KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 224 225 226 227 bab 11 uji kompetensi

Berikut ini merupakan pembahasan mengenai kunci jawaban dari pelajaran ipa kelas 8 bab 11 uji komtensi pilihan ganda dan essay- yang mana pembahasan ini kami buat agar peserta didik dapat menyelesaikan tugas dengan tepat waktu dan memperoleh nilai yang memuaskan dan kami harap dengan adanya pembahasan artikel yang kami buat ini temen temen dapat memperoleh nilai yang memuaskan.

kami yakin jika temen temen menggunakan artikel kami untuk menyelesaiakn tugas maka kami yakin jika temen temen bisa mendapatkan nilai yang begitu besar hal ini dikarenakan kami dalam menjawab soal yang ada kami menjawabnya dengan sunguh sunguh.

kami juga membahas mengenai kunci jawaban dari bab lain, yang mana pembahasan bab yang kami maksud adalah pembahasan mengnai bab selanjutnya yaitu berkaitan tenatang kunci jawaban ipa kelas 8 . berikut ini pembahasan yang bisa temen- temen klik untuk mengakses jawaban tersebut:

  1. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 1
  2. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 2
  3. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 3
  4. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 4
  5. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 5
  6. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 6
  7. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 7
  8. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 8
  9. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 9
  10. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 10
  11. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 11

Cahaya dan Alat Optik  Kamu dapat melihat alam sekitar dengan indra  penglihat. Benda-benda di sekitarmu dapat dilihat  karena benda tersebut memantulkan cahaya. Bagaimana  cara matamu dapat melihat  benda  dan bagaimana cara  benda memantulkan cahaya? Ayo, pelajari pada bab ini  dengan semangat! 

Kami juga membahas mengenai kunci jawaban pelajaran, yang dapat temen temen akses jawaban tersebut di bawah ini, dimana pembahasan ini kami buat seupaya temen dapat menyelesaiakn tugas dengan tepat waktu dan memperoleh nilai yang memuskan

  1. Kunci jawaban PAI kelas 8
  2. Kunci jawaban MTK kelas 8
  3. Kunci jawaban Bahasa Inggris kelas 8
  4. Kunci jawaban IPA kelas 8
  5. Kunci jawaban PENJAS kelas 8
  6. Kunci jawaban Bahasa indonesia kelas 8

Pemantulan yang terjadi dapat berupa pemantulan baur dan  pemantulan teratur. Pemantulan baur terjadi jika cahaya dipantulkan  oleh bidang yang tidak rata, seperti aspal, tembok, dan batang kayu.  Pemantulan teratur terjadi jika cahaya dipantulkan oleh bidang yang  rata, seperti cermin datar. Pada pemantulan baur dan pemantulan  teratur, sudut pantulan cahaya besarnya selalu sama dengan sudut  datang cahaya (perhatikan Gambar 11.3)

Ilmu Pengetahuan Alam 169  Pemantulan Baur (Difus)  Pemantulan Teratur Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.3 Pemantulan Baur dan Pemantulan Teratur Hal tersebut adalah sesuai dengan hukum pemantulan cahaya  yang dikemukakan oleh Snellius. Snellius menambahkan konsep  garis normal yang merupakan garis khayal yang tegak lurus  dengan  bidang pantul.  Garis normal berguna untuk mempermudah  kamu menggambarkan pembentukan bayangan oleh cahaya

Kunci jawaban IPA kelas 8 halaman 224-226 uji kompetensi bab 11

Snellius  mengemukakan bahwa: (1) Sinar datang garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu  bidang datar. (2) Besar sudut datang sama dengan besar sudut pantul (∠i  = ∠r).  ∠r ∠i   Garis  normal  Sinar datang  Sinar pantul  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.4 Proses Pemantulan Cahaya pada Cermin Datar Kemampuan kamu untuk membedakan warna, tidak terlepas dari  sifat cahaya. Cahaya yang mengenai benda sebagian akan dipantulkan  ke mata dan sebagian lagi akan diserap benda sebagai energi.

A. Pilihan Ganda

1. Fakta yang benar tentang hubungan antara cahaya dan kemampuan mata untuk melihat benda adalah ….

A. mata dapat melihat benda karena benda memiliki kemampuan menyerap cahaya yang diterima

B. mata dapat melihat benda karena benda memantulkan cahaya yang diterimanya, sehingga cahaya masuk ke mata

C. mata dapat melihat benda karena cahaya yang mengenai benda dibiaskan

D. mata dapat melihat benda karena saraf-saraf mata memiliki kemampuan untuk melihat benda, sehingga kemampuan mata untuk melihat tidak ada hubungannya dengan cahaya

Kunci Jawaban B

2. Berikut ini proses perjalanan cahaya pada mata hingga terbentuk bayangan benda adalah…

A. pupil – kornea – iris – lensa mata (cahaya membentuk bayangan) – bayangan ditangkap retina

B. pupil – iris – kornea – lensa mata (cahaya membentuk bayangan) – bayangan ditangkap retina

C. kornea- pupil – iris – lensa mata (cahaya membentuk bayangan) – bayangan ditangkap oleh retina

D. kornea – pupil – lensa mata (cahaya membentuk bayangan) – bayangan ditangkapoleh retina

Kunci Jawaban C

3. Bagian mata yang mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata adalah ….

A. iris

B. pupil

C. kornea

D. saraf mata

Kunci Jawaban A

4. Edo menderita miopi sehingga dia tidak dapat melihat benda yang berada pada jarak jauh dengan jelas. Jenis lensa untuk membantu penglihatan Edo adalah ….

A. lensa tipis

B. lensa ganda

C. lensa cekung

D. lensa cembung

Kunci Jawaban C

5. Pelangi merupakan salah satu peristiwa yang menunjukkan bahwa cahaya memiliki sifat ….

A. cahaya tampak

B. cahaya merambat lurus

C. cahaya dipantulkan

D. cahaya dibiaskan

Kunci Jawaban D

6. Sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin cekung apabila benda terletak pada jarak kurang dari titik fokus cermin adalah ….

A. nyata, terbalik, diperkecil, dan terletak antara M dan F

B. nyata, terbalik, diperbesar, dan terletak di depan M

C. maya, tegak, diperbesar, dan terletak di belakang cermin

D. nyata, terbalik, sama besar dan terletak di titik M

Kunci Jawaban C

7. Pasangan yang tepat antara lensa yang terdapat pada mikroskop dan bayangan yang dibentuk oleh lensa adalah ….

A. lensa objektif = bayangan maya dan diperbesar; lensa okuler = bayangan maya dan diperbesar

B. lensa objektif = bayangan nyata dan diperbesar; lensa okuler = bayangan nyata dan diperbesar

C. lensa objektif = bayangan nyata dan diperkecil; lensa okuler = bayangan maya dan diperbesar

D. lensa objektif = bayangan nyata dan diperbesar; lensa okuler = bayangan maya dan diperbesar

Kunci Jawaban D

8. Alat optik yang memiliki lensa cembung sehingga dapat membantu mendekatkan objek ke mata serta membantu untuk melihat benda yang kecil adalah ….

A. lup

B. teleskop

C. teropong

D. mikroskop

Kunci Jawaban A

9. Sebuah benda yang tingginya 12 cm diletakkan 10 cm di depan cermin cembung yang jari-jari kelengkungannya 30 cm. Sifat-sifat bayangan yang dibentuk oleh cermin tersebut adalah ….

A. maya, tegak, dan diperkecil

B. maya, tegak, dan diperbesar

C. nyata, terbalik, dan diperkecil

D. nyata, tegak, dan diperbesar

Kunci Jawaban A

10. Seseorang ingin melihat suatu benda yang berada di depan mata pada jarak 25 cm. Jika jarak kornea mata ke retina adalah 2,5 cm, maka panjang fokus sistem lensa-kornea agar benda terlihat paling jelas oleh mata orang tersebut adalah … cm.

A. 2,26

B. 2,24

C. 3,52

D. 3,54

Kunci Jawaban B


Kunci jawaban IPA kelas 8 halaman 226-227 uji kompetensi bab 11

 Misalnya    170 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  cahaya yang mengenai benda terlihat berwarna merah. Hal ini berarti  spektrum cahaya merah akan dipantulkan oleh benda, sedangkan  spektrum warna lainnya akan diserap oleh benda tersebut.  Ayo, Kita Selesaikan 1. Pada gambar di bawah ini, manakah yang menunjukkan sudut  datang dan sudut pantul?  ∠a  ∠b ∠c  ∠d  Sinar datang Garis normal Sinar pantul  Bidang pantul  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.5 Posisi Sudut Datang dan Sudut Pantul 2. 

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 224 225 226 227 uji kompetensi bab 11 Cahaya dan Alat Opti

Jika sudut datang sebesar 30°, berapakah besar sudut pantul  yang terbentuk?   c.    Cahaya dapat Dibiaskan Bagaimana cahaya dapat dibiaskan? Untuk mengetahuinya ayo  lakukan aktivitas berikut.  Aktivitas 11.2  Mengapa Sendok Terlihat Bengkok?  Ayo, Kita Lakukan    Apa yang kamu perlukan? 1. Sendok 2. Air 3. Gelas kimia, jika tidak ada gunakan gelas bening   Ilmu Pengetahuan Alam 171    Apa yang harus kamu lakukan? 1. Isi gelas dengan air hingga terisi 43 gelas! 2. Masukkan sendok ke dalam air dengan posisi seperti pada  Gambar 11.6!  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.

1. Mata yang normal memiliki kemampuan untuk melihat benda dengan jelas pada jarak yang dekat dan jauh. Mengapa mata kita memiliki kemampuan tersebut?

Kunci jawaban:

Mata dapat melihat benda dengan jelas pada jarak dekat ataupun jauh karena lensa mata memiliki kemampuan untuk mengubah bentuknya. Pada saat mata melihat benda yang berada pada jarak jauh, otot siliar akan berkontraksi. Hal ini akan menyebabkan lensa mata menjadi lebih datar atau mata melihat tanpa berakomodasi. Ketika kalian melihat benda yang berada pada jarak dekat, otot siliar akan relaksasi. Hal ini akan menyebabkan lensa mata menjadi lebih cembung. Pada kondisi ini mata dikatakan berakomodasi maksimum.

2. Beni memiliki penglihatan normal, kemudian dia mencoba kacamata Udin yang berlensa negatif. Ternyata, penglihatan Beni menjadi kabur. Mengapa hal ini terjadi?

Kunci jawaban

 Karena apabila orang berpenglihatan normal menggunakan kacamata berlensa negatif, maka titik fokusnya akan berubah sehingga cahaya tidak jatuh tepat di retina.

3. Lukislah bayangan yang dibentuk oleh cermin datar untuk bendabenda di bawah ini!

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 224 225 226 227 uji kompetensi bab 11

 Kunci jawaban

.

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 224 225 226 227 uji kompetensi bab 11

4. Lensa cembung sering disebut dengan lensa pengumpul (konvergen), sedangkan lensa cekung sering disebut lensa penyebar (divergen), mengapa demikian? Agar mudah menjelaskan, gunakan gambar hasil pembiasan cahaya pada lensa tersebut!

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 224 225 226 227 uji kompetensi bab 11

Kunci jawaban

Hal ini dikarenakan cahaya yang dibiaskan oleh lensa cembung adalah mengumpul, sedangkan cahaya yang dibiaskan oleh lensa cekung menyebar

5. Seseorang yang memiliki tinggi dari ujung kaki sampai ke matanya 150 cm berdiri di depan cermin datar yang tingginya 30 cm. Cermin itu ditegakkan vertikal di atas meja yang tingginya 80 cm dari lantai. Berapakah tinggi bayangan bagian badan orang itu yang dapat dilihat di cermin?

Kunci jawaban

5. Tinggi dari 150 cm ke bawah sampai 80 cm :

150 cm – 80 cm = 70 cm

Lalu, tingginya ditarik ke bawah hingga sisa tinggi :

80 cm – 70 cm = 10 cm

Jika sisanya tadi ditarik ke bawah dari 80 cm, maka menghasilkan :

80 cm – 10 cm = 70 cm

Sehingga, tinggi bayangannya :

t bayangan = t cermin diatas meja – 2 × sisa tinggi

                   = 80 cm – 2 × 10 cm

                   = 60 cm

6. Banyak peristiwa terjadinya orang tenggelam di kolam renang. Salah satu penyebabnya adalah kesalahan memperkirakan kedalaman kolam ketika dilihat dari atas permukaan air kolam. Peristiwa apa yang terjadi pada kasus tersebut? Jelaskan jawaban kamu!

