KUNCI JAWABAN PAI Kelas 11 Halaman 180 181 Bab 10 Pilihan Ganda dan Essay Pembaruan Islam

✅✔️Hallo temen temen pada kesempatan kali ini kami akan membagikan sebuah artikel yang membahas mengenai kunci jawaban IPA kelas 11, yang mana pembahasan ini kami ambil karena kami melihat banyak sekali temen yang sedang mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru temen temen.

Ulangan akhir semeter sangat menentukan kenaikan kelas adik adik hal ini di karenakan ulangan telah di tetapakan sebagai salah satu alat ukur untuk menetukan kenaikan kelas adik adik, biasanya nilai ulangan yanh diperoleh akan diambil beberapa persen dari nilai tersebut.
  1. KUNCI JAWABAN pai kelas 11 halaman 14 15 evaluasi bab 1 pilihan ganda dan esai
  2. KUNCI JAWABAN pai kelas 11 halaman 30 31 evaluasi bab 2 pilihan ganda dan esai
  3. KUNCI JAWABAN pai kelas 11 halaman 48 49 50 evaluasi bab 3 pilihan ganda dan esai
  4. KUNCI JAWABAN pai kelas 11 halaman 64 65 evaluasi bab 4 pilihan ganda dan esai
  5. KUNCI JAWABAN pai kelas 11 halaman 79 80 evaluasi bab 5 pilihan ganda dan esai
  6. KUNCI JAWABAN pai kelas 11 halaman 103 104 105 evaluasi bab 6 pilihan ganda dan esai
  7. KUNCI JAWABAN pai kelas 11 halaman 120 121 evaluasi bab 7 pilihan ganda dan esai
  8. KUNCI JAWABAN pai kelas 11 halaman 137 138 evaluasi bab 8 pilihan ganda dan esai
  9. KUNCI JAWABAN pai kelas 11 halaman 160 161 evaluasi bab 9 pilihan ganda dan esai
  10. KUNCI JAWABAN pai kelas 11 halaman 180 181 evaluasi bab 10 pilihan ganda dan esai
  11. KUNCI JAWABAN pai kelas 11 halaman 197 198 evaluasi bab 11 pilihan ganda dan esai

Kami juga membahas mengenai kunci jawaban dari pelajaran yang lainya yang mungkin di butuhkan temen temen, yang pembahasan yang kami buat ini masih berkaitan dengan pelajaran kelas 11 ini, jadi jika temen temen ingin menyelesaikan tugas yang lainya silahkan klik tulisan dibawah

  1. Kunci jawaban PAI kelas 11
  2. Kunci jawaban Bahasa inggris kelas 11
  3. Kunci jawaban MTK kelas 11
  4. Kunci jawaban PENJAS kelas 11
  5. Kunci jawaban Bahasa Indonesia kelas 11
  6. Kunci jawaban PKN kelas 11
  7. Kunci jawaban Prakarya kelas 11
  8. Kunci jawaban Sejarah Indonesia kelas 11
  9. Kunci jawaban Senibudaya kelas 11


Kami menyarankan kekepada adik adik untuk selalu menyiapkan diri untuk menghadapi ujian tersebut, karena ujian inilah ajang untuk dapat meningkatkan nilai guna untuk meraih juara satu kelas.
Walaupun kami yakin dengan pembahasan yang kami buat ini namun kami disini juga ingin mengingatkan kepada temen temen bahwa kami disini tidak bisa memastikan secara 100% temen temen akan dapat memperoleh nilai yang sempurna.

Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Halaman 180 181 Bab 10 Pilihan ganda

Karena mendapat tantangan dari pemerintah Kerajaan Utsmani, umur sekolah itu tidak panjang.Rasyid Rida meneruskan pelajarannya di salah satu sekolah agama yang ada di Tripoli. Tetapi dalam pada itu, hubungan dengan AlSyaikh Husain AlJisr berjalan terus dan guru inilah yang menjadi pembimbing baginya di masa muda. 

Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Halaman 180 181 Bab 10 Pilihan Ganda dan Essay Pembaruan Islam

1. Di antara faktor yang melatarbelakangi bangkitnya umat Islam pada abad ke18 adalah …
a. tidak adanya misi Islam
b. benturan antara kekuatan Barat dan kekuatan Islam
c. kekuatan Islam yang semakin meningkat
d. kekuatan Eropa sudah mulai melemah
e. lemahnya umat Islam dalam beribadah

Kunci Jawaban : b. 

