1. Suatu koin dilempar sebanyak 100 kali. Jika mata koin Angka muncul 40 kali, tentukan peluang empirik kemunculan mata angka tersebut.

Hallo peserta didik sekalian selamat datang di blog kakak ini, sedikit perkenalan blog kakak ini berjudul ilmuedukasi.com, yang mana kali ini kakak akan membahasas mengenai kunci jawaban dari mata pelajaran lagi, kali ini kita akan membahas lagi tentang kunci jawaban.Pembahasan soal Matematika Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

1. Suatu koin dilempar sebanyak 100 kali. Jika mata koin Angka muncul 40 kali, tentukan peluang empirik kemunculan mata angka tersebut.

Kunci jawaban sangatlah penting bagi peserta didik seklaian di karenakan kunci jawaban sangatlah menentukan, nilai yang di peroleh, yang mana nilai tersebut akan di gunakan sebagai nilai rapot, yang mana artinya kunci jawaban yang tepat dan benar sangatlah di butuhkan, karena itu berbkaitan dengan kenaikan kelas peserta didik sekalian.

Kami juga membahas mengenai kunci jawaban pelajaran, yang dapat temen temen akses jawaban tersebut di bawah ini, dimana pembahasan ini kami buat seupaya temen dapat menyelesaiakn tugas dengan tepat waktu dan memperoleh nilai yang memuskan

  1. Kunci jawaban PAI kelas 8
  2. Kunci jawaban MTK kelas 8
  3. Kunci jawaban Bahasa Inggris kelas 8
  4. Kunci jawaban IPA kelas 8
  5. Kunci jawaban PENJAS kelas 8
  6. Kunci jawaban Bahasa indonesia kelas 8
pembahasan di atas sengaja kami berikan kepada adik adik siapa tau adik adik membutuhkan jawaban dari pelajaran yang lainya, dan kami harap adik adik bisa menyelesaikan semua tugas yang di berikan oleh guru kepada adik adik sekalaian, jangan lupa untuk membagikan artikel ini kepada teman-teman yang mengerjakan tugas yang sama iya

Pembahasan soal Matematika Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

Yang mana pembahasan kunci jawaban ini kakak buat supaya adik-adik ku menjapatkan nilai yang memuaskan, dimana nilai tersebut akan di gunakan sebagai penentuan penilaian rapot, dan kami berhap kepada adik-adik sekalian untuk selalu mendukung blog yang kakak buat ini karena memang blog yang kakak buat ini khusus untuk membahasa mengenai dunia pendidikan terutama tenatang kunci jawaban untuk itu kakak berharap adik-adik berlanggan di blog yang kakak buat ini

1. Suatu koin dilempar sebanyak 100 kali. Jika mata koin Angka muncul 40 kali, tentukan peluang empirik kemunculan mata angka tersebut.

Jadi kakak merasa cukup yakin jika  peserta didik sekalian menggunakan jawaban yang kakak baut ini, peserta didik akan memperoleh nilai yang memuaskan, dan kakak selaku pembuat artikel ini, kakak mohon maaf jika terdapat kesalahan dalam menjawab dari soal-soal yang ada, dan kakak berharap adik-adik menulis kunci jawaban yang paling tepat di kolom komentar

 Baca juga:

Baca juga:

Uji Kompetensi Bab 10 Peluang

A. Pilihan Ganda

1. Suatu koin dilempar sebanyak 100 kali. Jika mata koin Angka muncul 40 kali, tentukan peluang empirik kemunculan mata angka tersebut.

a.40/60.

b.60/100.

c.2/5

d.1/2

Kunci jawaban: C

2. Sebuah koin dilempar sebanyak 100 kali. Jika mata koin Angka muncul 48 kali, maka peluang empirik kemunculan mata koin bukan Angka adalah ….

a.48/52.

b.31/50.

c.1/6

d.1/2

Kunci jawaban: B

3. Sebuah koin dilempar sebanyak n kali. Jika peluang empirik muncul mata koin Angka adalah a kali, maka peluang empirik muncul mata koin selain Angka dalah ….

a.a/n.

b.1 – a /n

c.1 -a/n

d. a/ n – 1.

Kunci jawaban: C

4. Berikut ini tabel yang menyatakan hasil percobaan penggelindingan sebuah dadu.     

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2
KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

Jika peluang empirik kemunculan mata dadu “1” adalah 24/3 , maka percobaan penggelindingan dadu tersebut dilakukan sebanyak … kali.