Kunci jawaban

 Peristiwa yang terjadi adalah Pembiasan: Jika cahaya yang merambat pada suatu medium berpindah ke medium yang lain, maka pada batas kedua medium tersebut akan terjadi pembiasan atau pembelokan arah. Hal ini disebabkan karena kecepatan cahaya dalam kedua medium tersebut tidak sama. Semakin besar kerapatan suatu medium, makin kecil kecepatan cahaya yang melewatinya. Dasar kolam tampak dangkal karena sinar datang yang berasal dari dasar kolam dibiaskan menjauhi garis normal. Yang kita lihat sebagai dasar kolam adalah bayangan dari dasar kolam tersebut, bukan dasar kolam yang sebenarnya.

7. Perhatikan gambar di bawah ini! Jika seseorang ingin menombak ikan di dalam air, ke titik manakah posisi ujung tombak diarahkan agar ikan dapat tertangkap? Jelaskan jawaban kamu!

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 224 225 226 227 uji kompetensi bab 11

Kunci jawaban

 Ikan yang berada di dalam air, juga mengalami fenomena yang sama. Posisi bayangan ikan yang kita lihat bukanlah merupakan posisi ikan yang sesungguhnya karena cahaya yang terpantul dari ikan tersebut telah berbelok. Oleh sebab itu, jika kita hendak menombak ikan, maka arahkanlah tombak tersebut sedikit ke bawahnya, supaya dapat mengenai ikan dengan lebih akurat.

Demikian soal dan jawaban buku siswa ipa kelas 8 uji kompetensi bab 11 tentang cahaya dan alat optik yang telah kami bagikan. Jika ada kata dan jawaban yang menurut anda kurang tepat Anda bisa menanggapi dan bertanya melalui komentar dibawah ini. Semoga soal dan pembahasan cahaya dan alat optik ini dapat bermanfaat .

Rangkuman IPA kelas 8 bab 11

Cahaya dan Alat Optik  Kamu dapat melihat alam sekitar dengan indra  penglihat. Benda-benda di sekitarmu dapat dilihat  karena benda tersebut memantulkan cahaya. Bagaimana  cara matamu dapat melihat  benda  dan bagaimana cara  benda memantulkan cahaya? Ayo, pelajari pada bab ini  dengan semangat!  S  u  m  b  e  r  :     c  o  v  e  r  s  a  t  i  o  n  .  w  h  i  c  h  .  c  o  .  u  k   166 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Maha Kuasa Tuhan yang telah menciptakan cahaya. Mungkin  di   antara  kamu masih ada yang bertanya-tanya tentang cahaya, karena  tidak mengetahui wujud dan tidak dapat memegang cahaya bukan?  Cahaya tidak mempunyai wujud, namun cahaya ada di sekitar kamu dan  dapat dirasakan keberadaannya. Cara paling mudah untuk merasakan  cahaya adalah dengan menyalakan dan memadamkan lampu pada  malam hari. Coba rasakan bagaimana pengaruh keberadaan cahaya  terhadap proses penglihatan!  Perhatikan Gambar 11.1! Dengan adanya cahaya kamu dapat  melihat indahnya ciptaan Tuhan, mulai dari wajah teman-temanmu,  berbagai jenis bunga dan hewan, pemandangan alam, atau lukisan  yang dibuat oleh seorang seniman.   (a) (b) Sumber: (a) www.gardeningknowhow.com. (b) www.bambaexperienc

e.com Gambar 11.1  (a) Berbagai Bunga,  (b) Pemandangan Alam Gunung Bromo Bayangkan jika tidak ada cahaya, kita hanya akan mengalami  kegelapan selama kita hidup dan tidak dapat melihat indahnya ciptaan  Tuhan. Kita wajib bersyukur kepada Tuhan atas karunia cahaya yang  diberikan kepada kita. Mengapa cahaya dapat membantu kita melihat?  Bagaimana proses melihat dengan adanya cahaya tersebut? Agar  mengetahuinya, ayo  kita pelajari materi ini dengan penuh semangat!   Ilmu Pengetahuan Alam 167  A. Sifat Cahaya dan Proses Pembentukan Bayangan  Ayo, Kita Pelajari Istilah Penting • Sifat-sifat cahaya • Pembentukan bayangan  pada cermin • Lensa  • Hukum  pemantulan  cahaya • Gelombang  elektromagnetik  • Pembiasan • Konvergen • Divergen • Titik fokus  Mempelajari materi ini akan membantumu memahami sifat cahaya dan  proses  pembentukan bayangan pada cermin dan lensa, sehingga kamu dapat memahami  prinsip kerja alat-alat optik.   Mengapa Penting?  1.       Sifat-Sifat Cahaya Kamu perlu mengetahui dan memahami sifat-s

ifat cahaya agar  dapat mengenali cahaya. Cahaya memiliki beberapa sifat, yaitu  merambat lurus, dapat dipantulkan, dapat dibiaskan, dan merupakan  gelombang elektromagnetik. a.   Cahaya Merambat Lurus Pernahkah kamu menyalakan lilin atau lampu di tempat gelap?  Jika lilin atau lampu dinyalakan akan dihasilkan cahaya yang dapat  menerangi tempat yang gelap. Tahukah kamu bagaimanakah arah  rambatan cahaya tersebut? Agar mengetahuinya lakukan kegiatan  berikut!  Aktivitas 11.1  Perambatan Cahaya  Ayo, Kita Lakukan  Apa yang kamu perlukan? 1. Lampu atau lilin 2. Kertas 3. Gunting   168 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Apa yang harus kamu lakukan? 1. Lakukan percobaan ini di tempat gelap atau remang-remang. 2. Lubangi kertas pada bagian tengahnya! 3. Susunlah set percobaan seperti pada Gambar 11.2. Mintalah  bantuan temanmu untuk memegang kertas! 4. Nyalakan lampu/lilin. Amati nyala lilin tersebut dengan posisi  lubang pada kedua kertas dalam satu garis lurus dengan mata  seperti pada Gambar 11.2! 5. Apa yang terjadi jika kedua lubang pada kertas tersebut dan  mata tidak berada dalam satu garis lurus?  Pengamat  Kertas  Lilin  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.2 Set Percobaan Perambatan Cahaya Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan, apa yang  dapat kamu simpulkan?  b.   Cahaya

 dapat Dipantulkan Apakah kamu dapat membedakan benda-benda berdasarkan  warnanya? Apa yang menyebabkan demikian? Cahaya memiliki  sifat dapat dipantulkan jika menumbuk suatu permukaan bidang.  Pemantulan yang terjadi dapat berupa pemantulan baur dan  pemantulan teratur. Pemantulan baur terjadi jika cahaya dipantulkan  oleh bidang yang tidak rata, seperti aspal, tembok, dan batang kayu.  Pemantulan teratur terjadi jika cahaya dipantulkan oleh bidang yang  rata, seperti cermin datar. Pada pemantulan baur dan pemantulan  teratur, sudut pantulan cahaya besarnya selalu sama dengan sudut  datang cahaya (perhatikan Gambar 11.3).   Ilmu Pengetahuan Alam 169  Pemantulan Baur (Difus)  Pemantulan Teratur Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.3 Pemantulan Baur dan Pemantulan Teratur Hal tersebut adalah sesuai dengan hukum pemantulan cahaya  yang dikemukakan oleh Snellius. Snellius menambahkan konsep  garis normal yang merupakan garis khayal yang tegak lurus  dengan  bidang pantul.  Garis normal berguna untuk mempermudah  kam

u menggambarkan pembentukan bayangan oleh cahaya. Snellius  mengemukakan bahwa: (1) Sinar datang garis normal, dan sinar pantul terletak pada satu  bidang datar. (2) Besar sudut datang sama dengan besar sudut pantul (∠i  = ∠r).  ∠r ∠i   Garis  normal  Sinar datang  Sinar pantul  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.4 Proses Pemantulan Cahaya pada Cermin Datar Kemampuan kamu untuk membedakan warna, tidak terlepas dari  sifat cahaya. Cahaya yang mengenai benda sebagian akan dipantulkan  ke mata dan sebagian lagi akan diserap benda sebagai energi. Misalnya    170 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  cahaya yang mengenai benda terlihat berwarna merah. Hal ini berarti  spektrum cahaya merah akan dipantulkan oleh benda, sedangkan  spektrum warna lainnya akan diserap oleh benda tersebut.  Ayo, Kita Selesaikan 1. Pada gambar di bawah ini, manakah yang menunjukkan sudut  datang dan sudut pantul?  ∠a  ∠b ∠c  ∠d  Sinar datang Garis normal Sinar pantul  Bidang pantul  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.5 Posisi Sudut Datang dan Sudut Pantul 2. Jika sudut datang sebesar 30°, berapakah besar sudut pantul  yang terbentuk?   c.    Cahaya dapat Dibiaskan Bagaimana cahaya dapat dibiaskan? Untuk mengetahuinya ayo  lakukan aktivitas berikut.  Aktivitas 11.2  Mengapa Sendok Terlihat Bengkok?  Ayo, Kita Lakukan    Apa yang kamu perlukan? 1. Sendok 2. Air 3. Gelas kimia, jika tidak ada gunakan gelas bening   Ilmu Pengetahuan Alam 171    Apa yang harus kamu lakukan? 1. Isi gelas dengan air hingga terisi 43 gelas! 2. Masukkan sendok ke dalam air dengan posisi seperti pada  Gambar 11.6!  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.

6 Set Percobaan Pembiasan  3. Amati bentuk sendok yang berada di atas air dan di dalam air!  Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Apa yang terjadi pada sendok? Mengapa peristiwa tersebut  dapat terjadi? Jelaskan! 2. Mengapa cahaya dibiaskan saat melalui medium yang berbeda  kerapatannya? 3. Gambarkan diagram yang dapat menjelaskan proses terjadinya  pembiasan pada sendok! Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?  Cahaya akan dibiaskan ketika melalui dua medium yang memiliki  kerapatan optik yang berbeda. Kecepatan cahaya akan menurun saat   dari udara memasuki air atau medium yang lebih rapat. Semakin besar  perubahan kecepatan cahaya saat melalui dua medium yang berbeda,  akan semakin besar pula efek pembiasan yang terjadi. Namun,  pembiasan tidak akan terjadi saat cahaya masuk dengan posisi tegak  lurus bidang batas kedua medium.   172 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Kaca  Udara  Sinar datang Garis normal  θ1  θ2  v2  v1  A  B (a) Sinar bias (b) Sumber: Dok. Kemdik

bud Gambar 11.7 (a) Pembiasan Berkas Cahaya, (b) Pembiasan pada Sendok  di dalam Gelas Berisi Air  Ayo, Kita Pahami Kamu pasti pernah melihat bayang-bayang benda. Apa  sebenarnya bayang-bayang itu? Bayang-bayang terjadi sebagai  akibat cahaya merambat pada garis lurus. Bayang-bayang  merupakan suatu daerah gelap yang terbentuk pada saat sebuah  benda menghalangi cahaya yang mengenai suatu permukaan. Jika  sumber cahaya cukup besar, bayang-bayang sering terdiri atas dua  bagian. Apabila cahaya tersebut terhalang seluruhnya, terbentuklah  umbra, yaitu bagian perta

ma bayang-bayang yang sangat gelap.  Daerah di luar umbra menerima sebagian cahaya, terbentuklah  penumbra, yaitu bagian kedua bayang-bayang yang terletak di luar  umbra dan tampak berwarna abu-abu kabur.  d.   Cahaya merupakan Gelombang Elektromagnetik Bayangkan saat ini kamu sedang berdiri di tepi pantai. Pada saat itu  kamu melihat ombak yang sangat besar sedang melaju menuju ke a

n mediumnya (air laut) karena angin. Hal ini  dibuktikan dengan terdengarnya suara ombak (energi gerak menjadi  bunyi). Berbeda  dengan  gelombang  laut,  cahaya  dapat  mentransfer   energi dari satu tempat ke tempat lainnya tanpa menggunakan    Ilmu Pengetahuan Alam 173  medium. Gelombang cahaya terbentuk karena adanya perubahan  medan magnet dan medan listrik secara periodik, sehingga merupakan  gelombang elektromagnet. Salah satu fenomena yang dapat membuktikan bahwa cahaya itu  mampu mentransfer energi adalah saat lilin yang dinyalakan di sebuah  ruang yang gelap dan kemudian lilin tersebut dapat menerangi ruangan.  Contoh lainnya adalah matahari yang memancarkan gelombang  cahayanya melalui ruang angkasa (tanpa medium). Gelombang cahaya  matahari memancar ke segala arah sampai ke bumi meskipun melalui  ruang hampa udara. Hal ini berarti gelombang cahaya dapat merambat  pada ruang kosong (hampa udara) tanpa adanya materi. Berdasarkan  frekuensinya, gelombang elektromagnetik ada bermacam-macam.  Berikut klasifikasi gelombang elektromagnetik yang dikenal dengan spektrum elektromagnetik.  Sinar  Gamma Sinar-X Sinar UV Inframerah  Gelombang  mikro  Gelombang  radio  Cahaya tampak  Panjang gelombang (nm)  380 400 500 600 700 750  10-5 nm 10-3 nm 1 nm 103 nm 106 nm 1 m 103 m  Panjang gelombang semakin pendek Energi semakin besar  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.8 Spektrum Elektromagnetik

