KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 160 161 162 163 bab 10 uji kompetensi

Berikut ini merupakan pembahasan mengenai kunci jawaban dari pelajaran ipa kelas 8 bab 10, yang mana pembahasan ini kami berikan supaya adik-adik dapat menyelesaiakn tugas dengan tepat waktu dan memperoleh nilai yang memuaskan, dan agar dapat meningkatkan nilai rapot adik adik.

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 160 161 162 163  bab 10 uji kompetensi

Tugas merupakan hal yang wajib di kerjakan hal ini di karenakan tugas merupakan bagian dari pembelajaran yang di terapkan oleh sekolah atau guru, fungsi dari tugas itu sendiri merupakan untuk mengukur kemampuan dari siswaanya, dengan adanya tugas yang di berikan oleh guru, guru dapat mengetahui sejauh mana seorang siswanya memahami apa yang di sampaikan olehnya.

kami juga membahas mengenai kunci jawaban dari bab lain, yang mana pembahasan bab yang kami maksud adalah pembahasan mengnai bab selanjutnya yaitu berkaitan tenatang kunci jawaban ipa kelas 8 . berikut ini pembahasan yang bisa temen- temen klik untuk mengakses jawaban tersebut:

  1. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 1
  2. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 2
  3. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 3
  4. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 4
  5. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 5
  6. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 6
  7. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 7
  8. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 8
  9. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 9
  10. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 10
  11. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 11

Kami juga membahas mengenai kunci jawaban pelajaran, yang dapat temen temen akses jawaban tersebut di bawah ini, dimana pembahasan ini kami buat seupaya temen dapat menyelesaiakn tugas dengan tepat waktu dan memperoleh nilai yang memuskan

  1. Kunci jawaban PAI kelas 8
  2. Kunci jawaban MTK kelas 8
  3. Kunci jawaban Bahasa Inggris kelas 8
  4. Kunci jawaban IPA kelas 8
  5. Kunci jawaban PENJAS kelas 8
  6. Kunci jawaban Bahasa indonesia kelas 8

Energi  getaran akan merambat dalam bentuk gelombang. Pada perambatan  gelombang yang merambat adalah energi, sedangkan zat perantaranya  tidak ikut merambat (hanya ikut bergetar). Pada saat kita mendengar,  getaran akan merambat dalam bentuk gelombang yang membawa  sejumlah energi, sehingga sampai ke saraf yang menghubungkan ke  otak kita

 Berdasarkan energinya, gelombang dapat dibedakan menjadi  dua jenis, yaitu gelombang mekanis dan gelombang  elektromagnetik. Perambatan gelombang mekanis memerlukan  medium (perantara), misal gelombang tali, gelombang air, dan  gelombang bunyi. Perambatan gelombang elektromagnetik tidak  memerlukan medium, misal gelombang cahaya. Dari kedua jenis  gelombang tersebut, yang akan kamu pelajari adalah gelombang  mekanis.  

Kunci jawaban IPA kelas 8 halaman 160-162 uji kompetensi bab 10

Apakah  yang  dirambatkan  oleh gelombang tersebut? Agar  mengetahuinya, lakukan kegiatan berikut.   120 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Aktivitas 10.2  Gelombang  Ayo, Kita Lakukan    Apa yang kamu perlukan? 1. Tali dengan panjang 3 m 2. Karet gelang   Apa yang harus kamu lakukan? 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan! 2. Ikatlah karet gelang pada tali kira-kira pada jarak 0,5 m dari  salah satu ujungnya! 3. Peganglah salah satu ujungnya olehmu dan ujung yang lain oleh  temanmu, kemudian usikan tali ke atas dan ke bawah! 4. 

A. Pilihan Ganda

1. Perhatikan gambar irisan telinga berikut ini! Gendang telinga, saluran eustachius, dan saluran setengah lingkaran ditunjukkan secara berturut-turut dengan huruf ….

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 160 161 162 163  bab 10 uji kompetensi

A. P, S, dan R

B. P, R, dan T

C. R, S, dan T

D. P, S, dan T

Kunci Jawaban C

2. Pada saat mendengar suara yang sangat keras, sebaiknya kita membuka mulut. Tujuan dari tindakan tersebut adalah ….

A. dapat bernapas lega

B. tekanan udara telinga tengah sama dengan telinga luar

C. suara dapat masuk ke rongga mulut

D. gelombang suara keras terpecah masuk ke dalam tubuh

Kunci Jawaban B

3. Berikut ini adalah struktur yang terdapat dalam telinga manusia:

(1) daun telinga

(2) saluran telinga

(3) gendang telinga

(4) tulang sanggurdi

(5) tulang landasan

(6) tulang martil

(7) koklea

(8) saraf pendengaran

Setelah gelombang bunyi sampai di telinga, agar bunyi dapat didengar, getaran berturut-turut melalui struktur bernomor ….

A. (1)-(2)-(3)-(6)-(5)-(4)-(7)-(8)

B. (1)-(2)-(3)-(4)-(5)-(6)-(7)-(8)

C. (1)-(2)-(3)-(6)-(4)-(5)-(7)-(8)

D. (1)-(2)-(3)-(5)-(4)-(6)-(7)-(8)

Kunci Jawaban A

4. Sebuah bandul digetarkan selama 1 menit sehingga menghasilkan 40 getaran. periode bandul tersebut adalah … sekon.

A. 1,5

B. 0,33

C. 0,25

D. 0,15

Kunci Jawaban A

5. Perbedaan yang mendasar antara gelombang transversal dan gelombang longitudinal adalah ….

A. frekuensinya

B. amplitudonya

C. arah rambatnya

D. panjang gelombang

Kunci Jawaban C

6. Sebuah gelombang merambat dengan kecepatan 340 m/s. Jika frekuensi gelombang adalah 50 Hz, panjang gelombang dari gelombang tersebut adalah … m.

A. 6,8

B. 6,7

C. 6,6

B. 6,5

Kunci Jawaban A

7. Perbedaan antara gema dan gaung terletak pada ….

A. jarak sumber bunyi dengan pendengar

B. jarak sumber bunyi dengan dinding pemantul

C. amplitudo dan frekuensinya

D. kelengkapan kata yang terdengar

Kunci Jawaban B

8. Dari permukaan air laut, sinyal bunyi dikirim ke dasar laut. Sinyal tersebut diterima kembali setelah 12 sekon. Jika cepat rambat bunyi dalam air adalah 1.800 m/s, maka kedalaman laut di tempat itu adalah … m.

A. 5.400

B. 8.100

C. 10.800

D. 21.600

Kunci Jawaban C

9. Telinga manusia normal mampu mendengar bunyi yang memiliki frekuensi … Hz.

A. kurang dari 20

B. lebih dari 20.000

C. antara 20- 20.000

D. lebih dari 200.000

Kunci Jawaban C

10. Sebuah kolom udara memiliki panjang 40 cm. Jika garpu tala mempunyai frekuensi 320 Hz, maka besarnya cepat rambat gelombang bunyi di udara pada saat terjadi resonansi pertama adalah … m/s.

A. 511

B. 512

C. 513

D. 515

Kunci Jawaban B


Kunci jawaban IPA kelas 8 halaman 162-163 uji kompetensi bab 10

Amati yang terjadi pada tali dan karet gelang yang diikatkan  tadi!   Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Pada saat kamu getarkan, apakah karet gelang ikut merambat  bersama gelombang? 2. Apakah bagian tali ikut berpindah merambat bersama  gelombang? 3. Apa yang dirambatkan oleh gelombang? 4. Mintalah temanmu untuk menggetar-getarkan tali tersebut  dengan cepat. Apakah kamu merasakan sesuatu?   Apa yang dapat kamu simpulkan? 

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 160 161 162 163  bab 10 uji kompetensi

Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?   Ilmu Pengetahuan Alam 121  Pada saat menggetarkan tali, gelombang akan merambat pada  tali ke arah temanmu, tetapi karet gelang yang diikatkan tidak ikut  merambat bersama gelombang. Demikian pula dengan tali juga tidak  ikut merambat. Jadi hal tersebut membuktikan bahwa gelombang  merambat hanya menghantarkan energi, mediumnya tidak ikut  merambat.  

B. Esai

1. Perhatikan gambar berikut!

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 160 161 162 163  bab 10 uji kompetensi

a. Berapa jumlah gelombang pada gambar di atas?

b. Tentukan amplitudo gelombang

c. Tentukan periode gelombang

d. Tentukan panjang gelombang

e. Tentukan cepat rambat gelombang

f. Tentukan jumlah gelombang selama dua menit

Kunci jawaban 1.

a. Gelombang (n):

n=¹/₂λ + ¹/₂λ + ¹/₂λ

  =³/₂ λ ⇒1 gelombang = 1λ

  = 1,5 gelombang

b. Amplitudo (A):

A= 2 cm

A= 0,02 m (dalam SI)

c. Periode (T):

banyak gelombang (n)=1,5 gelombang

waktu 1,5 gelombang (t)=2,25 sekon

maka:

T = t

     n

   = 2,25

       ³/₂

   =1,5 sekon

d. Panjang gelombang (λ):

banyak gelombang (n)=1,5 gelombang

jarak (x)=30 cm = 0,3 m (dalam SI)

maka:

λ = x

     n

λ = 0,3

     1,5

   = 0,2 meter

e. Cepat rambat (v):

panjang gelombang (λ)=0,2 meter

periode (T) =1,5 sekon

maka:

v = λ

     T

v = 0,2

     1,5

v = 0,13 m/s

f. Jumlah gelombang selama t=2 menit (n):

Untuk mencari ini ,cari dahulu peridenya:

v = λ

     T

T = λ

      v

   = 0,2

     0,133

   =1,5 sekon

Ingat t=2 menit = 2 x 60 = 120 sekon

T = t

      n

n = 120

      1,5

n = 80 gelombang

2. Saat cuaca mendung seorang anak mendengar bunyi guntur 1,5 detik setelah terlihat kilat. Jika cepat rambat bunyi di udara adalah 320 m/s, tentukan jarak sumber petir dari anak tersebut!

Kunci jawaban 2. s = v × t = 320 × 1,5 = 480 m

3. Sekarang ini banyak teknologi baru yang memanfaatkan sistem sonar. Menurut kamu adakah dampak negatif penggunaan sistem sonar ini dalam perkembangan teknologi?

Kunci jawaban

Gelombang bunyi yang dikirim sonar dapat mengacaukan sistem komunikasi mamalia laut sehingga sering terjadi missed communication dan mengakibatkan banyak mamalia laut yang terdampar di pantai akibat dari pengiriman sinyal sonar.

