1 .Mengapa ikan, sapi, katak, ayam, dan ular diletakkan pada filum yang sama, tetapi tingkatan spesies tidak sama? Coba jelaskan.

1 .Mengapa ikan, sapi, katak, ayam, dan ular diletakkan pada filum yang sama, tetapi tingkatan spesies tidak sama? Coba jelaskan.Berikut ulasan kunci jawaban yang bisa teman-teman salin untuk menyelsaikan tugas yang di berikan guru, bertujuan memudahkan teman-teman menyelsaikan tugas, Sebelumnya kami telah memahami buku siswa yang saat ini, kebanyakan dari siswa menggeluh akan banyaknya tugas yang di berikan guru. menggigat waktu yang sedikit, banyak siswa memilih cara termudah untuk menyelsaikan tugasnya. 

1 .Mengapa ikan, sapi, katak, ayam, dan ular diletakkan pada filum yang sama, tetapi tingkatan spesies tidak sama? Coba jelaskan.
1 .Mengapa ikan, sapi, katak, ayam, dan ular diletakkan pada filum yang sama, tetapi tingkatan spesies tidak sama?

Terutama dengan cara alternatif internet, pengaksesan yang mudah dan cepat menjadi kunci utama dalam menyelsaikan tugas. untuk teman-teman saat ini, ketika menyalin setiap jawaban yang telah kami sediakan alangkah baiknya. Setiap jawaban yang di salin terlebih dahulu memperhatikan buku, agar tidak ada kesalahan yang dapat merugikan teman-

  1. KUNCI JAWABAN Bahasa Inggris kelas 7
  2. KUNCI JAWABAN Pendidikan agama islam kelas 7
  3. KUNCI JAWABAN IPA kelas 7
  4. KUNCI JAWABAN Matematika kelas 7
  5. KUNCI JAWABAN Penjas kelas 7
  6. KUNCI JAWABAN PKN kelas 7
  7. KUNCI JAWABAN IPS kelas 7
  8. KUNCI JAWABAN prakarya kelas 7
  9. KUNCI JAWABAN Seni Budaya kelas 7

Kami menghimbau bagi teman-teman setiap ada tugas alangkah baiknya fatokan utama ialah buku. dan apabila ada kesulitan dalam mengerjakan tugas, fatokan ke dua barulah alternatif internet. sebaik-baiknya nilai yang di raih, iyahlah nilai yang di dapatkan dari hasil sendiri.

disini kami hanya ingin memudahkan bagi teman-teman, jika apabila ada kesulitan, barulah teman-teman akses alternatif internet. Karena Pada pelajaran ipa teman-teman harus lebih giat lagi dalam membuka buku.

Kunci Jawaban IPA Kelas 7

Karena pada dasarnya, kami di sini hanya menyediakan kunci jawaban yang kami dapatkan dari sumber terpercaya. Jadi bagi mahasiswa supaya lebih sering-sering lagi buka pelajarannya, karena pengetahuan sendiri akan lebih berharga nilainya..

  1. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 13 Ayo Kita Latihan Bab 1
  2. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 26 Ayo Kita Latihan Bab 1
  3. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 29 Uji Kompetensi 1 Bab 1
  4. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 79 Ayo Kita Latihan Bab 2
  5. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 89, 90 Uji Kompetensi  bab 2
  6. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 91 Uji Kompetensi  bab 2
  7. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 122 Ayo Latihan bab 3
  8. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 129 ,130,131 Uji Kompetensi bab 3
  9. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 137 Ayo Kita Latihan Bab 4
  10. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 143 Ayo Kita Latihan Bab 4
  11. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 154, 155 Uji Kompetensi bab 4
  12. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 170 Ayo Kita Latihan bab 5
  13. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 183 Ayo Kita Latihan bab 5
  14. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 185, 186 Uji Kompetensi bab 5
  15. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 196 197 Mengamati dan Menalar bab 6
  16. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 199 Ayo Kita Latihan Bab 6
  17. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 202 Ayo Kita Latihan Bab 6
  18. KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 214,215 Uji Kompetensi Bab 6
nah untuk itulah di sini kak kak hadir untuk menjadi solusi bagi adik-adik sekalian dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dalam per menyelesaikan permasalahan permasalahan yang adik-adik alami salah satunya wujud yang dapat kakak berikan adalah dengan memberikan pembahasan kunci jawaban dari tugas yang adek-adek kerjakan.
.