  Sinar yang dapat dilihat oleh mata manusia adalah bagian  yang sangat kecil dari spektrum elektromagnetik. Agar mudah  memahaminya, perhatikan Gambar 11.8 yang menunjukkan spektrum  cahaya tampak. Cahaya tampak adalah cahaya yang memiliki panjang    174 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  gelombang elektromagnetik yang dapat dideteksi oleh mata manusia.  Panjang gelombang cahaya tampak berkisar antara 400 nm sampai  700 nm, yang besarnya seratus kali lebih kecil

 daripada lebar rambut  manusia. Warna cahaya yang dapat kamu lihat tergantung pada  panjang gelombang dari gelombang cahaya yang masuk ke mata. Misalnya seperti cahaya hijau yang memiliki panjang gelombang  sekitar 500 nm akan dapat terlihat apabila benda-benda yang berwarna  hijau menyerap semua spektrum cahaya yang memiliki panjang  gelombang kurang dari 500 nm dan lebih dari 500 nm, serta hanya  memantulkan spektrum cahaya yang memiliki panjang gelombang  500 nm saja. Berdasarkan penjelasan tersebut dapat disimpulkan  bahwa sebuah benda hanya akan memantulkan spektrum cahaya yang  warnanya sama dengan warna permukaan benda tersebut, sehingg

a  kita dapat mengindrai dengan tepat warna-warna benda tersebut.  Ayo, Kita Selesaikan Setelah kamu mengamati Gambar 11.8 tentang spektrum elektromagnetik,  berapakah panjang gelombang cahaya merah dan biru?  2.       Pembentukan Bayangan pada Cermin Salah satu kegiatan yang mungkin kamu lakukan sebelum  berangkat ke sekolah adalah berdiri di depan cermin, untuk melihat  apakah kamu sudah rapi atau belum. Bahkan sering kali dalam  perjalanan, kamu ditemani cermin. Tahukah kamu bahwa cermin yang  kamu pakai untuk berkaca setiap hari adalah sebuah cermin datar?  Jika seberkas  cahaya mengenai cermin datar maka  cahaya  tersebut  dipantulkan secara teratur. Peristiwa pemantulan cahaya pada cermin  datar menyebabkan pembentukan bayangan benda oleh cermin.   Ilmu Pengetahuan Alam 175  Aktivitas 11.3  Pembentukan Bayangan oleh Cermin Datar  A

yo, Kita Lakukan  Apa yang kamu perlukan? 1. Cermin datar minimal berukuran 30 cm × 30 cm. 2. Pensil, pulpen, buku, botol kecil, atau benda lainnya yang ada  di sekitar kamu.    Apa yang harus kamu lakukan? 1. Letakkan benda, misal botol kecil 15 cm di depan cermin datar! 2. Amati bayangan yang terjadi pada cermin!  Benda  Sinar datang  Bayangan  Cermin datar  Perpanjangan  sinar pantul  Sinar pantul  s’ s  Susu  Susu  Sinar pantul  Pengamat  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.9 Bayangan yang Terbentuk pada Cermin Datar Lakukan percobaan ini dengan cermat dan teliti agar kamu  dapat memahami pembentukan bayangan pada cermin datar.  Selain itu, jangan lupa bekerja sama dan berbagi tugaslah dengan  teman satu kelompokmu.   Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Dimanakah letak bayangan yang dapat kamu amati pada cermin? 2. Bagaimanakah ukuran bayangan jika dibandingkan dengan  ukuran benda?   176 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  3. Bandingkan jarak benda terhadap cermin dan jarak bayangan  terhadap cermin!   Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?  a.    Pembentukan Bayangan pada Cermin Datar Pada saat menentukan bayangan pada c

ermin datar melalui  diagram sinar, titik bayangan adalah titik potong berkas sinar-sinar  pantul. Bayangan bersifat nyata apabila titik potongnya diperoleh  dari perpotongan sinar-sinar pantul yang konvergen (mengumpul).  Sebaliknya, bayangan bersifat  maya apabila titik potongnya merupakan  hasil perpanjangan sinar-sinar pantul yang divergen (menyebar).  s  Benda  Sinar datang  Bayangan  Cermin datar  Sinar pantul  Perpanjangan  sinar pantul  s’  Sinar pantul  Sinar pantul  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.10 Pembentukan Bayangan pada Cermin Datar  dengan: s = Jarak benda terhadap cermin s’ = Jarak bayangan terhadap cermin  Bayangan pada cermin datar bersifat maya. Titik bayangan  dihasilkan dari perpotongan sinar-sinar pantul yang digambarkan oleh  garis putus-putus.   Ilmu Pengetahuan Alam 177  Untuk melukis pembentukan bayangan pada cermin datar dengan  diagram sinar, ikutilah langkah-langkah berikut ini. 1. Lukis sebuah sinar dari benda menuju cermin dan dipantulkan ke  mata, sesuai hukum pemantulan cahaya, yaitu sudut sinar datang  sama dengan sudut sinar pantul. 2. Lukis sinar kedua sebagaimana langkah pertama. 3. Lukis perpanjangan sinar-sinar pantul tersebut di belakang  cermin sehingga berpotongan. Perpotongan sinar-sinar pantul  tersebut merupakan bayangan benda. 4. Jika diukur dari cermin, jarak benda terhad

ap cermin (s) harus  sama dengan jarak bayangan terhadap cermin (s’).  Tahukah Kamu? Pernahkah kamu mendengar istilah “cermin  seribu  bayangan”?   Wahana ini biasanya ada di tempat-tempat wisata. Melalui cermin  tersebut kamu dapat melihat secara langsung jumlah bayangan  yang begitu banyak ketika kamu berada di antara dua cermin datar    saling   berhadapan   dengan sudut tertentu. Nah,   bagaimana   hal   ini   dapat terjadi? Apabila dua buah  cermin datar diletakkan saling berhadapan (bagian depan cermin  menghadap ke ruang yang   sama)   dan   mengapit   besar sudut   tertentu,  maka  kedua  cermin ini akan membentuk bayangan yang  banyaknya bergantung pada besar sudut   antara   kedua   cermin.   Agar kamu dapat memahami penjelasan di atas, perhatikan Gambar  11.11, kemudian lakukan percobaannya!  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.11 Pembentukan pada Dua Buah Cermin Datar   178 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  b.   Pembentukan Bayangan pada Cermin Lengkung Pernahkah kamu mengamati kaca spion yang dipasang di  kendaraan? Kaca yang dipasang pada spion adalah contoh dari cermin  lengkung. Cermin lengkung adalah cermin yang permukaannya  melengkung. Ada dua jenis cermin lengkung sederhana yaitu  cermin silinder

 dan cermin bola. Pada subbab ini, kamu hanya akan  mempelajari cermin bola (kelengkungannya merupakan bagian dari  kelengkungan bola). Khususnya tentang cermin cekung dan cembung. Cermin cekung dan cembung irisan permukaannya berbentuk  bola. Cermin yang irisan permukaan bola bagian mengilapnya terdapat  di dalam disebut cermin cekung, sedangkan cermin yang irisan  permukaan bola bagian mengkilapnya terdapat di luar disebut cermin  cembung. Agar dapat memahami unsur-unsur pada cermin cekung  dan cembung, perhatikan Gambar 11.12. Bagian M adalah titik pusat  kelengkungan cermin, yaitu titik  pusat bola. Titik tengah cermin  adalah O. Sumbu utama yaitu, OM,  garis yang menghubungkan titik M  dan O. Sudut POM adalah sudut  buka cermin jika titik P dan M adalah  ujung-ujung cermin. Berdasarkan  Gambar 11.12, maka kita dapat  menentukan unsur-unsur cermin  lengkung, yaitu sebagai berikut. a)   Pusat kelengkungan cermin Pusat kelengkungan cermin merupakan titik di pusat bola yang diiris  menjadi cermin. Pusat kelengkungan cermin bias

anya disimbolkan  dengan M. b)  Vertex Vertex merupakan titik di permukaan cermin dimana sumbu utama  bertemu dengan cermin dan disimbolkan dengan O. c)   Titik api (fokus) Titik api adalah titik bertemunya sinar-sinar pantul yang datangnya  sejajar dengan sumbu utama (terletak antara vertex dan pusat) dan  disimbolkan dengan F.  F M Sumbu  utama  f 2 f = R  O θ  P  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.12 Penampang  Melintang Cermin Lengkung   Ilmu Pengetahuan Alam 179  d)   Jari-jari kelengkungan cermin Jari-jari kelengkungan cermin adalah jarak dari vertex (O) ke pusat  kelengkungan cermin (M). Jari-jari kelengkungan cermin biasanya  disimbolkan dengan R. e)   Jarak fokus Jarak fokus cermin adalah jarak dari vertex ke titik api dan  disimbolkan dengan f. 1)   Cermin Cekung Sebelum kamu mempelajari cermin cekung, ayo lakukan aktivitas  berikut terlebih dahulu!  Aktivitas 11.4  Pembentukan Bayangan oleh Cermin Cekung  Ayo, Kita Lakukan     Apa yang akan kamu lakukan? Mempelajari hubungan antara titik  fokus, jarak benda, dan jarak bayangan  pada cermin cekung.   Apa yang kamu perlukan? 1. Penjepit rel sebagai pemega

ng alat  di atas rel presisi 5 buah 2. 1 buah lampu dengan tiang/ 1 batang lilin 3. 1 buah cermin cekung 4. Layar putih 5. Bangku optik 6. Penggaris Keterangan: Alat-alat untuk percobaan ini dapat diperoleh pada  KIT Optika.  cermin  lilin  layar  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.13 Set Percobaan  Cermin Cekung   180 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2    Apa yang harus kamu lakukan?  1. Letakkan lilin di bangku optik (rel) di antara cermin cekung dan  layar putih. Perhatikan Gambar 11.13! 2. Geser-geserlah letak layar sepanjang mistar bangku optika (rel)  hingga diperoleh bayangan yang jelas pada layar putih. 3. Ukur jarak layar dari cermin (sebagai s’) dan jarak lilin dari  cermin (sebagai s). 4. Catat hasil pengukuran dalam Tabel 11.1 5. Ulangi langkah-langkah di atas dengan mengubah letak benda  (s). Tabel 11.1 Data Jarak Benda dan Bayangan pada Percobaan Cermin Cekung s (cm) s’ (cm) s1 1  s’  1 s  1 s’  1 + = f    Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Bagaimana hubungan antara titik fokus, jarak benda, dan jarak  bayangan pada cermin cekung? 2. Berapakah jarak fokus cermin cek

ung yang digunakan dalam  percobaan ini?   Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?  Hukum pemantulan yang menyatakan besar sudut datang  sama   dengan sudut pantul, berlaku pula untuk cermin cekung. Pada  cermin cekung, garis normal adalah garis yang menghubungkan titik  pusat lengkung cermin M dengan titik jatuhnya sinar. Garis normal  pada cermin lengkung berubah-ubah, bergantung pada titik jatuh  sinar. Misalnya, jika sinar datang dari K mengenai cermin cekung di  B, maka garis normalnya adalah garis MB dan sudut datangnya adalah  sudut KBM = α. Sesuai hukum pemantulan, maka sudut pantulnya, adalah sudut MBC = α dan sinar pantulnya

adalah sinar BC.   Ilmu Pengetahuan Alam 181  O F M Sumbu utama  B K  D C  a  a  b  b  Sumber: Dok. Kemdikbud  Gambar 11.14 Pemantulan pada Cermin Cekung Sinar datang dari K mengenai cermin cekung di D, maka garis  normalnya adalah garis MD dan sudut datangnya adalah sudut  KDM   = β. Sesuai hukum pemantulan, maka sudut pantulnya, adalah sudut MDC = β, sedangkan sinar pantulnya adalah sinar DC. Hal yang sama  berlaku juga pada cermin cembung. a )   Sinar-sinar Istimewa pada Cermin Cekung Agar dapat mengetahui pembentukan bayangan pada cermin  cekung, kamu dapat menggunakan diagram sinar dan tiga sinar  istimewa, seperti pada Tabel 11.2. Tabel 11.2 Sinar Istimewa pada Cermin Cekung Sinar Istimewa Diagram Sinar a. Sinar datang sejajar