2. Cara untuk mengubah pola pikir umat Islam dari keterbelakangan adalah pendidikan. Hal ini secara jelas dikemukakan oleh…
a. Al-Tahtawi
b. Rasyid Ridha
c. Syah Ahmad Khan
d. Muhammad Ali Pasya
e. Jamaludin Al-Afgani

Kunci Jawaban : c. 

3. Jamaludin Al-Afghani adalah tokoh pembaru Islam dari negara …
a. Pakistan
b. Afganistan
c. Turkistan
d. Turki
e. Arab Saudi

Kunci Jawaban : b. 

4. “Kekuasaan raja yang absolut harus dibatasi oleh syariat, raja harus bermusyawarah dengan ulama dan intelektual”. Gagasan ini dimunculkan oleh …
a. Al-Tahtawi
b. Rasyid Ridha
c. Syah Waliyullah
d. Muhammad Ali Pasya
e. Jamaludin Al-Afgani

Kunci Jawaban : e. 

5. Ijtihad merupakan dasar penting dalam menafsirkan kembali ajaran Islam. Hal
ini secara jelas dikemukakan oleh …
a. Al-Tahtawi
b. Rasyid Ridha
c. Syah Waliyullah
d. Muhammad Abduh
e. Jamaludin Al-Afgani

Kunci Jawaban : d. 

Kunci Jawaban PAI Kelas 11 Halaman 180 181 Bab 10 Essay 

Selanjutnya, ia banyak dipengaruhi oleh ide-ide Jamaluddin Al-Afghani dan Muhammad Abduh melalui majallah AlUrwah AlWusṭa. Ia berniat untuk menggabungkan diri dengan AlAfghani di Istambul, tetapi niat itu tak terwujud. Sewaktu Muhammad Abduh berada dalam pembuangan di Beirut, ia mendapat kesempatan baik untuk berjumpa dan berdialog dengan murid Al-Afghani yang terdekat ini. Perjumpaan-pèrjumpaan dan dialognya dengan Muhammad Abduh meninggalkan kesan yang baik dalam dirinya.

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan ini dengan singkat dan tepat!

1. Apa alasan bangsa Eropa menjajah negara-negara Islam atau negara berpenduduk mayoritas Islam?

Kunci Jawaban : 

Salah satu alasan bangsa Eropa menjajah negara-negara Islam atau negara yang mayoritas berpenduduk Islam adalah untuk menyebarkan MISI SUCI (Gospel) dengan cara menyiarkan agama Kristen bagi masyarakat setempat yang dijajah.
Pembahasan
Tujuan penjajahan yang dilakukan bangsa Eropa baik itu di negara (bangsa) mayoritas beragama Islam atau pun tidak adalah sebagai berikut:
GOLD berkaitan dengan tujuan bangsa Eropa untuk mendapatkan kekayaan dari komoditas perdagangan yang berharga seperti rempah-rempah dan bahan tambang.
GLORY berkaitan dengan tujuan bangsa Eropa untuk mendapatkan kejayaan. Sebab semakin banyak wilayah jajahan yang suatu bangsa duduki maka semakin superior kedudukannya di hadapan bangsa-bangsa Eropa lainnya.
GOSPEL adalah tujuan bangsa Eropa untuk menyebarkan agama Kristen di wilayah manapun yang mereka duduki. Gospel ini disebut sebagai misi suci yang oleh sejarawan dipercayai sebagai kelanjutan dari perang salib.

2. Bagaimanakah pemikiran pembaruan yang digagas oleh Jamaluddin Al-Afghani?

Kunci Jawaban : 

Pemikiran pembaruan yang digagas oleh Jamaluddin Al-Afghani antara lain :
kejayaan kembali umat Islam terwujud kalau kembali kepada ajaran Islam yang murni dengan meneladani pola hidup sahabat khususnya Khulafa’ Al-Rasyidun.
perlawanan terhadap kolonialisme dan nominasi berat secara politik, ekonomi dan kebudayaan.
pengakuan terhadap keunggulan barat dalam ilmu dan teknologi, di mana umat Islam harus belajar tetangnya, yang pada hakekatnya hanya mengambil kembali apa yang dulu disumbangkan Islam kepada barat dan kemudian secara selektif di kritisi menggunakannya untuk kejayaan Islam.

