KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 110 111 112 113 bab 9 uji kompetensi

Hallo temen pada kesempatan kali ini kami akan memberikan pembahasan mengenai kunci jawaban mengenai pelajaran ipa, dimana kali ini kami mengambil pembahasan mengenai topik kali ini di karenakan kami melihat banyak sekali peserta didik yang mengejakan tugas, dimana salah satu tugas yang di berikan oleh guru adalah tugas ipa kelas 8 bab 9 ini.

kami ingin menghimbau kepada peserta didik untuk selalu mengerjakan tugass dengan mandiri tanpa bantuan orang lain hal ini dikarenakan dengan mengerjakan tugas dengan madniri peserta didik dapat melatih sikap disiplin pantang menyerah dan selalu berusaha dalam menyelesaikan pernasalahn yang ada.

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 110 111 112 113  bab 9 uji kompetensi

diharapkan dengan melatih sikap tersebut peserta didik dapat menyelesaikan permasalah dengan sendiri tanpa bantuan orang lain di kemudian harinya, baik itu permasalahan di sekolah maupun di luar sekolah,

kami juga membahas mengenai kunci jawaban dari bab lain, yang mana pembahasan bab yang kami maksud adalah pembahasan mengnai bab selanjutnya yaitu berkaitan tenatang kunci jawaban ipa kelas 8 . berikut ini pembahasan yang bisa temen- temen klik untuk mengakses jawaban tersebut:

  1. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 1
  2. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 2
  3. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 3
  4. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 4
  5. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 5
  6. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 6
  7. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 7
  8. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 8
  9. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 9
  10. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 10
  11. Kunci jawaban IPA kelas 8 Bab 11

Kami juga membahas mengenai kunci jawaban pelajaran, yang dapat temen temen akses jawaban tersebut di bawah ini, dimana pembahasan ini kami buat seupaya temen dapat menyelesaiakn tugas dengan tepat waktu dan memperoleh nilai yang memuskan

  1. Kunci jawaban PAI kelas 8
  2. Kunci jawaban MTK kelas 8
  3. Kunci jawaban Bahasa Inggris kelas 8
  4. Kunci jawaban IPA kelas 8
  5. Kunci jawaban PENJAS kelas 8
  6. Kunci jawaban Bahasa indonesia kelas 8
pembahasan di atas sengaja kami berikan kepada adik adik siapa tau adik adik membutuhkan jawaban dari pelajaran yang lainya, dan kami harap adik adik bisa menyelesaikan semua tugas yang di berikan oleh guru kepada adik adik sekalaian, jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman yang mengerjakan tugas yang sama iya

 Sistem ekskresi merupakan kemampuan untuk menjaga keseimbangan tubuh dengan cara membuang bahan-bahan sisa metabolisme yang dikeluarkan oleh sel

Organ ekskresi pada manusia terdiri atas empat organ, yaitu ginjal, kulit, paru-paru, dan hati. Ginjal merupakan organ ekskresi yang memiliki peran sangat penting karena membuang sisa metabolisme dalam jumlah besar melalui urine. Proses ginjal menghasilkan urine meliputi tahapan utama, yaitu filtrasi, reabsorpsi, dan augmentasi.

Kunci jawaban IPA kelas 8 halaman 110-112 uji kompetensi bab 9

Kulit merupakan organ ekskresi yang mengeluarkan bahan yang hampir sama dengan ginjal, yakni sampah nitrogen berupa urea dalam bentuk keringat. Paru-paru merupakan organ ekskresi yang mengeluarkan sisa metabolisme berupa CO2 dan H2O.

A. Pilihan Ganda

1. Berikut ini yang tidak termasuk alat ekskresi adalah ….

A. hati

B. kulit

C. ginjal

D. usus besar

Kunci Jawaban D


2. Pernyataan berikut ini yang tidak berhubungan dengan sistem pengeluaran manusia adalah ….

A. ginjal menghasilkan urine

B. kulit menghasilkan keringat

C. pankreas menghasilkan enzim amilase

D. bagian kulit yang berperan sebagai alat ekskresi adalah kelenjar keringat

Kunci Jawaban C


3. Perhatikan gambar di bawah ini!

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 110 111 112 113  bab 9 uji kompetensi

Tempat untuk menampung urine sebelum dikeluarkan dari tubuh ditunjukkan oleh nomor ….

A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

Kunci Jawaban C


4. Perhatikan gambar di bawah ini!

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 110 111 112 113  bab 9 uji kompetensi

Bagian yang berperan dalam proses pembentukan urine primer adalah ….

A. 1

B. 2

C. 3

D. 4

Kunci Jawaban A


5. Sisa penyaringan pada proses filtrasi menghasilkan urine yang masih mengandung zat yang berguna bagi tubuh. Berikut ini yang bukan merupakan zat yang terdapat pada urine hasil proses filtrasi adalah ….

A. glukosa

B. asam amino

C. sel darah merah

D. garam-garam mineral

Kunci Jawaban C


6. Sisa metabolisme yang dikeluarkan melalui paru-paru adalah ….

A. urea dan uap air

B. garam dapur dan air

C. asam amino dan amonia

D. karbon dioksida dan uap air

Kunci Jawaban D


7. Zat berikut yang tidak dihasilkan oleh hati adalah ….

A. urea

B. glukosa

C. bilirubin

D. getah empedu

Kunci Jawaban B


8. Kulit berfungsi sebagai alat ekskresi karena ….

A. melindungi tubuh dari kuman

B. mempunyai kelenjar keringat

C. mempunyai ujung saraf reseptor

D. melindungi tubuh dari cahaya matahari

Kunci Jawaban B


9. Adanya batu ginjal di dalam rongga ginjal dapat menimbulkan ….

A. nefritis

B. hematuria

C. hidronefrosis

D. diabetes insipidus

Kunci Jawaban B


10. Bila kadar glukosa dalam urin 1,5%, maka kemungkinan orang tersebut menderita ….

A. gagal ginjal

B. penyakit diabetes mellitus

C. penyakit diabetes insipidus

D. peradangan kandung kemih

Kunci Jawaban B


Kunci jawaban IPA kelas 8 halaman 112-113 uji kompetensi bab 9

Hati merupakan organ ekskresi yang memiliki kemampuan menetralisir racun dan menghasilkan getah empedu. Hati memiliki peran dalam mengubah NH3 (amonia) menjadi urea yang nantinya akan dibuang melalui kulit dan ginjal.

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 110 111 112 113  bab 9 uji kompetensi

Gangguan sistem ekskresi yang sering terjadi pada ginjal, antara lain nefritis, albuminuria, batu ginjal, hematuria, kanker ginjal, diabetes insipidus, dan biang keringat. Beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi antara lain mengatur pola makan yang seimbang, banyak minum air putih minimal 2 liter sehari, olahraga teratur, serta tidak menunda untuk buang air kecil.

B. Esai

1. Sebutkan macam-macam organ yang berperan sebagai alat ekskresi pada manusia dan zat yang diekskresikan atau yang dikeluarkan!

Kunci Jawaban 

Macam-macam organ yang berperan sebagai alat ekskresi adalah

a. paru-paru

b. ginjal

c. kulit

d. hati

Zat yang dikeluarkan dari organ-organ ekskresi tersebut adalah

a. paru-paru, mengeluarkan zat sisa CO2

b. ginjal, mengekskresikan urine

c. kulit, mengekskresikan keringat

d. hati, mengeluarkan bilirubin yang merupakan bahan sisa dari pemecahan sel darah merah yang sudah tua

2. Pembentukan urine terjadi di dalam ginjal, isilah tabel di bawah ini untuk menjelaskan proses pembentukan urine yang terjadi di dalam ginjal!