 sumbu utama akan  dipantulkan melalui titik fokus. Sinar datang  Cermin cekung  Sinar pantul  F M Sumbu  utama   182 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Sinar Istimewa Diagram Sinar b. Sinar datang melalui titik fokus akan  dipantulkan sejajar sumbu utama.  Sinar datang  Cermin cekung  Sinar pantul F M Sumbu  utama  c. Sinar datang melalui titik pusat  kelengkungan cermin akan dipantulkan  melalui titik pusat kelengkungan cermin  pula.  Sinar datang  Cermin cekung  Sinar pantul F M Sumbu  utama  Untuk melukis bayangan pada cermin cekung diperlukan minimal  dua buah sinar istimewa. Akan tetapi, hasil akan lebih baik dan  meyakinkan jika dilukis dengan tiga sinar istimewa sekaligus dengan  langkah-langkah sebagai berikut. gkah sebagai berikut. 1. Pilih sebuah titik pada bagian ujung atas benda dan lukis dua  sinar datang melalui titik tersebut menuju cermin. 2. Setelah sinar-sinar datang tersebut mengenai cermin, pantulkan  kedua sinar tersebut sesuai kaidah sinar i

stimewa cermin cekung. 3. Tandai titik potong sinar pantul sebagai tempat bayangan benda. 4. Lukis perpotongan sinar-sinar pantul tersebut.   Ilmu Pengetahuan Alam 183  b) Melukis Pembentukan Bayangan oleh Cermin Cekung ƒ Benda berada pada jarak lebih dari R  Benda  Sinar datang  Cermin  cekung  Sinar pantul  F M Bayangan Sumbu utama  R  Sumber: Dok. Kemdikbud  Gambar 11.15 Pembentukan Bayangan jika Benda Berada  pada Jarak Lebih dari R pada Cermin Cekung Bagaimana sifat-sifat bayangan yang terbentuk? Berdasarkan  gambar tersebut, bayangan yang terbentuk bersifat nyata, terbalik, dan  diperkecil. ƒ Benda di titik fokus F  Benda  Sinar datang  Cermin  cekung  Sinar pantul  F M  Sumbu utama Sinar datang  Sumber: Dok. Kemdikbud  Gambar 11.16 Pembent

ukan Bayangan jika Benda Berada  pada Titik Fokus pada Cermin Cekung Dimanakah letak bayangan yang terbentuk? Berdasarkan gambar  tersebut, tidak terbentuk bayangan atau bayangan terletak di tempat  yang jauh tak terhingga.   184 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  ƒ Benda di antara cermin dan F  Bayangan Benda  Sinar datang  Cermin  cekung Sinar pantul  F M  Sumbu utama  Sinar datang  Sumber: Dok. Kemdikbud  Gambar 11.17 Pembentukan Bayangan jika Benda Berada  di Antara Titik Fokus dan Cermin Cekung Bagaimana sifat-sifat bayangan yang terbentuk? Berdasarkan  gambar tersebut bayangan yang terbentuk bersifat maya, tegak, dan  diperbesar. Selain penggunaan diagram sinar dan tiga sinar istimewa,  agar lebih mudah memahami letak benda dan letak bayangan, kamu  dapat memahami pembagian nomor ruang pada cermin lengkung  (Dalil Esbach). Pembagian nomor ruang pada cermin cekung, dapat  dilihat pada Gambar 11.18.  Cermin  cekung  F M  Ruang IV Ruang I Ruang II Ruang III  Sumber: Dok. Kemdikbud  Gambar 11.18 Pembagian Ruang pada Cermin Cekung menurut Dalil Esbach Misalnya benda diletakkan pada jarak lebih dari M (ruang III),  bayangan yang terbentuk akan berada pada jarak antara F dan M (ruang  II). Hal 

ini disebabkan menurut dalil Esbach jumlah ruang benda dengan  ruang bayangan adalah sama dengan 5 (Rbenda + Rbayangan = 5).   Ilmu Pengetahuan Alam 185  c)    Persamaan Cermin Cekung Persamaan cermin cekung menyatakan hubungan kuantitatif  antara jarak benda ke cermin (s), jarak bayangan ke cermin (s’), dan  panjang fokus (f).  =  1 s  1 f +  1 s’  dengan : f  = Jarak fokus (cm) s  = Jarak benda ke cermin (cm) s’ = Jarak bayangan (layar) ke cermin (cm)  Selain persamaan tersebut kamu juga harus mengetahui perbesaran  bayangan yang dihasilkan oleh cermin cekung. Rumus perbesaran  pada cermin cekung adalah  M=  h’ h =  s’ s  dengan : M = Perbesaran  s   = Jarak benda ke cermin h   = Tinggi benda s’  = Jarak bayangan (layar) ke cermin h’  = Tinggi bayangan Catatan: h’ posit

if (+) menyatakan bayangan adalah tegak (dan maya) h’ negatif (-) menyatakan bayangan adalah terbalik (dan nyata)  Ayo, Kita Pahami Contoh Soal:  Sebuah benda diletakkan 10 cm di depan cermin cekung. Jika  jarak fokus cermin tersebut 6 cm, tentukan jarak bayangan yang  dibentuk, nyatakan sifat-sifatnya dan buatlah gambar diagram  sinarnya!   186 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Diketahui: Jarak benda (s) = 10 cm (di ruang II) Jarak fokus cermin = 6 cm Ditanyakan: jarak bayangan (s’), sifat bayangan, dan gambar  diagram Jawab: Jarak bayangan Perbesaran bayangan =  1 s  1 f +  1 s’ M=  s’ s =  15 10 =1,5  =  1 10  1 6 +  1 s’  –  1 10  1 6 =  1 s’  5 – 3 30 =  1 s’  s’= 30  2 = 15 cm Gambar diagram sinar  Sinar datang  Cermin cekung  Sinar pantul  F M  Benda Sumbu utama Bayangan  Sumber: Dok. Kemdikbud  Gambar 11.19 Gambar Diagram Sinar pada Cermin Cekung Berdasarkan hasil perhitungan dan diagram sinar, bayangan  yang diperoleh bersifat nyata (bayangan berada di depan cermin  cekung), terbalik (perhatikan hasil diagram sinar), dan diperbesar  (perhatikan hasil gambar diagram sinar dan hasil perhitungan M).   Ilmu Pengetahuan Alam 187  2)   Cermin Cembung a)   Sinar-Sinar Istimewa pada Cermin Cembung Pada cermin cembung juga berl

aku hukum-hukum pemantulan,  yaitu besarnya sudut datang sama dengan besarnya sudut pantul.  Sinar istimewa dan diagram sinar pada cermin cembung dapat dilihat  pada Tabel 11.3. Tabel 11.3 Sinar Istimewa pada Cermin Cembung Sinar Istimewa Diagram Sinar a)  Sinar datang sejajar  sumbu utama dipantul- kan seolah-olah dari titik  fokus (F).  Sinar datang  Sinar pantul  M F  Cermin cembung  b)  Sinar yang datang  menuju titik fokus (F) di- pantulkan sejajar sumbu  utama.  Sinar datang  Sinar pantul  M F  Cermin cembung  c)  Sinar yang datang  menuju titik pusat  kelengkungan cermin  seolah-olah dipantulkan  berasal dari titik pusat  kelengkungan tersebut.  Sinar datang  Sinar pantul  M F  Cermin cembung   188 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Untuk melukis bayangan pad

a cermin cembung dibutuhkan  minimal dua buah sinar istimewa dengan langkah-langkah sebagai  berikut. (1) Pilih sebuah titik pada bagian ujung atas benda dan lukis dua  sinar datang melalui titik tersebut menuju cermin. (2) Setelah sinar-sinar datang tersebut mengenai cermin, pantulkan  kedua sinar tersebut sesuai kaidah sinar istimewa pada cermin  cembung. (3) Tandai titik potong sinar-sinar pantul atau perpanjangan sinar- sinar pantul sebagai tempat bayangan benda. (4) Lukis bayangan benda pada perpotongan perpanjangan sinar- sinar pantul tersebut. Contoh lukisan pembentukan bayangan pada cermin cembung  sebagai berikut.  Bayangan  Benda  Sinar datang  Cermin  cembung  Sinar pantul  M F  Sumbu utama  Sinar datang  F M  s’ s  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.20 Pembentukan Bayangan pada Cermin Cembung, Bayangan yang  Terbentuk Bersifat Maya dan Tegak Jika benda diletakkan di depan cermin cembung, maka bayangan  yang terbentuk akan bersifat maya, tegak, dan diperkecil. Coba amati  pembentukan bayangan pada kaca spion motor atau mobil! Dapatkah

  kamu menjelaskannya?   Ilmu Pengetahuan Alam 189  Ayo, Kita Selesaikan Setelah memahami cara melukiskan bayangan yang dibentuk  oleh cermin cembung, coba sekarang lukiskan letak bayangan  benda jika: a. Benda diletakkan pada jarak lebih dari R b. Benda diletakkan di titik fokus c. Benda diletakkan di antara cermin dan titik fokus b)   Persamaan Cermin Cembung Masih ingatkah kamu dengan persamaan pada cermin cekung?  Rumus-rumus yang berlaku untuk cermin cekung juga berlaku untuk  cermin cembung. Namun, ada hal yang perlu diperhatikan yaitu titik  fokus F dan titik pusat kelengkungan cermin M untuk cermin cembung  terletak di belakang cermin. Oleh karena itu, dalam menggunakan  persamaan cermin cembung jarak fokus (f) dan jari-jari cermin (R)  selalu dimasukkan bertanda negatif. Dengan catatan bahwa dalam  cermin cembung harga f dan R bernilai negatif (−).  Ayo, Kita Pahami Contoh soal: Sebuah cermin cembung memiliki jari-jari kelengkungan 30 cm.  Jika benda diletakkan pada jarak 10 cm di depan cermin cembung,  tentukan jarak bayangan yang dibentuknya, nyatakan sifat-sifatnya,  dan buatlah gambar diagram sinar! Diketahui: Jarak  benda (s) = 10 cm (di ruang I) Jarak fokus cermin (f) = 21 jari-jari kelengkungan = 21 × 30 cm  = 15 cm D

itanyakan: jarak bayangan, sifat bayangan, dan gambar diagram   sinar   190 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Jawab: Jarak bayangan Perbesaran bayangan =  1 s  1 f +  1 s’ M=  s’ s =  −6 10 =0,6  =  1 10  1 −15 +  1 s’  −  1 10  1 −15 =  1 s’  −2 3 30 =  1 s’  s’= 30  −5 = −6 cm Gambar diagram sinar  Bayangan  Benda  Sinar datang  Cermin cembung  Sinar pantul  M F  Sumbu utama  F M  Sumber: Dok. Kemdikbud  Gambar 11.21 Gambar Diagram Sinar pada Cermin Cembung Berdasarkan hasil perhitungan dan diagram sinar, bayangan  yang diperoleh bersifat maya (bayangan berada di belakang cermin),  tegak (perhatikan hasil diagram sinar), dan diperkecil (perhatikan  hasi

l diagram sinar dan hasil perhitungan M).   Ilmu Pengetahuan Alam 191  Ayo, Kita Diskusikan 1. Sebuah benda diletakkan di depan cermin cekung pada jarak 4 cm.  Jika titik fokus cermin tersebut adalah 8 cm, berapa jarak  bayangan terhadap benda? Gambar dan sebutkan sifat bayangan  yang terbentuk! 2. Sebuah benda diletakkan di depan cermin cembung pada jarak  3 cm. Jika titik fokus cermin tersebut adalah 6 cm, berapa jarak  bayangan terhadap benda? Gambar dan sebutkan sifat bayangan  yang terbentuk!  3.       Lensa a. Pembentukan Bayangan pada Lensa Pernahkah kamu menggunakan lup? Lup memiliki bagian utama  berupa lensa cembung yang berfungsi untuk memperbesar bayangan  benda yang akan diteliti. Lensa adalah benda bening yang memiliki  permukaan berbentuk cekung atau cembung dan berfungsi untuk  membiaskan cahaya. Lensa secara umum ada yang berbentuk cembung dan cekung.  Jika dipegang, lensa cembung bagian tengahnya lebih tebal dari  bagian pinggir. Lensa cekung bagian tengahnya lebih tipis dari bagian  pinggirnya. Perhatikan Gambar 11.22! Lens