3. Apa saja usaha-usaha yang dilakukan oleh Sayyid Ahmad Khan untuk memajukan umat Islam India di bidang iptek?

Kunci Jawaban : 

Usaha-usaha yang dilakukan oleh Sayyid Ahmad Khan untuk memajukan umat Islam India di bidang iptek antara lain :
tahun 1876 ia mendirikan sekolah Inggris di Muradabad
tahun 1879 ia mendirikan sekolah muhammedan anglo oriental College ( MAOC) di Aligarh yang merupakan karyanya yang bersejarah dan berpengaruh dalam cita citanya untuk memajukan umat Islam di India

4. Apa hikmah mempelajari perkembangan Islam pada masa modern?

Kunci Jawaban : 

Hikmah mempelajari perkembangan Islam pada masa modern antara lain :
Dapat memberikan gambaran bahwa islam merupakan agama fitrah dan berkembang ke pelosok dunia tidak melalui kekerasan atau peperangan.
Dengan melihat perkembangan Islam yang menyebar ke pelosok dunia, umat Islam akan terdorong untuk meningkatkan kualitas, baik secara pribadi maupun umum, agar mampu berperan dalam percaturan dunia yang semakin global.
Dapat menimba ilmu pengetahuan tentang perkembangan peradaban umat Islam di berbagai belahan dunia.
Memiliki saudara seiman dengan jumlah mencapai 1 milyar. Merasa gembira dengan torehan prestasi dan kemajuan saudaranya sekaligus merasa sedih dan menderita terhadap penderitaan saudaranya yang seiman.
Semakin yakin keimanan muslim akan kebenaran agamanya meskipun telah dihambat, dinodai, dan dihalangi dengan berbagai cara oleh mereka yang tidak menyukai Islam.

5. Seperti apakah contoh peristiwa perkembangan Islam di bidang ilmu pengetahuan pada masa modern?

Kunci Jawaban : 

Contoh peristiwa perkembangan Islam di bidang ilmu pengetahuan pada masa modern antara lain :adanya Al-Qur’an eletronik yang membantu lebih mudah mempelajari Al-qur’an ataupun mendengarkan al-qur’an

Pola pembaharuan pendidikan Islam yang berorientasi pada pendidikan modern di Barat.

Golongan yang berorientasi pada sumber Islam yang murni. Mereka berpendapat bahwa sesungguhnya Islam itu sendiri merupakan sumber dari kemajuan dan perkembangan peradaban Ilmu Pengetahuan modern. Dalam hal ini Islam telah membuktikannya. Sebab-sebab kelemahan umat Islam menurut mereka adalah karena tidak lagi melaksanakan ajaran Agama Islam sebagaimana mestinya. Ajaran Islam yang sudah tidak murni lagi digunakan untuk sumber kemajuan dan kekuatan. Pola ini dilakukan oleh Muhammad bin Abdul Wahab, Jamaluddin Al-Afghani, dan Muhammad Abduh.

Usaha yang berorientasi kepada Nasionalisme. Golongan ini melihat di Barat rasa Nasionalisme ini timbul bersamaan dengan berkembangnya pola kehidupan modern sehingga mengalami kemajuan yang menimbulkan kekuatan politik yang berdiri sendiri. Keadaan ini pada umumnya mendorong Bangsa timur dan bangsa terjajah lainnya untuk mengembangkan nasionalisme mereka masing-masing.

