Jelaskan susunan Tata Surya.

✅Hallo temen teme,saya ucapkan terimakasih kepada temen temen yang telah berkunjung di blog kami ini, yang mana blog kami berisikan tentang pembahasan mengenai kunci jawaban dari berbagai pelajaran.

Pada kesempatan kali ini kami akan meberikan sebuah pembahasan mengenani kunci jawaban, yang tema ini kami ambil karena kami melihat banyak sekali para temen temen yang sedang menlesaikan tugas yang di berikan oleh guru..

Jelaskan susunan Tata Surya.

Kami yakin jika pembahsan yang kami buat ini akan mendapat memberikan nilai yang memuaskan kepada adik adik, hal ini dikarenakan kami yakin dalam proses menjawabya kami sudah melakukan memahami telebih dahulu soalnya barulah kemudian kami menjawab semaksimal yang kami bisa dalam menjawab dan menyelesaikan tugas tugas.

Kami juga membahas mengenai kunci jawaban dari ipa kelas 7 pada bab yang lain, yang mana pembahasan yang kami buat ini agar temen temen dapat menyelasaikan tugas dengan tepat waktu dan memperoleh nilai yang memuaskan.

  1. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 1 semester 2
  2. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 2 semester 2
  3. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 3 semester 2
  4. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 4 semester 2
  5. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 5 semester 2
  6. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 6 semester 2
Tak hanya pembahasan mengenai kunci jawaban ipa kelas 7, kami juga membahasa mengenai kunci jawaban pelajaran yang lainya, yang mana  pembahasan yang kami berikan ini kami yakin temen temen akan mendapatkan nilai yang memuaskan, jika temen temen ingin akses pembahasan tersebut silahkan klik tulisan di bawah
  1. Kunci jawaban IPA kelas 7
  2. Kunci jawaban Bahasa Inggris kelas 7
  3. Kunci jawaban IPA kelas 7
  4. Kunci jawaban PENJAS kelas 7
  5. Kunci jawaban PKN kelas 7
  6. Kunci jawaban Prakarya kelas 7
  7. Kunci jawaban MTK kelas 7
  8. Kunci jawaban Seni budaya kelas 7
Dibawah ini merupakan daftar isi yang kami buat, yang mana daftar isi ini jika di klik maka iya akan langsung mengatah ke pembahasan.

Hal yang kakak lakukan untuk menylesaikan permasalahan tersebut adalah kakak mencari pembahasan di google mengnai kunci jawaban dari tugas yang kakak buat ini, namun tentunya hanya sedikit di google yang membahas mengenai kunci jawaban yang tepat dan benar.

KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 bab 6 Tata Surya

Yang kedua adalah nilai ulangan baik itu ulangan harian ataupun ulangan akhir semester, yang mana bobot yang diambil hanya beberapa persen dari nilai yang diperoleh, yang menjadi faktor yang paling besar yang menentukan kenaikan kelas adalah nilai tugas yang di peroleh adik adik.

Jelaskan susunan Tata Surya.

Untuk itulah disini kami mengajak adik adik untuk semangat dalam belajar dan usaha kan untuk memiliki target untuk mendapatkan nilai yang besar guna untuk supaya dapat meningkatkan nilai rapot dan untuk supaya untuk naik kelas dan temen temen harus meniliki target untuk menjadi juara satu kelas.

1. Jelaskan susunan Tata Surya.

Kunci jawaban:

Susunan tata surya adalah matahari, planet, satelit, asteriod, komet, dan meteoroid.

2. Mengapa Matahari yang menjadi pusat Tata Surya? Jelaskan.

Kunci jawaban:

Matahari menjadi pusat tata surya karena benda-benda langit mengelilingi matahari dengan bidang edar masing-masing.