a cembung  M2 F2 F1 M1  Lensa cekung  M1 F1 F2 M2  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.22 Lensa Cembung dan Lensa Cekung   192 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  b.   Sinar-Sinar istimewa pada Pembiasan Cahaya oleh Lensa          Cembung Sebelum mempelajari pembiasan cahaya oleh lensa cembung lebih  lanjut, ayo lakukan aktivitas berikut!  Aktivitas 11.5  Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung  Ayo, Kita Lakukan    Apa yang akan kamu lakukan? Mempelajari hubungan antara titik fokus, jarak benda, dan jarak  bayangan pada lensa cembung.   Apa yang kamu perlukan? 1. Penjepit rel sebagai pemegang alat di atas rel presisi 5 buah 2. 1 buah lampu dengan tiang/lilin 3. 1 buah lensa cembung 4. Layar putih 5. Bangku optik   Apa yang harus kamu lakukan?  1. Letakkan lilin di ban

gku optik  (rel) di depan lensa cembung.  Perhatikan Gambar 11.23! 2. Geser-geserlah letak layar pada  mistar bangku optik (rel) hingga  didapatkan bayangan yang jelas  pada layar putih! 3. Ukur jarak layar dari lensa (sebagai s’)  dan jarak lilin dari lensa (sebagai s)! 4. Catat hasil pengukuran dalam  Tabel 11.4. 5. Ulangi langkah-langkah di atas  dengan mengubah letak benda (s). Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.23 Set Percobaan  Lensa Cembung  layar  lensa  cembung  lilin   Ilmu Pengetahuan Alam 193  Tabel 11.4 Data Jarak Benda dan Bayangan pada Percobaan Lensa Cembung s (cm) s’ (cm) s1 1  s’  1 s  1 s’  1 + = f  Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Bagaimana hubungan antara titik fokus, jarak benda, dan jarak  bayangan pada lensa cembung? 2. Berapakah jarak fokus lensa cembung yang digunakan dalam  percobaan ini? 3. Berapakah kekuatan lensa yang digunakan dalam percobaan  ini? Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?  Penerapan hukum pembiasan cahaya pada 

benda ternyata  menentukan sinar-sinar istimewa pada pembiasan cahaya oleh lensa  cembung. Sinar-sinar istimewa pada lensa cembung dapat dilihat pada  Tabel 11.5. Tabel 11.5 Sinar Istimewa pada Lensa Cembung Sinar Istimewa Diagram Sinar a)  Suatu sinar datang  sejajar sumbu utama  lensa akan dibiaskan  menuju titik fokus  aktif (F1) di belakang  lensa.  M2 F2 F1 M1  Sumbu  utama O   194 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Sinar Istimewa Diagram Sinar b)  Suatu sinar datang  melalui titik fokus  pasif (F2) di depan  lensa akan dibiaskan  sejajar sumbu utama.  M2 F2 F1 M1  Sumbu  utama O  c)  Suatu sinar datang  melalui pusat optik  lensa (O) akan  diteruskan tanpa  dibiaskan. M2 F2 F1 M1  Sumbu  utama O  Ingatlah kembali tentang peristiwa pembiasan! Saat melalui 2  medium yang berbeda, besar kecepatan cahaya akan berubah, sehingga  cahaya akan tampak dibelokkan, seperti pada peristiwa sendok yang  tampak bengkok bila diletakkan di dalam gelas berisi air. b. Melukis Pembentukan Bayangan pada Lensa Cembung          Menggunakan Diagram Sinar Bag

aimanakah cara melukis pembentukan bayangan pada  lensa? Jika sebuah benda diletakkan di depan lensa cembung akan  membentuk bayangan, seperti ditunjukkan pada Gambar 11.24.  F1 M1  M2 F2  Sumbu  utama O  s s’ Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.24 Pembentukan Bayangan oleh Lensa Cembung Pembentukan bayangan pada lensa cembung membutuhkan  sekurang-kurangnya dua sinar istimewa. Sifat bayangan yang terbentuk  pada lensa cembung bergantung pada posisi benda. Setelah memahami    Ilmu Pengetahuan Alam 195  cara melukiskan bayangan yang dibentuk oleh lensa cembung, coba  sekarang lukiskan letak bayangan benda jika benda diletakkan di  antara fokus dan lensa cembung! c.    Pembiasan pada Lensa Cekung Pada pembiasan lensa cekung juga berlaku sinar-sinar istimewa  ketika kita hendak membuat bayangan pada lensa. Sinar-sinar  istimewa pada pembiasan cahaya oleh lensa cekung dapat dilihat pada  Tabel 11.6. Tabel 11.6 Sinar Istimewa

 pada Lensa Cekung Sinar Istimewa Ilustrasi Sinar Sinar datang sejajar sumbu  utama lensa seolah-olah  dibiaskan berasal dari titik  fokus aktif (F) di depan lensa. M1 F1 F2 M2  Sinar datang seolah- olah  menuju titik fokus pasif (F) di  depan lensa akan dibiaskan  sejajar sumbu utama.  M1 F1 F2 M2  Sinar datang melalui pusat  optik lensa (O) akan diteruskan  tanpa dibiaskan.  M1 F1 F2 M2   196 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Jika ketiga sinar istimewa yang berasal dari sebuah benda  dilukiskan  pada  satu  lensa,  maka  akan terbentuk bayangan benda  seperti Gambar 11. 25.  M1 F1 F

2 M2  Sumbu  utama  Sinar datang Sinar bias  Benda  Bayangan  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.25 Pembentukan Bayangan oleh Lensa Cekung Sifat bayangan yang terbentuk pada lensa cekung bergantung  pada posisi benda. Sifat bayangan pada lensa cekung dapat ditentukan  melalui bantuan diagram sinar dan sinar-sinar istimewa. Selain melalui  kegiatan di atas, sifat-sifat bayangan benda oleh lensa cekung juga  dapat ditentukan melalui Dalil Esbach seperti pada lensa cembung.  Perhatikan kembali Dalil Esbach yang sudah pernah kamu pelajari  sebelumnya, dan perhatikan Gambar 11.25. Catatan: Pada lensa cekung, benda yang terletak di depan lensa akan  selalu menghasilkan bayangan maya, tegak, diperkecil, dan terletak  di depan lensa.  d.   Persamaan pada Lensa Persamaan pada lensa cembung sama dengan persamaan pada  lensa cekung. Hubungan antara  jarak  fokus 

 (f),  jarak bayangan (s’),  dan jarak benda (s) adalah sebagai berikut. = s  1  f  +  s’  1 1  Perbesarannya,     M =  s’ s =  h’ h   Ilmu Pengetahuan Alam 197  Pada lensa cembung, titik fokus bernilai positif (sama seperti pada  cermin cekung), sedangkan pada lensa cekung, titik fokus bernilai  negatif (sama seperti pada cermin cembung). Setiap lensa mempunyai kemampuan yang berbeda-beda dalam  mengumpulkan atau menyebarkan sinar. Kemampuan lensa dalam  mengumpulkan atau menyebarkan sinar disebut kuat lensa (D) dan  memiliki satuan dioptri. Kuat lensa merupakan kebalikan dari panjang  fokus. Secara matematis dapat dinyatakan sebagai berikut: = 1  D f Dengan syarat

 f harus dinyatakan dalam meter (m). Jika f dalam  sentimeter (cm) maka rumusnya menjadi: = 100  D f  Ayo, Kita Diskusikan 1. Sebuah lensa cembung memiliki titik fokus 10 cm. Jika benda  diletakkan pada jarak 20 cm, dimanakah letak bayangan benda  dan berapakah perbesarannya? Sebutkan pula sifat bayangan  yang terbentuk! Buatlah diagram sinarnya! 2. Sebuah lensa cekung memiliki titik fokus 10 cm. Jika benda  diletakkan pada jarak 30 cm, dimanakah letak bayangan benda  dan berapakah perbesarannya? Sebutkan pula sifat bayangan  yang terbentuk! Buatlah diagram sinarnya!   198 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  B. Indra Penglihatan Manusia dan Hewan Ayo, Kita Pelajari Istilah Penting • Indra penglihatan  manusia dan  gangguannya • Indra penglihatan hewan  • Kornea • Pupil • Iris • Lensa mata  • Retina • Hipermetropi • Miopi • Presbiopi  Mempelajari materi ini akan membantumu memahami bagian-bagian mata,  mekanisme kerja, dan ganggu

an pada mata sehingga kamu dapat menjaga  matamu agar tetap sehat. Dengan mempelajari indra penglihatan hewan, kamu  dapat membandingkan bagaimana mekanisme kerja keduanya.  Mengapa Penting?  1.       Indra Penglihat Manusia a.    Pentingnya Cahaya bagi Indra Penglihat Manusia Coba sekarang kamu pergi ke halaman sekolah atau ke taman  sekolah! Apa  yang  dapat  kamu lihat dan bagaimana perasaan kamu  ketika berada di tempat tersebut? Sekarang coba kamu tutup mata!  Apa yang dapat kamu lihat dan bagaimana perasaan kamu? Pada saat  kamu menutup mata, kamu tidak dapat melihat apapun yang ada di  sekitar kamu karena tidak ada cahaya yang masuk  ke  mata  kamu.  Hal  ini menunjukkan bahwa mata kita dapat melihat benda karena adanya  cahaya yang mengenai benda tersebut kemudian dipantulkan ke mata  kita. b.   Pembentukan Bayangan pada Mata Manusia Pernahkah kamu berpikir, bagaimana mata kita dapat melihat  benda? Untuk memahaminya la

kukan kegiatan berikut.  Aktivitas 11.6  Proses Pembentukan Bayangan pada Mata  Ayo, Kita Lakukan  Pada percobaan kali ini, kita akan mencoba untuk mempelajari  proses yang terjadi pada mata sehingga mata dapat melihat benda.   Ilmu Pengetahuan Alam 199    Apa yang kamu perlukan? 1. 5 buah penjepit rel sebagai pemegang alat di atas rel presisi 2. 1 buah lampu dengan tiang/1 batang lilin 3. 1 buah lensa cembung 4. 1 buah pemegang slide 5. 1 buah slide panah 6. 1 buah layar transparan   Apa yang harus kamu lakukan? 1. Aturlah posisi benda-benda yang telah kamu siapkan dengan  posisi seperti Gambar 11.26!  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.26 Susunan Alat-al

at Percobaan Pembentukan Bayangan pada Mata 2. Aturlah posisi lensa (gerak-gerakkan maju atau mundur)  sehingga terbentuk bayangan yang jelas pada layar! Bayangan  yang terbentuk adalah bayangan yang memiliki sifat sama  dengan sifat bayangan yang ditangkap oleh mata manusia! 3. Lakukan kegiatan ini dengan cermat dan teliti, jangan lupa  bekerja samalah dengan teman satu kelompokmu!   Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Bagaimana sifat bayangan yang terbentuk pada percobaan  tersebut? 2. Berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan, analogkan  benda-benda yang digunakan

 untuk percobaan dengan bagian- bagian mata manusia!   200 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  3. Gambarkan jalannya cahaya pada mata manusia, sehingga  manusia dapat melihat benda!   Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?  c.    Bagian-Bagian Mata Manusia Organ penglihatan yang dimiliki oleh manusia adalah mata. Organ  ini berbentuk bulat. Organ ini tersusun atas beberapa bagian yang  berbeda yang masing-masing bagian memiliki fungsi yang berbeda  pula. Mata kita dibalut oleh tiga lapis jaringan yang berlainan. Lapisan  luar adalah lapisan sklera, lapisan ini membentuk kornea. Lapisan  tengah adalah lapisan koroid, lapisan ini membentuk iris. Lapisan  ketiga adalah lapisan dalam, yaitu retina. Perhatikan Gambar 11.27!   Kornea  Saraf optik  Pembuluh  darah  Pupil  Lensa  Otot  siliaris  Sklera  Iris  Bintik buta  Aqueous  humor  Vitreous  humor  Retina  Koroid  Sumber: Campbell et al. 2008 Gambar 11.27 Bagian-bagian Mata   Ilmu Pengetahuan Alam 201  1)   Kornea Mata m