4. Pernahkah kamu berdiri di trotoar jalan kemudian mendengar suara sirene mobil ambulans? Saat mobil berada di kejauhan bunyi sirene mobil terdengar pelan. Ketika mobil bergerak mendekati kamu, bunyi akan terdengar semakin keras kemudian bunyi sirene mobil akan terdengar melemah lagi setelah mobil menjauh. Dapatkah kamu menjelaskan mengapa bunyi sirene mobil berubahubah ketika mobil bergerak mendekati/menjauhi kamu?

Kunci jawaban

 Bunyi sirene ambulan yang terdengar berubah-ubah karena pengaruh kecepatan gerak ambulan yang berubah-ubah. Gejala ini dikenal dengan istilah efek Doppler. Karena itulah bunyi sirene ambulan ketika jauh dan dekat berbeda keras/lemahnya bunyi yang kita dengar.

5. Apabila kita menjauhkan benda keras(misalnya batu atau besi)jatuh ke lantai,maka tibul bunyi

a. Menurut pendapatmu,apakah bunyi dapat di pantulkan?

b. Jika dapat dipantulkan,bedakan antara pemantulan bunyi di dalam ruangan kosong dengan pemantulan suara ketika berteriak pada dinding tebing!

c. Apakah proses pemantulan bunyi dapat dimanfaatkan untuk kepentingan kita?jelaskan jawaban kamu beserta contoh.

d. Bagaimana cara kerja sonar?

Kunci jawaban

 Apabila kita menjatuhkan benda keras (misalnya batu atau besi) ke lantai, maka timbul bunyi.

a. Pemantulan dapat terjadi karena benda yang bergerak memiliki energi. Ketika benda bergerak dan ada yang menghalangi, maka benda tersebut akan berbalik arah (memantul) dengan energi yang masih dimilikinya.

b. Jika berteriak pada dinding tebing, maka beberapa saat kemudian akan terdengar suara yang sama persis dengan suara yang diteriakkan. Suara tersebut berasal dari suara yang dipantulkan kembali karena terkena dinding tebing. Bunyi pantul yang terdengar lengkap setelah bunyi asli disebut gema. Jika berteriak di dalam ruangan kosong, maka akan terdengar suara yang akan mengikuti suara asli, sehingga suara asli tidak terdengar jelas. Suara tersebut berasal dari suara asli yang dipantulkan oleh dinding ruangan. Bunyi pantulan yang hanya terdengar sebagian dan tiba bersamaan dengan suara asli sehingga bunyi asli tidak terdengar jelas disebut gaung atau kerdam.

c. Bisa digunakan di laut biasanya , untuk mengukur kedalaman laut dengan pantulan bunyi , misalkan bunyi memiliki kecepatan pantul 500 m / s , dan sebuah kapal menggunakan bunyi pantul untuk mengukur kedalaman laut , ternyata bunyi pantul terdengar setelah 2 detik , sehingga diketahui dalamnya laut adalah 500 m.

d. Cara kerja perlengkapan sonar adalah dengan mengirim gelombang suara bawah permukaan dan kemudian menunggu untuk gelombang pantulan (echo). Data suara dipancar ulang ke operator melalui pengeras suara atau ditayangkan pada monitor.

Rangkuman IPA kelas 8 bab 10

Pernahkah kamu mendengar tentang USG? USG  adalah salah satu peralatan medis yang dapat digunakan  untuk mendeteksi keadaan janin dalam kandungan.  Alat ini bekerja dengan cara memanfaatkan pantulan  gelombang ultrasonik yang dipancarkan ke rahim ibu  hamil. Bagaimana sistem kerja USG? Apakah gelombang  bunyi hanya dapat dimanfaatkan pada USG saja?  Bagaimana dengan peralatan lainnya? Tentu kamu ingin  mengetahuinya bukan? Oleh karena itu, ayo kita pelajari  materi ini dengan penuh semangat!  S  u  m  b  e  r  :     D  o  k  .     K  e  m  d  i  k  b  u  d   116 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Pernahkah kamu berpikir bagaimana seseorang dapat mendengar  bunyi? Apa yang dimaksud dengan bunyi? Darimana bunyi berasal?  Kita membutuhkan alat indra berupa telinga untuk mendengar. Di  dalam telinga terdapat berbagai struktur yang memiliki fungsi tertentu  sehingga dapat mendeteksi adanya vibrasi mekanis (getaran) hingga  terjadilah proses mendengar. Kita wajib bersyukur kepada Tuhan, atas  karunia telinga yang diberikan kepada kita. Tahukah kamu bahwa getaran dan gelombang juga banyak  dimanfaatkan dalam pengembangan tekno

logi? Misalnya untuk  melihat kondisi bayi melalui alat ultrasonografi (USG), membuat  peta dasar laut, dan masih banyak yang lainnya. Tentu kamu ingin  mengetahuinya lebih banyak bukan? Untuk itu, ayo pelajari materi ini  dengan penuh semangat!  A. Getaran, Gelombang, dan Bunyi Ayo, Kita Pelajari Istilah Penting • Getaran • Gelombang • Bunyi  • Getaran • Gelombang • Frekuensi • Periode • Amplitudo  • Nada • Resonansi • Gaung • Gema  Mempelajari materi ini akan membantumu memahami konsep getaran dan  gelombang, termasuk  di dalamnya gelombang bunyi dan penerapannya dalam  kehidupan sehari hari.   Mengapa Penting?  1.       Getaran Semua benda akan bergetar apabila diberi gangguan. Benda yang  bergetar ada yang dapat terlihat secara kasat mata karena simpangan  yang diberikan besar, ada pula yang tidak dapat dilihat karena  simpangannya kecil. Benda dapat dikatakan bergetar jika benda  bergerak bolak-balik secara teratur melalui titik kesetimbangan.  Apakah orang yang berjalan bolak-balik dapat disebut dengan  bergetar? Tentu saja tidak. Orang yang berjalan

 bolak balik belum  tentu melalui titik kesetimbangan. Agar memahami tentang getaran,  perhatikan Gambar 10.1 tentang bandul sederhana.   Ilmu Pengetahuan Alam 117  Sebuah bandul sederhana mula-mula  diam pada kedudukan O (kedudukan  setimbang). Bandul tersebut ditarik ke  kedudukan A (diberi simpangan kecil).  Pada saat benda dilepas dari kedudukan  A, bandul akan bergerak bolak-balik  secara teratur melalui titik A-O-B-O-A dan  gerak bolak balik ini disebut satu getaran.  Salah satu ciri dari getaran adalah adanya  amplitudo atau simpangan  terbesar. Setiap   kali   bergetar, berapa  banyak  waktu  yang   dibutuhkan? Apa  saja  yang  memengaruhi  getaran tersebut? Agar memahami hal  tersebut, lakukan kegiatan berikut.  Aktivitas 10.1  Getaran  Ayo, Kita Lakukan  Apa yang kamu perlukan? 1. 1 buah bandul  2. 1 buah statif 3. 1 buah Stopwatch 4. Tali nilon dengan panjan

g 15 cm dan 30 cm Apa yang harus kamu lakukan? 1. Ikatkan bandul pada statif sehingga menggantung! 2. Tarik bandul dengan memberi simpangan kecil (< 10°) kemudian  lepaskan. Setelah bandul bergerak satu getaran, hidupkan  stopwatch! 3. Catatlah waktu yang diperlukan bandul bergerak bolak-balik  dengan jumlah getaran dan panjang tali seperti yang tercantum  pada Tabel 10.1! Lengkapi tabel tersebut!  A  O  B   Sumber: Dok.Kemdikbud Gambar 10.1 Bandul  Sederhana    118 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Tabel 10.1 Hasil Pengamatan Getaran Bandul  Panjang  Tali (l)  Jumlah  Getaran  (n)  Waktu  Getaran (t)  Waktu  untuk 1 Kali  Bergetar (T)  Jumlah Getaran  dalam 1 Sekon (f)  15  5 10 15 20  30  5 10 15 20  Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Berapa waktu yang dibutuhkan untuk melakukan 1 getaran  dengan panjang tali 15 cm? Berapa pula waktu yang dibutuhkan  untuk melakukan 1 getaran dengan panjang tali 30 cm? Waktu yang diperlukan untuk melakukan satu getaran  disebut periode (T) 2. Berapa jumlah getaran yang terjadi dalam satu sekon pada  panjang tali 15 cm? Berapa pula jumlah getaran yang terjadi  dalam satu sekon pada panjang tali 30 cm? Jumlah getaran yang terjadi dalam satu sekon disebut  frekuensi (f) 3. Secara matematis, bagaimana kamu merumuskan periode? Apa satuannya? 4. Secara matematis, bagaimana kamu merumuskan frekuensi?  Apa satuannya? 5. Bagaimana hubungan antara frekuensi dan periode? Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?   Ilmu Pengetahuan Alam 119  Berdasarkan percobaan pada Aktivitas 10.1, dapat dike

tahui bahwa  panjang tali pada bandul berpengaruh terhadap periode getar. Semakin  panjang tali, maka semakin besar periode getarnya dan semakin kecil  frekuensinya. Dengan demikian, besar periode berbanding terbalik  dengan besar frekuensi.  Ayo, Kita Selesaikan Jika ayunan sederhana bergetar sebanyak 60 kali dalam waktu  15 sekon, tentukan: a. frekuensi ayunan, dan b. periode ayunan.  2.       Gelombang Jika kamu memukul panci di dekat wadah berlapis plastik yang di  atasnya dit

aruh segenggam beras, maka beras akan bergetar. Mengapa  hal itu dapat terjadi? Ternyata, energi getaran yang dihasilkan dari  pukulan panci akan merambat, sehingga menyebabkan plastik ikut  bergerak. Dalam bentuk apa energi getaran itu merambat? Energi  getaran akan merambat dalam bentuk gelombang. Pada perambatan  gelombang yang merambat adalah energi, sedangkan zat perantaranya  tidak ikut merambat (hanya ikut bergetar). Pada saat kita mendengar,  getaran akan merambat dalam bentuk gelombang yang membawa  sejumlah energi, sehingga sampai ke saraf yang menghubungkan ke  otak kita. Berdasarkan energinya, gelombang dapat dibedakan menjadi  dua jenis, yaitu gelombang mekanis dan gelombang  elektromagnetik. Perambatan gelombang mekanis memerlukan  medium (perantara), misal gelombang tali, gelombang air, dan  gelombang bunyi. Perambatan gelombang elektromagnetik tidak  memerlukan medium, misal gelombang cahaya. Dari kedua jenis  gelombang tersebut, yang akan kamu pelajari adalah gelombang  mekanis.  Apakah  yan