3. Dari manakah energi Matahari dihasilkan?

Kunci jawaban:

Energi matahari dihasilkan dari inti matahari. Inti Matahari memiliki suhu sekitar 1,5 x 107 derajat C yang cukup untuk mempertahankan fusi termonuklir yang berfungsi sebagai sumber energi matahari.

4. Jelaskan perbedaan antara planet luar dan planet dalam.

Kunci jawaban:

Planet dalam pada tata surya adalah planet yang orbitnya didalam asteroid sementara planet luar adalah planet yang orbitnya di luar asteroid.

5. Jelaskan perbedaan antara meteoroid, meteor, dan meteorit.

Kunci jawaban:

a. Kalender masehi menggunakan matahari sebagai patokan penghitung masa nya
b. Kalender hijriah menggunakan bulan sebagai patokan penghitung masanya
a. Jumlah hari dalam kalender masehi ada 365 dalam satu tahun
b. Jumlah hari dalam kalender hijriah ada 356 dalam setahun
a. Kalender hijriah adalah kalender dari agama islam
b. Kalender masehi adalah kalender dari agama kristen

6. Sebutkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya pasang surut air laut.

Kunci jawaban:

a. Rotasi bumi pada sumbunya.
b. Revolusi bulan terhadap matahari.
c. Revolusi bumi terhadap matahari.
d. kedalaman dan luas perairan,
e. Pengaruh rotasi bumi (gaya coriolis), dan Gesekan dasar.
f. Topogafi dasar laut.
g. Lebar selat.
h. Bentuk teluk dan lain sebagainya.

7. Selain berotasi dan berevolusi terhadap Bumi, Bulan juga bersama-sama dengan Bumi mengelilingi Matahari. Apabila ditentukan kala rotasi Bumi 1 (satu) hari, kala revolusi Bumi 366 hari, serta kala revolusi dan rotasi Bulan sama, yaitu 29,5 hari. Ketika Bumi telah menempuh seperempat lintasan revolusinya, maka berapa kali Bumi telah berotasi dan berapa kali Bulan telah berevolusi dan berotasi? Jelaskan jawabanmu.

Kunci jawaban:

1/4 revolusi bumi = 1/4 x 366 hari = 91,5 hari
maka bumi telah berotasi sebanyak 91,5 kali.
30 hari = 1 revolusi bulan
91,5 hari = 91,5/30 = 3,05 kali revolus bulan

8. Jenis gerhana apakah yang terjadi berdasarkan gambar di bawah ini? Jelaskan.

Jenis gerhana apakah yang terjadi berdasarkan gambar di bawah ini? Jelaskan.

Kunci jawaban:

Gerhana bulan total. Gerhana bulan total terjadi jika Matahari, Bumi, Bulan berada di 1 jalur lurus, bila bulan berada di penumbra, maka akan terjadi Gerhana bulan sebagian, karena gerhana bulan tersebut hanya terlihat setengahnya saja.

9. Mengapa gerhana Matahari hanya terjadi kadang-kadang saja, meskipun fakta menunjukkan bahwa rotasi Bulan menyebabkan Bulan berada di antara Bumi dan Matahari pada setiap bulannya? Jelaskan.

Kunci jawaban:

Karena walaupun saat berotasi bulan terkadang berada diantara bumi dan matahari akan tetapi posisi bulan tidak selalu dalam satu garis lurus dengan matahari dan bumi, sehingga gerhana matahari tidak selalu terjadi.

10. Mengapa ketika terjadi gerhana Matahari kamu tidak diperbolehkan untuk

melihat Matahari secara langsung?

Kunci jawaban:

Matahari memiliki intensitas sinar yang begitu kuat dan besar. Pada saat terjadi gerhana matahari, matahari terhalang oleh bulan sehingga saat kita melihatnya matahari nampak tidak terlalu kuat sinarnya, namun kenyataannya adalah ternyata intensitas dan kekuatan sinar matahari pada saat itu tidak berkurang sedikitpun, sehingga yang terjadi adalah terjadinya kerusakan jaringan-jaringan pata mata yang melihat secara langsung pada gerhana matahari itu. Kerusakan jaringan pada mata tersebut memungkinkan terjadinya kebutaan.