emiliki bentuk seperti bola dengan diameter ± 2,5 cm.  Lapisan terluar mata disebut sklera yang membentuk putih mata, dan  bersambung dengan bagian depan yang bening yang disebut kornea.  Cahaya masuk ke mata melewati kornea. Lapisan kornea mata terluar  bersifat kuat dan tembus cahaya. Kornea berfungsi melindungi bagian  yang sensitif yang berada di belakangnya dan membantu memfokuskan  bayangan pada retina. 2)   Iris atau Selaput Pelangi Setelah cahaya melewati kornea, selanjutnya cahaya akan menuju  ke pupil. Pupil adalah bagian berwarna hitam yang merupakan jalan  masuknya cahaya ke dalam mata. Pupil dikelilingi oleh iris, yang  merupakan bagian berwarna pada mata yang terletak di belakang  kornea. Sekarang kamu mengetahui bahwa warna mata sebenarnya  adalah warna iris. Jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata kamu  diatur oleh iris. Besar dan kecilnya iris dan pupil bergantung pada  jumlah cahaya yang masuk ke dalam mata. Tahukah kamu, kapan  mata kita membutuhkan banyak cahaya serta lebih sedikit cahaya?  Agar kamu dapat mengetah

uinya lakukan kegiatan berikut ini!   Aktivitas 11.7  Mengukur Diameter Iris dan Pupil  Ayo, Kita Lakukan  Sebelum  melakukan  pengamatan  ini  berkumpullah  dengan   teman satu kelompok (1 kelompok terdiri atas 3 orang). Lakukan  pengamatan ini dengan cermat dan teliti.   Apa yang kamu perlukan? 1. Penggaris 2. Kertas 3. Alat tulis   202 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2    Apa yang harus kamu lakukan? 1. Berbagilah tugas dengan teman satu kelompokmu! Lakukan  pembagian tugas dengan bijaksana. Pembagian tugas adalah  sebagai berikut, satu orang menjadi peraga yang nantinya  akan diukur diameter iris dan pupilnya, satu orang yang akan  mengukur diameter iris dan pupil, dan satu orang lagi mencatat  hasil pengamatan. 2. Mintalah temanmu yang bertindak sebagai peraga untuk keluar  menuju halaman kelas! Mintalah dia berdiam di halaman ± 3  menit! 3. Ukurlah diameter iris dan pupil temanmu! Lakukan  pengukuran dengan hati-hati!   Jangan sampai pe

nggaris yang  kamu gunakan mengenai mata teman kamu. 4. Catatlah hasil pengukuranmu pada buku IPA! 5. Mintalah temanmu yang bertindak sebagai peraga untuk masuk  ke kelas kembali! Mintalah temanmu berdiam di dalam kelas  selama ± 3 menit! 6. Ukurlah diameter iris dan pupil temanmu. Lakukan  pengukuran dengan hati-hati!   Jangan sampai penggaris yang  kamu gunakan mengenai mata teman kamu! 7. Catatlah hasil pengukuran pada buku IPA! Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Bagaimanakah diameter pupil jika berada di tempat terang?  Mengapa demikian? 2. Bagaimanakah diameter pupil jika berada di tempat gelap?  Mengapa demikian? Apa yang dapat kamu simpu

lkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?  Tahukah Kamu? Iris memberi warna pada mata. Seperti sidik jari, iris dapat  digunakan sebagai pengenal pribadi dengan tingkat keakuratan  yang tinggi.    Ilmu Pengetahuan Alam 203  3)   Lensa Mata Setelah melewati pupil, cahaya bergerak merambat menuju ke lensa.  Lensa mata kamu berbentuk bikonvex (cembung depan-belakang),  seperti lensa pada kaca pembesar. Lensa mata bersifat fleksibel. Otot siliar yang ada dalam mata akan membantu mengubah kecembungan  lensa mata kamu.  Lensa Lensa  Cahaya dari benda jauh  Cahaya dari  benda dekat  (a) (b) Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.28 Perubahan Kecembungan Lensa Mata  Ketika Melihat Benda Jauh dan Dekat Ketika kamu melihat benda yang berada pada jarak jauh, otot  siliaris akan mengalami relaksasi. Hal ini akan menyebabkan lensa  mata menjadi lebih datar atau mata melihat tanpa berakomodasi.  Ketika kamu melihat benda yang berada pada jarak dekat, otot  siliaris akan mengalami kontraksi. Hal ini akan menyebabkan lensa  mata menjadi lebih cembung. Pada kondisi ini mata dikatakan  berakomodasi maksimum. Dengan mengubah kecembungan lensa,  lensa dapat menangkap bayangan yang jelas pada jarak jauh atau dekat  yang selanjutnya bayangan tersebut akan dibentuk di retina. Dengan  demikian sebaiknya kita harus bersyukur kepada Tuhan atas anugerah  berupa lensa mata, sehingga kita dapat melihat benda dengan jelas,  baik berada pada jarak dekat maupun pada jarak jauh.  Ayo, Kita Pikirkan! Setelah kamu berada pada tempat yang terang (misalnya  halaman

 rumah) kemudian kita menuju tempat yang lebih gelap  (misalnya masuk rumah), maka selama beberapa detik semuanya  akan terlihat gelap sehingga kamu tidak dapat melihat dengan jelas.  Mengapa hal ini terjadi?    204 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  4)   Retina Cahaya yang melewati lensa selanjutnya akan membentuk bayangan  yang kemudian ditangkap oleh retina. Retina merupakan sel yang  sensitif terhadap cahaya matahari atau saraf penerima rangsang sinar  (fotoreseptor) yang terletak pada bagian belakang mata. Retina terdiri  atas dua macam sel fotoreseptor, yaitu sel batang dan sel kerucut. Sel  kerucut memungkinkan kamu melihat warna, tetapi membutuhkan  ca

haya yang lebih terang dibandingkan sel batang. Sel batang akan  menunjukkan responsnya ketika berada pada tempat yang redup. Sel  batang mampu menerima rangsang sinar tidak berwarna, jumlahnya  sekitar 125 juta. Sel kerucut mampu menerima rangsang sinar yang  kuat dan warna, jumlahnya 6,5 – 7 juta. Sel batang  Sel kerucut  Saraf optik  Retina  Cahaya  Sumber: Marieb & Hoehn, 2013 Gambar 11.29 Sel Batang dan Kerucut pada Retina Ketika sel kerucut menyerap cahaya, maka akan terjadi reaksi  kimia. Reaksi kimia ini akan menghasilkan impuls saraf yang kemudian  ditransmisikan ke otak oleh saraf mata. Sel batang akan menunjukkan  responsnya ketika berada pada tempat yang redup. Sel-sel batang  mengandung pigmen yang disebut rodopsin, yaitu senyawa antara  vitamin A dan protein. Bila terkena sinar terang rodopsin terurai, dan    Ilmu Pengetahuan Alam 205  terbentuk kembali menjadi rodopsin pada keadaan gelap. Pembentukan  kembali rodopsin memerlukan waktu yang dise

but adaptasi gelap atau  adaptasi rodopsin. Pada saat itu mata sulit untuk melihat. Sekarang  kamu mengetahui mengapa vitamin A penting bagi kesehatan mata.  Sel kerucut mengandung pigmen iodopsin, yaitu senyawa antara  retinin dan opsin.  Ada tiga macam sel kerucut yang masing-masing  peka terhadap warna merah, biru, dan hijau. Akibatnya, kamu dapat  melihat seluruh spektrum warna yang merupakan kombinasi dari  ketiga warna.  Ayo, Kita Pahami Mata kamu dapat mendeteksi cahaya yang dipancarkan  atau dipantulkan oleh objek atau benda. Lensa pada mata akan  memfokuskan cahaya untuk menghasilkan bayangan yang akan  jatuh pada bagian belakang mata. Sel-sel khusus yang terletak di  belakang mata akan mengubah bayangan menjadi sinyal elektrik  (impuls). Sinyal elektrik ini kemudian akan ditransfer ke otak, yang  kemudian akan diterjemahkan sebagai objek atau benda yang kamu  lihat.  Kornea  Lensa  Retina  Otot siliaris  Saraf  optik  Pupil  Cahaya  Sumber: Mari

eb & Hoehn, 2013 Gambar 11.30 Jalur Sinar dalam Mata   206 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  d.   Gangguan pada Indra Penglihat Adakah teman kamu yang menggunakan kacamata? Atau bahkan  kamu sendiri menggunakan kacamata? Seseorang yang mempunyai  penglihatan yang baik, akan dapat melihat benda secara jelas pada jarak  kira-kira 30 cm. Hal ini berarti pada orang yang memiliki penglihatan  normal, bayangan yang dibentuk jatuh tepat pada retina. Jika seseorang  memiliki gangguan pada penglihatannya  maka  dia  tidak  akan  dapat   melihat  objek  dengan  jelas pada jarak tersebut. Hal ini menyebabkan  mereka membutuhkan alat bantu penglihatan berupa kacamata seperti  yang dikenakan oleh teman kamu atau bahkan kamu kenakan sendiri.  Kacamata berfungsi untuk memfokuskan cahaya sehingga dapat jatuh  tepat pada retina. 1)   Rabun Dekat (Hipermetropi) Seorang penderita rabun dekat tidak dapat melihat benda yang  berada pada jarak dekat (± 30 cm) dengan jelas. H

al ini karena bayangan  yang terbentuk jatuh di belakang retina, sehingga bayangan yang  jatuh pada retina menjadi tidak jelas (kabur). Kacamata positif dapat  menolong penderita rabun dekat, sebab lensa cembung mengumpulkan  cahaya sebelum cahaya masuk ke mata. Dengan demikian, kornea  dan lensa dapat membentuk bayangan yang jelas pada retina seperti  ditunjukkan pada Gambar 11.31.  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.31 Perubahan Fokus Sinar pada Rabun Dekat Kekuatan lensa kacamata yang diperlukan sesuai dengan rumus  berikut: PH = 100  s −  100 PP   Ilmu Pengetahuan Alam 207  dengan: PH = Kekuatan lensa kacamata untuk hipermetropi (dioptri   atau D) s   = Jarak benda di depan kacamata (cm) PP (Punctum Proximum) = titik dekat mata seseorang (cm)  A

yo, Kita Pahami Contoh Soal: Titik dekat mata seseorang terletak pada jarak 120 cm di depan  matanya. Untuk melihat dengan jelas suatu benda yang terletak  30 cm di depan mata, berapa kekuatan lensa kacamata yang harus  digunakan? Penyelesaian: Diketahui: PP = 120 cm s = 30 cm Ditanya: PH? Jawab:  PH = 100  s −  100 PP =   100 30 −  100 120 =   400 100 120 =  300 120 = 2,5 D  Jika jarak benda s tidak disebutkan dalam soal, nilai s diambil  dari titik dekat mata normal, yaitu 25 cm, sehingga persamaan  kekuatan lensa untuk hipermetropi menjadi: PH = 4 − 100  PP = 4 − 100  120  = 4 − 0,83 = 3,16 D  2)   Rabun Jauh (Miopi) Seorang penderita rabun jauh tidak dapat melihat benda yang  berada pada jarak jauh (tak hingga) dengan jelas. Hal ini dikarenakan  bayangan yang ter

bentuk jatuh di depan retina, seperti yang ditunjukkan  Gambar 11.32. Kacamata negatif dapat menolong penderita rabun jauh  karena lensa cekung akan dapat membuat cahaya menyebar sebelum  cahaya masuk ke mata. Dengan demikian, bayangan yang jelas akan  terbentuk di retina.   208 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.32 Perubahan Fokus Sinar pada Rabun Jauh Kekuatan atau daya lensa kacamata yang diperlukan sesuai dengan  rumus berikut: PM =− 100  PR  dengan: PM  = Daya lensa untuk miopi (dioptri atau D) PR  (Punctum Remotum) = titik jauh mata (cm)  Ayo, Kita Pahami Contoh Soal: Seseorang hanya mampu melihat jelas benda di depan matanya  paling jauh 100 cm. Berapa kekuatan kacamata orang tersebut? Penyelesaian: Diketahui : PR = 100 cm Ditanya : PM Jawab : PM = − 100  PR = −  100 100 =−  100 100 =