Kunci Jawaban IPA Kelas 7 Halaman 89 90 Uji Kompetensi

 diharapkan dengan adanya pembahasan yang kakak berikan mengenai kunci jawaban dari tugas-tugas yang adik-adik ber ditugaskan oleh guru kakak berharap dengan adanya pembahasan tersebut dapat membantu adek-adek dalam menyelesaikan tugas yang diberikan oleh guru dengan tepat waktu.

Uji Kompetensi  

1 . Mengapa ikan, sapi, katak, ayam, dan ular diletakkan pada filum yang sama, tetapi tingkatan spesies tidak sama? Coba jelaskan.

 Kunci Jawaban :
Karena ikan, sapi, katak, ayam, dan ular memiliki ciri umum yang sama mereka merupakan hewan bertulang belakang sehingga dapat digolongkan ke dalam filum yang sama. Meskipun ciri umum mereka sama tetapi mereka memiliki ciri spesifik yang berbeda sehingga tidak dapat digolongkan kedalam spesies yang sama.

2. Pada sungai yang belum mengalami pencemaran sering ditemukan siput air dan cacing Planaria. Termasuk kelompok apakah kedua hewan tersebut?

 Kunci Jawaban :
Siput Air termasuk dalam filum Mollusca (hewan bertubuh lunak) sedangkan Planaria termasuk dalam filum Platyhelminthes (Cacing pipih).

3. Perhatikan gambar berikut. Berdasarkan ciri-ciri apakah hewan-hewan tersebut dimasukkan ke dalam kelas serangga? Coba jelaskan.

KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 89, 90 Uji Kompetensi  bab 2
1 .Mengapa ikan, sapi, katak, ayam, dan ular diletakkan pada filum yang sama, tetapi tingkatan spesies tidak sama?

 Kunci Jawaban :
Ciri umum serangga adalah :
– tubuhnya beruas-ruas dan terbagi menjadi tiga bagian, yaitu kepala-dada-perut
– serangga memiliki tiga pasang kaki yang pangkalnya menyatu
– memiliki sepasang antena serta mata yang majemuk.
Dari kelima gambar tersebut yang termasuk ke dalam kelas serangga adalah Belalang, Kupu-Kupu, dan Capung.

4. Perhatikan gambar berikut.

KUNCI JAWABAN IPA Kelas 7 Halaman 89, 90 Uji Kompetensi  bab 2
1 .Mengapa ikan, sapi, katak, ayam, dan ular diletakkan pada filum yang sama, tetapi tingkatan spesies tidak sama?

Cari persamaan dan perbedaan dari hewan-hewan tersebut. Kemudian kelompokkan hewan-hewan tersebut.

 Kunci Jawaban :
Persamaan :
– Bertulang belakang (Vertebrata)
– Habitat di Air
– Memiliki alat gerak yang berupa sirip
Perbedaan :
–  Hiu dan Pari adalah hewan berdarah dingin, sedangkan Paus dan lumba-lumba adakah hewan berdarah panas
– Paus dan lumba-lumba berkembangbiak dengan cara melahirkan atau beranak (vivipar), sedangkan Ikan Hiu dan Ikan Pari berkembangbiak dengan cara bertelur dan beranak (ovovivipar)
– Hiu dan Pari bernafas dengan insang, sedangkan Paus dan lumba-lumba bernafas dengan paru-paru
Pengelompokkan:
Ikan Hiu dan Ikan Pari ⇒ Kelompok Pisces
Paus dan lumba-lumba ⇒ Kelompok Mamalia

5. Ida menemukan tumbuhan yang memiliki ciri-ciri tulang daunnya sejajar, berbentuk seperti pohon kelapa, batangnya tidak bercabang, terdapat bangun seperti kerucut. Tumbuhan apakah yang ditemukan Ida? Berikan contoh tumbuhan lainnya yang sekelompok dengan tumbuhan yang ditemukan Ida.