Rangkuman IPA Kelas 7 bab 6 Tata Surya

Tata Surya  Istilah-istilah Penting Tata Surya, Bintang, Planet, Rotasi,  Revolusi, Bulan Sinodis, Bulan Sideris,  Umbra, Penumbra, Komet, Meteoroid,  Meteor, Meteorit, Asteroid   Bab 6   Ilmu Pengetahuan Alam 147  P  ernahkah kamu amati langit pada malam  hari? Benda-benda apa saja yang kamu  lihat di langit? Pasti kamu akan melihat  ribuan benda langit. Di antara benda-benda  langit tersebut ada yang disebut bintang dan ada  juga yang disebut planet. Ketika pagi menjelang,  masihkah kamu dapat melihat benda-benda  langit ter

sebut? Tentu saja tidak, karena di siang  hari kamu hanya dapat melihat Matahari di langit.  Ketika malam datang, barulah kamu dapat melihat  kembali benda-benda langit tersebut. Mengapa  demikian? Peristiwa tersebut di atas akan kita pelajari dalam Bab 6 ini, yaitu sistem Tata  Surya. Segala sesuatu yang berkaitan dengan sistem Tata Surya akan berpengaruh  terhadap sistem kehidupan di Bumi. Maha besar Tuhan yang telah menciptakan  alam dengan begitu agungnya. Oleh karena itu, marilah belajar dengan sungguh- sungguh, senantiasa bersyukur serta berusaha untuk menjaga karu

nia-Nya sebagai  wujud ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa agar kelak menjadi manusia yang  cerdas dan peduli terhadap semua ciptaan Tuhan SWT.  Ayo Amati Perhatikan Gambar 6.2 di  samping. Bagaimanakah bentuk or- bital planet-planet dalam Tata  Surya? Diskusikan Apa yang dapat kamu sim- pulkan dari gambar tersebut? Untuk lebih jelasnya mari kita lakukan kegiatan berikut.  Sumber: http://idkf.bogor.net/ Gambar 6.2 Orbital planet dalam tata surya 

 Ayo Kita Lakukan  Sumber: nasa.gov Gambar 6.1. Penampakan Bumi    148 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  Pemodelan Orbital Planet 1. Buatlah kelompok kerja yang terdiri atas 4 orang siswa. 2. Siapkanlah alat dan bahan sebagai berikut. Alat dan Bahan Jumlah Pins (Paku payung) 2 buah Penggaris 1 buah Karton ukuran 23 cm x 30 cm 1 buah Kertas HVS A4 1 buah Pensil 1 buah Benang Secukupnya 3. Lakukan langkah-langkah berikut. a. Buatlah lingkaran dari benang dengan keliling 10 cm. b. Letakkan kertas HVS A4 di atas karton. c. Tancapkan sebuah pins  di bagian pusat kertas  HVS A4, yang berfungsi  sebagai pins pusat. d. Tancapkan sebuah pins  dengan jarak 2 cm dari  pins pusat. e. Letakkan lingkaran be- nang yang telah dibuat  di atas kertas HVS dan pastikan bahwa kedua paku pins yg telah  ditancapkan sebelumnya berada di dalam lingkaran tersebut. f. Letakkan pensil ke dalam salah satu sisi lingkaran benang tersebut,  dan tariklah benangnya sampai meregang. g. Gerakkan pensil mengelilingi kedua pins tersebut. (Pastikan  benangnya tidak kendur dan ujung pensil menyentuh kertas HVS,  sehingga pola garisnya tergambar di atas kertas tersebut).  Sumber: http://idkf.bogor.net/ Gambar 6.2  Ilustrasi pemodelan tata surya  Putaran tali  Paku Titik Api   Ilmu Pengetahuan Alam 149  h. Hitunglah Eksentris (ukuran orbit dalam suatu pola lingkaran yang  terbentuk), pola

