sumber: mountmerapi.net  Gambar 5.41. Proses erupsi   Bukalah link berikut untuk mempelajari proses erupsi. http://news.bbc.co.uk/cbbcnews/hi/static/guides/volcanoes/swf/ volcano_ani_guide_1.swf Diskusikanlah dengan temanmu, bagaimana erupsi pada gunung api  yang dorman dan identifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi erupsi  pada gunung yang dorman?  Ayo Berdiskusi  Material yang dikeluarkan saat letusan gunung berapi meliputi material padat,  cair, dan gas. 

Letusan gunung berapi akan mengeluarkan material padatan berupa  batuan dan mineral dari dalam Bumi. Hasil lainnya dari letusan gunung api adalah  lava dan lahar. Lahar merupakan lava yang telah bercampur dengan batuan, air,  dan material lainnya. Selain itu, letusan gunung berapi juga menghasilkan gas  beracun, yakni Hidrogen Sulfida (H2S), Sulfur dioksida (SO2), dan Nitrogen dioksida  (NO2). Selain material tersebut, letusan gunung berapi juga menghasilkan awan  panas (aliran piroklastik) atau yang dikenal oleh masyarakat dengan nama  .

 Awan panas merupakan hasil letusan seperti awan yang  mengalir bergulung. Awan panas terdiri atas batuan pijar, gas panas, serta  material lainnya. Awan panas memiliki suhu yang mencapai 700oC. Awan panas  ini mengalir menuruni lereng gunung api dengan kecepatan mencapai 200 km/ jam. Perhatikan Gambar 5.42.  (a) (b) (c)   126 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  Sumber: jogja.co  Gambar 5.42 Awan panas pada letusan gunung Merapi Letusan gunung berapi memiliki daya penghancur yang besar. Material  berbahaya seperti lahar dan abu vulkanik dapat merusak segala sesuatu yang  dilewatinya. Lava pijar yang keluar saat erupsi juga dapat menyebabkan hutan  di sekitar gunung terbakar.

 Hal ini akan mengancam ekosistem alami di hutan  tersebut. Selain itu, suhu tinggi awan panas yang mengalir menuruni bukit dapat  merusak ekosistem serta membunuh makhluk hidup. Gas beracun dan hujan  debu akibat gunung meletus juga dapat mencemari udara dan mengganggu  pernapasan.  Kamu perlu mengetahui bahwa letusan gunung berapi sangat berbahaya  bagi kita. Hampir tidak mungkin menghindari kerusakan saat terjadi gunung  meletus. Untuk mempermudah membaca aktivitas gunung api dan proses  evakuasi, dibuatlah tingkatan isyarat atau status gunung berapi. Badan geologi  Kementerian Energi dan Sumber Daya Manusia (ESDM) membedakan status  gunung api menjadi empat (4) tingkatan. Level terendah adalah status NORMAL  dengan warna isyarat hijau. Tingkatan level paling tinggi adalah status AWAS  dengan isyarat warna merah. 

Secara lengkap, deskripsi status gunung api dapat  dilihat pada Tabel 5.3. TABEL 5.3. Tingkatan status gunung berapi menurut Badan Geologi Kementerian ESDM Status Makna Tindakan  AWAS  • Menandakan gunung berapi yang segera atau  sedang meletus atau ada keadaan kritis yang  menimbulkan bencana • Letusan pembukaan dimulai dengan debu dan  asap • Letusan berpeluang terjadi dalam waktu 24 jam  • Wilayah yang terancam  bahaya direkomendasikan  untuk dikosongkan • Koordinasi dilakukan  secara harian • Piket penuh   Ilmu Pengetahuan Alam 127  SIAGA  • Menandakan gunung berapi yang sedang  bergerak ke arah letusan atau menimbulkan  bencana • Peningkatan intansif kegiatan seismik • Semua data menunjukkan bahwa aktivitas dapat  segera berlanjut ke letusan atau menuju pada  keadaan yang dapat menimbulkan bencana • Jika tren peningkatan berlanjut, letusan dapat  terjadi dalam waktu 2 minggu  • Sosialisasi di wilayah  terancam • Penyiapan secara darurat • Koordinasi harian • Piket penuh  WASPADA  • Ada aktivitas apapun bentuknya • Terdapat kenaikan aktivitas di atas level normal • Peningkatan aktivitas seismik dan kejadian  vulkanis lainnya • Sedikit perubahan aktivitas yang diakibatkan oleh  aktivitas magma, tektonik, dan hidrotermal  • Penyuluhan/sosialisasi • Penilaian bahaya • Pengecekan sarana • Pelaksanaan tiket terbatas  NORMAL • Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma • Level aktivitas dasar  • Pengamatan rutin • Survey dan penyelidikan  Sumber:pbs.twimg.com Jika kamu tinggal di daerah dekat gunung api, maka kamu harus dapat  membaca alam sebagai pertanda gunung tersebut akan meletus. Gunung api  yang akan meletus memiliki tanda-tanda yang dapat kamu pelajari.