g  dirambatkan  oleh gelombang tersebut? Agar  mengetahuinya, lakukan kegiatan berikut.   120 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Aktivitas 10.2  Gelombang  Ayo, Kita Lakukan    Apa yang kamu perlukan? 1. Tali dengan panjang 3 m 2. Karet gelang   Apa yang harus kamu lakukan? 1. Siapkan alat dan bahan yang diperlukan! 2. Ikatlah karet gelang pada tali kira-kira pada jarak 0,5 m dari  salah satu ujungnya! 3. Peganglah salah satu ujungnya olehmu dan ujung yang lain oleh  temanmu, kemudian usikan tali ke atas dan ke bawah! 4. Amati yang terjadi pada tali dan karet gelang yang diikatkan  tadi!   Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Pada saat kamu getarkan, apakah karet gelang ikut merambat  bersama gelombang? 2. Apakah bagian tali ikut berpindah merambat bersama  gelombang? 3. Apa yang dirambatkan oleh gelombang? 4. Mintalah temanmu untuk menggetar-getarkan tali tersebut  dengan cepat. Apakah kamu merasakan sesuatu?   Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?   Ilmu Pen

getahuan Alam 121  Pada saat menggetarkan tali, gelombang akan merambat pada  tali ke arah temanmu, tetapi karet gelang yang diikatkan tidak ikut  merambat bersama gelombang. Demikian pula dengan tali juga tidak  ikut merambat. Jadi hal tersebut membuktikan bahwa gelombang  merambat hanya menghantarkan energi, mediumnya tidak ikut  merambat.  Berdasarkan arah rambat dan arah getarannya, gelombang  dibedakan menjadi gelombang transversal dan gelombang longitudinal.   a.    Gelombang Transversal Tahukah kamu apa itu gelombang transversal? Sebelum kamu  mempelajari gelombang transversal, lakukan aktivitas berikut.  Aktivitas 10.3  Gelombang Transversal  Ayo, Kita Lakukan  Apa yang kamu perlukan? Tali tambang Apa yang harus kamu lakukan? 1. Letakkan tali tambang di atas lantai! 2. Mintalah temanmu untuk memegang salah satu ujung tali! 3. Berilah usikan pada tali beberapa kali ke arah samping! 4. Amati arah rambat gelombangnya! Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Kemanakah arah rambat gelombang? 2. Apakah arah getar dengan arah rambat gelombang saling tegak  lurus?  Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang tel

ah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?   122 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Ketika tali diberi simpangan, tali akan bergetar dengan arah  getaran ke atas dan ke bawah. Pada tali, gelombang   merambat tegak  lurus dengan arah getarnya. Bentukan seperti ini disebut gelombang  transversal. Contoh lain gelombang transversal ada pada permukaan  air. Panjang gelombang transversal sama dengan jarak satu bukit  gelombang dan satu lembah gelombang (a-b-c-d-e pada Gambar 10.2).  Panjang satu gelombang dilambangkan dengan λ (dibaca lambda)  dengan satuan meter. Simpangan terbesar dari gelombang itu disebut  amplitudo (bb’ atau dd’ pada Gambar 10.2). Dasar gelombang terletak  pada titik terendah gelombang, yaitu d dan h, dan puncak gelombang  terletak pada titik tertinggi yaitu b dan f. Lengkungan c-d-e dan  g-h-i merupakan lembah gelombang. Lengkungan a-b-c dan e-f-g  merupakan bukit gelombang.  Arah rambat  A  A’  a  b  c  d  e  f  g  h  b’ i  d’  f ‘  h’  Lambda (λ)  Satu gelombang  (1 λ)  Arah getar  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 10.2  Grafik Simpangan terhadap Arah Rambat Waktu yang diperlukan untuk menempuh satu gelombang disebut  periode gelombang,  satuannya  sekon  (s)  dan  dilambangkan  dengan  T.  Jumlah gelombang yang terbentuk dalam 1 sekon disebut frekuensi  gelombang. Lambang untuk frekuensi adalah f dan satuannya hertz  (Hz). Gelombang yang merambat dari ujung satu ke ujung yang lain  memiliki kecepatan tertentu, dengan menempuh jarak tertentu dalam  waktu tertentu pula. b.   Gelombang Longitu

dinal Gelombang longitudinal dapat kamu amati pada slinki atau  pegas  yang diletakkan di atas lantai. Ketika slinki digerakkan maju- mundur secara terus menerus, akan terjadi gelombang yang merambat  pada slinki dan membentuk pola rapatan dan regangan. Gelombang  longitudinal memiliki arah rambat yang sejajar dengan arah getarnya.   Ilmu Pengetahuan Alam 123  Aktivitas 10.4  Gelombang Longitudinal  Ayo, Kita Lakukan    Apa yang kamu perlukan?   Slinki (Gambar 10.3)  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 10.3 Slinki    Apa yang harus kamu lakukan? 1. Letakkan slinki di atas lantai yang licin dan minta temanmu  memegang salah satu ujungnya! 2. Gerakkan salah satu ujung slinki dengan cara memberikan  dorongan dan tarikan pada slinki! 3. Amati dan gambarkan fenomena yang terjadi pada slinki!   Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Pada saat kamu mendorong dan menarik slinki, ke arah manakah  getaran pada slinki? 2. Kemanakah arah rambat gelombang? 3. Apakah arah getar dengan arah rambat gelombang searah?  Mengapa?   Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?   124 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Contoh gelombang longitudinal adalah gelombang bunyi. Satu  gelombang longitudinal terdiri atas satu rapatan dan satu regangan  seperti pada Gambar 10.4.

 Besaran-besaran yang digunakan pada  gelombang longitudinal sama dengan besaran-besaran pada gelombang  transversal. Dapatkah kamu menyebutkannya? Lambda (λ) Satu gelombang  Rapatan Renggangan Rapatan Arah getar  Arah rambat  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 10.4 Rapatan dan Renggangan pada Gelombang Longitudinal  c.    Hubungan antara Panjang Gelombang, Frekuensi, Cepat          Rambat, dan Periode Gelombang Pernahkah kamu memerhatikan cahaya kilat dan bunyi guntur?  Kamu akan mendengar bunyi guntur beberapa saat setelah cahaya  kilat terlihat. Walaupun guntur dan cahaya kilat muncul dalam waktu  yang bersamaan, kamu akan melihat cahaya kilat lebih dahulu karena  cahaya merambat jauh lebih cepat daripada bunyi. Cahaya merambat  dengan kecepatan 3 × 108 m/s, sedangkan bunyi hanya merambat  dengan kecepatan 340 m/s. Cepat rambat gelombang dilambangkan  dengan v, dengan satuan m/s.  Karena gelombang menempuh jarak satu panjang gelombang (λ)  dalam waktu satu periode gelombang (T),  maka kecepatan gelombang  dapat ditulis v = λ T Karena T = 1f , maka cepat rambat gelombang dapat juga dinyata- kan sebagai berikut. v =   f    ×   λ   Ilmu Pengetahuan Alam 125  Bagaimana jika kamu membuat gelombang 

r, maka panjang gelombangnya mengecil. Mengapa? Dalam  medium yang sama, cepat rambat gelombang adalah tetap. Misalnya  cepat rambat gelombang pada tali adalah 12 m/s, dengan frekuensi  gelombang 4 Hz, maka panjang gelombangnya adalah 3 m (λ = 3 m).  Namun jika frekuensi diperbesar menjadi 6 Hz, maka panjang  gelombangnya  menjadi 2  (λ = 2 m). Apa yang terjadi jika frekuensi  gelombangnya diperkecil? Misalnya menjadi 2 Hz, berapakah panjang  gelombangnya sekarang?   Ayo, Kita Pahami Contoh Soal Gelombang pada permukaan air merambat dengan panjang  gelombang 2 m. Jika waktu yang dibutuhkan untuk menempuh  satu gelombang adalah 0,5 sekon, tentukan: a. c

epat rambat gelombang, dan b. frekuensi gelombang! Penyelesaian: Diketahui: Perambatan gelombang pada air  λ = 2 m  T= 0,5 s Ditanya: a. Cepat rambat gelombang (v)  b. Frekuensi (f) Jawab: a. v = λ  T = 2 m  0,5 s = 4 m/s Jadi, cepat rambat gelombang air adalah 4 m/s b. f = 1 T = 0,51 s = 2 Hz Jadi, frekuensi gelombang air adalah 2 Hz.   126 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Ayo, Kita Selesaikan 1. Sebuah gelombang panjangnya 0,75 m dan cepat rambatnya 150  m/s. Berapakah frekuensinya? 2. Suatu sumber getar memiliki frekuensi 300 Hz. Gelombangnya  merambat dalam zat cair dengan kecepatan 1.500 m/s.  Berapakah panjang gelombangnya? 3. Jika frekuensi suatu getaran 440 Hz dan panjang gelombangnya  75 cm, berapakah kecepatan gelombang tersebut?  d.   Pemantulan Gelombang Apakah gelombang dapat dipantulkan? Agar memahami  pemantulan gelombang pada tali, ayo disk

usikan permasalahan  berikut.  Ayo, Kita Diskusikan Jika kita membuat usikan pada tali yang salah satu ujungnya  dipegang temanmu, bagaimanakah  kondisi gelombang yang terjadi  pada tali? Apakah ada gelombang yang dipantulkan?  (a) (b) Sumber: (a) hendrix2.uoregon.edu.(b) i.ytimg.com Gambar 10.5 (a) Gelombang pada Air, (b) Gelombang pada Tali   Ilmu Pengetahuan Alam 127  Pemantulan gelombang adalah peristiwa membaliknya gelombang  setelah mengenai penghalang. Seperti gelombang tali pada Gambar  10.5, gelombang yang mencapai ujung akan memberikan gaya ke atas  pada penopang yang ada di ujung, sehingga penopang memberikan  gaya yang sama