 Kunci Jawaban :
Berdasarkan dari ciri-ciri diatas maka dapat disimpulkan tumbuhan yang ditemukan Ida adalah tumbuhan Palem.
Contoh tumbuhan lainnya yang sekelompok dengan yang ditemukan Ida yaitu :
– Salak
– Kurma
– Rotan
– Kelapa Sawit

Rangkuman ipa kelas 7 bab 2

Segala sesuatu yang ada di sekitar kita terdiri atas benda-benda. Perhatikan air yang biasa diminum, udara yang dihirup setiap saat, atau uang logam yang digunakan sebagai uang jajan. Tersusun atas apakah benda-benda tersebut? Air (H2O) merupakan zat cair yang tersusun atas 2 atom hidrogen (H) dan 1 atom oksigen (O). 

1 .Mengapa ikan, sapi, katak, ayam, dan ular diletakkan pada filum yang sama, tetapi tingkatan spesies tidak sama? Coba jelaskan.
1 .Mengapa ikan, sapi, katak, ayam, dan ular diletakkan pada filum yang sama, tetapi tingkatan spesies tidak sama?

sekitar sekolah atau rumah kamu. Amati bagian daun, batang, dan akar (bila memungkinkan). (Minimal 5 tumbuhan) b. Tumbuhan apa saja yang memiliki ciri-ciri yang sama? Jelaskan. c. Ada berapa kelompok tumbuhan yang kamu dapatkan? Jelaskan. d. Tulislah kesimpulan dari kegiatan ini pada buku tugasmu dan bandingkan dengan hasil kelompok teman yang lain. e. Apakah kamu mengalami kesulitan dalam mengenali ciri-ciri jenis tumbuhan? 54 Kelas VII SMP/MTs Semester 1 Ingatlah Bentuk diagram tersebut merupakan contoh kunci dikotom. Kunci dikotom berisi keterangan yang disusun berpasangan dan menunjukkan ciri yang berlawanan. Kunci determinasi merupakan cara atau langkah untuk mengenali organisme dan mengelompokkannya pada takson makhluk hidup. Kunci determinasi adalah uraian keterangan tentang ciri-ciri makhluk hidup yang disusun berurut mulai dari ciri umum hingga ke ciri khusus untuk menemukan suatu jenis makhluk hidup. Kunci determinasi yang paling sederhana ialah kunci dikotom. Kunci dikotom berisi keterangan yang disusun berpasangan dan menunjukkan ciri yang berlawanan. Berikut adalah cara membuat kunci determinasi. Lumut, Suplir, Jagung, Kedelai, Terung, Melinjo Berspora: suplir, lumut Berbatang jelas: suplir Biji tertutup: jagung, kedelai, terung Berkeping dua: kedelai, terung Berbunga kupukupu: kedelai Tidak berbatang jelas: lumut Biji terbuka: melinjo Berkeping satu: jagung Berbunga Tidak berspora: terompet: terung jagung, kedelai, terung, Melinjo 1a 1b 5a 2b 2a 3a 3b 4a 4b 5b Data pada diagram kunci dikotom di atas, jika ditulis akan menjadi kunci determinasi sebagai berikut. membuat kunci determinasi? Lakukan langkah-langkah berikut ini. 1. Bacalah dengan teliti kunci dikotom mulai dari awal pada kegiatan di atas. 2. Cocokkan ciri-ciri tumbuhan yang kamu amati dengan ciri-ciri yang terdapat pada kunci dikotom. 3. Jika ciri-ciri yang terdapat pada kunci dikotom sudah sesuai dengan ciri-ciri tumbuhan yang kamu amati, catatlah nomornya dan lanjutkan pembacaan kunci pada nomor berikutnya yang ditunjukkan di akhir pernyataan. 4. Buat daftar kunci determinasi berdasarkan kunci dikotom dan bandingkan dengan kelompok yang lain. 5. Jika kamu mendapat kesulitan, bertanyalah kepada gurumu. 2. Kelompok Makhluk Hidup yang Berukuran Kecil (Mikroskopis) Tahukah kamu bahwa ada makhluk hidup yang berukuran sangat kecil? Tempat hidupnya di mana-mana, misalnya di dalam tanah, dalam air, dalam sisa-sisa makhluk hidup, dalam tubuh manusia, bahkan dalam sebutir debu. Pada Gambar 2.18 berikut kamu dapat melihat bakteri Escherichia coli yang dilihat dengan mikroskop elektron (a) dan dengan mikroskop cahaya menggunakan pewarnaan Gram (b). Ayo Kita Pelajari • Mengenal dan menggunakan mikroskop Mengapa Penting? • Untuk mengenal dan menggunakan mikroskop 56 Kelas VII SMP/MTs Semester 1 (a) (b) Sumber: (a) http://www.pyroenergen.com/articles08/escherichia-coli-o157h7.htm; (b) http://commons. wikimedia.org/wiki/File:Escherichia_coli_Gram.jpg Gambar. 