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 110 111 112 113  bab 9 uji kompetensi

 Kunci Jawaban 

KUNCI JAWABAN IPA kelas 8 halaman 110 111 112 113  bab 9 uji kompetensi

3. Mengapa bila kita berada dalam kondisi yang panas tubuh mengeluarkan banyak keringat, sangat berbeda ketika kita berada pada tempat dengan suhu dingin?

Kunci Jawaban 

Pada otak di bagian hipotalamus, akan mengatur jumlah air di dalam darah. Ketika otak mendeteksi bahwa di dalam darah terlalu banyak air, maka hipotalamus akan melepaskan sejumlah hormon yang mendorong ginjal untuk mengurangi jumlah air yang ada di dalam darah sehingga ginjal akan meningkatkan jumlah urine yang dikeluarkan. Begitu pula ketika pada suhu udara panas di siang hari, ketika jumlah cairan di dalam darah tinggi, hipotalamus akan mengeluarkan hormon, dan memberikan sinyal pada kelenjar keringat yang ada di dalam kulit untuk memproduksi keringat yang lebih banyak.

4. Pada suatu pemeriksaan laboratorium, diuji urine seorang pasien ternyata ketika diuji dengan menggunakan indikator Benedict menunjukkan reaksi warna menjadi merah bata, dan ketika diuji dengan indikator Biuret menunjukkan reaksi warna ungu, berdasarkan hal tersebut analisislah penyakit yang terjangkit oleh pasien dan bagian ginjal manakah yang mengalami gangguan?

Kunci Jawaban 

Pasien menderita albuminaria (di dalam urin terdapat protein) kerusakan pada glumerolus dan menderita diabetes melitus (di dalam urin terdapat glukosa) kerusakan pada tubulus proksimal. Tubulus proksimal merupakan bagian dari ginjal yang berfungsi dalam tahap reabsorbsi/penyerapan kembali. Artinya jika terjadi kerusakan pada organ ini akan menyebabkan gangguan-gangguan misalnya ditemukan adanya glukosa pada organ ini, karena tubulus proksimal tidak mampu mereabsorbsi urine primer, sehingga dalam urine masih mengandung glukosa.

5. Sebutkan 3 macam pola hidup untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi!

Kunci Jawaban 

Contoh pola hidup untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi di antaranya adalah mengatur pola makan yang seimbang, meminum air mineral 2 liter per hari, olahraga teratur, dan tidak menunda jika akan buang air kecil.

Rangkuman IPA kelas 8 bab 9

9 Sistem Ekskresi Manusia  Pernahkah kamu memerhatikan tubuhmu ketika kamu  selesai berolahraga? Biasanya kamu akan berkeringat dan  frekuensi pernapasanmu meningkat. Pernahkah kamu berpikir  mengapa tubuhmu mengeluarkan keringat? Mengapa keringat  harus dikeluarkan oleh tubuh? Apakah ada zat lain yang harus  dikeluarkan oleh tubuh?  Bagaimana proses pengeluaran zat- zat tersebut? Agar mengetahuinya, ayo pelajari materi ini  dengan saksama.  S  u  m  b  e  r  :     w  w  w  .  v  i  s  i  h  o  w  .  c  o  m   80 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Coba kamu bayangkan ketika kamu melihat ibumu memasak,  ketika kamu mencuci baju, mandi, atau memakan makanan dalam  kemasan, pasti dari kegiatan tersebut dihasilkan zat sisa atau yang  kita kenal dengan sampah, misalnya sampah sisa sayuran, air limbah  sisa mencuci atau mandi, sisa makanan, dan sampah plastik bekas  pembungkus makanan. Kalau dihitung pasti banyak sekali sam

pah  yang menumpuk di dalam rumah jika tidak secara teratur dibuang.  Sampah yang menumpuk tentu akan menjadi tempat berkembangnya  berbagai penyakit. Selanjutnya, bagaimana di dalam tubuh kita?  Apakah  tubuh kita juga mengeluarkan zat sisa? Apa saja jenis zat sisa  yang dikeluarkan tubuh kita? Apa dampaknya apabila zat sisa yang  dihasilkan tubuh tidak dikeluarkan? Nah, untuk menjawab pertanyaan  tersebut coba diskusikan beberapa pertanyaan berikut ini dengan  temanmu!  Ayo, Kita Diskusikan 1. Apakah tubuh kita mengeluarkan zat sisa? Coba identifikasilah  zat sisa yang dikeluarkan oleh tubuhmu! 2. Mengapa zat sisa yang ada di dalam tubuhmu harus dikeluarkan? 3. Bagaimana dampaknya jika zat sisa dalam tubuhmu tidak  dikeluarkan?  Setelah kamu berdiskusi, sekarang kamu tahu bahwa tubuh  manusia juga menghasilkan berbagai zat sisa yang sudah tidak  diperlukan tu

buh seperti urine, keringat, gas karbon dioksida, uap air,  urea, asam urat, dan bilirubin. Berbagai zat tersebut perlu dikeluarkan  karena apabila menumpuk dalam tubuh akan menimbulkan penyakit,  bahkan dapat menyebabkan kematian. Misalnya saja zat sisa urine,  apabila kita sering menahan pengeluaran urine (menahan kencing)  akan memicu  terkena penyakit batu ginjal. Pernahkah kamu berpikir bagaimanakah proses pengeluaran urine  dan zat-zat sisa yang lain tidak diperlukan oleh tubuh? Agar tubuh sehat  dan seimbang harus ada pengaturan zat-zat yang diperlukan tubuh  serta pengaturan pengeluaran zat-zat yang sudah tidak diperlukan oleh    Ilmu Pengetahuan Alam 81  tubuh. Tuhan telah melengkapi manusia dengan sistem pengeluaran  zat sisa tersebut. Agar kamu dapat memahami jalur terbentuknya zat  sisa dan bagian yang berperan dalam mengeluarkan zat sisa tersebut,  perhatikanlah Gambar 9.1!  SEMUA SEL  HATI DALAM TUBUH  Terjadi pemecahan  hemoglobin Terjadi Respirasi seluler pemecahan  Terjadi asam nukleat  pemecahan  protein  Urea  As

am urat  Bilirubin Air Karbon dioksida  GINJAL KULIT PARU-PARU  Urine Keringat  Udara yang  mengandung  karbon dioksida  dan air  Zat sisa  dikeluarkan  dalam bentuk:  Organ yang  mengeluarkan:  Zat sisa yang  dihasilkan:  Sisa metabolisme  dihasilkan oleh:  Sumber: Solomon & Berg, 2008 Gambar 9.1 Zat Sisa dalam Tubuh Manusia  dan Organ yang Terlibat dalam  Proses Pengeluaran Zat Sisa Tersebut Seluruh sel penyusun tubuh melakukan proses respirasi  seluler untuk mendapatkan energi dalam rangka melangsungkan  kehidupannya. Proses respirasi seluler tersebut menghasilkan zat sisa  berupa air dan karbon dioksida. Di dalam hati protein yang telah usang  dipecah dan dihasilkan urea, asam nukleat dipecah dan dihasilkan asam  urat, serta hemoglobin yang telah usang dipecah sehingga dihasilkan  bilirubin. Urea, asam urat, bilirubin, dan air dapat dikeluarkan melalui  ginjal dalam bentuk urine. Selain dikeluarkan melalui ginjal, air dapat  dikeluarkan melalui kulit dalam bentuk keringat. Karbon dioksida  dikeluarkan melalui paru-paru dalam bentuk udara pernapasan.   82 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  A. Struktur dan Fungsi Sistem Ekskresi pada Manusia Ayo, Kita Pelajari Istilah Penting • Ginjal • Kulit • Paru-paru • Hati  • Ekskresi • Defekasi • Sekresi  • Ginjal • Uretra • Ureter • Nefron  • Kulit • Epidermis • Dermis • Hati • Paru-paru • Alveolus  Mempelajari materi 