 tetapi berlawanan arah ke bawah pada tali. Gaya ke  bawah pada tali inilah yang membangkitkan gelombang pantulan yang  terbalik.  3.       Bunyi Setiap hari, kita dapat mendengar suara burung berkicau, orang  bernyanyi, klakson mobil atau kendaraan bermotor. Mengapa kamu  dapat mendengar suara tersebut? Suara yang kamu dengar dikenal  dengan bunyi. Bunyi merupakan gelombang longitudinal yang  merambatkan energi gelombang di udara sampai terdengar oleh  reseptor pendengar. Agar mengetahui bagaimana bunyi ini dibentuk,  lakukan kegiatan berikut.  Aktivitas 10.5  Bergetar Menimbulkan Bunyi   Ayo, Kita Lakukan    Apa yang kamu perlukan?  1. Gitar 2. Tong 3. Garpu tala dan pemukul garpu tala Jika tidak ada gitar, bawalah alat musik petik lainnya  seperti  sasando, ukulele, dan lain sebagainya. Jika tidak ada tong  atau gong, bawalah kaleng bekas biskuit, ember, wadah dari  logam, galon, dan lain sebagainya.   128 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2    Apa yang harus kamu lakukan? 1. Memetik gitar a. Petiklah gitar sehingga mengeluarkan suara! b. Amatilah senar yang dipetik, bagaimanakah keadaan senar? c. Pegang senar yang dipetik, apa yang kamu rasakan dan apakah  kamu masih dapat mendengarkan suara gitar yang dipetik?  2. Memukul gong/tong a. Pukullah gong/tong hingga mengeluarkan suara! b. Sentuhlah gong/tong itu secara perlahan dengan j

imu, apa  yang kamu rasakan? c. Pegang permukaan gong/tong sampai tidak bersuara,  kemudian sentuhlah dengan jari. Apa yang kamu rasakan? 3. Memukul garpu tala a. Peganglah garpu tala! b. Pukullah garpu tala dengan alat pemukul garpu tala hingga  mengeluarkan suara! Sentuh garpu tala dengan tanganmu,  apa yang kamu rasakan? Setelah garpu tala tidak bersuara,  apa yang kamu rasakan? Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?  Berdasarkan kegiatan yang telah dilakukan, kamu dapat  menemukan bahwa tong, senar, dan garpu tala mengeluarkan suara  pada saat benda-benda tersebut bergetar. Namun pada saat benda- benda itu diam, ketiga benda itu tidak bersuara. Suara tersebut dikenal  dengan bunyi. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa bunyi  ditimbulkan oleh benda-benda yang bergetar. Bunyi garpu tala menuju  telinga dihantarkan oleh rapatan dan regangan partikel-partikel udara.  Pada waktu bunyi keluar dari garpu tala, langsung akan menumbuk  molekul-molekul udara. Molekul ud

ara ini akan menumbuk udara  di sebelahnya yang mengakibatkan terjadinya rapatan dan regangan,  demikian seterusnya sampai ke telinga. Perhatikan Gambar 10.6!   Ilmu Pengetahuan Alam 129  Sumber: www.centralparkent.net Gambar 10.6  Gelombang Bunyi yang Merambat Menuju Telinga Apakah molekul udara berpindah? Molekul udara tidak berpindah,  tetapi hanya  merapat  dan  merenggang.  Bunyi  sampai di telinga  karena   merambat dalam bentuk gelombang. Gelombang yang tersusun dari  rapatan dan regangan adalah gelombang longitudinal. Tanpa adanya  medium atau zat perantara, bunyi tidak dapat merambat. Hal ini  mengakibatkan bunyi termasuk jenis gelombang mekanis. Begitu pula  ketika kita mendengar bunyi akan dirambatkan ke telinga kita melalui  udara. Jadi dapat disimpulkan bahwa bunyi dapat terdengar bila ada  1) sumber bunyi, 2) medium/zat perantara, 

dan 3) alat penerima/ pendengar. Seberapa cepat kita dapat mendengar bunyi? Ahli fisika bernama  Miller melakukan percobaan untuk mengukur kecepatan bunyi  di udara dengan menembakkan peluru sebagai sumber bunyi dan  meletakkan detektor pada jarak tertentu. Pada percobaan tersebut,  kecepatan bunyi tergantung pada temperatur. Semakin rendah suhu  udara, maka semakin besar kecepatan bunyi. Hal ini yang menjelaskan  mengapa pada malam hari bunyi terdengar lebih jelas daripada siang  hari. Pada siang hari gelombang bunyi dibiaskan ke arah udara yang  lebih panas (ke arah atas) karena suhu udara di permukaan bumi lebih  dingin dibandingkan dengan udara pada bagian atasnya. Berlawanan  pada malam hari, gelombang bunyi dipantulkan ke arah yang lebih  rendah karena suhu permukaan bumi lebih hangat dibandingkan  dengan udara pada bagian atasnya. Selain dipengaruhi oleh suhu, cepat rambat bunyi di udara  juga dipengaruhi oleh jenis medium. Medium manakah yang akan  menghantarkan bunyi paling cepat? Perhatikan Tabel 10.2!   130 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Tabel 10.2 Cepat Rambat Bunyi pada Berbagai Medium Medium Cepat Rambat   Bunyi (m/s) Udara (O°C) 331 Udara (15°C) 340 Air (25°C) 1.940 Air laut (25°C) 1.530 Aluminium (20°C) 5.100 Tembaga (20°C) 3.560 Besi (20°C) 5.130  a.    Frekuensi Bunyi Apakah semua bunyi dapat terdengar oleh telinga manusia? Ketika  guru menggetarkan peng

aris di meja dengan getaran kurang dari 20  getaran per sekon, kita tidak dapat mendengar bunyi. Kita baru dapat  mendengarkan bunyi ketika  penggaris  menghasilkan 20 getaran per  sekon atau lebih. Berdasarkan frekuensinya, bunyi  dibagi menjadi tiga, yaitu infrasonik,  audiosonik, dan ultrasonik. Bunyi  infrasonik memiliki frekuensi kurang  dari 20 Hz. Bunyi infrasonik hanya  mampu didengar oleh hewan-hewan  tertentu seperti jangkrik dan anjing.  Bunyi yang memiliki frekuensi  20-20.000 Hz disebut audiosonik.  Manusia dapat mendengar bunyi  hanya pada kisaran ini. Bunyi dengan  frekuensi di atas 20.000 Hz disebut  ultrasonik. Kelelawar, lumba-lumba,  dan anjing adalah 

unyi Frekuensi (Hz) Infrasonik <20 Audiosonik 20-20.000 Ultrasonik >20.000  A  B  C  Penggaris  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 10.7 Penggaris Plastik  yang Digetarkan    Ilmu Pengetahuan Alam 131  Anjing adalah salah satu contoh hewan yang mampu menangkap  bunyi infrasonik, audiosonik, dan ultrasonik (kurang dari 20 Hz hingga  40.000 Hz). Anjing akan terbangun jika mendengar langkah kaki  manusia walaupun sangat pelan. Hal ini menjadi alasan oleh sebagian  orang untuk memanfaatkan anjing sebagai penjaga rumah. Selain anjing, kelelawar juga mampu memanfaatkan bunyi  dengan baik. Kelelawar dapat mengeluarkan gelombang ultrasonik  saat terbang. Pada malam hari, mata kelelawar mengalami disfungsi  (pelemahan fungsi). Kelelawar menggunakan indra pendengarannya  untuk “melihat”. Kelelawar mengeluarkan bunyi ultrasonik sebanyak  mungkin. Kemudian, kelelawar mendengarkan bunyi pantul tersebut  untuk mengetahui letak suatu benda dengan tepat, sehingga kelelawar  mampu terbang dalam keadaan gelap tanpa menabrak benda-benda di  sekitarnya. Mekanisme untuk memahami keadaan lingkungan dengan  bantuan bunyi pantul 

ni sering disebut dengan sistem ekolokasi.  Ayo, Kita Diskusikan Sebuah sumber bergetar menghasilkan frekuensi 40 kHz.  Hitunglah panjang gelombang bunyi tersebut jika cepat rambatnya  1.500 m/s!  b.   Karakteristik Bunyi Ketika kamu mendengar bunyi, apakah kamu dapat membedakan  sumber bunyi? Misalnya ketika membedakan bunyi gitar dan piano.  Mengapa kamu mempunyai kemampuan itu? Hal ini disebabkan oleh  setiap gelombang bunyi memiliki frekuensi, amplitudo, dan warna  bunyi yang berbeda meskipun perambatannya terjadi pada medium  yang sama. 1)   Tinggi Rendah dan Kuat Lemah Bunyi Pada waktu memainkan alat musik kamu dapat menentukan  tinggi rendahnya bunyi. Agar memahami tinggi atau rendahnya bunyi,  lakukan kegiatan berikut ini.   132 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Aktivitas 10.6  Frekuensi pada Garpu Tala  Ayo, Kita Lakukan  Apa yang kamu perlukan? Tiga garpu tala yang berbeda-beda frekuensinya, misalnya  440 Hz, 400 Hz, dan 360 Hz. Apa yang harus kamu lakukan? 1. Siapkan garpu tala! 2. Getarkan garpu tala secara bergantian! 3. Dengarkan dan bandingkan bunyi yang terdengar!  Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan, apa yang  dapat kamu simpulkan?  Pada orang dewasa, suara perempuan lebih tinggi dibandingkan  suara laki-laki. Pita suara laki-laki yang bentuknya lebih panjang  dan berat, mengakibatkan laki-laki memiliki nada dasar sebesar 125  Hz, se

dangkan perempuan memiliki nada dasar satu oktaf (dua kali  lipat) lebih tinggi, yaitu sekitar 250 Hz. Bunyi dengan frekuensi tinggi  akan menyebabkan telinga sakit dan nyeri karena gendang telinga  ikut bergetar lebih cepat. Tinggi rendahnya nada ini ditentukan oleh  frekuensi bunyi tersebut. Semakin besar frekuensi bunyi, maka akan  semakin tinggi nadanya. Sebaliknya, jika frekuensi bunyi kecil, maka  nada akan semakin rendah. Garpu  tala  yang  digetarkan  pelan-pelan  menghasilkan  simpangan  yang  kecil,  sehingga  amplitudo  gelombang  yang  dihasilkan  juga   kecil. Hal ini menyebabkan bunyi garpu tala terdengar lemah. Pada  saat garpu tala digetarkan dengan simpangan yang besar,  amplitudo  gelombang yang dihasilkan juga besar sehingga bunyi garpu tala  terdengar keras. Kuat lemahnya suara ditentukan oleh amplitudonya.  Bagaimana bunyi yang diperdengarkan gitar dapat menghasilkan nada  yang berbeda-beda. Agar mengetahui faktor-faktor yang menentukan  tinggi rendah nada pada dawai atau senar lakukan aktivitas berikut.   Ilmu Pengetahuan Alam 133  Aktivitas 10.7  Frekuensi Nada pada Senar  Ayo, Kita Lakukan    Apa yang kamu perlukan?   Gitar   Apa yang harus kamu lakukan? 1. Petiklah secara bergantian senar gitar nomor 1, 3, 6! 2. Dengarkan bunyi yang dihasilkan masing-masing senar. Apakah  bunyi yang dihasilkan semakin tinggi atau rendah frekuensinya?  Bagaimana hubungan ketebalan tali dawai dengan frekuensi? 3. Gaya tegang pada senar nomor 6 diperbesar dengan memutar  setelannya, petiklah senarnya dan dengarkan nada yang  dihasilkan. Kurangi tegangan senar dengan memutar setelannya,  kemudian petik