 yang tergambar dari kegiatan tersebut dengan  menggunakan rumus berikut. Eksentris ( ) =   Jarak antara kedua pines ( )  Panjang sumbu utama ( ) i. Catat hasil penghitungan eksentris dari masing-masing pola yang  terbentuk ke dalam Tabel 6.1. j. Ulangi langkah a hingga i, dengan mengubah jarak pins dan  keliling lingkaran dari benang sebagai berikut. Jarak pins 4 cm dan keliling lingkaran dari benang 14 cm. Jarak pins 6 cm dan keliling lingkaran dari benang 18 cm. Jarak pins 8 cm dan keliling lingkaran dari benang 22 cm.  4. Data Hasil Pengamatan Tabel 6.1 Hasil 

penghitungan eksentris dari pola yang terbentuk  No. Jarak antar  pins (d)  Panjang Sumbu  Utama (l) Eksentris (d)  1. 2 cm 2. 4 cm 3. 6 cm 4. 8 cm Diskusikan 1. Bagaimanakah efek pengubahan jarak pins dan keliling lingkaran dari  benang terhadap pola garis yang terbentuk? 2. Pada percobaan keberapakah diperoleh eksentris terbesar? 3. Bagaimanakah cara menurunkan eksentris dalam mengonstruksi pola  garis dalam percobaan tersebut? Simpulkan Kesimpulan apa yang dapat dibu

at, apabila pins pusat dianalogikan  sebagai Matahari dan pola garis yang terbentuk dianalogikan sebagai  orbital-orbital planet?   150 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  A. Sistem Tata Surya Manusia telah melihat langit sejak ribuan  tahun yang lalu. Pengamatan awal mencatat  terkait perubahan posisi dari planet-planet dan  mengembangkan ide-ide terkait tata surya yang  didasarkan pada pengamatan dan kepercayaan.  Saat ini, manusia juga mengetahui objek di  dalam sistem

 tata surya mengorbit pada  Matahari. Selain itu, gravitasi Matahari juga  memengaruhi pergerakan benda-benda dalam  sistem tata surya sebagaimana gravitasi Bumi  memengaruhi pergerakan bulan yang mengorbit padanya.  Pada awal tahun 1600an, Johannes  Kepler seorang ahli matematika dari  Jerman mulai mempelajari orbit planet- planet. Ia menemukan bahwa bentuk  orbit planet tidak melingkar, tetapi  berbentuk oval atau elips. Perhitungan  lebih lanjut menunjukkan bahwa letak  Matahari tidak di pusat orbit, tetapi  sedikit . Kepler juga menemukan  bahwa planet bergerak dengan  kecepatan yang berbeda dalam orbitnya  di sekitar Matahari. Hal ini ditunjukkan  pada Tabel 6.1 berikut. Tabel 6.1 Rata-rata kecepatan orbital planet dalam tata surya No. Planet Rata-rata Kecepatan Orbital (km/s) 1. Merkurius 48 2. Venus 35 3. Bumi 30 4. M

ars 24 5. Jupiter 13 6. Saturnus 9,7 7. Uranus 6,8 8. Neptunus 5,4 Sumber:  Ayo Kita Pelajari • Sistem tata surya Mengapa penting? • Untuk mengetahui  pengertian dari  sistem tata surya.  Tata surya adalah susunan  benda-benda lagit yang  terdiri atas Matahari sebagai  pusat tata surya, planet- planet, komet, meteoroid,  dan asteroid yang  mengelilingi Matahari.   Ilmu Pengetahuan Alam 151  Tabel 6.1 menunjukkan  bahwa planet yang dekat  dengan Matahari bergerak  lebih cepat daripada planet  yang jauh dari Matahari.  Bidang edar planet-planet  dalam mengelilingi Matahari  disebut bidang edar dan  bidang edar Bumi dalam  mengelilingi Matahari dise- but bidang ekliptika. Susun- an Tata Surya terdiri atas  Matahari, Planet Dalam, Planet Luar, Kom