Rangkuman pai kelas 11 bab 10

 Pemikiran-pemikiran pembaharuan 
Sekolah ini didirikan oleh Al-Syaikh Husain Al-Jisr, seorang ulama Islam yang telah dipengaruhi oleh ide-ide modern. Di masa itu sekolah-sekolah misi Kristen telah mulai bermunculan di Suria dan banyak menarik perhatian orang tua untuk memasukkan anak-anak mereka belajar di sana. Dalam usaha menandingi daya tarik sekolah-sekolah misi inilah, maka Al-Syaikh Husain Al-Jisr mendirikan Sekolah Nasional Islam tersebut. 
Islam adalah agama yang memberi kebebasan kepada umatnya untuk mengekspresikan diri asalkan sesuai dengan kaidah ajaran Islam dan sejalan dengan tujuan penciptanya, yakni untuk beribadah kepada Allah Swt. Perjalanan sejarah umat Islam telah membuktikan bahwa setiap saat ada umat yang senantiasa berposisi sebagai pemberi motivasi atau pembaru bagi masyarakat.Kamu diminta untuk mengkritisi perilaku berikut ini dari beberapa sudut pandang (contoh dari sisi agama, sosial, budaya, dan sebagainya)!
1. Ada kelompok umat Islam yang selama hidup di dunia ini hanya mementingkan urusan akhirat dan meninggalkan dunia. Mereka beranggapan bahwa memiliki harta benda yang banyak, kedudukan yang tinggi, dan ilmu pengetahuan dunia adalah tidak perlu, karena hidup di dunia ini hanya sebentar dan sementara, sedangkan hidup di akhirat bersifat kekal dan abadi. Selain itu, banyak umat Islam yang menganut paham fatalisme, yaitu paham yang mengharuskan berserah diri kepada nasib dan tidak perlu berikhtiar karena hidup manusia dikuasai dan dikendalikan oleh nasib.
2. Gairah generasi muda untuk mengaji dan mengkaji Islam tampak menggembirakan. Hal ini bisa dilihat dari maraknya kegiatan keislaman yang diikuti oleh pelajar-pelajar dan remaja Islam. Antusiasme remaja Islam dalam melaksanakan kegiatan tidak dibarengi dengan semangat berkarya, baik dalam ilmu pengetahuan maupun yang lainnya. Akibatnya, perkembangan Islam hanya pada formalitas saja tetapi secara kualitas tidak nampak.
Aktivitas Siswa:
1. Cermatilah kegiatan-kegiatan keislaman di sekolahmu atau di tempat tinggalmu!
2. Bagaimana tanggapan teman-temanmu yang muslim terkait kegiatan yang diadakan tersebut?

Memperkaya Khazanah
A. Islam Masa Modern (1800 – sekarang) Islam pada periode ini dikenal dengan era kebangkitan umat Islam. Kebangkitan umat Islam disebabkan oleh adanya benturan antara kekuatan Islam dengan kekuatan Eropa. Benturan itu menyadarkan umat Islam bahwa sudah cukup jauh tertinggal dengan Eropa. Hal ini dirasakan sekali oleh Kerajaan Turki Usmani yang langsung menghadapi kekuatan Eropa 
yang pertama kali. Kesadaran tersebut membuat penguasa dan pejuang-pejuang 
Turki tergugah untuk belajar dari Eropa. Guna pemulihan kembali kekuatan Islam, 
Kerajaan Turki mengadakan suatu gerakan pembaharuan dengan mengevaluasi 
yang menjadi penyebab mundurnya Islam dan mencari ide-ide pembaharuan dan 
ilmu pengetahuan dari Barat. 
Benih pembaharuan dunia Islam sesungguhnya telah muncul sekitar abad XIII 
M. ketika dunia Islam mengalami kemunduran di berbagai bidang. Saat itu pula 
lahirlah Taqiyudin Ibnu Taimiyah, seorang muslim yang sangat peduli terhadap 
nasib umat Islam dengan mendapat dukungan muridnya Ibnu Qoyyim al Jauziyah 
(691‒751). Mereka ingin mengembalikan pemahaman keagamaan umat Islam 
kepada pemahaman dan pengamalan Rasulullah saw.
Gerakan salaf ini kemudian menjadi ciri gerakan pembaharuan dalam dunia 
Islam yang mempunyai ciri sebagai berikut.
1. Memberi ruang dan peluang ijtihad di dalam berbagai kajian keagamaan yang 
berkaitan dengan muamalah duniawiyah.
2. Tidak terikat secara mutlak dengan pendapat ulama-ulama terdahulu.
3. Memerangi orang-orang yang menyimpang dari aqidah kaum salaf seperti 
kemusyrikan, khurafat, bid’ah, taqlid, dan tawasul.
4. Kembali kepada al-Qur’ān dan As-Sunnah sebagai sumber utama ajaran Islam.
Secara garis besar isi pemikiran Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qoyyim antara lain 
mengadakan pembaharuan dalam bidang agama, sosial, dan ekonomi, memberantas 
takhayul dan bid’ah yang masuk ke dalam ajaran Islam, menghilangkan paham 