 4. Apakah frekuensi bunyinya semakin besar ketika tegangan  diperbesar? Bagaimana hubungan tegangan dawai dengan  frekuensi? 5. Petiklah senar nomor 6 dengan menekan senar pada kolom 2, 3, 4  (panjang senar semakin pendek) secara bergantian. Bandingkan  bunyi yang dihasilkan. Apakah semakin pendek senarnya akan  semakin tinggi frekuensi bunyi yang dihasilkan?   Apa yang dapat kamu simpulkan?  Berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan, buatlah  simpulannya!  Berdasarkan kegiatan pada Aktivitas 10.7 diperoleh hasil bahwa  frekuensi senar yang bergetar bergantung pada hal-hal berikut.  ƒ Panjang senar, semakin panjang senar, semakin rendah  frekuensi yang dihasilkan. ƒ Tegangan senar, semakin besar tegangan senar, semakin tinggi  frekuensi yang diha

silkan.   134 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  ƒ Luas penampang senar, semakin kecil penampang senar,  semakin tinggi frekuensi yang dihasilkan.  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 10.8 Gitar  2)     Nada  Kamu akan lebih nyaman ketika mendengarkan bunyi musik,  dibandingkan dengan bunyi ramainya orang yang ada di pasar.  Mengapa? Bunyi musik akan lebih enak didengarkan karena bunyi  musik memiliki frekuensi getaran teratur yang disebut nada, sebaliknya  bunyi yang memiliki frekuensi yang tidak teratur disebut desah. Berikut  ini merupakan beberapa deret nada yang berlaku standar. Deret nada : c d e f g a b c Baca : do re mi fa sol la si do Frekuensi : 264 297 330 352 396 440 495 528 Perbandingan : 24 27 30 32 36 40 45 48  3)    Warna atau Kualitas Bunyi Pada saat bermain alat musik, kamu dapat membedakan bunyi  yang bersumber dari alat musik gitar, piano dan lain-lain. Setiap  alat musik akan mengeluarkan suara yang khas. Suara yang khas ini  disebut kualitas bunyi atau yang sering disebut timbre. Begitu pula  pada manusia, juga memiliki kualitas bunyi yang berbeda-beda, ada  yang memiliki suara merdu atau serak. 4)   Resonansi Tahukah kamu mengapa kentongan menghasilkan bunyi yang  lebih keras daripada kayu yang tidak berongga ketika dipukul?  Mengapa bentuk gitar listrik berbeda dengan gitar biasa? Apa fungsi    Ilmu Pengetahuan Alam 135  kotak udara

 pada gitar biasa? Jawaban pertanyaan ini akan berkaitan  dengan resonansi. Agar memahami resonansi, lakukan kegiatan pada  Aktivitas 10.8.  Aktivitas 10.8  Resonansi Bunyi  Ayo, Kita Lakukan   Apa yang kamu perlukan? 1. 2 garpu tala yang memiliki frekuensi sama 2. Penyangga garpu tala 3. Pemukul garpu tala 4. Gelas 5. Air Apa yang harus kamu lakukan? a. Percobaan 1 1. Susunlah garpu tala seperti pada Gambar 10.9!  Garpu tala B Garpu tala A  Sumber: ecx.images-amazon.com Gambar 10.9 Percobaan Garpu Tala 2. Pukullah garpu tala A dengan menggunakan pemukul garpu tala,  sehingga terdengar bunyi! Setelah beberapa lama, peganglah  garpu tala A! 3. Amatilah garpu tala B, apa ya

wa apakah itu? Jelaskan!   136 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  b. Percobaan 2 1. Siapkan alat dan bahan! 2. Pukullah garpu tala dengan  menggunakan pemukul garpu tala,  kemudian dengarkan bunyi dari garpu  tala, seperti pada Gambar 10.10! 3. Pukullah garpu tala di meja kamu  lagi, kemudian dekatkan pada bibir  gelas yang kosong. Coba dengarkan! 4. Isilah air dalam gelas sebanyak 21 gelas! 5. Pukullah garpu tala dengan  menggunakan pemukul garpu tala,  kemudian dekatkan pada bibir gelas  yang berisi air, coba dengarkan,  seperti pada Gambar 10.11! 6. Lakukan kegiatan langkah ke-4 dan ke- 5, dengan melakukan variasi jumlah air  pada gelas, yaitu berisi air 21 gelas, 43  gelas, dan penuh dengan air! 7. Gelas manakah yang menghasilkan  suara paling keras? Urutkan  manakah yang menghasilkan suara  paling keras sampai paling rendah? Apa yang perlu kamu  diskusikan? Mengapa hal tersebut dapat terjadi?  Jelaskan! Apa yang dapat kamu  simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi  yang telah kamu lakukan, apa yang  dapat kamu simpulkan?  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 10.10 Seorang Siswa  Mendengarkan Garpu Tala  Penuh air 3/4 air 1/2 air  Sumber: Do

k. Kemdikbud Gambar 10.11 Bagan  Percobaan Resonansi    Ilmu Pengetahuan Alam 137  Ikut bergetarnya udara yang ada di dalam kentongan setelah dipukul  mengakibatkan bunyi kentongan terdengar semakin keras. Hal inilah  yang disebut resonansi. Resonansi dapat terjadi pada kolom udara.  Bunyi akan terdengar kuat ketika panjang kolom udara mencapai  kelipatan ganjil dari 41 panjang gelombang (λ) bunyi. Resonansi kolom  udara ternyata telah dimanfaatkan oleh manusia dalam berbagai alat  musik, antara lain pada gamelan, alat musik pukul, alat musik tiup,  dan alat musik petik atau gesek. Apakah resonansi hanya terjadi pada kolom udara yang ada di  berbagai alat musik? Apakah pada telinga manusia juga memanfaatkan  prinsip resonansi? Ketika kita berbicara, kita dapat mengatur suara  menjadi lebih tinggi atau rendah. Organ yang berperan dalam  pengaturan terjadinya suara adalah pita suara dan kotak suara yang  berupa pipa pendek. Pada saat kita berbicara pita suara akan bergetar.  Getaran itu diperkuat oleh udara dalam kotak suara yang beresonansi  dengan pita suara pada frekuensi yang sama. Akibatnya, amplitudo  lebih besar sehingga kita dapat mendengar suara yang nyaring. Telinga manusia memiliki selaput tipis. Selaput itu mudah sekali  bergetar apabila di luar terdapat sumber getar meskipun frekuensinya  tidak sama dengan selaput gendang telinga. Selaput tipis sangat mudah  beresonansi, sehingga sumber getar yang frekuensinya lebih keci

l atau  lebih besar dengan mudah menyebabkan selaput tipis ikut bergetar. Prinsip kerja resonansi digunakan manusia karena memiliki beberapa  keuntungan, misal dapat memperkuat bunyi asli untuk berbagai alat  musik. Selain itu, ada juga dampak yang merugikan dari efek resonansi,  yaitu bunyi ledakan bom dapat memecahkan kaca walaupun kaca tidak  terkena bom secara langsung, bunyi gemuruh yang dihasilkan oleh  guntur beresonansi dengan kaca jendela rumah sehingga bergetar dan  dapat mengakibatkan kaca jendela pecah, serta bunyi kendaraan yang  lewat di depan rumah dapat menggetarkan kaca jendela rumah.  4)    Pemantulan Bunyi Mengapa ketika berada di ruang tertutup suara terdengar lebih keras  daripada di ruang terbuka? Mengapa jika kita berteriak pada tebing  seperti ada yang meniru suara kita? Apakah suara ini dipantulkan?  Agar memahami hal ini lakukan kegiatan berikut.   138 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Aktivitas 10.9  Pemantulan Bunyi  Ayo, Kita Lakukan    Apa yang kamu perlukan? 1. Jam beker 2. 2 batang pipa paralon kecil atau kertas karton yang digulung  menyerupai pipa 3. Papan memantul   Apa yang harus kamu lakukan? 1. Susunlah alat dan bahan seperti pada Gambar 10.12! 2. Hadapkan/tempelkan jam beker pada salah satu pipa! 3. Aturlah pipa yang lain sedemikian rupa sehingga kamu dapat  mendengar suara yang paling jelas!     r i  Pipa

 paralon  Tembok atau papan pemantul  Penerima bunyi Sumber bunyi Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 10.12  Perangkat percobaan pemantulan bunyi  4. Gambarkan lintasan bunyi datang dan bunyi pantul, kemudian  ukurlah sudut datang bunyi dan sudut pantulnya! 5. Ulangi langkah ke-3 dan ke-4 dengan sudut datang yang  berbeda-beda!   Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?   Ilmu Pengetahuan Alam 139  Berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan, dapat diperoleh  hukum pemantulan bunyi sebagai berikut. 1. Arah bunyi datang, bunyi pantul, dan garis normal terletak pada  satu bidang datar. 2. Besarnya sudut datang (i) sama dengan besarnya sudut pantul (r). a)   Bunyi Pantul yang Memperkuat Bunyi Asli Apabila kita berbicara di dalam ruangan kecil, suara yang terdengar  akan lebih keras dibandingkan dengan berbicara di ruang terbuka,  misalnya di lapangan. Hal ini disebabkan jarak sumber bunyi dan  dinding pemantul berdekatan sehingga selang waktu antara bunyi  asli dan bunyi pantul sangat kecil. Antara bunyi asli dan bunyi pantul  akan terdengar hampir bersamaan, sehingga bunyi asli terdengar lebih  keras.  Ayo, Kita Pikirkan! Pernahkah kamu masuk ke dalam studio musik atau bioskop di  sekitar tempat tinggal kamu? Di dalam studio musik atau bioskop  kamu akan menemukan adanya karpet busa/styrofoam atau kayu yang  ditempel pada dinding-dinding studio. Apa tujuan penempelan itu?  b)   Gaung atau Kerdam Jika kamu mengucapkan suatu kata dalam ruang gedung yang luas,  kamu akan mendengar kata tersebut kurang jelas. Mengapa hal itu  terjadi? Bunyi seperti ini disebut gaung atau kerdam, misalnya ketika  kamu mengucapkan fisika. Bunyi asli : Fi – si – ka Bunyi pantul : ……..Fi…. si….. ka Bunyi yang terdengar jelas : Fi …………………ka