et, Meteorid, dan Asteroid. 1. Matahari Matahari adalah bintang yang berupa bola gas  panas dan bercahaya yang menjadi pusat sistem  tata surya. Tanpa energi intens dan panas Matahari,  tidak akan ada kehidupan di Bumi. Matahari  memiliki 4 lapisan, yaitu sebagai berikut. a. Inti Matahari, memiliki suhu sekitar 1,5 x 107oC  yang cukup untuk mempertahankan fusi  termonuklir yang berfungsi sebagai sumber  energi Matahari. Energi dari inti akan diradiasikan ke lapisan luar Matahari dan  kemudian sampai ke ruang angkasa. b. Fotosfer, memiliki suhu sekitar  6.000 Kelvin, dengan ketebalan  sekitar 300 km. Melalui fotosfer,  sebagian besar radiasi Matahari  ke luar dan terdeteksi sebagai  sinar Matahari yang kita amati di  Bumi. Di dalam fotosfer terdapat  bintik Matahari, yaitu daerah  dengan medan magnet yang kuat  dan dingin serta lebih gelap dari  wilayah sekitarnya.  Bidan

g Ekliptika  adalah bidang  edar bumi dalam  mengelilingi  Matahari.  Sumber: https://s-media-cache-ak0.pinimg.com Gambar 6.4 Bagian-bagian Matahari  Sumber: http:// myscienceblogs.com. Gambar 6..3  Susunan Tata Surya  Bagian  terluar  Matahari  Fotosfer Zona Proses Aliran  Energi  Zona Radiasi  Kromosfer   152 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  c. Kromosfer, memiliki suhu sekitar 4.500 Kelvin dan ketebalannya 2.000 km.  Kromosfer terlihat seperti gelang merah yang mengeliling Bulan pada waktu  terjadi gerhana Matahari total. d. Korona, merupakan lapisan terluar Matah

ari dengan suhu sekitar 1.000.000  Kelvin dan ketebalannya sekitar 700.000 km. Memiliki warna keabu-abuan  yang dihasilkan dari ionisasi atom karena suhu yang sangat tinggi. Korona  terlihat seperti mahkota dengan warna keabu-abuan yang mengelilingi Bulan  pada waktu terjadi gerhana Matahari total. Di antara inti dan fotosfer terdapat daerah radiasi dan daerah konveksi. Di  daerah tersebut energi berpindah secara radiasi dan konveksi.  Matahari adalah bintang yang terdapat di dalam tata surya yang  memiliki empat lapisan, yaitu inti Matahari, fotosfer, kromosfer,  dan korona.  2. Planet Dalam Planet adalah benda langit yang tidak  dapat memancarkan cahaya sendiri. Planet  hanya memantulkan cahaya yang diterima- nya dari bintang. Planet dalam disebut juga  dengan adalah  planet yang letaknya dekat dengan Matahari,  berukuran kecil, memiliki sedikit satelit atau  tidak sama sekali, berbatu, terestrial, sebagian  besar terdiri atas mineral tahan api, seperti  silikat yang membentuk kerak dan mantelnya,  serta loga

m seperti besi dan nikel yang  membentuk intinya.  Planet adalah benda  langit yang tidak dapat  memancarkan cahaya  sendiri akan tetapi  hanya memantulkan  cahaya dari bintang  yang diterimanya   Ilmu Pengetahuan Alam 153  Sumber: www.universetoday.com Gambar 6.5 Planet dalam (Merkurius, Venus, Bumi, dan Mars) Selain itu, planet dalam juga memiliki atmosfer yang cukup besar untuk  menghasilkan cuaca, memiliki kawah dan fitur permukaan tektonik. Seperti  lembah retakan dan gunung berapi. Planet dalam terdiri atas: Merkurius, Venus,  Bumi, dan Mars. 3. Planet Luar Planet luar disebut juga dengan planet  Jovian. Planet Jovian adalah planet yang  letaknya jauh dengan Matahari, berukuran  besar, memiliki banyak satelit, d