1 D   3)   Buta Warna Perhatikan Gambar 11.33! Apakah kamu dapat melihat angka?  Coba sebutkan angka berapa yang dapat kamu lihat! Masih ingatkah  kamu pada sel kerucut? Kamu memiliki lebih kurang tujuh juta sel  kerucut pada retina. Gelombang cahaya dipantulkan dari benda masuk  ke pupil dan ditangkap oleh retina. Respons dari sel kerucut pada  cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda menyebabkan kamu  dapat melihat benda yang berwarna.   Ilmu Pengetahuan Alam 209  Buta warna merupakan  suatu kelainan pada mata yang  disebabkan    ketidakmampuan  sel-sel kerucut mata untuk  menangkap suatu warna  tertentu. Penyakit ini bersifat  menurun.   Buta   warna   ada  yang buta warna total dan buta  warna sebagian. Buta warna  total hanya mampu melihat  warna hitam dan putih saja,  sedangkan buta warna sebagian  tidak dapat melihat warna  tertentu, yaitu me

rah, hijau,  atau biru. Ingat kembali tentang  sel kerucut!  Gambar 11.33 merupakan  salah satu gambar yang dipakai untuk menguji buta warna. Uji  tersebut dikenal dengan Uji Ishihara. Uji tersebut didasarkan   pada   penentuan angka atau pola yang ada pada kartu dengan berbagai  ragam warna, dengan pola tertentu. Ada satu seri gambar titik bola kecil  dengan warna dan besar berbeda- beda, sehingga dalam keseluruhan  terlihat warna pucat dan menyulitkan pasien dengan kelainan  penglihatan warna untuk melihatnya. Penderita buta warna atau  dengan kelainan penglihatan warna dapat melihat sebagian ataupun  sama sekali tidak dapat melihat gambaran yang diperlihatkan. Pada  pemeriksaan, 

pasien diminta melihat dan mengenali tanda gambar  yang diperlihatkan dalam waktu 10 detik.  4)   Presbiopi Presbiopi disebut juga rabun jauh dan dekat atau rabun tua,  karena kelainan mata ini biasanya diderita oleh orang yang sudah tua.  Kelainan jenis ini membuat si penderita tidak mampu melihat dengan  jelas benda-benda yang berada di jarak jauh maupun benda yang  berada pada jarak dekat. Hal tersebut diakibatkan oleh berkurangnya  daya akomodasi mata. Kelainan ini biasanya diatasi dengan kacamata  rangkap, yaitu kacamata cembung dan cekung. Pada kacamata dengan  lensa rangkap atau kacamata bifokal, lensa negatif bekerja seperti  pada kacamata untuk penderita miopi, sedangkan lensa positif bekerja  seperti pada kacamata untuk penderita hipermetropi.  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.33 Huruf Tokek untuk  Mengecek Kelainan Buta Warna    210 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  5)   Astigmatisma Astigmatisma atau dikenal dengan istilah silinder adalah sebua

h  gangguan pada mata karena penyimpangan dalam pembentukan  bayangan pada lensa. Hal ini disebabkan oleh cacat lensa yang tidak  dapat memberikan gambaran atau bayangan garis vertikal dengan  horizontal secara bersamaan. Penglihatan si penderita menjadi kabur.  Untuk mengatasi gangguan ini, dapat menggunakan lensa silindris. 2.       Indra Penglihatan Serangga Apakah kamu mengetahui berbagai macam hewan dari golongan  serangga? Pernahkah kamu membayangkan bagaimana cara serangga-  serangga tersebut melihat sebuah benda? Tahukah kamu bahwa lalat,  belalang, kumbang, atau serangga mempunyai cara melihat suatu  benda dengan cara yang sangat berbeda de

ngan manusia? Apabila  manusia hanya memiliki dua buah mata untuk melihat, serangga  memiliki banyak sekali mata untuk melihat, sehingga mata serangga  disebut dengan “mata majemuk” (Gambar 11.34).  Mata majemuk lalat  Akson sel  saraf  Kornea Kerucut kristalin  Fotoreseptor  (a) (b) (c) Sumber: Campbell et al. 2008 Gambar 11.34 Mata Majemuk pada Mata Lalat Masing-masing mata serangga disebut omatidium (jamak:  omatidia). Masing-masing omatidium berfungsi se

bagai reseptor  penglihatan yang terpisah. Setiap omatidium terdiri atas beberapa  bagian, di antaranya berikut ini. (1) Lensa, permukaan depan lensa    Ilmu Pengetahuan Alam 211  merupakan satu faset mata majemuk. (2) Kerucut kristalin, yang  tembus cahaya. (3) Sel-sel penglihatan, yang peka terhadap adanya  cahaya. (4) Sel-sel yang mengandung pigmen, yang memisahkan  omatidia dari omatidia di sekelilingnya. Setiap omatidium akan  menyumbangkan informasi penglihatan dari satu daerah objek yang  dilihat serangga, dari arah yang berbeda-beda. Bagian omatidia  yang   lain akan memberikan sumbangan informasi penglihatan pada  daerah lainnya. Gabungan dari gambar-gambar yang dihasilkan dari  setiap omatidium merupakan bayangan mosaik, yang menyusun  seluruh pandangan serangga.  Sebagai contoh, mata lalat rumah terdiri atas 6.000 bentuk  mata yang ditata dalam

 segi enam (omatidium). Setiap omatidium  dihadapkan ke arah yang berbeda-beda, seperti ke depan, belakang,  bawah, atas, dan ke setiap sisi, sehingga lalat dapat melihat ke mana- mana. Dengan demikian, lalat dapat mengindrai dalam daerah  penglihatan dari semua arah. Pada setiap omatidium, terdapat  delapan neuron sel saraf reseptor (penerima cahaya), sehingga secara  keseluruhan terdapat sekitar 48.000 sel pengindra di dalam matanya.  Dengan kelebihannya tersebut, mata lalat dapat memroses hingga  seratus gambar per detik.   Tahukah Kamu? Para ilmuwan berusaha mengembangkan peralatan yang  diperlukan untuk  kepentingan  manusia  dengan  meniru  rancangan   mata  lal

at  yang luar biasa. Misalnya, para ilmuwan mengembangkan  alat detektor gerakan berkecepatan tinggi dan kamera sangat tipis yang  dapat membidik ke banyak arah. Salah satu bidang yang memanfaatkan  kamera tersebut adalah bidang medis, untuk memeriksa bagian  dalam lambung. Alat tersebut dikembangkan agar dapat ditelan oleh  pasien. Jika sudah sampai di dalam lambung, alat tersebut akan  mengumpulkan data melalui mata majemuknya dan mengirimkan  laporannya tanpa kabel. Ada pula ilmuwan yang mengembangkan  mata majemuk tiruan berukuran lebih kecil daripada kepala jarum  pentul yang terdiri atas 8.500 lebih lensa. Namun demikian, kehebatan  c

ptaan manusia tersebut tidak ada artinya jika dibandingkan dengan  mata majemuk serangga, misalnya capung yang mempunyai kira- kira 30.000 satuan optik di setiap matanya! Kamu mengetahui siapa  pencipta mata majemuk serangga yang demikian hebat?    212 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  C. Alat Optik dalam Kehidupan Sehari-hari Ayo, Kita Pelajari Istilah Penting • Kamera • Lup • Mikroskop • Teleskop  • Diafragma • Lensa objektif • Lensa okuler  • Teleskop bias • Teleskop pantul  Mempelajari materi ini akan membantu kamu memahami prinsip kerja beberapa  alat optik agar nantinya kamu dapat mengembangkan alat optik yang lebih  canggih, untuk kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi bangsa Indonesia.  Mengapa Penting?  Pada bagian awal ba

b ini, kamu telah menyebutkan berbagai  macam alat optik yang pernah kamu jumpai. Bahkan mungkin juga,  beberapa alat optik  yang  kamu sebutkan itu  pernah  kamu  gunakan.  Pada bagian ini kamu akan mempelajari berbagai macam alat optik.   Selain itu, kamu juga akan mempelajari prinsip penggunaan alat-alat  optik tersebut. Sebelum mempelajari alat optik lebih dalam, lakukan  kegiatan berikut!  Aktivitas 11.8  Membuat Kamera Obscura  Ayo, Kita Lakukan  Apa yang kamu perlukan? 1. 1 buah kaleng bekas susu bubuk 2. Kertas minyak putih atau kertas kalkir atau kertas polos yang  tipis 3. Kertas karton hitam 4. Karet gelang 5. Paku kecil 6. Palu 7. Gunting 8. Lilin/lampu   Ilmu Pengeta

huan Alam 213  Apa yang harus kamu lakukan? 1. Buat lubang kecil dengan paku di tengah-tengah dasar kaleng! 2. Tutup bagian kaleng yang terbuka dengan kertas minyak atau  kertas kalkir! Kemudian, ikat dengan karet gelang hingga kuat! 3. Tutup bagian ini dengan karton hitam sehingga kertas minyak  berada di dalam gulungan kertas hitam dan terlindung dari  cahaya! 4. Nyalakan lilin, kemudian letakkan di muka lubang pada kaleng! 5. Lihat kertas minyak melalui lubang kertas hitam. Apa yang  kamu lihat? 6. Geser-geser kameramu sehingga bayangan lilin pada kertas  minyak terlihat jelas! 7. Bagaimana sifat bayangan yang terbentuk? 8. Bandingkan dengan Gambar 11.35! Dasar kaleng Kertas kalkir Kertas karton   hitam  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.35  Skema Kam

era Obscura  1.       Kamera Apakah kamu pernah mengambil gambar teman atau orang-orang  terdekatmu dengan menggunakan kamera? Pernahkah kamu berpikir  tentang bagaimana proses pembentukan bayangan pada kamera?  Perhatikan Gambar 11.36! Pada saat kamu mengambil gambar suatu benda dengan sebuah  kamera, cahaya dipantulkan dari benda tersebut dan masuk ke lensa  kamera. Kamera memiliki diafragma dan pengatur cahaya (shutter)  untuk mengatur jumlah cahaya yang masuk ke dalam lensa. Dengan  jumlah cahaya yang tepat akan diperoleh foto atau gambar yang  jelas. Sementara itu, untuk memperoleh foto yang tajam dan tidak  kabur perlu mengatur fokus lensa. Caha

ya yang melalui lensa kamera  tersebut memfokuskan bayangan benda pada film foto. Bayangannya    214 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  nyata, terbalik, dan lebih kecil dari benda aslinya. Perhatikan prinsip  kerja kamera sederhana ini dengan diagram cahaya lensa cembung.  Ukuran bayangan tersebut bergantung pada panjang fokus lensa, dan  jarak lensa itu pada film tersebut. Jika diperhatikan, bagian-bagian dari kamera memiliki kemiripan dengan mata. Cobalah mengidentifikasi bagian-bagian kamera yang memiliki fungsi yang serupa dengan  bagian-bagian mata!  Lensa  Shutter  Film  Bayangan  Aperture Pengatur fokus  Pengatur fokus  (a) (b) Sumber: (a) Haliday & Reisnick, (b) Dok. Kemdikbud Gambar 11.36 Pembentukan Bayangan pada Kamera Analog  2.       Kaca Pembesar (Lup) Pernahkah kamu melihat film yang mengisahkan tentang detektif? Ketika detektif tersebut mengungkap suatu kasus maka mereka ada  yang membawa suatu benda di tangannya. Apakah benda itu? Apa  fungsi benda tersebut? Perhatikan Gambar 11.37 agar kamu dapat  menjawab pertanyaan di atas. Sebuah  kaca pembesar memungkinkan kita  untuk menempatkan objek lebih  dekat ke mata kita sehingga objek  tampak terlihat sudut lebi

h besar. Seberapa besar suatu objek  terlihat dengan mata, dan seberapa  jelas kita dapat melihat bagian-bagian  kecil pada objek tersebut? Hal ini  bergantung pada ukuran bayangan  objek pada retina. Ukuran bayangan  bergantung pada sudut pada mata   Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.37 Kaca Pembesar          (Lup)   Ilmu Pengetahuan Alam 215  yang berhadapan dengan objeknya. Agar mata tidak mudah lelah saat  menggunakan lup, letakkan benda tepat di titik fokus lup, sehingga  mata tidak berakomodasi. Perhatikan Gambar 11.38!  Bayangan jauh Lup tak hingga  Benda  Sinar datang  Sinar bias  F1 M1  M2 F2  Sumbu  utama O  Bayangan  Benda  Sinar datang  Sinar