 Jadi, gaung atau kerdam adalah bunyi pantul yang sebagian  terdengar bersama-sama dengan bunyi asli sehingga bunyi asli  terdengar tidak jelas. Bagaimana cara menghindari terjadinya gaung?  Agar dapat menghindari terjadinya gaung, pada dinding ruangan yang  besar harus dilengkapi peredam suara.   140 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Peredam suara terbuat dari bahan karet busa, karton tebal, karpet,  dan bahan-bahan lain yang bersifat lunak. Biasanya bahan-bahan  tersebut sering kita jumpai di gedung bioskop, studio TV atau radio,  aula, dan studio rekaman. c)   Gema Apabila kamu berteriak di lereng gunung atau lapangan terbuka,  maka kamu akan mendengar bunyi pantul yang persis sama seperti  bunyi asli dan akan terdengar setelah bunyi asli. Bunyi asli                         : Fi- si- ka  Bunyi pan

tul                   : Fi- si- ka  Bunyi yang terdengar   : Fi- si- ka  Fi- si- ka Hal ini terjadi karena bunyi yang datang ke dinding tebing dan  bunyi yang dipantulkannya memerlukan waktu untuk merambat. Jadi,  gema adalah bunyi pantul yang terdengar sesudah bunyi asli.   B. Mekanisme Mendengar pada Manusia dan Hewan Ayo, Kita Pelajari Istilah Penting • Struktur dan fungsi  telinga manusia • Proses mendengar  • Daun telinga • Saluran telinga • Tulang  pendengaran • Saluran   eustachius • Koklea • Organ korti  Mempelajari materi ini akan membantumu memahami mekanisme mendengar  pada manusia dan hewan, sehingga kamu lebih memahami konsep getaran dan  gelombang.  Mengapa Penting?  1.      Mekanisme Pendengaran Manusia Tahukah kamu bagaimana proses mendengar? Sebelum  mempelajari proses pendengaran pada manusia, ayo lakukan aktivitas  berikut!   Ilmu Pengetahuan Alam 141  Aktivitas 10.10  Struktur, Fungsi, dan Proses Pendengaran  Ayo, Kita Lakukan   A. Struktur dan Fungsi Indra Pendengaran Agar mengetahui proses mendengar, kita perlu memahami  terlebih dahulu struktur telinga sebagai alat pendengaran.    Apa yang kamu perlukan? 1. Kertas karton/manila 2. Gunting 3. Lem kertas 4. Pensil warna/krayon   Apa yang harus kamu lakukan? 1. Buatlah sebuah model telinga sederhana, dengan membuat pola  seperti Gambar 10.13, dengan ukuran yang lebih besar agar lebih  mudah dicoba.  Otak  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 10.13 Sketsa Model Telinga Manusia 2. Setelah dipotong, susunlah struktur tersebut dan lekatkan  memanjang sehingga terlihat struktur dari telinga bagian luar,  tengah, dan dalam!   142 Kelas VIII SMP/MTs Sem

ester 2  3. Setelah kamu gunakan simpanlah untuk pembelajaran pada  pertemuan selanjutnya! 4. Baca dan pahami alat-alat dalam sistem pendengaran dari  berbagai sumber yang dapat diperoleh! Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Dimanakah tulang maleus ditemukan? 2. Dimanakah dapat kita temukan silia? 3. Struktur apakah yang berfungsi untuk menjaga keseimbangan  tekanan pada telinga dalam dan mulutmu? 4. Struktur apakah yang berfungsi untuk mengirimkan sinyal suara  ke otak? Apa yang perlu kamu diskusikan lebih lanjut? Mengapa pada saat kita sedang flu atau pilek, bepergian dengan  pesawat dapat mengganggu pendengaran?   B. Proses Pendengaran   Apa yang kamu perlukan? 1. Plastik pembungkus 2. Mangkuk plastik 3. Beras 4. Kawat/tali 5. Pemotong kawat/ gunting   Apa yang harus kamu lakukan? 1. Regangkan plastik pembungkus dan tutupkan di atas mangkuk.  I

kat dengan kawat atau tali agar tak lepas! 2. Letakkan tepung atau beras di atas plastik pembungkus! 3. Mintalah temanmu untuk memukul panci/drum di dekat  perangkat yang telah kamu buat! 4. Amatilah apa yang terjadi pada plastik!    Ilmu Pengetahuan Alam 143  Sumber: Ezrallson, 2005 Gambar 10.14 Bagan Percobaan Getaran pada Gendang  Prinsip kerja dari percobaan di atas setara dengan prinsip kerja  pada gendang telingamu. Telinga dibagi menjadi tiga bagian, yaitu  telinga luar, telinga tengah, dan telinga dalam. Perhatikan Gambar  10.15!  Daun  telinga  Saluran  telinga  Gendang  telinga  Rumah siput  (koklea)  Saluran  eustacius  Saraf  pendengaran  Tulang  martil  Tulang  landasan  Tulang  sanggurdi  3 saluran setengah  lingkaran  Telinga luar Telinga tengah Telinga dalam Sumber: Campbell et al. 2008 Gambar 10.15 Anatomi Telinga Manusia Bunyi yang terdengar oleh telinga kita memerlukan medium. Jadi,  mungkinkah kita dapat mendengar di ruang hampa udara? Tentu saja  tidak. Bunyi memerlukan medium untuk merambat. Apakah di telinga    144 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  terdapat medium untuk merambatkan bunyi? Telinga luar dan telinga  tengah terisi oleh udara dan rongga telinga dalam terisi oleh cairan  limfa. Bagian-bagian penyusun telinga dan fungsinya dapat dilihat  pada Tabel 10.4. Tabel 10.4 Struktur dan Fungsi Bagian pada Telinga Bagian Penyusun Telinga Fungsi Bagian Luar a. Daun telinga Mengumpulkan gelombang su

ara ke saluran  telinga b. Saluran telinga  (menghasilkan minyak  serumen)  Menangkap debu yang masuk ke saluran telinga Mencegah hewan berukuran kecil masuk ke  dalam telinga  Bagian Tengah a. Gendang telinga/membran  timpani  Menangkap gelombang suara dan mengubahnya  menjadi getaran yang diteruskan ke tulang  telinga  b. Tulang telinga (maleus/ martil, inkus/landasan,  stapes/sanggurdi)  Meneruskan getaran dari gendang telinga ke  rumah siput  Bagian Dalam c. Saluran eustachius Menghubungkan ruang telinga tengah dengan  rongga mulut (faring) berfungsi untuk menjaga  tekanan udara antara telinga tengah dengan  saluran di telinga luar agar seimbang. Te

kanan  udara yang terlalu tinggi atau rendah disalurkan  ke telinga luar dan akan mengakibatkan gendang  telinga tertekan kuat sehingga dapat sobek. a. Rumah siput (koklea) Koklea merupakan saluran berbentuk spiral  yang menyerupai rumah siput. Di dalam koklea  terdapat adanya organ korti yang merupakan  fonoreseptor.  Organ korti berisi ribuan sel rambut yang peka  terhadap tekanan getaran. Getaran akan diubah  menjadi impuls saraf di dalam sel rambut  tersebut dan kemudian diteruskan oleh saraf ke  otak. b. Saluran gelang (labirin) Terdiri atas saluran setengah lingkaran  (semisirkularis) yang berfungsi untuk  mengetahui posisi tubuh (alat keseimbangan).   Ilmu Pengetahuan Alam 145  Proses mendengar pada manusia melalui beberapa tahap.  Perhatikan pada Gambar 10.16! Tahap tersebut diawali dari lubang  telinga yang menerima gelombang dari sumber suara. Gelomba

ng  suara yang masuk ke dalam lubang telinga akan menggetarkan gendang  telinga (yang disebut membran timpani). Getaran membran timpani  ditransmisikan melintasi telinga tengah melalui tiga tulang kecil, yang  terdiri atas tulang martil, landasan, dan sanggurdi. Telinga tengah  dihubungkan ke faring oleh tabung eustachius. Getaran dari tulang  sanggurdi ditransmisikan ke telinga dalam melalui membran jendela  oval ke koklea. Koklea merupakan suatu tabung yang bergulung seperti  rumah siput. Koklea berisi cairan limfa. Getaran dari jendela oval ditransmisikan ke dalam cairan limfa  dalam ruangan koklea. Di bagian dalam ruangan koklea terdapat organ  korti. Organ korti berisi cairan sel-sel rambut yang sangat peka. Inilah  reseptor getaran yang sebenarnya. Sel-sel rambut ini akan bergerak  ketika ada getaran di dalam koklea, sehingga menstimulasi getaran  yang diteruskan oleh saraf auditori ke otak.   Gelombang bunyi  Daun telinga  Saluran telinga  Gendang  telinga  Tulang  pendengaran  (martil, landasan,  sanggurdi) Rumah siput/ koklea  Organ korti  Menuju  Otak  Panjang  gelombang  Frekuensi gelombang  bunyi (Hz)  Frekuensi gelombang bunyi (Hz)  Getaran membuat sel rambut  pada membran basilar  bergetar  Membran basilar  Gelombang  bunyi  1  2  3  4  5  6  