ini akan membantumu memahami sistem ekskresi manusia, sehingga  kamu lebih paham bagaimana proses pembuangan zat-zat yang tidak diperlukan tubuh   Mengapa Penting?     Setelah kita minum, bernapas, dan berlari ternyata banyak zat yang  dikeluarkan tubuh. Proses pengeluaran zat-zat sisa metabolisme yang  tidak diperlukan tubuh disebut ekskresi. Ekskresi diperlukan tubuh  agar zat sisa tersebut tidak meracuni tubuh karena dapat merusak  berbagai organ dalam tubuh bahkan dapat menyebabkan kematian.  Sistem ekskresi pada manusia melibatkan beberapa organ ekskresi  yaitu; ginjal, kulit, paru-paru, dan hati.  1.       Ginjal Apakah kamu mengetahui fungsi ginjal? Ginjal berfungsi untuk  menyaring darah yang mengandung zat sisa metabolisme dari sel di  seluruh tubuh.   Ginjal terletak di kanan dan kiri tulang pinggang, yaitu  di dalam rongga perut pada dinding tubuh bagian belakang (dorsal)  (Gambar 9.2 a ). Ginjal sebelah kiri letaknya lebih tinggi daripada  ginjal sebelah kanan. Ginjal memiliki bentuk seperti biji kacang merah  (Gambar 9.2 b ).Ginjal berwarna merah karena ba

nyak darah yang  masuk ke dalam ginjal. Darah akan masuk ke dalam ginjal melalui  pembuluh arteri besar dan akan keluar dari ginjal melalui pembuluh  vena besar. Apabila sebuah ginjal dipotong melintang, maka akan tampak  tiga lapisan, seperti pada Gambar 9.2 c . Bagian luar disebut korteks  renalis atau kulit ginjal, di bawahnya terdapat medula renalis, dan di    Ilmu Pengetahuan Alam 83  bagian dalam terdapat rongga yang disebut rongga ginjal atau pelvis  renalis. Ginjal tersusun atas lebih kurang 1 juta alat penyaring yang  disebut dengan nefron. Perhatikan Gambar 9.2 d !   Ginjal  Aorta  Vena kava  inferior  Ureter  Kantung  kemih Uretra  Korteks renalis Medulla renalis  Pelvis  renalis  Ureter  Korteks  renalis  Medulla  renalis  Kapsula  Bowman  Tubulus  Cabang arteri  renalis Cabang  vena renalis  Menuju pelvis  renalis  Tubulus  kolektivus  Dari nefron  lain  Tubulus  distal  Lengkung  Henle dan  kapiler  darah  Arteriole  dari  glomerulus  Arteriole  dari arteri  renalis  Glomerulus  Kapsula  Bowman  a  b  c  d  Sumber: Reece et al. 2012 Gambar 9.2 Ginjal dan Struktur Penyusunnya Nefron merupakan satuan struktural dan fungsional ginjal karena  nefron merupakan unit penyusun utama ginjal dan unit yang berperan  penting dalam proses penyaringan darah. Sebuah nefron terdiri atas  sebuah komponen penyaring atau badan Malpighi yang dilanjutkan  oleh saluran-saluran (tubulus). Setiap badan Malpighi mengandung  gulungan kapiler darah yang disebut glomerulus yang berada dalam  kapsula Bowman. Pada bagian inilah proses penyaringan darah  d

imulai. Perhatikan Gambar 9.3 agar kamu dapat melihat struktur  badan Malpighi dengan lebih jelas.   84 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Arteri  aferen  Arteri  eferen  Kapsula  Bowman Glomerulus  Badan Malpighi  Kapsula  Glomerulus Bowman  Badan Malpighi  Arteri  aferen  Arteri  eferen  Sumber: Longenbaker, 2011 Gambar 9.3. Struktur Badan Malpighi Medula renalis (bagian tengah ginjal) tersusun atas saluran- saluran yang merupakan kelanjutan dari badan Malpighi dan saluran  yang ada di bagian korteks renalis. Saluran-saluran itu adalah  tubulus proksimal, lengkung Henle, tubulus distal, dan tubulus  kolektivus (pengumpul) yang terdapat pada medula. Lengkung  Henle adalah saluran ginjal yang melengkung pada daerah medula  yang menghubungkan tubulus proksimal dengan tubulus distal.  Pelvis renalis atau rongga ginjal berfungsi sebagai penampung  urine sementara sebelum dikeluarkan melalui ureter. Untuk lebih  memahami proses penyaringan yang terjadi di dalam ginjal, ayo kita  lakukan aktivitas berikut ini.  Aktivitas 9.1  Model Penyaringan Darah dalam Ginjal   Ayo, Kita Lakukan    Apa yang kamu perlukan? 1. 500 mL air 2. 2 mL pewarna makanan warna merah 3. 1 sendok makan tepung terigu   Ilmu Pengetahuan Alam 85  4. 1 buah pengaduk  5. 2 buah gelas kimia ukuran 500 mL 6. 1 buah corong 7. 1 buah kertas saring   Apa yang ha

rus kamu lakukan? 1. Sediakan 500 mL air lalu campurkan  5 tetes pewarna makanan ke dalam  gelas kimia. 2. Sediakan 1 sendok tepung terigu. 3. Susunlah alat seperti pada Gambar  9.4. 4. Tuangkan secara hati-hati sebagian  campuran yang telah dibuat, di atas  kertas saring. 5. Amatilah hasil penyaringan yang  terbentuk, bandingkan dengan  larutan yang belum disaring.     Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Bagaimana perbedaan air dari larutan hasil penyaringan dan  bahan awal sebelum disaring? 2. Apa yang menyebabkan berbeda? 3. Bila rangkaian percobaan pada Gambar 9.4 diumpamakan  sebagai badan Malpighi, maka: a. corong dan kertas saring diumpamakan sebagai bagian apakah  pada badan Malpighi? b. gelas kimia diumpamakan sebagai bagian apakah pada badan  Malpighi?   Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?  Gelas  kimia  Corong  Kertas  saring  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 9.4 Perangkat Model  Penyaringan Darah   86 Kelas VIII SMP/MTs Seme

ster 2  Setelah kamu melakukan Aktivitas 9.1 tentang model penyaringan  darah di dalam ginjal, kamu telah mengetahui bagaimana mekanisme  penyaringan zat secara sederhana sehingga memberikan sedikit  gambaran tentang bagaimana proses penyaringan dalam ginjal.  Tahukah kamu, bahwa proses pembentukan urine di dalam ginjal  melalui tiga tahapan? Ketiga tahapan tersebut adalah tahap filtrasi,  tahap reabsorpsi, dan tahap augmentasi.  a.   Tahap Filtrasi Pembentukan urine dimulai dari darah mengalir melalui arteri  aferen ginjal  masuk ke dalam glomerulus yang tersusun atas kapiler- kapiler darah. Ketika darah masuk ke glomerulus, tekanan darah  menjadi tinggi sehingga mendorong air dan zat-zat yang memiliki  ukuran kecil keluar melalui pori-pori kapiler, dan menghasilkan filtrat.  Cairan hasil penyaringan tersebut (filtrat), tersusun atas urobilin, urea,  glukosa, air, asam amino, dan ion-ion seperti natrium, kalium, kalsium,  dan klor. Filtrat selanjutnya disimpan sementara di dalam kapsula  Bowman (Gambar 9.5). Darah dan protein tetap tinggal di dalam  kapiler darah karena tidak dapat menembus pori-pori glomerulus.  Filtrat yang tertampung di kapsula B