fatalisme yang terdapat di kalangan umat Islam, menghilangkan paham salah 
yang dibawa oleh tarekat tasawuf, meningkatkan mutu pendidikan dan membela 
umat Islam terhadap permainan politik negara Barat.
Selanjutnya, ide-ide cemerlang Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qoyyim dan yang 
lainnya dilanjutkan oleh tokoh-tokoh muda yang lahir pada abad ke-18. Mereka 
meyakini bahwa umat Islam sudah tertinggal jauh dibandingkan dunia Barat. Umat 
Islam masih berkutat pada hal-hal yang tidak rasional seperti bid’ah, khurāfat, dan 
tahayyul. Satu-satunya jalan umat Islam harus bangkit dari kebodohan itu. Maka, 
lahirlah tokoh-tokoh pembaharu Islam.

B. Tokoh-Tokoh Pembaharuan Dunia Islam Masa Modern
Tokoh-tokoh yang memelopori gerakan pembaharuan dunia Islam, antara 
lain: Muhammad bin Abdul Wahab, Syah Waliyullah, Muhammad Ali Pasya, Al-
Tahtawi, Jamaludin Al-Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Rida, Sayyid Ahmad 
Khan, dan Sultan Mahmud II. 
1. Muhammad bin Abdul Wahab
Di Arabia timbul suatu aliran Wahabiyah, yang mempunyai pengaruh pada pemikiran 
pembaharuan di abad ke-19. Pencetusnya ialah Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1787) yang 
lahir di Uyainah, Nejd, Arab Saudi. Setelah menyelesaikan pelajarannya di Madinah ia pergi 
merantau ke Basrah dan tinggal di kota ini selama empat tahun. Selanjutnya ia pindah ke Bagdad dan di sini ia menikah dengan seorang wanita kaya. Lima tahun kemudian, setelah istrinya meninggal 
dunia, ia pindah ke Kurdistan, selanjutnya ke Hamdan, dan ke Isfahan. Di Kota Isfahan, ia 
sempat mempelajari filsafat dan tasawuf. Setelah bertahun-tahun merantau, ia akhirnya kembali ke tempat kelahirannya di Nejed. 
Pemikiran yang dicetuskan Muhammad bin Abd Wahab untuk memperbaiki 
kedudukan umat Islam timbul bukan sebagai reaksi terhadap suasana politik 
seperti yang terdapat di Kerajaan Utsmani dan Kerajaan Mughal, tetapi sebagai 
reaksi terhadap paham tauhid yang terdapat di kalangan umat Islam di waktu itu. 
Kemurnian paham tauhid mereka telah dirusak oleh ajaran-ajaran tarekat yang 
semenjak abad ketiga belas memang tersebar luas di dunia Islam. 