7  8  Sumber: oerpub.github.io Gambar 10.16 Proses Mendengar pada Manusia   146 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  2.       Pendengaran pada Hewan Pernahkah kamu melihat anjing menggerakkan telinganya?  Anjing sering menggerakkan telinga ketika melakukan pelacakan  atau berburu. Beberapa mamalia  akan  menggunakan  daun  telinga   untuk memfokuskan suara yang diterimanya. Sistem ini disebut  sistem sonar yaitu sistem yang digunakan untuk mendeteksi tempat  dalam melakukan pergerakan dengan deteksi suara frekuensi tinggi  (ultrasonik). Sonar atau Sound Navigation and Ranging merupakan  suatu metode penggunaan gelombang ultrasonik untuk menaksir  ukuran, bentuk, letak, dan kedalaman benda-benda, seperti pada  Gambar 10.17.  Sumber : www.hngn.com. Gambar 10.17 Sistem Sonar pada Kelelawar  a.   Kelelawar Tahukah kamu kelelawar? Kelelawar dapat mengeluarkan dan  menerima gelombang ultrasonik dengan frekuensi di atas 20.000 Hz  pada saat ia terbang. Gelombang yang dikeluarkan akan dipantulkan   kembali oleh objek yang ak

an dilewatinya dan diterima oleh receiver  (alat penerima) yang berada di tubuh kelelawar. Kemampuan kelelawar  untuk menentukan lokasi ini disebut dengan ekolokasi.  Pada saat terbang dan berburu, kelelawar akan mengeluarkan  bunyi yang frekuensinya tinggi, kemudian mendengarkan gema yang  dihasilkan. Pada saat kelelawar mendengarkan gema, kelelawar hanya  akan terfokus pada suara yang dipancarkannya sendiri. Rentang  frekuensi yang mampu didengar oleh makhluk ini terbatas, sehingga  kelelawar harus mampu menghindari efek Doppler yang muncul.   Ilmu Pengetahuan Alam 147  Sumber : McGraw-Hill, 2007 Gambar 10.18 Ekolokasi Kelelawar Menurut efek Doppler, jika sumber bunyi dan penerima suara  keduanya tak bergerak, maka penerima akan mendengar frekuensi  b

unyi yang sama dengan yang dipancarkan oleh sumber suara.  Akan tetapi, jika salah satu dari sumber bunyi atau penerima suara  tersebut bergerak, frekuensi yang diterima akan berbeda dengan yang  dipancarkan. Pada keadaan tersebut frekuensi suara yang dipantulkan  dapat jatuh ke wilayah frekuensi yang tidak dapat didengar oleh  kelelawar.  Agar dapat menghindari efek  Doppler, kelelawar akan menyesuaikan  besar frekuensi suara yang dipancarkannya. Misalnya, kelelawar akan  mengirimkan suara berfrekuensi tinggi untuk mendeteksi lalat yang  bergerak menjauh, sehingga pantulannya tidak hilang.  b.   Lumba-Lumba Pernahkah kamu melihat lumba-lumba? Di mana kamu pernah  melihat lumba-lumba? Habitat asal lumba-lumba adalah di lautan.  Lumba- lumba dapat dilihat di permukaan air, namun sebagian besar  waktu mereka di kedalaman lautan yang cukup gelap. Sekalipun  hidup di kedalaman lautan, lumba-lumba mempunyai sistem yang  memungkinkan untuk berkomunikasi dan menerima rangsangan,  yaitu sistem sonar. Sama seperti pada kelelawar, sistem ini be

rguna  untuk mengindrai benda-benda di lautan, mencari makan, dan  berkomunikasi.   148 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Sumber : www.apakabardunia.com Gambar 10.19 Lumba-Lumba Bagaimana cara kerja sistem sonar pada lumba-lumba? Lumba- lumba bernapas melalui lubang yang ada di atas kepalanya.  Di bawah  lubang ini, terdapat kantung-kantung kecil berisi udara. Agar dapat  menghasilkan suara berfrekuensi tinggi, lumba-lumba mengalirkan  udara pada kantung-kantung ini. Selain itu, kantung udara ini  juga berperan sebagai alat pemfokus bunyi. Kemudian, bunyi ini  dipancarkan ke segala arah secara terputus-putus.  Gelombang bunyi lumba-lumba akan dipantulkan kembali bila  membentur suatu benda. Pantulan gelombang bunyi tersebut ditangkap  di bagian rahang bawahnya yang disebut “jendela akustik”. Dari bagian  tersebut, informasi bunyi diteruskan ke

 telinga bagian tengah, dan  akhirnya ke otak untuk diterjemahkan. Dengan cara tersebut, lumba- lumba mengetahui lokasi, ukuran, dan pergerakan mangsanya. Lumba- lumba juga mampu saling berkirim pesan walaupun terpisahkan  oleh jarak lebih dari 220 km. Lumba-lumba berkomunikasi untuk  menemukan pasangan dan saling mengingatkan akan bahaya.  Sumber : www.hngn.com. Gambar 10.20 Sistem Sonar pada  Lumba-Lumba   Ilmu Pengetahuan Alam 149  C. Aplikasi Getaran dan Gelombang dalam Teknologi Ayo, Kita Pelajari Istilah Penting • Ultrasonografi • Sonar  • Ultrasonografi • Sonar • Sonifikasi  Mempelajari materi ini akan membantumu memahami aplikasi konsep getaran  dan gelombang pada teknologi dalam kehidupan sehari hari, sehingga dapat  memotiv

asi kamu untuk ikut serta dalam mengembangkan teknologi tersebut.  Mengapa Penting?  Getaran dan gelombang memiliki banyak manfaat bagi kehidupan  manusia. Berikut beberapa pemanfaatan gelombang dalam teknologi.  1.       Ultrasonografi (USG) Ultrasonografi (USG) merupakan teknik pencitraan untuk  diagnosis dengan menggunakan gelombang ultrasonik. Frekuensi  yang digunakan berkisar antara 1-8 MHz.  USG dapat digunakan untuk  melihat struktur internal dalam tubuh, seperti tendon, otot, sendi,  pembuluh darah, bayi yang berada dalam  kandungan, dan berbagai  jenis penyakit, seperti kanker.  Bagaimana gelombang bunyi dapat menghasilkan gambar? Proses  pembentukan gambar dari bunyi dilakukan dengan tiga tahapan,  yaitu pemancaran gelombang, penerimaan gelombang pantul, dan  interpretasi gelombang pantul. Alat USG akan memancarkan berkas  gelombang ultrasonik ke jaringan tubuh menggunakan alat pemancar  sekaligus penerima gelombang yang disebut 

ubuh dengan besar yang beragam, baik jangka waktu pantulan  dan besar kecilnya gelombang yang dipantulkan. Gelombang yang  dipantulkan oleh jaringan tubuh selanjutnya diterima oleh transduser.  Selanjutnya transduser akan mengubah gelombang yang diterima  menjadi sinyal listrik, kemudian dihantarkan menuju komputer.  Komputer selanjutnya akan memeroses dan mengubah sinyal listrik  menjadi gambar.    150 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  (a) (b) (c)  Sumber: (a) en.wikipedia.org, (b) www.brooksidepress.org, (c) mirror-au-nsw1.gallery.hd.org Gambar 10.21 (a) Transduser USG, (b) Komputer Pemroses Hasil USG,  (c) Hasil USG Bayi  2.       Sonar Sonar (Sound Navigation and Ranging) dapat digunakan  untuk  menentukan kedalaman dasar lautan yang dipero

leh dengan cara  memancarkan bunyi ke dalam air. Gelombang bunyi akan merambat  menurut garis lurus hingga mengenai sebuah penghalang, misalnya  dasar laut. Ketika gelombang bunyi mengenai penghalang, sebagian  gelombang itu akan dipantulkan kembali ke kapal sebagai gema. Waktu  yang dibutuhkan gelombang bunyi untuk bergerak turun ke dasar dan  kembali ke atas diukur dengan cermat.  Data waktu dan cepat rambat bunyi di air laut dapat digunakan  untuk menghitung jarak kedalaman laut dengan menggunakan  persamaan: s = v × t 2  dengan: s = Kedalaman lautan v = Kecepatan gelombang ultrasonik t = Waktu tiba gelombang ultrasonik Perhatikan Gambar 10.22! Untuk mengukur kedalaman laut,  diperlukan transduser dan detektor. Transduser akan mengubah sinyal  listrik menjadi gelombang ultrasonik yang dipancarkan ke dasar laut.  Pantulan dari gelombang tersebut akan menimbulkan efek gema (echo)  dan dipantulkan kembali ke kapal, kemudian ditangkap detektor.   Ilmu Pengetahuan Alam 151  Transduser  Detektor  Gelombang  ultraso

nik  Pantulan  gelombang  ultrasonik  Dasar laut  Sumber : www.meritnation.com  Gambar 10.22 Mengukur Kedalaman Laut  Sistem penerima pada kapal akan melakukan penghitungan  mengenai jarak objek, dengan menggunakan rumus yang telah kamu  pelajari sebelumnya. Selain untuk mengukur kedalaman laut, sonar  juga banyak digunakan nelayan modern untuk menentukan lokasi di  mana ikan berada, kondisi ombak, dan kecepatan arus air laut. Tahukah  kamu bahwa sonar ternyata menirukan proses lumba-lumba dalam  mencari mangsanya yang telah digunakan lumba-lumba sejak jutaan  tahun lalu? Menakjubkan bukan? Mustahil seekor binatang mampu  memiliki sistem sedemikian menakjubkan atas kehendaknya sendiri.  Sistem tak tertandingi pada lumba-lumba adalah bukti bahwa Tuhan  Maha Kuasa dan telah menciptakan hewan tersebut begitu sempurna.  3.

       Terapi Ultrasonik Terapi ultrasonik merupakan terapi yang menggunakan gelombang  ultrasonik untuk keperluan medis. Metode yang digunakan yaitu  dengan memancarkan gelombang dengan frekuensi tinggi (800-  2.000 kHz) pada jaringan tubuh. Beberapa bentuk terapi ultrasonik  misalnya terapi fisik, yang biasa digunakan untuk menangani keseleo  pada ligamen, keseleo pada otot, tendonitis, inflamasi sendi, dan  osteoartritis. Selain itu, tingginya energi gelombang ultrasonik, juga  dapat digunakan untuk memecah endapan batu pada penderita batu  ginjal atau yang dikenal dengan lithotripsi. Perhatikan Gambar 10.23!   152 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Batu ginjal  Gelombang  ultrasonik Penghasil Pemancar gelombang gelombang Sumber : biology-forum.com Gambar 10.23 Terapi Batu Ginjal dengan Gelombang Ultrasonik Gelombang ultrasonik juga dapat digunakan untuk membersihkan  gigi dan penanganan penyakit katarak. Ultrasonik juga dapat  dimanfaatkan untuk mengantarkan obat tertentu secara efektif pada  suatu organ yang terkena penyakit, misalnya me