2.18. (a) E s c h eric h ia coli dilihat dengan mikroskop elektron; (b) E s c h eric h ia coli dilihat dengan mikroskop cahaya Pada pengamatan makhluk hidup yang berukuran kecil, kamu memerlukan alat bantu yang disebut mikroskop. Sebelum memulai kegiatan ini, sebaiknya kita mempelajari terlebih dahulu tentang mikroskop dan bagaimana cara menggunakan mikroskop tersebut. Perhatikan penjelasan di bawah ini! Mengenal dan Menggunakan Mikroskop a. Bagian-bagian Mikroskop Pada Gambar 2.19 dan Tabel 2.5 kamu dapat mempelajari mikroskop cahaya beserta bagian-bagian dan fungsinya. Selain itu, kamu juga akan mengenal mikroskop elektron yang biasa digunakan untuk melihat mikroorganisme yang tidak dapat dilihat dengan mikroskop cahaya. (a) (b) Sumber: http://nabilasyalalala.blogspot.com/2012/02/bagian-bagian-mikroskop-dan-fungsinya.html (a); http:// www.biologi-sel.com/2013/03/mikroskop-elektron.html (b) Gambar. 2.19. Mikroskop cahaya dan bagian-bagiannya (a) dan mikroskop elektron (b) Sekrup pengarah kasar Sekrup pengarah halus Pegangan Kaki Penjepit objek Kondensor Pegangan kedua Tabung Sendi inklinasi Meja preparat Cermin Diafragma Lensa okuler Ilmu Pengetahuan Alam 57 Tabel. 2.5. Bagian-bagian Mikroskop dan Fungsinya Bagian Mikroskop Fungsi Optik Mekanik Lensa okuler Lensa yang berhubungan dengan mata langsung pengintai atau pengamat yang berfungsi untuk memperbesar bayangan objek. Ada 3 buah lensa, yaitu dengan perbesaran 5 x, 10 x, dan 15 x. Lensa objektif Lensa yang berada di dekat objek/ benda berfungsi untuk memperbesar bayangan benda. Susunan lensa biasanya terdiri atas 3 atau 4 buah dengan perbesaran masingmasing 4 x, 10 x, 45 x, dan 100 x. Diafragma Untuk mengatur intensitas cahaya yang masuk ke lensa objektif. Cermin ada dua, yaitu cermin datar dan cekung Cermin berfungsi untuk mengarahkan cahaya pada objek. Cermin datar digunakan ketika cahaya yang dibutuhkan terpenuhi, sedangkan cermin cekung digunakan untuk mengumpulkan cahaya. Tabung mikroskop (Tubus) Untuk menghubungkan lensa okuler dan lensa objektif. Meja sediaan (meja preparat) Sebagai tempat meletakkan objek atau preparat yang diamati. Bagian tengah meja terdapat lubang untuk melewatkan sinar. Klip (penjepit objek) Untuk menjepit preparat agar kedudukannya tidak bergeser ketika sedang diamati. Lengan mikroskop Untuk pegangan pada saat memindahkan atau membawa mikroskop. Pemutar halus (mikrometer) Untuk menggerakkan (menjauhkan/ mendekatkan) lensa objektif terhadap preparat secara pelan/halus. Pemutar kasar (makrometer) Untuk menggerakkan tubus ke atas dan ke bawah secara cepat. Kondensor Untuk mengumpulkan cahaya yang masuk, alat ini dapat diputar dan dinaikturunkan. 58 Kelas VII SMP/MTs Semester 1 Bagian Mikroskop Fungsi Optik Mekanik Sekrup (engsel inklinasi) Untuk mengatur sudut atau tegaknya mikroskop. Kaki mikroskop Untuk menyangga atau menopang mikroskop. b. Langkah-langkah menggunakan mikroskop adalah sebagai berikut. 1) Ambillah mikroskop dari kotak penyimpanannya. Tangan kanan memegang bagian lengan mikroskop dan tangan kiri memegang alas mikroskop. Kemudian, mikroskop diletakkan di tempat yang datar, kering, dan memiliki cahaya yang cukup. 2) Putar revolver, sehingga lensa objektif dengan perbesaran lemah berada pada posisi satu poros dengan lensa okuler yang ditandai bunyi ”klik” pada revolver. 3) Pasang lensa okuler dengan lensa yang memiliki ukuran perbesaran sedang. Cahaya tampak terang berbentuk bulat (lapang pandang), seperti yang terlihat pada gambar. Hal tersebut dapat diperoleh dengan cara berikut. • Atur diafragma untuk mendapatkan cahaya yang terang. • Atur cermin untuk mendapatkan cahaya yang akan dipantulkan ke diafragma sesuai kondisi ruangan. Pengaturan dilakukan dengan cara melihat melalui lensa okuler (apakah lapang pandang sudah terang/ jelas?). Ingat bahwa: beberapa mikroskop telah dilengkapi lampu, sehingga tidak perlu mencari cahaya, cukup mengatur posisi diafragma yang sesuai dengan