K

Soal tauhid memang merupakan ajaran paling dasar dalam Islam. Oleh 
karena itu, tidak mengherankan kalau Muhammad bin Abd Wahhab memusatkan 
perhatian pada soal ini. Ia berpendapat seperti berikut. 
a. Yang boleh dan harus disembah hanyalah Allah Swt., dan orang yang
menyembah selain Allah Swt. telah menjadi musyrik dan boleh dibunuh.
b. Kebanyakan orang Islam bukan lagi penganut paham tauhid yang sebenarnya
karena mereka meminta pertolongan bukan lagi dari Allah, tetapi dari syekh
atau wali dari kekuatan gaib. Orang Islam demikian juga telah menjadi musyrik. 
c. Menyebut nama nabi, syekh, atau malaikat sebagai perantara dalam doa juga
merupakan syirik.
d. Meminta syafa’at selain dari kepada Allah Swt. adalah juga syirik.
e. Bernazar kepada selain dari Allah Swt. juga syirik.
f. Memperoleh pengetahuan selain dari al-Qur’ān, hadis dan qias (analogi)
merupakan kekufuran.
g. Tidak percaya kepada qada dan qadar Allah Swt. juga merupakan kekufuran.
h. Demikian pula menafsirkan al-Qur’ān dengan ta’w³l (interpretasi bebas)
adalah kufur.
Pemikiran-pemikiran Muhammad bin Abd Wahhab yang mempunyai pengaruh
pada perkembangan pemikiran pembaharuan di abad ke-19 antara lain seperti 
berikut.
a. Hanya al-Qur’ān dan hadislah yang merupakan sumber asli dari ajaran-ajaran
Islam. Pendapat ulama tidak merupakan sumber.
b. Taklid kepada ulama tidak dibenarkan.
c. Pintu ijtihad terbuka dan tidak tertutup.
2. Syah Waliyullah
Syah Waliyullah dilahirkan di Delhi pada 
tanggal 21 Februari 1703 M. Ia mendapatkan 
pendidikan dari orang tuanya, Syah Abd Rahim, 
seorang sufi dan ulama yang memiliki madrasah. 
Setelah dewasa, ia kemudian turut mengajar 
di madrasah itu. Selanjutnya, ia pergi naik 
haji dan selama satu tahun di Hejaz ia sempat 
belajar pada ulama-ulama yang ada di Mekkah 
dan Madinah. Ia kembali ke Delhi pada tahun 
1732 dan meneruskan pekerjaannya yang lama 
sebagai guru. Di samping itu, ia gemar menulis 
buku dan banyak meninggalkan karya-karyanya, 
di antaranya buku Hujjatullāh Al-Bal³gah dan 
Fuyun Al-Haramain. 
Di antara penyebab yang membawa kepada kelemahan dan kemunduran umat 
Islam menurut pemikirannya adalah sebagai berikut. 

a. Terjadinya perubahan sistem pemerintahan Islam dari sistem kekhalifahan 
menjadi sistem kerajaan. 
b. Sistem demokrasi yang ada dalam kekhalifahan diganti dengan sistem monarki 
absolut. 
c. Perpecahan di kalangan umat Islam yang disebabkan oleh berbagai pertentangan 
aliran dalam Islam.
d. Adat istiadat dan ajaran bukan Islam masuk ke dalam keyakinan umat Islam. 
Di zaman Syah Waliyullah, penerjemahan al-Qur’ān ke dalam bahasa asing 
masih dianggap terlarang. Tetapi, ia melihat bahwa orang di India membaca 
al-Qur’ān dengan tidak mengerti isinya. Pembacaan tanpa pengertian tak 
besar faedahnya untuk kehidupan duniawi mereka. Ia melihat perlu al-Qur’ān 
diterjemahkan ke dalam bahasa yang dapat dipahami orang awam. Bahasa yang 
dipilihnya ialah bahasa Persia yang banyak dipakai di kalangan terpelajar Islam 
India di ketika itu. Penerjemahan al-Qur’ān ke dalam bahasa Persia disempurnakan 
Syah Waliyullah di tahun 1758. Terjemahan itu pada mulanya mendapat tantangan, 
tetapi lambat laun dapat juga diterima oleh masyarakat. Karena masyarakat telah 
mau menerima terjemahan, putranya kemudian membuat terjemahan ke dalam 
bahasa Urdu, bahasa yang lebih umum dipakai oleh masyarakat Islam India 
daripada bahasa Persia. 
3. Muhammad Ali Pasya
 Muhammad Ali Pasya lahir di Kawala, 
Yunani pada tahun 1765 M adalah seorang 
keturunan Turki dan meninggal di Mesir pada 
tahun 1849 M. Sebagaimana raja-raja Islam 
lainnya, Muhammad Ali juga mementingkan 
soal yang bersangkutan dengan militer. Ia yakin 
bahwa kekuasaannya hanya dapat dipertahankan 
dan diperbesar dengan kekuatan militer. Di 
samping itu, ia mengerti bahwa di belakang 
kekuatan militer mesti ada kekuatan ekonomi 
yang sanggup membelanjai pembaharuan 
dalam bidang militer, dan bidang-bidang yang 
bersangkutan dengan urusan militer. Jadi, 
ada dua hal yang penting baginya, kemajuan 
ekonomi dan kemajuan militer. Kedua hal tersebut menghendaki ilmu-ilmu 
modern yang telah dikenal orang di Eropa. 
Ide dan gagasan Muhammad Ali Pasya yang sangat inovatif pada zamannya 
antar lain bahwa, untuk mendirikan sekolah-sekolah modern dan memasukkan 
ilmu-ilmu modern dan sains ke dalam kurikulum. Sekolah-sekolah inilah yang 
kemudian yang dikenal sebagai sekolah modern di Mesir pada khususnya dan 
dunia Islam pada umumnya.