owman disebut urine primer.  Tahapan pembentukan urine primer ini disebut tahap filtrasi.  Arteri eferen  Kapsula Bowman  Glomerulus  Tubulus  kolektivus  Tubulus  distal  Tubulus  proksimal  Badan  Malpighi  Lengkung  Henle  Pembuluh  kapiler  Pori-pori kapiler  (fenestra)  Glukosa  Bilirubin  Air Urea  Ion-ion  Air  Air  Arteri  aferen Sumber: Shier et al.2012 Gambar 9.5 Struktur Badan Malpighi dan Proses Filtrasi  b.   Tahap Reabsorpsi Urine primer yang terbentuk pada tahap filtrasi masuk ke  tubulus proksimal. Di dalam tubulus proksimal terjadi proses  penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh    Ilmu Pengetahuan Alam 87  yang disebut dengan tahap reabsorpsi. Glukosa, asam amino, ion  kalium, dan zat-zat yang masih diperlukan oleh tubuh juga diangkut  ke dalam sel dan kemudian ke dalam kapiler darah di dalam ginjal.  Sedangkan urea hanya sedikit yang diserap kembali (Gambar 9.6).   Glukosa Air  Asam amino  Ion-ion  Tubulus  proksimal  Arteri eferen Tubulus proksimal  Sumber: Longenbaker, 2011 Gambar 9.6 Proses Reabsorpsi Cairan yang dihasilkan dari proses reabsorpsi disebut urine  sekunder. Urine sekunder mengandung air, garam, urea, dan  urobilin. Urobilin inilah yang memberikan warna kuning pada urine,  sedangkan urea yang menimbulkan bau pada urine. Urine sekunder  yang terbentuk dari proses reabsorpsi se

lanjutnya mengalir ke lengkung  Henle kemudian menuju tubulus distal. Selama mengalir dalam  lengkung Henle air dalam urine sekunder juga terus direabsorpsi. c.    Tahap Augmentasi Setelah melalui lengkung Henle, urine sekunder sampai pada  tubulus distal. Pada bagian tubulus distal masih ada  proses  penyerapan   air, ion natrium, klor, dan urea. Pada tubulus distal terjadi proses  augmentasi, yaitu pengeluaran zat-zat yang tidak diperlukan tubuh ke  dalam urine sekunder. Urine sekunder yang telah bercampur dengan  zat-zat sisa yang tidak diperlukan tubuh inilah yang merupakan urine  sesungguhnya. Urine tersebut kemudian disalurkan ke pelvis renalis  (rongga ginjal). Urine yang terbentuk selanjutnya keluar dari ginjal  melalui ureter, kemudian menuju kandung kemih yang merupakan  tempat menyimpan urine sementara (Gambar 9.7). Kandung kemih  memiliki dinding yang elastis. Kandung kemih mampu meregang  untuk dapat menampung  sekitar 0,5 L urine.  Proses pengeluaran urine    88 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  dari dalam kandung kemih disebabkan  oleh adanya tekanan di dalam kandung  kemih. Tekanan pada kandung kemih  disebabkan oleh adanya sin

yal yang  menunjukkan bahwa kandung kemih  sudah penuh. Sinyal penuhnya kandung  kemih memicu adanya kontraksi otot  perut dan otot-otot kandung kemih.  Akibat kontraksi ini urine dapat keluar  dari tubuh melalui uretra. Agar kamu  lebih mudah memahami dan mengingat  bagaimana proses pembentukan urine  pada ginjal, ayo lakukan aktivitas  berikut ini!  Ayo, Kita Diskusikan Proses pembentukan urine, terlihat begitu panjang dan rumit.  Oleh karena itu, untuk mempermudah kamu merangkumnya, coba  siapkan kertas HVS kosong dan lipat menjadi 5 bagian seperti  Gambar 9.8. Pada masing-masing lipatan tulislah setiap bagian- bagian nefron ginjal, seperti badan Malpighi, tubulus proksimal,  lengkung Henle, tubulus  distal, dan tubulus pengumpul.  Kemudian tulislah pertanyaan  berikut pada setiap lipatan. 1. Peristiwa apa yang terjadi di  sini? 2. Apa saja zat yang dihasilkan? 3. Disebut apakah hasil yang  terbentuk? Tuliskan juga jawabanmu,  kemudian warnailah lipatan  yang termasuk bagian medula ginjal dan bagian korteks ginjal  dengan warna yang berbeda!   Kandung  kemih  Uretra  Ur

ter  Ginjal  Sumber: Marieb et al. 2013 Gambar 9.7 Sistem dalam  Pembentukan Urine  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 9.8 Lipatan Kertas untuk  Merangkum   Ilmu Pengetahuan Alam 89  2.       Kulit Ketika berolahraga kamu akan  mengeluarkan keringat bukan? Perhatikan  Gambar 9.9! Selain menjaga suhu tubuh,  berkeringat ternyata juga berfungsi untuk  mengeluarkan zat sisa metabolisme.  Organ tubuh manakah yang memiliki  peran dalam pembentukan keringat dan  bagaimana tubuh membuat keringat?  Sebagai organ ekskresi, kulit berperan  dalam pembentukan dan pengeluaran  keringat.  Selain fungsi tersebut, kulit juga berfungsi untuk melindungi  jaringan di bawahnya dari kerusakan-kerusakan fisik karena gesekan,  penyinaran, berbagai jenis kuman, dan zat kimia berbahaya. Selain  itu, kulit juga berfungsi untuk mengurangi kehilangan air dalam  tubuh, mengatur suhu tubuh, dan mener

ima rangsangan dari luar.  Perhatikan Gambar 9.10! Kulit terdiri atas dua lapisan utama yaitu  lapisan epidermis (kulit ari) dan lapisan dermis (kulit jangat).  Rambut  Keringat Pori-pori  Kelenjar  keringat  Kelenjar  minyak  Jaringan adiposa  (lemak)  Akar rambut Jaringan saraf Vena Arteri  Epidermis  Dermis  Hipodermis  Jaringan saraf  Sumber: Campbell et al. 2008 Gambar 9.10 Struktur Anatomi Kulit  Sumber: www.aboutkidshealth.ca Gambar 9.9 Seseorang sedang  Berkeringat   90 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  a.   Lapisan Epidermis (Kulit Ari) Epidermis merupakan lapisan kulit paling luar yang tersusun atas  sel-sel epitel yang mengalami keratinisasi. Pada lapisan epidermis  tidak terdapat pembuluh darah maupun serabut saraf. Pada lapisan  epidermis, masih terdapat beberapa lapisan kulit, antara lain stratum  korneum yang merupakan lapisan kulit mati dan selalu mengelupas  dan lapisan stratum granulosum yang mengandung pigmen melanin.  Di bawah stratum granulosum terdapat lapisan stratum germinativum  yang terus menerus membentuk sel-sel baru ke arah luar menggantikan  sel-sel kulit yang terkelupas.   b.   Lapisan Dermis (Kulit Jangat) Lapisan dermis terdapat dibawah lapisan epidermis. Pada lapisan  dermis terdapat otot penggerak rambut, pembuluh darah, pembuluh  limfa, saraf, kelenjar minyak (glandula sebasea), dan kelenjar keringat  (glan