 bias  F2 F1 M1  M2  Sumbu  utama O  Lup  (a)  (b)  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.38 (a) Pengamatan Menggunakan Lup dengan Mata Berakomodasi  Maksimum, (b) Pengamatan Menggunakan Lup dengan Mata Tidak Berakomodasi  3.       Mikroskop  Jika kamu akan melihat sel, jaringan pada penampang  melintang  batang tumbuhan, organisme mikroskopis seperti bakteri, alat apa  yang akan  kamu  gunakan? Kamu pasti akan menggunakan mikroskop  bukan? Tahukah kamu bagaimana prinsip kerja mikroskop? Mikroskop  memiliki dua lensa utama, yaitu lensa okuler dan lensa objektif. Lensa  okuler adalah lensa yang posisinya dekat dengan mata pengamat.  Lensa objektif adalah lensa yang posisinya dekat dengan objek/benda  yang sedang diamati. Perhatikan Gambar 11.39!    216 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2     Lensa objektif  Lensa okuler  Meja Pengatur fokus preparat  Sumber cahaya  Pengatur  posisi preparat  Lengan  mikroskop  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.39 Mikroskop Cahaya  Baik lensa okuler maupun lensa objektif merupakan lensa cembung  yang memiliki fokus yang berbeda. Benda yang diamati ditempatkan  pada sebuah kaca objek dan disinari dari bawah. Cahaya melalui lensa  objektif dan membentuk bayangan nyata dan diperbesar. Bayangan itu  diperbesar, sebab benda itu terletak di antara satu dan dua jarak fokus  le

nsa objektif. Selanjutnya, bayangan nyata diperbesar lagi oleh lensa  okuler untuk menghasilkan bayangan maya dan diperbesar. Susunan  lensa seperti ini memungkinkan menghasilkan bayangan ratusan kali  lebih besar dari objek aslinya. Perhatikan Gambar 11. 40.  Fob  Lensa  objektif  s  s’  Lensa okuler  Benda  Bayangan  II  L  Bayangan  Fok I  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.40 Pembentukan Bayangan pada Mikroskop   Ilmu Pengetahuan Alam 217  4.       Teleskop Kamu tentunya pernah melihat bulan pada malam hari. Apakah  kamu dapat melihat secara jelas permukaan bulan dengan menggunakan  mata telanjang? Dengan menggunakan sebuah teleskop, kamu akan  dapat

 melihat kawah dan ciri-ciri lain di permukaan bulan secara jelas.  Teleskop dirancang untuk mengumpulkan cahaya dari benda-benda  yang jauh. Teleskop dapat berupa teleskop bias dan teleskop pantul. a.    Teleskop Bias Teleskop adalah alat optik yang dapat membuat benda-benda  yang berada pada tempat yang jauh menjadi terlihat dekat. Perhatikan  Gambar 11.41! Teleskop bias sederhana merupakan kombinasi antara  dua lensa cembung yang terletak pada bagian pipa. Lensa yang lebih  besar adalah lensa objektif, sedangkan yang lebih kecil adalah lensa  okuler (lensa mata). Lensa objektif membentuk sebuah bayangan  dan kemudian bayangan tersebut  akan diperbesar oleh lensa okuler.  Lensa objektif pada teleskop bias memiliki diameter yang lebih besar  daripada d

iameter mata kamu saat membuka. Hal ini berarti akan  lebih banyak cahaya yang dipantulkan oleh objek yang dapat  masuk   ke  dalam  lensa yang kemudian akan masuk ke dalam mata. Dengan  demikian, bayangan yang terbentuk oleh  lensa  objektif  akan  lebih  jelas daripada bayangan yang terbentuk oleh mata, karena bayangan  yang terbentuk sangat jelas, maka objek yang terlihat juga menjadi  lebih detail. Lensa objektif  (lensa cembung)  Lensa okuler  (lensa cembung)  Sinar datang  Lensa objektif  Lensa okuler  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.41 Teleskop Bias   218 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  b.   Teleskop Pantul Lensa objektif yang terdapat pada teleskop pantul digantikan oleh  cermin cekung. Bayangan dari sebuah objek yang letaknya jauh terbentuk  di dalam tabung teleskop ketika cahaya dipantulkan dari cermin cekung.  Cahaya yang dipantulkan objek yang jauh memasuki salah satu ujung  tabung dan ditangkap oleh cermin lain pada ujung yang lain. Cahaya  ini dipantulkan dari cermin cekung ke cermin datar yang ada di dalam  tabung. Cermin datar kemudian memantulkan cahaya ke lensa okuler,  yang berfungsi memperbesar gambar. Perhatikan Ga

mbar 11.42!  Cermin utama  (cermin cekung)  Cermin  sekunder  (cermin datar)  Lensa okuler Sinar datang Lensa okuler  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 11.42 Teleskop Pantul   Ayo, Kita Renungkan Setelah mempelajari tentang indra penglihatan dan alat optik,  kamu dapat memahami   proses   melihat suatu benda. Proses yang  dilalui bukanlah proses yang sederhana, bahkan proses yang sangat  rumit. Saat cahaya yang terlalu terang mengenai wajahmu, tanpa  disadari   mata  pasti   langsung   tertutup.   Ini   merupakan   salah  satu gerak refleks yang bertujuan menjaga mata dari masuknya cahaya terlalu besar yang dapat menyebabkan kerusakan  pada mata. Mata merupakan salah satu organ penting yang harus  digunaka

n dan dijaga dengan baik.  Pernahkah kamu berpikir bahwa organ mata telah menginspirasi  para ilmuwan membuat berbagai alat untuk kesejahteraan umat  manusia? Para ilmuwan dianugerahi Tuhan kemampuan untuk  dapat menerapkan prinsip kerja organ penglihatan seperti lensa, iris    Ilmu Pengetahuan Alam 219  mata, dan retina untuk membuat kacamata, teleskop, mikroskop,  dan kamera. Alat-alat tersebut sangat bermanfaat bagi kehidupan  manusia. Kacamata dapat membantu manusia yan

g mengalami  gangguan penglihatan. Mikroskop digunakan untuk mengetahui  mikroorganisme, struktur jaringan, struktur sel, struktur organel  dari makhluk hidup, dan lain sebagainya. Kamera dapat digunakan  untuk mengambil gambar dan mengabadikan kejadian-kejadian  dalam hidup kita.  Bagaimana sikapmu setelah mempelajari materi tentang cahaya  dan alat optik? Coba kamu jawab pertanyaan pada Tabel 11.7 dengan  memberi tanda centang () pada kolom “ya” atau “tidak”! Tabel 11.7 Pertanyaan untuk Refleksi Terkait Cahaya dan Alat Optik No Pertanyaan Ya Tidak 1 Sudahkah kamu bersyukur atas karunia Tuhan berupa  mata dan keberadaan alat optik yang dibuat dengan  menerapkan prinsip kerja mata? 2 Apakah kamu selalu menjaga kesehatan mata dengan  membaca pada jarak minimal 30 cm? 3 Apakah kamu selalu berusaha menjaga kesehatan  mata dengan mengonsumsi makanan dan minuman  yang mengandung vitamin A seperti wortel, sawi,  telur, susu, dan lain sebagainya? 4 Apakah kamu terinspirasi untuk membuat teknologi tepat  guna yang menerapkan konsep cahaya dan alat optik? 5

 Apakah kamu mampu mengidentifikasi bagian kamera yang memiliki cara kerja seperti mata? Coba kamu hitung, berapa total skormu dengan ketentuan: ƒ Jawaban “ya” mendapat skor 2 (dua) ƒ Jawaban “tidak” mendapat skor 0 (nol) Bandingkan total skormu dengan kriteria berikut. ƒ Skor 0 – 3 : berarti kamu memiliki sikap yang kurang baik dala

m  mempraktikkan konsep cahaya dan alat optik. ƒ Skor 4 – 6 : berarti kamu memiliki sikap yang baik dalam  mempraktikkan konsep cahaya dan alat optik. ƒ Skor 7 – 10 : berarti kamu memiliki sikap yang sangat baik dalam  mempraktikkan konsep cahaya dan alat optik. Untuk kamu yang memiliki sikap yang kurang baik, sebaiknya  terus berusaha untuk meningkatkan motivasimu dalam belajar  tentang materi cahaya dan alat optik.   220 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Info Tokoh  965-1039  M  Antoni Van Leeuwenhoek  Filsuf inggris penemu  kaca pembesar (lup)  Ibnu Sahl Seorang filsuf dari Andalusia yang  menemukan hukum  pembiasan cahaya  1564-1642  M  810-887 M  Abbas Ibnu F

irnas Menemukan kaca dan menemukan  cara  pembuatan kaca silika dan  kaca murni tak berwarna  Galileo Galilei Menemukan  teleskop  940-1000 M  1214-1294 M  Ilmuwan dari Basra   yang merupakan  penemu kamera  obscura  Ibnu al-Haitham   1632-1723M  Roger Bacon  Menemukan mikroskop   Ilmu Pengetahuan Alam 221  Rangkuman 1. Cahaya memiliki sifat-sifat khusus. Cahaya dapat merambat  lurus, dipantulkan, dibiaskan, dan merupakan gelombang  elektromagnetik. 2. Pemantulan cahaya dapat berupa pemantulan baur dan  pemantulan teratur.  3. Pemantulan baur terjadi jika cahaya dipantulkan oleh bidang  yang tidak rata, seperti aspal, tembok, batang kayu, d

an lainnya.  4. Pemantulan teratur terjadi jika cahaya dipantulkan oleh bidang  yang rata, seperti cermin datar atau permukaan air danau yang  tenang. Pada pemantulan baur dan pemantulan teratur, sudut  pantulan cahaya besarnya selalu sama dengan sudut datang  cahaya. 5. Cahaya yang mengenai benda sebagian akan dipantulkan ke  mata dan sebagian lagi akan diserap benda sebagai energi. 6. Cahaya dapat dipantulkan pada cermin datar, cermin cekung,  dan cermin cembung. 7. Cahaya akan dibiaskan ketika melalui dua medium dengan  kerapatan optik yang berbeda. 8. Cahaya dapat dibiaskan pada lensa cekung dan lensa cembung. 9. Warna cahaya yang dapat dilihat tergantung pada panjang  gelombang dari gelombang cahaya yang masuk ke mata. 10. Benda hanya akan memantulkan s

pektrum cahaya yang  warnanya sama dengan warna permukaan benda tersebut,  sehingga kita dapat mengindrai dengan tepat warna-warna  benda tersebut. 11. Gelombang cahaya terbentuk karena adanya perubahan medan  magnet dan medan listrik secara periodik, sehingga merupakan  gelombang elektromagnet. 12. Gelombang cahaya matahari memancar ke segala arah sampai  ke bumi meskipun melalui ruang hampa udara. Hal ini berarti  gelombang cahaya dapat merambat pada ruang koson

g (hampa  udara) tanpa adanya materi. 13. Pembentukan bayangan pada cermin dan lensa menggunakan  sinar-sinar istimewa.   222 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  14. Bayangan bersifat nyata apabila titik potongnya diperoleh dari  perpotongan sinar-sinar pantul yang konvergen (mengumpul).  Sebaliknya, bayangan bersifat maya apabila titik potongnya  merupakan hasil perpanjangan sinar-sinar pantul yang divergen  (menyebar). 15. Bayangan pada cermin datar bersifat maya. 16. Bayangan yang terbentuk pada cermin cembung bersifat maya,  tegak, dan diperkecil. 17. Sifat bayanga

n yang terbentuk pada lensa cekung dan lensa  cembung tergantung pada posisi benda. 18. Pembentukan bayangan pada mata manusia merupakan bentuk  pemanfaatan alat optik dalam kehidupan sehari-hari. 19. Jenis alat optik dalam kehidupan sehari-hari adalah kamera,  lup, mikroskop, teropong, dan teleskop.  20. Bagian mata yang banyak berperan pada proses pembentukan  bayangan benda adalah kornea, iris, lensa, dan retina. 21. Gangguan pada lensa mata dapat menyebabkan seseorang  menderita miopi, hipermetropi, buta warna, presbiopi, dan  astigmatisma. 22. Miopi adalah kelainan 

yang menyebabkan seseorang tidak dapat  melihat dengan jelas benda yang jaraknya jauh (tak hingga).  Penderita hipermetropi dapat dibantu dengan lensa cekung. 23. Hipermetropi adalah kelainan yang menyebabkan seseorang  tidak dapat melihat dengan jelas benda yang jaraknya dekat.  Penderita hipermetropi dapat dibantu dengan lensa cembung. 24. Buta warna adalah kelainan yang disebabkan ketidakmampuan  sel-sel kerucut mata untuk menangkap suatu warna tertentu. 25. Penderita presbiopi tidak mampu melihat dengan jelas benda- benda yang berada di jarak jauh maupun benda yang berada  pada jarak dekat. Presbiopi dapat dibantu dengan kaca mata  rangkap, yaitu kaca mata cembung dan cekung. 26. Mata serangga disebut juga mata majemuk atau mata faset  yang terdiri atas beberapa omatidia. Omatidia berfungsi sebagai  reseptor penglihatan yang terpisah. Gabungan seluruh respons  dari omatidia merupakan bayangan mosaik. 

Sumber buku siswa ipa kelas 8

You May Also Like

x