an sebagian  besar tersusun dari bahan ringan. Seperti  hidrogen, helium, metana, dan amonia.  Planet-planet dalam dan luar dipisahkan  oleh sabuk asteroid. Planet luar terdiri atas  Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus. 4. Komet Komet berasal dari Bahasa Yunani, yaitu artinya berambut panjang.  Komet adalah benda langit yang mengelilingi Matahari dengan orbit yang sangat  lonjong. Komet ini terdiri atas debu, partikel batu yang bercampur dengan es,  metana, dan amonia.   Sumber: http://warrensburg.k12.mo.us/ Gambar 6.6 Planet luar  (a)  (b) (c)  Jupiter  Saturnus  Uranus  Neptunus  (d)   154 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  Sumber: Glenco Science Level Blue Gambar 6.7 Bagian-bagian Komet Bagian-bagian komet, yaitu sebagai berikut. a. Inti komet, yaitu bagian komet yang berukuran lebih kecil, pada

t, tersusun  dari debu dan gas. b. Koma, yaitu daerah kabut di sekitar inti. c. Ekor komet, yaitu bagian komet yang berukuran lebih panjang. Arah ekor  komet selalu menjauhi Matahari dikarenakan dorongan yang berasal dari  angin dan radiasi Matahari. 5. Meteoroid Meteoroid adalah potongan  batu atau puing-puing logam (yang  mengandung unsur besi dan logam)  yang bergerak di luar angkasa.  Meteorid mengelilingi Matahari  dengan orbit tertentu dan kecepatan  yang bervariasi. Meteoroid tercepat  bergerak di sekitar 42 km/detik.  Ketika  Meteoroid tertarik oleh gravitasi  Bum

i, maka sebelum sampai di Bumi,  meteorid akan bergesekan dengan   Sumber: Glenco Science Level Blue Gambar 6.8 Meteorit di Arizona  Bola gas  dan debu  Nukleun  (inti komet)  Ekor debu  Ekor ion/ atom   Ilmu Pengetahuan Alam 155  atmosfer Bumi. Gesekan tersebut akan menghasilkan panas dan membakar  meteoroid tersebut. Meteoroid yang habis terbakar oleh atmosfer Bumi disebut  meteor.  Apabila Meteoroid tidak habis terbakar oleh atmosfer Bumi dan jatuh ke  Bumi disebut meteorit (lihat pada Gambar 6.8).  6. Asteroid Asteroid adalah potongan-po- tongan batu yang mirip dengan ma- teri penyusun planet. Sebagian besar  asteroid terletak di daerah antara  orbit Mars dan Jupiter yang disebut  sabuk Asteroid.  B. Kondisi Bumi Setiap hari kita menyaksikan fajar terbit  dari arah timur dan tenggelam di arah barat,  kemudian malam menjelang. Apakah benar  bahwa Matahari bergerak dari arah timur ke  arah barat? Dahulu orang beranggapan bahwa,  Bumi adalah pusat alam semesta. Mereka  juga meyakini bahwa Matahari bergerak  mengelilingi Bu

mi. Akan tetapi, keyakinan  itu tertumbangkan ketika tahun 1543,  Nicholas Copernicus mempublikasikan bahwa Bulan bergerak mengelilingi Bumi,  sedangkan Bumi dan planet-planet lainnya bergerak mengelilingi Matahari. Gagasan lainnya yang tidak benar adalah banyak orang meyakini bahwa Bumi  itu datar. Oleh karena itu, mereka takut apabila mereka berlayar cukup jauh ke  laut, mereka akan jatuh dari ujung dunia. Bagaimana kamu mengetahui bahwa  keyakinan tersebut tidak benar? Atau mengetahui hal itu tidak benar? Bagaimana  ilmuwan menentuk