Saat itu Mesir masih mempunyai sistem pendidikan tradisional, yaitu kuttab, 
masjid, madrasah, dan jami’ al-Azhar. Sementara itu ia melihat jika ia memasukkan 
kurikulum modern ke dalam lembaga pendidikan tradisional tersebut, sangat sulit. 
Oleh karena itulah, ia mengambil jalan alternatif dengan cara mendirikan sekolah 
modern di samping madrasah-madrasah tradisional yang telah ada pada masa itu 
masih tetap berjalan
4. Al-Tahtawi
Rifa’ah Baidawi Rafi’ Al-Tahtawi demikian 
nama lengkapnya. Ia lahir pada tahun 1801 
M di Tahta, suatu kota yang terletak di 
Mesir bagian selatan dan meninggal di Kairo 
pada tahun 1873 M. Ketika Muhammad Ali 
mengambil alih seluruh kekayaan di Mesir, 
harta orang tua Al-Tahtawi termasuk dalam 
kekayaan yang dikuasai itu. Ia terpaksa belajar 
di masa kecilnya dengan bantuan dari keluarga 
ibunya. Ketika berumur 16 tahun, ia pergi ke 
Kairo untuk belajar di Al-Azhar. Setelah lima 
tahun menuntut ilmu, ia selesai dari studinya 
di Al-Azhar pada tahun 1822 M. 
Beberapa pemikirannya tentang pembaruan 
Islam adalah sebagai berikut. 
a. Ajaran Islam bukan hanya mementingkan soal akhirat, tetapi juga soal 
hidup di dunia. Umat Islam juga harus memperhatikan kehidupan dunia. 
b. Kekuasaan raja yang absolut harus dibatasi oleh syariat, raja harus 
bermusyawarah dengan ulama dan kaum intelektual. 
c. Syariat harus diartikan sesuai dengan perkembangan modern. 
d. Kaum ulama harus mempelajari filsafat dan ilmu pengetahuan modern agar 
syariat dapat menyesuaikan diri dengan kebutuhan masyarakat modern. 
e. Pendidikan harus bersifat universal, misalnya wanita harus memperoleh 
pendidikan yang sama dengan kaum pria. Istri harus menjadi teman dalam 
kehidupan intelektual dan sosial.
f. Umat Islam harus dinamis dan meninggalkan sifat statis.
5. Jamaludin Al-Afgani
 Jamaludin lahir di Afghanistan pada tahun 1839 dan meninggal dunia di 
Istambul pada tahun 1897. Ketika baru berusia dua puluh dua tahun, ia telah 
menjadi pembantu bagi Pangeran Dost Muhammad Khan di Afghanistan. Di 
tahun 1864 ia menjadi penasihat Sher Ali Khan. Beberapa tahun kemudian, ia 
diangkat oleh Muhammad A’zam Khan menjadi perdana menteri. Dalam pada 
itu, Inggris mulai mencampuri soal politik dalam negeri Afghanistan dan dalam 