dula sudorifera). Kelenjar keringat berbentuk seperti pembuluh  panjang. Pangkal kelenjar keringat menggulung dan berhubungan  dengan kapiler darah dan serabut saraf. Serabut saraf akan  meningkatkan kerja kelenjar keringat, sehingga merangsang produksi  keringat. Kelenjar keringat akan menyerap air, ion-ion, NaCl, dan urea  dari dalam darah yang kemudian dikeluarkan melalui pori-pori kulit.  Di bawah lapisan dermis, terdapat lapisan hipodermis atau  lapisan subkutan. Lapisan hipodermis bukan merupakan bagian  dari kulit, namun merupakan kumpulan jaringan ikat yang berfungsi  melekatkan kulit pada otot. Lapisan hipodermis banyak tersusun atas  jaringan lemak sehingga juga berfungsi menjaga suhu tubuh.  Tahukah Kamu? Tubuh memiliki kemampuan untuk mengatur berapa banyak jumlah  air yang harus dikeluarkan oleh tubuh agar jumlah air di dalam darah  tetap seimbang, baik dikeluarkan dalam bentuk keringat atau dalam  bentuk urine. Fungsi ini  diatur oleh bagian otak yang disebut hipotalamus.  Ketika hipotalamus mendeteksi bahwa di dalam darah terlalu banyak air,  hipotalamus akan melepaskan sejumlah hormon yang mendorong ginjal  untuk meningkatkan jumlah urine yang dikeluarkan.  Begitu pula ketika  suhu udara panas, hipotalamus akan mengeluarkan hormon tertentu dan  memberikan sinyal pada kelenjar keringat yang terd

apat di dalam kulit  untuk memproduksi keringat yang lebih banyak.   Ilmu Pengetahuan Alam 91  Ayo, Kita Cari Tahu Kulit memiliki kelenjar keringat yang berfungsi mengeluarkan  keringat ketika suhu udara meningkat. Menurutmu mengapa kita  harus berkeringat ketika suhu udara meningkat? Pada kulit juga  terdapat jaringan adiposa, apakah fungsi dari jaringan tersebut?  Bagaimanakah jika dalam kulitmu tidak ada jaringan adiposa? Coba  cari tahu fungsi kulit yang lainnya! Kamu dapat berdiskusi dengan  teman sebangkumu atau mencari informasi di buku dan internet.  3.       Paru-Paru Pembahasan tentang organ paru-paru sudah banyak dibahas pada  materi sistem pernapasan. Selain berfungsi sebagai alat pernapasan,  paru-paru juga berfungsi sebagai alat ekskresi. Masih ingatkah kamu  apa yang dikeluarkan paru-paru selama kita bernapas? Bagaimana  pertukaran gas yang terjadi di dalam alveolus? Coba perhatikan  Gambar 9.11!   Paru-paru  Alveolus  Rongga  hidung  Trakea  Bronkus Bronkiolus  Bronkiolus  Pembuluh  darah dari  jantung (kaya  CO2)  Pembuluh darah  menuju jantung (kaya O2)  Diafragma  Pembuluh kapiler  CO2  O2  Sumber: Reece et al. 2012 Gambar 9.11  Struktur Paru-paru pada Manusia   92 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Oksigen yang memasuki alveolus akan berdifusi dengan cepat  memasuki kapiler darah yang mengelilingi alveolus, sedangkan  karbon dioksida akan berdifusi dengan arah yang sebaliknya. Darah  pada alveolus akan mengikat oksigen dan mengangkutnya ke jaringan  tubuh. Di dalam pembuluh kapiler jaringan tubuh, dara

on  dioksida)   (Uap air)  Aktivitas 9.2  Sisa Metabolisme yang Diekskresikan   melalui Paru-Paru  Ayo, Kita Lakukan  Apa yang kamu perlukan? 1. 200 mL air kapur (dapat dibuat dari gamping atau dari kapur  papan tulis) 2. 1 buah sedotan 3. 1 buah cermin 4. 1 buah gelas kaca   Apa yang harus kamu lakukan? 1. Embuskan napasmu pada cermin, lalu amatilah apa yang terjadi  pada cermin tersebut. 2. Siapkan 200 mL air kapur, lalu masukkan ke dalam gelas. 3. Siapkan sedotan, lalu tiup air kapur secara perlahan. Hati-hati  jangan sampai air kapur tersedot atau terminum.  4. Amati perubahan yang terjadi pada air kapur tersebut.   Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Ketika kamu mengembuskan napas pada cermin, apakah yang  terjadi? Berdasarkan peristiwa tersebut, menurutmu apakah zat  yang dikeluarkan pada saat kamu mengembuskan napas?   Ilmu Pengetahuan Alam 93  2. Ketika kamu mengembuskan napas pada air kapur, perubahan  apakah yang terjadi pada air kapur? Menurutmu mengapa hal  tersebut dapat terjadi? 3. Zat apakah yang diperlukan oleh tubuh pada saat bernapas dan  zat apa yang dikeluarkan? 4. Tulislah reaksi kimia yang terjadi pada saat kita bernapas dan  zat yang diekskresikan oleh paru-paru!   Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan percobaan dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?  4.       Hati Selain berperan dalam sistem pencernaan, hati juga berperan  dalam sistem ekskresi, yaitu mengekskresikan z

at warna empedu yang  disebut dengan bilirubin. Masih ingatkah kamu dari mana bilirubin  ini dihasilkan? Bilirubin dihasilkan dari pemecahan hemoglobin yang  terdapat pada sel darah merah. Sel darah merah hanya memiliki  rentang waktu hidup antara 100 – 120 hari karena sel darah merah  tidak memiliki inti sel dan membran selnya selalu bergesekan dengan  pembuluh kapiler darah. Karena tidak memiliki inti sel, sel darah  merah tidak dapat membentuk komponen baru untuk menggantikan  komponen sel yang rusak. Perhatikan Gambar 9.12!  Hati  Kantung  empedu Usus 12 jari  Saluran  empedu  Sel-sel hati  (hepatosit)  Kelenjar  empedu  Vena Arteri Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 9.12 Struktur Anatomi Hati   94 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Sel darah merah yang rusak akan dihancurkan oleh makrofag  di dalam hati dan limpa. Hemoglobin yang terkandung dalam sel  darah merah dipecah menjadi zat besi, globin, dan hemin. Zat besi  selanjutnya dibawa menuju sumsum merah tulang untuk digunakan  membentuk hemoglobin baru. Globin dipecah menjadi asam amino  untuk digunakan dalam pembentukan`protein lain. Sedangkan hemin  diubah menjadi zat warna hijau yang disebut biliverdin. Biliverdin  kemudian diubah menjadi bilirubin yang merupakan zat 

warna kuning  oranye. Bilirubin selanjutnya dikeluarkan bersama getah empedu.  Getah empedu dikeluarkan ke usus dua belas jari, kemudian menuju  usus besar. Di dalam usus besar bilirubin diubah menjadi urobilinogen.  Urobilinogen diubah menjadi urobilin sebagai pewarna kuning pada  urine dan sterkobilin sebagai pigmen cokelat pada feses. Perhatikan  Gambar 9.13!  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 9.13 Bagan Proses Pemecahan Sel Darah Merah  Tahukah Kamu? Setiap hari, sel-sel hati menghasilkan 800-1.000 mL getah  empedu. Getah empedu tersusun atas air, garam empedu (garam  natrium dan garam kalium),  lesitin, kolesterol, pigmen empedu,  dan beberapa ion. Apabila getah empedu kekurangan lesitin, garam  empedu, atau terlalu banyak kolesterol, maka kolesterol tersebut   Biliverdin Bilirubin Urobilinogen Urobilin Sterkobilin  Pewarna Urine Pewarna Feses  Protein Lain  Hemin Zat Besi Globin  Hemoglobin Sel Darah Merah sebagai  bahan untuk  membentuk  membentuk    Ilmu Pengetahuan Alam 95  akan membentuk kristal menjadi batu empedu. Jika batu e