 Di daerah  sekitar gunung api yang akan meletus akan memiliki suhu yang terus meningkat.  Akibatnya, air dari sumber air pegunungan menjadi hangat dan beberapa sumber  air dapat mengering. Suhu di daerah pegunungan berapi yang  terus meningkat  akan menyebabkan tumbuhan yang hidup di daerah tersebut layu. Gunung yang  akan meletus juga menimbulkan suara gemuruh.  Selain itu, gempa kecil yang terjadi terus menerus di sekitar gunung api  juga merupakan tanda bahwa gunung tersebut akan meletus.

 Kita juga dapat  memprediksi bahwa gunung api akan meletus dengan melihat perilaku hewan  yang tinggal di gunung. Jika hewan yang tinggal di atas pegunungan mulai  bermigrasi turun gunung, maka itu merupakan pertanda bahwa gunung  akan meletus. Jika kita sudah mengetahui gunung api akan meletus, langkah  selanjutnya yang harus dilakukan adalah mengungsi ke tempat yang aman atau  ke titik evakuasi.  Selain pertanda alam di atas, kamu juga harus mengikuti arahan dari Pusat  Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait aktivitas gunung api. 

 PVMBG terdapat di masing-masing gunung berapi. Dengan mengetahui status  gunung api, kamu akan mengetahui tindakan apa yang harus dilakukan. Kamu juga  hendaknya mempersiapkan peralatan dan dukungan logistik untuk mengungsi    128 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  saat terjadi letusan. Kamu juga harus mengetahui di mana pos evakuasi dan  bagaimana jalur evakuasi yang telah disiapkan pihak terkait. Pastikan kamu telah  berada di pos evakuasi sebelum gunung tersebut meletus dan mengikuti arahan  dari pihak terkait untuk mengurangi bahaya akibat letusan. 

Bagi penduduk yang bertempat tinggal jauh di lereng gunung, ada kalanya  badan penanggulangan bencana merekomendasikan mengungsi saat terjadi  letusan. Hal ini karena dampak letusan melebihi perkiraan para ahli. Selama  proses evakuasi kamu harus menghindari jalan yang berada dekat dengan sungai.  Karena sungai berpotensi akan dilalui oleh lahar dingin. Selain itu, kamu juga harus  menggunakan masker, sapu tangan, atau kain untuk melindungi pernapasan dari  debu vulkanik. Secara garis besar tindakan siaga bencana gunung meletus seperti  terlihat pada Gambar 5.43 berikut.  Sumber:  Gambar 5.43 Tindakan siaga bencana gunung meletus Proses evakuasi dapat dilakukan secara individu maupun kelompok sesuai  arahan pihak terkait, seperti badan penanggulangan bencana. 

Selalu  informasi tentang status gunung api. Dengan demikian, kamu dapat melakukan  persiapan dan tindakan yang tepat untuk proses evakuasi. Secara lengkap, berikut    Ilmu Pengetahuan Alam 129  tindakan yang harus dilakukan sesuai dengan status gunung berapi.   Sumber: mountmerapi.net  Gambar 5.44. Tindakan evakuasi sesuai status gunung berapi Ketika letusan gunung berapi telah usai, ada kalanya kita belum boleh kembali  ke rumah. 

Apabila hal itu terjadi, kita harus memerhatikan persediaan makanan  dan lain-lainnya mencukupi untuk tinggal lebih lama di pos evakuasi. Selain itu,  kita juga hendaknya mengikuti perkembangan informasi terkait status gunung  berapi maupun bahaya lainnya akibat letusan. Seperti banjir lahar dingin. Hal  lainnya yang penting adalah terus mengikuti arahan dari pihak berwenang. Jika kita berada di daerah yang terkena hujan debu vulkanik, lebih baik tetap  di dalam ruangan hingga hujan debu mereda. Apabila berada di luar ruangan,  kita harus mencari tempat berlindung. 

Misalnya di gedung atau mobil. Kita juga  hendaknya memakai masker, sapu tangan, atau kain untuk menutup mulut dan  hidung. Hal tersebut bertujuan agar debu vulkanik tidak mengganggu pernapas- an. Jika kita menggunakan lensa kontak, maka harus melepaskannya. Karena debu  dapat menempel pada lensa kontak tersebut dan akan merusak mata. Dengan   Pelajari dan pahami: • Jenis-jenis bahaya sungai • Prosedur tanggap bencana sungai • Prosedur evakuasi  • Siapkan tas cangking dan bekal darurat • Ketahui jalur evakuasi dan titik kumpul • Ketahui pimpinan kelompok evakuasi • Ketahui keberadaan keluarga  • Perhatikan pengumuman pemimpin 

Sumber:buku siswa ipa kelas 11

You May Also Like