pergolakan yang terjadi Al-Afgani memilih pihak 
yang melawan golongan yang disokong Inggris. 
Pihak pertama kalah dan Al-Afgani merasa lebih 
aman meninggalkan tanah tempat lahirnya dan 
pergi ke India di tahun 1869. 
Beberapa pemikiran Jamaludin Al-Afgani 
tentang pembaruan Islam adalah sebagai berikut. 
a. Kemunduran umat Islam tidak disebabkan 
karena Islam tidak sesuai dengan perkembangan 
zaman dan perubahan kondisi. Kemunduran itu 
disebabkan oleh berbagai faktor. 
b. Untuk mengembalikan kejayaan pada masa 
lalu dan sekaligus menghadapi dunia modern, 
umat Islam harus kembali kepada ajaran Islam 
yang murni dan Islam harus dipahami dengan 
akal serta kebebasan. 
c. Corak pemerintahan otokrasi dan absolut harus diganti dengan pemerintahan 
demokratis. Kepala negara harus bermusyawarah dengan pemuka masyarakat 
yang berpengalaman. 
d. Tidak ada pemisahan antara agama dan politik. Pan Islamisme atau rasa 
solidaritas antarumat Islam harus dihidupkan kembali. 
6. Muhammad Abduh
Muhammad Abduh dilahirkan di Mesir pada 
tahun 1849 M. Bapaknya bernama Abduh Hasan 
Khaerullah, berasal dari Turki yang telah lama 
tinggal di Mesir. Ibunya berasal dari bangsa Arab 
yang silsilahnya meningkat sampai ke suku bangsa 
Umar Ibn Al-Khattab. 
Pada tahun 1866 M, Muhammad Abduh 
meneruskan studinya ke Al-Azhar. Sewaktu 
masih belajar di Al-Azhar, Jamaludin Al-Afghani 
datang ke Mesir dalam perjalanan ke Istambul. Di 
sinilah Muhammad Abduh untuk pertama kalinya 
bertemu dengan Jamaludin Al-Afghani. Dalam 
pertemuan itu, Jamaludin Al-Afghani mengajukan 
pertanyaan-pertanyaan mengenai arti beberapa ayat al-Qur’ān. Kemudian, ia 
berikan tafsirannya. Perjumpaan ini meninggalkan kesan yang baik dalam diri 

Ketika Jamaludin Al-Afghani datang pada tahun 1871 untuk menetap di 
Mesir, Muhammad Abduh menjadi muridnya yang paling setia. Ia mulai belajar 
falsafat di bawah pimpinan Jamaludin Al-Afghani. Di masa ini, ia telah mulai 
menulis karangan-karangan untuk harian Al-Ahram yang pada waktu itu baru saja 
didirikan. 
Pada tahun 1877, studinya selesai di Al-Azhar dengan mendapat gelar Alim. 
Ia mulai mengajar, pertama di Al-Azhar, kemudian di Dar Al-Ulum dan juga di 
rumahnya sendiri. Di antara buku-buku yang diajarkannya ialah buku akhlak 
karangan Ibn Miskawaih, Mukaddimah Ibn Khaldun, dan sejarah Kebudayaan 
Eropa karangan Guizot, yang diterjemahkan Al-Tahtawi ke dalam bahasa Arab 
pada tahun 1857. Sewaktu Jamaludin Al-Afghani diusir dari Mesir pada tahun 1879 
karena dituduh mengadakan gerakan menentang Khedewi Tawfik, Muhammad 
Abduh yang juga dipandang turut campur dalam soal ini, dibuang keluar kota 
Kairo. Tetapi di tahun 1880 ia boleh kembali ke ibu kota dan kemudian diangkat 
menjadi redaktur surat kabar resmi pemerintah Mesir. 
Adapun ide-ide pembaruan Muhammad Abduh yang membawa dampak positif 
bagi pengembangan pemikiran Islam adalah sebagai berikut.
a. Pembukaan pintu ijtihad. Menurut Muhammad Abduh, ijtihad merupakan 
dasar penting dalam menafsirkan kembali ajaran Islam. 
b. Penghargaan terhadap akal. Islam adalah ajaran rasional yang sejalan dengan 
akal sebab dengan akal, ilmu pengetahuan akan maju. 
c. Kekuasaan negara harus dibatasi oleh konstitusi yang telah dibuat oleh negara 
yang bersangkutan. 
7. Rasyid Rida
Rasyid Rida adalah murid Muhammad Abduh yang terdekat. Ia lahir pada tahun 1865 di Al-Qalamun, suatu desa di Lebanon yang letaknya tidak jauh dari Kota Tripoli (Suria). Menurut keterangan, ia berasal dari keturunan Al-Husain, cucu Nabi Muhammad saw. Oleh karena itu, ia memakai gelar Al-Sayyid di depan namanya. Semasa kecil, ia dimasukkan ke madrasah tradisional di al-Qalamun untuk 
belajar menulis, berhitung dan membaca al-Qur’ān. Pada tahun 1882, ia meneruskan pelajaran di Madrasah Al-Wataniah Al-
Di Madrasah ini, selain dari bahasa Arab diajarkan pula bahasa Turki dan Perancis, dan juga pengetahuan-pengetahuan modern.

You May Also Like