Sumber: buku ipa kelas 7www.slideshare.net Gambar 4.1 Dampak Efek Rumah Kaca   224 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs   b. Kegiatan Pembelajaran No Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan 1. Pada awal bagian ini, guru memberi apersepsi dengan mengajukan  pertanyaan “Pernahkah kalian amati perubahan musim yang terjadi  akhir-akhir ini. Dalam pelajaran IPS kita ketahui bahwa pada bulan Mei- September di Indonesia berlangsung musim kemarau dan pada bulan  Oktober-April berlangsung musim penghujan. Akan tetapi, beberapa  tahun terakhir ini perubahan musim di negara kita tidak dapat diprediksi,  terkadang bulan Mei di Indonesia masih turun hujan dan di bulan  November di Indonesia masih berlangsung musim kemarau. Adapun  yang lebih menakjubkan lagi bahwa ternyata peristiwa tersebut tidak  dapat diprediksikannya musim ini tidak hanya terjadi di Indonesia, akan  tetapi juga di negara-negara lain di dunia. Pernahkah kalian mendengar  berita turunnya salju di Arab? Berita tentang munculnya matahari ketika  musim salju di Cina. Mengapa hal ini dapat terjadi? Apakah yang terjadi  pada Bumi kita?” 2. Guru menyampaikan kepada Peserta Didik tujuan pembelajaran. Guru  menyampaikan kepada Peserta Didik nilai atau output yang diperoleh  setelah mempelajari bagian ini, yaitu untuk mengetahui efek rumah kaca. 3. Guru menyampaikan kepada Peserta Didik, bahwa kegiatan pembelajaran  pada pertemuan hari ini antara lain pemodelan efek rumah kaca.  Sumber: www.slideshare.net Gambar 4.2 Proses Efek Rumah Kaca   Buku Guru Kelas VII SMP/MTs Ilmu Pengetahuan Alam 225  Inti  1. Secara berkelompok membuat pemodelan efek rumah kaca. 2. Guru menginstruksikan membentuk kelompok kerja yang terdiri atas 4  orang. 3. Siapkanlah alat dan bahan sebagai berikut.  Alat dan Bahan Jumlah Toples kaca 2 buah Termometer 2 buah Handuk yang direndam dengan air hangat  selama 3 menit  2 buah Stopwatch 1 buah Plastik secukupnya Karet gelang secukupnya  Lakukan langkah-langkah berikut. a. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan. b. Berikan label pada masing-masing toples, yaitu Toples A dan Toples  B. c.   Masukkan handuk yang telah direndam dengan air hangat selama  3 menit pada masing-masing Toples A dan Toples B. d.   Masukkan termometer pada kedua toples. (Pastikan temperatur  awal pada termometer adalah sama). e.   Tutup toples A dengan plastik, kemudian rapatkan dengan karet  gelang. f.    Letakkan toples A dan toples B di bawah energi panas (sinar  matahari atau lampu). g.   Pastikan bahwa kedua toples tersebut menerima energi panas   yang sama. h.   Mencatat suhu pada kedua toples setiap 3 menit  selama 15 menit.  i.    Masukkan hasil pengamatan pada Tabel. j.    Setelah 15 menit  jauhkan kedua toples tersebut dari sumber energi  panas dan amatilah apa yang terjadi.   