an bentuk sebenarnya dari Bumi?  Sumber: Glenco Science Level Blue Gambar 6.8 Sabuk Asteroid yang terletak antara orbit  Mars dan Jupiter  Ayo Kita Pelajari • Kondisi bumi Mengapa penting? • Untuk mengetahui  fakta-fakta sistem  Bumi.  Matahari  Merkurius  Venus  Bumi  Mars  Jupiter   156 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  1. Bentuk Bumi Selama bertahun-tahun para pelaut  mengamati bahwa hal yang pertama  kali mereka lihat di laut adalah puncak  kapal. Hal 

ini menunjukkan bahwa Bumi  berbentuk bulat. Begitu pula pada tahun  1522, Magelhaen telah membuktikan  bahwa Bumi berbentuk bulat. Waktu itu  dia mengadakan pelayaran dengan arah  lurus, kemudian dia berhasil kembali ke  tempat awal dia berlayar.  Astronot telah melihat dengan jelas  bentuk Bumi. Astronot dari atas melihat  bahwa terdapat sedikit tonjolan di khatulistiwa dan terdapat bagian Bumi yang  rata di bagian kutubnya. Hal ini menunjukkan bahwa bentuk Bumi tidak benar- benar bulat, akan tetapi sedikit lonjong. Bumi berdiameter sekitar 12.742 km.  Sebelum ke topik selanjutnya, terlebih dahulu lakukanlah kegiatan berikut.   Mengamati Perhatikanlah Gambar 6.11  di samping ini.  Menanya Apakah yang terjadi pada  belahan Bumi yang 

menghadap  dan membelakangi Matahari? Menalar Apa yang dapat kamu  simpulkan dari gambar tersebut? Untuk lebih jelasnya, ayo lakukan  kegiatan di bawah ini.  Sumber: http://wall–art.com/ Gambar 6.11  Perputaran Bumi mengelilingi Matahari  Sumber: http://wall–art.com/ Gambar 6.10  Bentuk Bumi  Bumi  Bumi  Bumi Bumi  Matahari   Ilmu Pengetahuan Alam 157  Terjadinya siang dan malam  Alat dan Bahan Alat dan Bahan Jumlah Lampu senter 1 buah Bola voli/bola sepak 1 buah Cara Kerja 1. Bentuk kelompok yang beranggotakan 10 orang. Mintalah 8 orang  bergandengan tangan membentuk lingkaran dengan posisi saling  membelakangi. 2. Mintalah satu temanmu berdiri di luar lingkaran dan menyalakan  senter, seolah-olah dia menjadi Matahari. 3. A

rahkan nyala senter pada teman-temanmu yang membentuk  lingkaran.  4. Teman yang terkena cahaya senter mengalami siang dan yang  tidak terkena cahaya mengalami malam. Mintalah temanmu yang  mengalami pagi hari mengatakan selamat pagi, yang mengalami  siang mengatakan selamat siang, sore mengatakan selamat sore, dan  malam mengatakan selamat malam. 5. Mintalah teman-temanmu yang membentuk lingkaran berputar dari  barat ke timur berlawanan dengan arah putaran jarum jam. Analisis 1. Apakah setiap temanmu yang membentuk lingkaran mengalami  siang atau malam

Demikian soal dan jawaban buku siswa ipa kelas 7 uji kompetensi 6 tentang tata surya yang dapat kami bagikan. Apabila terdapat jawaban yang tidak dipahami Anda bisa bertanya melalui komentar yang ada dibawah ini. Semoga dapat membantu para siswa dalam belajar.

Sumber: buku ipa kelas 7 siswa

You May Also Like

x