mpedu  terus terbentuk akan menyumbat saluran empedu, sehingga getah  empedu tidak dapat dikeluarkan menuju usus halus. Penanganan  yang dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini yaitu dengan  meminum obat pelarut batu empedu, terapi dengan gelombang  ultrasonik maupun sinar laser, dan melalui operasi.  Organ hati juga berfungsi mengubah amonia (NH3) yang berbahaya   jika berada dalam tubuh, menjadi zat yang lebih aman, yaitu urea.  Amonia tersebut dihasilkan dari proses metabolisme asam amino. Urea  dari dalam hati akan dikeluarkan dan diangkut oleh darah menuju  ginjal untuk dikeluarkan bersama urine.   Ayo, Kita Pahami Ginjal mengeluarkan zat sisa di dalam tubuh. Zat sisa tersebut  dikeluarkan dalam bentuk urine yang mengandung air, NaCl  (garam), asam urat, urea, dan kreatinin. Empedu diekskresikan  dari dalam hati. Keringat diekskresikan dari kulit. Keringat  mengandung air, NaCl, sisa metabolisme sel, urea, dan asam. Paru- paru mengekskresikan CO2 dan H2O.  Ayo, Kita Pikirkan! Tubuh manusia mensekresikan air melalui organ-organ  ekskresi. Tubuh memiliki mekanisme pengaturan tersendiri untuk  mengeluarkan air melalui ginjal, kulit atau paru-paru tergantung  kondisi lingkungan dan aktivitas yang dilakukan. Perhatikan data  tentang keluarnya air dari tubuh pada Gambar 9.14!   96 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  Cuaca Normal Cuaca Panas  Pemasukan air  dalam tubuh  Pengeluaran air  dari tubuh  Pemasukan air  dala

m tubuh Pengeluaran air  dari tubuh  Sumber mL Makanan Cairan Metabolisme  1.000 1.200 350 Total 2.550  Sumber mL Urine Feses Kulit  1.250 100 850  Total 2.550  Paru-paru 350  Sumber mL Makanan Cairan Metabolisme  1000 1200 350 Total 2550  Sumber mL Urine Feses Kulit  500 100 5000  Total 6300  Paru-paru 700  (sedikit/tidak bekerja) (kerja keras)  Sumber: Dok. Kemdikbud Gambar 9.14 Perbandingan Jumlah Air yang Keluar dari Tubuh  pada Lingkungan yang Berbeda 1. Apakah penyebab utama hilangnya air pada tubuh dalam kondisi  normal?  2. Mengapa pada saat melakukan olahraga atau pada cuaca yang  panas tubuh kehilangan air lebih banyak melalui kulit daripada  melalui ginjal? 3. Apa yang akan kamu lakukan untuk menjaga tubuh tidak  dehidrasi (kekurangan air) ketika cuaca panas atau saat  melakukan olahraga?  B. Gangguan pada Sistem Ekskresi Manusia dan  Upaya untuk Mencegah atau Menanggulanginya Ayo, Kita Pelajari Istilah Penting • Berbagai gangguan  sistem ekskresi dan  upaya mencegah atau  menanggulanginya  • Nefritis  • Albuminaria • Batu Ginjal • Hematuria  • Diabetes  Insipidus • Biang keringat  Mempelajari materi ini akan membantumu mengetahui beberapa gangguan pada  sistem ekskresi, sehingga ka

mu dapat mencegah terjadinya gangguan tersebut  dan berupaya menjaga kesehatan organ-organ ekskresi.   Mengapa Penting?   Ilmu Pengetahuan Alam 97  Apakah organ ekskresimu bekerja dengan baik? Coba periksa  kesehatan ginjalmu. Salah satu caranya adalah dengan melakukan  kegiatan berikut.  Aktivitas 9.3  Uji Kandungan Gula dan Protein dalam Urine  Ayo, Kita Lakukan    Apa yang kamu perlukan? 1. Urine  2. Tabung reaksi (satu tabung per sampel uji)  3. Rak tabung reaksi  4. Pipet tetes  5. Kertas label  6. Kaki Tiga 7. Pembakar spiritus 8. Penjepit tabung reaksi  9. Termometer 10. Gelas Kimia  1

1. Air panas 12. Reagen Benedict 13. Reagen Biuret      a. Uji Kandungan Gula dalam Urine Reagen Benedict pada umumnya digunakan untuk menguji  bahan makanan yang mengandung gula.  Reagen ini berwarna biru  jernih. Setelah sampel yang diuji ditetesi reagen Benedict, akan  terjadi perubahan warna. Apabila sampel berubah warna menjadi  biru kehijauan atau kuning berarti bahan makanan tersebut  mengandung sedikit gula. Apabila berwarna merah bata berarti  bahan makanan tersebut banyak mengandung gula. Reagen ini  juga dapat digunakan untuk menguji apakah di dalam urine juga  terkandung gula. Jika dalam urine mengandung gula, berarti ada  gangguan pada kerja ginjal.   98 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2    Apa yang harus kamu lakukan? 1. Masukkan 40 tetes (2 mL) sampel urine ke dalam tabung reaksi,  dan beri label setiap sampel. Berhati-hatilah agar urine tidak  tumpah atau mengenai bajumu! 2. Tambahkan 10 tetes larutan Benedict pada masing-masing  tabung reaksi! 3. Panaskan tabung reaksi dalam beker gelas yang berisi air bersuhu  40-50°

C selama lima menit dengan menggunakan penjepit  tabung reaksi. Berhati-hatilah dalam melakukan prosedur ini.  4. Perhatikan perubahan warna yang terjadi pada urine dalam  tabung reaksi! 5. Pada waktu akan mematikan pembakar spiritus, janganlah  ditiup! Tetapi lakukan dengan menutup pembakar spiritus  dengan penutupnya. 6. Cucilah tanganmu dengan sabun segera setelah praktikum  selesai. b. Uji Kandungan Protein dalam Urine Reagen Biuret pada umumnya digunakan untuk mengetahui  adanya kandungan protein pada bahan makanan. Reagen Biuret  berwarna biru, yang apabila bereaksi dengan protein akan  berubah warna menjadi ungu. Reagen Biuret juga dapat digunakan  untuk menguji keberadaan protein dalam urine.   Apa yang harus kamu lakukan ? 1. Masukkan 40 tete

s (2 mL) sampel urine ke dalam tabung reaksi,  dan beri label setiap sampel. Berhati-hatilah agar urine tidak  tumpah atau mengenai baju! 2. Tambahkan 3 tetes reagen Biuret untuk masing-masing tabung!  Kocok  perlahan-lahan untuk mencampur! 3. Perhatikan perubahan warna yang terjadi!   Ilmu Pengetahuan Alam 99  Data pengamatan Catatlah data pengamatan kamu dengan cermat dan teliti sesuai  dengan hasil praktikum pada Tabel 9.1. Tabel 9.1 Hasil Pengujian Kandungan Beberapa Zat dalam Urine Sampel Urine  dari Siswa  Warna yang Terbentuk  Saat Uji Glukosa  Warna yang Terbentuk  Saat Uji Protein  Apa yang perlu kamu diskusikan? 1. Apa yang kamu ketahui tentang kandungan yang ada pada urine  manusia? 2. Berdasarkan percobaan yang telah kamu