226 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs   4.  Peserta Didik melaporkannya sesuai dengan data hasil pengamatan. No Waktu (Menit) Temperatur 0C Toples A Toples B 1. 3 2. 6 3. 9 4. 12 5. 15  Dari data yang telah diperoleh, buatlah grafik hubungan antara waktu dan  suhu pada toples A dan toples B.   5. Peserta Didik mendiskusikan beberapa permasalahan berikut. a. Termometer pada toples manakah yang menunjukkan suhu lebih  tinggi selama percobaan berlangsung? Mengapa demikian? Coba  jelaskan. b. Apakah yang terjadi ketika kedua toples tersebut dijauhkan dari  sumber energi panas? Jelaskan. c. Coba kaitkan percobaan yang telah kalian lakukan dengan prinsip  kerja gas-gas rumah kaca. 6.   Peserta Didik diarahkan untuk menyimpulkan hal-hal berikut. Kesimpulan apa yang dapat dibuat, apabila ruang di dalam toples  tersebut dianalogikan sebagai Bumi? 7.   Masing-masing kelompok mempresentasikan hasil pengamatan yang  dilakukan dan hasilnya yang telah didiskusikan. 8.  Guru mengklarifikasi jika ada konsep yang salah kepada Peserta Didik. Penutup 1. Guru bersama Peserta Didik membuat kesimpulan bersama tentang  pencemaran air dan dampaknya serta penanggulangan. 2. Guru menugaskan Peserta Didik mempelajari materi yang berikutnya.  suhu 0C  waktu (menit)   Buku Guru Kelas VII SMP/MTs Ilmu Pengetahuan Alam 227  2. Pertemuan II : Pengertian dan Penyebab Global Warming  (2 JP) a. Materi untuk Guru Global warming atau dalam bahasa Indonesia disebut dengan  nama pemanasan global merupakan proses naiknya suhu rata-rata  atmosfer, laut, dan daratan bumi. Kenaikan suhu secara global (global  warming) diperkirakan menimbulkan perubahan yang lain seperti  halnya menyebabkan cuaca yang ekstrim dan menaikkan tinggi  permukaan air laut. Selain itu, pengaruh yang lain juga dapat dilihat  dengan punahnya berbagai macam hewan, berpengaruhnya terhadap  hasil pertanian, dan hilangnya gletser  Pemanasan global memerlukan penanganan dalam mencegah,  mengurangi, dan mengatasi dampak dari pemanasan global. Salah  satu penyebabnya adalah penggunaan bahan bakar fosil dengan  meningkatnya kadar CO2 di atmosfer. Konsumsi total bahan bakar  fosil (batubara dan minyak bumi) di dunia akan meningkat sekitar  1% per tahun. Langkah-langkah yang dilakukan atau yang sedang  didiskusikan saat ini tidak dapat mencegah pemanasan global di masa  depan. Tantangan yang ada adalah mengatasi efek yang timbul sambil  melakukan langkah-langkah untuk mencegah semakin berubahnya  iklim di masa depan  Pemanasan global (global warming) memberikan dampak yang  sangat luas dan memengaruhi kehidupan makhluk hidup di bumi  baik itu hewan, tumbuhan, dan manusia. Dampak pemanasan global  dapat terjadi karena berbagai penyebab dari tingkah laku manusia  dalam memanfaatkan segala sumber daya alam, dan tidak mengenal  batas serta kesehatan Bumi ini. Pemanasan global sudah lama dan  telah terjadi. Jika dilihat dari gejala-gejala yang ditimbulkan ini dapat  dilihat dari berbagai perubahan-perubahan yang tidak biasa.   