ngantarkan obat  kemoterapi terhadap sel-sel kanker dalam otak. Masih banyak lagi  manfaat ultrasonik untuk terapi. Agar kamu dapat menguasai dan  memanfaatkan dengan baik, kamu harus rajin belajar dan pantang  menyerah!  4.       Pembersih Ultrasonik Pernahkah kamu mendengar pembersih ultrasonik? Pembersih  ultrasonik merupakan alat yang menggunakan gelombang ultrasonik  dengan frekuensi antara 20-400 KHz dan cairan pembersih tertentu  (dapat juga menggunakan air biasa), untuk membersihkan suatu  benda. Benda-benda yang biasa dibersihkan menggunakan alat  pembersih ultrasonik seperti, perhiasan, lensa, jam tangan, alat bedah,  alat musik, alat laboratorium, dan alat-alat elektronik tertentu. Pembersih ultrasonik akan menghasilkan gelembung-gelembung  cairan pembersih yang terbentuk akibat adanya gelombang ultrasonik  bertekanan tinggi. Pergerakan gelembung cairan menghasilkan gaya  yang besar untuk melepaskan kotoran seperti debu, mi

nyak, cat,  bakteri, dan jamur yang melekat pada suatu benda. Gelembung cairan  mampu masuk ke dalam lubang-lubang kecil yang sulit dibersihkan  dengan cara biasa, sehingga untuk membersihkannya tidak perlu  dilakukan pembongkaran.   Ilmu Pengetahuan Alam 153  (a) (b) (c)  Sebelum Sesudah  Sumber : (a) www.diytrade.com, (b) www.ctgclean.com, (c) garwvalleymc.co.uk Gambar 10.24 (a) Alat Pembersih Ultrasonik, (b) Gelombang dan Gelembung  dalam Pembersih Ultrasonik, (c) Mesin yang Dibersihkan dengan Alat Pembersih  Ultrasonik  5.       Sonifikasi Sonifikasi (sonification) adalah proses pemberian energi gelombang  ultrasonik pada suatu bahan (larutan atau campuran),

 sehingga  bahan tersebut dapat dipecah menjadi bagian yang sangat kecil. Di  dalam laboratorium, sonifikasi dilakukan dengan bantuan alat yang  disebut sonikator. Pada alat pembuatan kertas, juga terdapat alat yang  memancarkan gelombang ultrasonik pada serat selulosa, sehingga  tersebar lebih merata dan menjadikan kertas lebih kuat.   Sumber: www.laboratory-equipment.com Gambar 10.25  Sonikator Sonifikasi dapat digunakan untuk produksi nanopartikel, seperti  nanoemulsi dan nanokristal. Sonifikasi juga dapat mempercepat  ekstraksi (pengambilan) minyak  dari dalam jaringan tumbuhan dan  pemurnian minyak bumi. Pada aplikasi biologis, sonifikasi sering  digunakan untuk merusak atau menonaktifkan material organik.  Misalnya, untuk merusak membran sel dan melepaskan isi selulernya  atau yang dikenal dengan istilah sonoporasi.   154 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  6.       Pengujian Ultrasonik  Pengujian ultrasonik (ultrasonic testing) merupakan teknik  pengujian yang berdasarkan pada penyaluran gelombang ultrasonik  pada objek atau mater

ial yang diuji. Gelombang yang digunakan  memiliki frekuensi sekitar 0,1 – 15 Mhz. Dengan menggunakan teknik  pantulan gelombang ultrasonik yang dipancarkan ke dalam benda,  kerusakan pada bagian dalam benda, ketebalan, dan karakteristiknya  dapat dideteksi, misalnya kerusakan akibat korosi pada logam.   (a) (b) Sumber : (a) www.truvue-it.com, (b) en.wikipedia.org Gambar 10.26 (a) Alat Uji Ultrasonik, (b) Teknisi Menguji Kebocoran pada Pipa  Besi Menggunakan Alat Uji Ultrasonik Pengujian ultrasonik banyak dilakukan dalam produksi  logam baja  dan aluminium, produksi pesawat, automotif, dan industri lainnya.  Perhatikan Gambar 10.26! Penggunaan alat uji ultrasonik banyak  memiliki keunggulan, antara lain memiliki daya yang tinggi untuk  menembus s

uatu bahan, memiliki sensitivitas yang tinggi, akurat,  tidak berbahaya, dan mudah dibawa.   Ilmu Pengetahuan Alam 155  Ayo, Kita Renungkan Tuhan menciptakan beragam karakteristik mengagumkan  pada setiap makhluknya, sesuai dengan kebutuhannya. Misalnya,  kelelawar memiliki sistem sonar yang mampu mendeteksi  keberadaan benda di sekitarnya, sehingga ia dapat terbang di tempat  yang gelap tanpa menabrak benda lain. Lumba-lumba dan paus  yang hidup di laut memiliki sonar untuk mendeteksi keberadaan  sumber makanan. Anjing dengan kemampuan mendengar

 suara  ultrasonik dapat membantu manusia untuk menjaga rumah dari  tindakan kejahatan. Teknologi sonar yang diterapkan pada kapal  laut dan alat ultrasonografi (USG) dikembangkan dengan meniru  sistem sonar yang dimiliki oleh ikan paus dan kelelawar sehingga  mendatangkan banyak manfaat bagi manusia. Bagaimana dengan tubuh kita? Apakah di tubuh kita juga  menerapkan prinsip getaran dan gelombang? Tubuh kita memiliki  organ yang disebut telinga. Telinga memiliki tiga bagian yakni  telinga luar, tengah, dan dalam yang disusun sangat kompleks,  sehingga kita dapat mendengar suara. Oleh karena itu, tidak ada  ciptaan Tuhan yang sia-sia. Agar dapat merenungkan  apakah kamu  sudah bersyukur dan menjaga organ telinga jawablah beberapa  pertanyaan berikut ini dengan memberi tanda centang (√) pada  kolom “ya”atau “tidak”! Tabel 10.5 Pertanyaa

n untuk Refleksi Terkait Getaran, Gelombang, dan Sistem  Pendengaran pada Makhluk Hidup No Pertanyaan Ya Tidak 1 Apakah kamu mensyukuri keistimewaan penciptaan  sistem sonar pada hewan, sehingga dapat diterapkan  dalam berbagai teknologi? 2 Apakah kamu terinspirasi untuk menciptakan  teknologi tepat guna yang menerapkan konsep bunyi? 3 Apakah kamu rutin membersihkan telinga dengan  benar? 4 Apakah kamu rutin memeriksakan kondisi telinga ke  dokter atau ahli telinga-hidung-tenggorokan (THT)? 5 Apakah kamu mampu menerapkan cara menghitung  kedalaman laut atau jarak antartebing dengan  memanfaatkan bunyi?   156 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Coba kamu hitung, berapa total skormu dengan ketentuan: ƒ Jawaban “ya” mendapat skor 2 (dua) ƒ Jawaban “tidak” mendapat skor 0 (nol) Bandingkan total skormu dengan kriteria berikut. ƒ Skor 0 – 3 : berarti kamu memi

liki sikap yang kurang baik  dalam mempraktikkan konsep getaran dan bunyi. ƒ Skor 4 – 6 : berarti kamu memiliki sikap yang baik dalam  mempraktikkan konsep getaran dan bunyi. ƒ Skor 7 – 10 : berarti kamu memiliki sikap yang sangat baik  dalam mempraktikkan konsep getaran dan bunyi. Untuk kamu yang memiliki sikap yang kurang baik terhadap  penerapan materi getaran dan gelombang serta dalam menjaga  kesehatan indra pendengaranmu, sebaiknya terus berusaha untuk  meningkatkan motivasimu dalam belajar.    Ilmu Pengetahuan Alam 157  Info Tokoh  1875 M  Alexander Graham Bell  Menemukan dalam  waktu satu detik (1 Hertz  = 1 gelombang per detik)  Christian Huygens Menemukan cara untuk  menghubungkan ayunan  teratur sebuah bandul  dengan peralatan jarum  jam det

ak-detak tetap  1650 M  Christian Andreas 1842 M Doppler Penemu prinsip Efek  Doppler  Galileo Galilei Menemukan  prinsip periode  pendulum adalah  1602 M konstan  1857-1894  M  Penemu Alat yang dapat  mengenali bunyi suara  (Telepon)  Heinrich Rudolf Hertz  1915 M Paul Langevin Menemukan alat  sonar pertama untuk  mendeteksi kapal selam  dengan menggunakan  sifat-sifat piezoelektrik  kuartz  901 M  Menemukan teori  tentang getaran  Perintis ilmu  penyakit telinga  dan menemukan  peralatan untuk  memeriksa telinga  936-1013 M  Al-Zahrawi  Tsabit bin Qurrah   158 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Rangkuman ƒ Mendengar adalah kemampuan untuk mendeteksi vibrasi  mekanis yang disebut suara. ƒ Organ pendengaran pada manusia adalah telinga yang berfungsi  menangkap gelombang suara dan memberikan rangsang pada  sel saraf untuk diterjemahkan di o

tak. ƒ Telinga manusia dibagi menjadi 3 area, yaitu telinga luar, telinga  tengah, dan telinga dalam. ƒ Getaran merupakan gerak bolak-balik melalui titik  kesetimbangannya yang energinya akan merambat dalam  bentuk gelombang. ƒ Gelombang-gelombang yang berbeda dapat memiliki periode,  frekuensi, dan panjang gelombang yang berbeda. ƒ Berdasarkan arah rambatnya, gelombang dibedakan menjadi  gelombang transversal dan gelombang longitudinal. Gelombang  transversal adalah 

gelombang yang arah rambatnya tegak  lurus dengan arah getarnya. Gelombang longitudinal adalah  gelombang yang arah rambatnya sejajar dengan arah getarnya. ƒ Telinga manusia mampu mendengar bunyi dengan frekuensi  20-20.000 Hz yang disebut bunyi audiosonik. Beberapa hewan  dapat mendengar bunyi dengan frekuensi di bawah 20 Hz yang  disebut bunyi infrasonik, dan bunyi dengan frekuensi di atas  20.000 Hz yang disebut bunyi ultrasonik. ƒ Resonansi adalah peristiwa ikut bergetarnya suatu benda karena  benda lain yang memiliki frekuensi sama bergetar di sekitarnya. ƒ Sonar merupakan suatu sistem penggunaan gelombang  ultrasonik untuk menaksirkan ukuran, bentuk, atau kedalaman  yang biasa dipakai di kapal atau hewan tertentu seperti lumba- lumba dan kelelawar. 

Demikian soal dan jawaban buku siswa ipa kelas 8 uji kompetensi bab 10 tentang getaran, gelombang, dan bunyi. Jika ada kesalahan pada penulisan atau jawaban Anda bisa memberik kritik melalui kolom komentar. Semoga artikel kali ini dapat memberi manfaat bagi para pelajar yang sedang mempelajari materi ini.

sumber: buku ipa kelas 8

You May Also Like