 lakukan, kelainan apa  yang mungkin terjadi jika urine mengandung gula? 3. Berdasarkan percobaan yang telah kamu lakukan, kelainan apa  yang mungkin terjadi jika urine mengandung protein? 4. Apa yang dapat kamu lakukan untuk menjaga ginjalmu tetap  sehat? Apa yang dapat kamu simpulkan? Berdasarkan praktikum dan diskusi yang telah kamu lakukan,  apa yang dapat kamu simpulkan?  Setelah kamu melakukan Aktivitas 9.3, bagaimanakah kondisi  ginjalmu? Mudah-mudahan ginjalmu dalam kondisi yang sehat.  Apabila organ-organ ekskresi tidak kamu jaga dengan baik maka  akan muncul beberapa gangguan. Berikut ini beberapa gangguan atau  penyakit pada sistem ekskresi manusia.    100 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  1.       Nefritis Nefritis adalah penyakit rusaknya nefron,  terutama pada bagian-bagian glomerulus  ginjal. Nefritis disebabkan oleh infeksi bakteri  Streptoc

occus. Nefritis mengakibatkan  masuknya kembali asam urat dan urea ke  pembuluh darah (uremia) serta adanya  penimbunan air di kaki karena reabsorpsi air  yang terganggu (edema). Upaya penanganan  nefritis adalah dengan proses cuci darah atau  pencangkokan ginjal. Perhatikan Gambar 9.15! 2.       Batu Ginjal Batu ginjal adalah gangguan yang terjadi  akibat terbentuknya endapan garam kalsium  di dalam rongga ginjal (pelvis renalis), saluran  ginjal, atau kandung kemih. Batu ginjal  berbentuk kristal yang tidak dapat larut.  Kandungan batu ginjal adalah kalsium oksalat,  asam urat, dan kristal kalsium fosfat. Endapan  ini terbentuk jika seseorang terlalu banyak  mengonsumsi garam mineral dan kekurangan  minum air serta sering menahan kencing. Upaya  mencegah terbentuknya batu ginjal adalah  dengan meminum cukup air putih setiap hari, membatasi konsumsi  garam karena kandungan natrium yang tinggi pada garam dapat  memicu terbentuknya batu ginjal, serta tidak se

ring menahaan kencing.  Batu ginjal yang kecil dapat saja keluar melalui urine, tetapi seringkali  menyebabkan rasa sakit. Batu ginjal berukuran besar memerlukan  operasi untuk mengeluarkannya. Perhatikan Gambar 9.16!  Tahukah Kamu? Tahukah kamu bahwa vitamin C dengan dosis tinggi akan  meningkatkan risiko batu ginjal, karena sebagian vitamin C yang  tidak diserap tubuh akan dikeluarkan melalui  urine sebagai oksalat.   Sumber: vet.uga.edu Gambar 9.15 Ginjal  Penderita Nefritis  Sumber: vet.uga.edu Gambar 9.16 Kristal  (Batu) dalam Ginjal   Ilmu Pengetahuan Alam 101  Oksalat adalah salah satu komponen pembentuk batu ginjal. Oleh  karena itu, jumlah vitamin C yang masuk dalam tubuh harus sesuai  dengan kebutuhan.   3.       Albuminuria Albuminuria merupakan penyakit yang terjadi akibat adanya  kerusakan pada glomerulus yang berperan dalam proses filtrasi,  sehingga pada urine ditemukan adanya protein. Albuminuria  dapat terjadi akibat kurangnya asupan air ke

 dalam tubuh sehingga  memperberat kerja ginjal, mengonsumsi terlalu banyak protein,  kalsium, dan vitamin C dapat membuat glomerulus harus bekerja lebih  keras sehingga meningkatkan risiko kerusakannya. Upaya yang dapat  dilakukan untuk mencegah albuminuria adalah dengan mengatur  jumlah garam dan protein yang dikonsumsi, serta pola hidup sehat  untuk mengatur keseimbangan gizi.  4.       Hematuria Hematuria merupakan penyakit yang ditandai dengan adanya sel- sel darah merah pada urine. Hal ini disebabkan penyakit pada saluran  kemih akibat gesekan dengan batu

 ginjal. Hematuria juga dapat  disebabkan oleh adanya infeksi bakteri pada saluran kemih. Upaya  pencegahan hematuria dapat dilakukan dengan segera buang air kecil  ketika ingin buang air kecil, membersihkan tempat keluarnya urine  dari arah depan ke belakang untuk menghindari masuknya bakteri  dari dubur, serta banyak minum air putih. Ketika seseorang sakit  hematuria, maka penanganan ya

ng diberikan adalah dengan memberi  antibiotik untuk membersihkan infeksi bakteri pada saluran kemih.  5.       Diabetes Insipidus Penyakit ini disebabkan karena seseorang kekurangan hormon ADH  atau hormon antidiuretik. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh tidak  dapat menyerap air yang masuk ke dalam tubuh, sehingga penderita  akan sering buang air kecil secara terus menerus. Upaya penanganan    102 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  penderita diabetes insipidus adalah dengan memberikan suntikan  hormon antidiuretik sehingga dapat mempertahankan pengeluaran  urine secara normal.  6.       Kanker Ginjal Merupakan penyakit yang timbul akibat pertumbuhan sel pada  ginjal y

ang tidak terkontrol di sepanjang tubulus dalam ginjal. Hal ini  dapat menyebabkan adanya darah pada urine, kerusakan ginjal, dan  juga dapat memengaruhi kerja organ lainnya jika kanker ini menyebar,  sehingga dapat menyebabkan kematian. Upaya pencegahan yang  dapat dilakukan adalah dengan menghindari penggunaan bahan- bahan kimia yang memicu kanker.   Ayo, Kita Pahami M

esin dialisis merupakan mesin yang bekerja seperti ginjal yang  akan membersihkan darah dengan cara difusi sederhana. Jika mesin  ini dinyalakan, darah yang penuh dengan sisa metabolisme akan  mengalir di sepanjang pipa yang kosong. Setelah darah memenuhi  pipa, sisa metabolisme mengalami difusi ke dalam larutan yang  tersedia dalam pipa tersebut. Setelah darah disirkulasikan beberapa  kali di sepanjang mesin dan arteri tubuh, maka darah pasien akan  menjadi bersih dari sisa metabolisme. Selama proses pencucian,  darah pasien ditambahkan dengan zat anti penggumpalan.  Tahukah Kamu? Dialisis atau cuci darah merupakan salah satu cara yang dapat  dilakukan ketika ginjal tidak dapat berfungsi dengan baik, namun  cara tersebut memiliki kekurangan di antaranya adalah penderita  kerusakan ginjal harus terus menerus melakukan dialisis selama  periode waktu tertentu. Oleh  karena itu 