228 Buku Guru Kelas VII SMP/MTs   b. Kegiatan Pembelajaran No Kegiatan Pembelajaran Pendahuluan 1. Guru melakukan apersepsi dengan menyajikan video ataupun gambar- gambar tentang kondisi Bumi 50 tahun lalu dengan sekarang.  2. Guru menginformasikan kepada Peserta Didik bahwa kegiatan  pembelajaran yang akan dilakukan pada pertemuan ini ada dua, yaitu  mendiskusikan pengertian dan penyebab dari pemanasan global. Inti 1. Guru membimbing Peserta Didik untuk mendiskusikan materi tentang  pengertian, penyebab, dan dampak dari pemanasan global. 2. Guru dan Peserta Didik melakukan studi literasi berupa pencarian artikel  terkait dan mendiskusikannya. 3. Guru mendorong Peserta Didik agar tidak takut salah dalam  menyampaikan pendapat berdasarkan literasi yang ada. Penutup 1. Guru membimbing Peserta Didik untuk menarik kesimpulan tentang  pengertian, penyebab, dan dampak dari pemanasan global. 2. Guru menugaskan Peserta Didik untuk mempelajari materi berikutnya.  3 Pertemuan III : Dampak Pemanasan Global (3 JP) a. Materi untuk Guru Konsekuensi dari perubahan gas rumah kaca di atmosfer sulit  diprediksi, tetapi beberapa dampak yang telah nampak, yaitu  sebagai berikut. 1) Temperatur bumi semakin tinggi, dibeberapa wilayah mungkin  temperaturnya menjadi lebih tinggi dan di wilayah lainnya mungkin  tidak.   Buku Guru Kelas VII SMP/MTs Ilmu Pengetahuan Alam 229  2) Tingginya temperatur Bumi menyebabkan lebih banyak penguapan  dan curah hujan secara keseluruhan, tetapi masing-masing wilayah  akan bervariasi, beberapa menjadi basah dan bagian lainnya kering. 3) Mencairnya es di daerah kutub yang menyebabkan kadar air laut  meningkat. Begitu pula dengan daratan pantai yang landai, akan  mengalami peningkatan akibat penggenangan air.  4) Hilangnya terumbu karang. Sebuah laporan tentang terumbu  karang menyatakan bahwa dalam kondisi terburuk, populasi karang  akan hilang pada tahun 2100 karena meningkatnya suhu dan  pengasaman laut. Sebagaimana diketahui bahwa banyak spesies  lain yang hidupnya bergantung pada terumbu karang. 5) Kepunahan spesies yang semakin meluas. Menurut penelitian  yang dipublikasikan dalam “Nature”, peningkatan suhu dapat  menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies. Sampai saat  ini, hilangnya spesies semakin tersebar luas dan daftar spesies yang  terancam punah terus berkembang. 6) Kegagalan panen besar-besaran. Menurut penelitian terbaru,  terdapat 90% kemungkinan bahwa 3 miliar orang di seluruh dunia  harus memilih antara pergi bersama keluarganya ke tempat yang  beriklim baik atau kelaparan akibat perubahan iklim dalam kurun  100 tahun.  7) Penipisan lapisan ozon. Lapisan

You May Also Like