sekitar tahun 1900 para  dokter dan ilmuwan mulai melakukan cara lain yang dianggap lebih  efektif yaitu dengan cara transplantasi ginjal.    Ilmu Pengetahuan Alam 103  Transplantasi ginjal merupakan operasi yang dilakukan dengan  cara memberikan ginjal yang sehat dari orang lain (donor) kepada  pasien yang menderita kerusakan ginjal. Transplantasi ginjal juga  memiliki risiko seperti penolakan tubuh terhadap organ ginjal  yang diberikan. Oleh karena itu penderita kerusakan ginjal yang  telah mendapatkan transplantasi ginjal harus mengonsumsi obat  tertentu untuk mencegah reaksi penolakan tubuh terhadap organ  baru yang ditransplantasikan.   7.       Jerawat Jerawat atau acne vulgaris (Gambar  9.17) merupakan suatu kondisi kulit yang  ditandai dengan terjadinya penyumbatan  dan peradangan pada kelenjar sebasea  (kelenjar minyak). Jerawat dapat timbul  karena kurangnya menjaga kebersihan  kulit sehingga berpotensi terjadi  penumpukan kotoran dan kulit mati. Faktor  hormonal yang merangsang kelenjar  minyak pada kulit, penggunaan kosmetik  yang berlebihan dan mengandung minyak  dapat berpotensi menyumbat pori-pori. Konsumsi makanan b

erlemak  secara berlebihan juga dapat menimbulkan jerawat. Jerawat pada  umumnya dapat muncul pada wajah, leher, atau punggung. Upaya  pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan membersihkan  wajah secara rutin, menghindari makanan berlemak, dan lebih banyak  mengonsumsi buah-buahan, serta menjaga aktivitas tubuh.   8.       Biang Keringat Biang keringat terjadi karena kelenjar keringat tersumbat oleh sel- sel kulit mati yang tidak dapat terbuang secara sempurna. Perhatikan  Gambar 9.18! Keringat yang terperangkap tersebut menyebabkan  timbulnya bintik-bintik kemerahan yang disertai gatal. Sel-sel kulit  mati, debu, dan kosmetik juga dapat menyebabkan terjadinya biang  keringat. Orang yang tinggal di daerah tropis dan lembap, akan lebih   Sumber: vet.uga.edu Gambar 

9.17 Jerawat   104 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  mudah terkena biang keringat. Biasanya,  anggota badan yang terkena biang keringat  adalah leher, punggung, dan dada. Biang  keringat dapat mengenai siapa saja,  baik anak-anak, remaja, ataupun orang  tua. Upaya pencegahan yang dilakukan  adalah dengan menjaga kebersihan kulit,  menggunakan pakaian yang menyerap  keringat dan longgar, atau apabila kulit  berkeringat segera keringkan dengan  tisu atau handuk. Apabila terkena biang keringat maka dapat diobati  dengan memberi bedak atau salep yang dapat mengurangi rasa gatal.  Sekarang kamu sudah mengetahui bagaimana pengaturan yang  terjadi di dalam tubuh kita untuk mengeluarkan zat-zat sisa yang  beracun bagi tubuh. Proses pembuangan zat-zat sisa metabolisme  ini dibantu oleh organ hati, ginjal, paru-paru, dan kulit. Menjaga  kesehatan organ pada sistem ekskresi sangat penting agar tubuh  tetap dapat menjalankan fungsinya dengan baik. Oleh karena itu,  pola hid

up yang sehat harus mulai kamu terapkan sedini mungkin.  Beberapa upaya yang dapat dilakukan antara lain dengan mengatur  pola makan yang seimbang, banyak minum air putih minimal 2 liter  sehari, olahraga teratur, serta tidak menunda untuk buang air kecil.  Berdasarkan beberapa upaya tersebut, kamu harus tahu mengapa hal  tersebut dapat mencegah terjadinya gangguan pada sistem ekskresi.  Oleh karena itu, coba cari tahu alasannya dengan melakukan kegiatan  berikut.  Ayo, Kita Cari Tahu Berikut ini adalah beberapa upaya untuk menjaga kesehatan  sistem ekskresi. Berdasarkan pemahamanmu tentang bagaimana  sistem ekskresi bekerja coba berikan alasan logis mengapa beber

apa  hal berikut ini dapat menjaga kesehatan organ ekskresi!  Sumber: surabayanews.co.id Gambar 9.18 Biang Keringat   Ilmu Pengetahuan Alam 105  Tabel 9.2 Upaya Menjaga Sistem Ekskresi No Upaya Menjaga Sistem Ekskresi Alasan 1 Mengatur pola makan yang seimbang  2 Minum air minimal 2 liter per hari 3 Olahraga teratur 4 Tidak menunda buang air kecil  Ayo, Kita Renungkan Pernahkah kamu melihat timbunan sampah dan asap yang  keluar dari cerobong di pabrik-pabrik ata

u dari knalpot kendaraan  bermotor? Dari manakah asalnya barang-barang atau zat-zat sisa  tersebut? Sampah atau zat sisa tersebut berasal dari berbagai  kegiatan, baik kegiatan rumah tangga, produksi di pabrik, atau  mesin untuk menghasilkan tenaga agar kendaraan bermotor  dapat bergerak. Lalu bagaimana dengan tubuhmu sendiri, setelah  beraktivitas seharian apakah kamu menghasilkan zat sisa yang harus  dikeluarkan? Tentu saja ada, zat sisa tersebut harus dikeluarkan  karena akan berbahaya jika terus disimpan di dalam tubuh.  Bersyukurlah kepada Tuhan yang telah menciptakan tubuhmu  dengan sempurna, sehingga bahan-bahan yang tidak diperlukan  bagi tubuh 

dapat dikeluarkan melalui sistem ekskresi. Zat sisa  dari tubuhmu akan dikeluarkan dalam bentuk urine, keringat,  dan gas karbon dioksida. Begitu pentingnya sistem ekskresi bagi  tubuh kita oleh karena itu,apakah kamu sudah berupaya menjaga  kesehatannya? Coba jawablah beberapa pertanyaan berikut ini  dengan memberi centang (√) pada kolom “ya” atau “tidak”! Tabel 9.3 Pertanyaan/Pernyataan untuk Refleksi  Terkait Sistem Ekskresi Manusia No Pertanyaan Ya Tidak 1 Apakah kamu berolahraga secara teratur?  2 Apakah kamu menghindari mengonsumsi minuman  kemasan atau minuman bersoda?   106 Kelas VIII SMP/MTs Semester 2  No Pertanyaan Ya Tidak 3 Apakah kamu minum air putih minimal 8 gelas  setiap hari? 4 Apakah kamu rajin mandi untuk membersihkan  tubuhmu m

inimal 2 kali dalam sehari? 5 Apakah kamu segera buang air kecil di kamar mandi  jika kamu merasa ingin buang air kecil? Coba kamu hitung, berapa total skormu dengan ketentuan: ƒ Jawaban “ya” mendapat skor 2 (dua) ƒ Jawaban “tidak” mendapat skor 0 (nol) Bandingkan total skormu dengan kriteria berikut. ƒ Skor 0 – 3 : berarti kamu tidak peduli terhadap sistem  ekskresimu. ƒ Skor 4 – 6 : berarti kamu kurang peduli terhadap sistem  ekskresimu. ƒ Skor 7 – 10 : berarti kamu peduli terhadap sistem ekskresimu. Untuk kamu yang tidak peduli dan kurang peduli, sebaiknya  kamu terus berusaha untuk meningkatkan kepedulianmu terhadap  sistem ekskresimu.   Ilmu Pengetahuan Alam 107 

Sekian soal dan jawaban buku siswa kelas 8 uji kompetensi bab 9 tentang sistem ekskresi manusia yang telah kami bagikan. Jika ada kekurangan dalam kata atau jawaban, kami minta maaf. Jika ingin memberi kritik dan bertanya bisa melalui komentar dibawah ini. Semoga dapat bermanfaat, umumnya untuk kelas 8 yang sedang mempelajari materi ini.

sumber : buku ipa kelas 8 

You May Also Like

x