A. 24

B. 25

C. 26

D. 27

Kunci jawaban: A

5. Berikut ini tabel yang menyatakan hasil percobaan penggelindingan sebuah dadu. Jika percobaan tersebut dilakukan sebanyak 40 kali, maka banyak peluang empirik kemunculan mata dadu “2” adalah

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

A. 5/40

B. 1/8

C. 6/20

D. 3/20

Kunci jawaban: D

6. Berikut ini tabel yang menyatakan hasil percobaan penggelindingan sebuah dadu sebanyak sekian kali. Jika peluang empirik kemunculan mata dadu “5” adalah 6/1 , maka peluang empirik mata dadu “selain 5” dalam percobaan tersebut adalah ….   

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

A. 9/54

B. 45/50

C. 5 /6

D. 5/9

Kunci jawaban: B

7. Berikut ini tabel yang menyatakan hasil percobaan penggelindingan sebuah dadu sebanyak sekian kali.   Jika peluang empirik kemunculan mata dadu “1” adalah 6/1 , banyak kemunculan mata dadu “selain 2” dalam percobaan tersebut adalah ..

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2.

A. 31/36

B. 5/6

C. 5/36

D. 5/31 Kunci jawaban: A

8. Pada tabel berikut disajikan data hasil pencobaan pengundian dadu bermata enam.   Setelah dilakukan pengundian didapat data seperti tabel di samping. Dari data tersebut, peluang empirik muncul mata dadu 2 adalah ….

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

A. 1/6

B. 6/8

C. 8/36

D. 11/36

Kunci jawaban: A

9. Pada tabel di samping disajikan data hasil pencobaan pengundian dadu bermata enam.   Setelah dilakukan pengundian didapat data sebagai berikut. Jika dilakukan pelemparan sebanyak 18 kali lagi, taksiran terbaik muncul mata dadu 2 menjadi sebanyak ….

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

A. 7 kali

B. 9 kali

C. 12 kali

D. 24 kali

Kunci jawaban: B

10. Sebuah kantong berisi 5 kelereng merah, 6 kelereng kuning, dan 9 kelereng hijau. Sebuah kelereng diambil dari kantong tersebu. Peluang terambil kelereng kuning adalah ….

A. 6/9

B. 6/5

C. 6/10

D. 3/10

Kunci jawaban:D

11. Seorang melakukan pengundian dengan menggelindingkan 2 dadu. Peluang teoretik muncul mata dadu kembar dalam pengundian tersebut adalah ….

A. 6/30

B. 5/6

C. 1/36

D. 1/6

Kunci jawaban: D

12. Seorang melakukan pengundian dengan menggelindingkan 1 dadu dan 1 koin logam. Peluang teoretik muncul mata dadu “1” dan mata koin “Angka” dalam pengundian tersebut adalah ….

A. 2/12

B. 1/6

C. 1/12

D. 1/3

Kunci jawaban:C

13. Seorang melakukan pengundian dengan menggilindingkan dua dadu. Peluang teoretik muncul mata dadu berjumlah 8 dalam pengundian tersebut adalah ….

A. 5/36

B. 4/36

C. 1/6

D. 2/36

Kunci jawaban: A

14. Seorang melakukan pengundian dengan menggilindingkan dua dadu. Peluang teoretik muncul mata dadu ganjil atau bukan prima dari salah satu mata dadu yang muncul dalam pengundian tersebut adalah ….

A. 1/36

B. 35/36

C. 1/6

D. 2/36

 Kunci jawaban: B

15. Gambar berikut adalah spinner dengan 24 bagian yang sama.ketika seorang memutar panah spinner tersebut,panah dapat berhenti dimana saja pada setiap bagian spinner tersebut.   spinner tersebut diwarnai 1/8 bagian berwarna biru, 1/24 bagian berwarna ungu, 1/2 bagian berwarna oranye, dan 1/3 bagian berwarna merah.jika seseorang memutar panah spinner,kemungkinan terbesar panah akan berhenti pada bagian berwarna

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

A. Biru

B. Ungu

C. Oranye

D. Merah

Kunci jawaban: C

16. Di Sekolah SMP Insan Mandiri terdapat 1.200 siswa (laki-laki dan perempuan). 100 sampel diambil secara acak dari siswa-siswa tersebut. Dari 100 siswa yang diambil, 45 siswa adalah laki-laki. Taksiran banyak siswa laki-laki seluruhnya dalam sekolah tersebut adalah … siswa.

A. 450

B. 500

C. 540

D. 600

Kunci jawaban: C

17. Di suatu kelas 8 terdapat 30 siswa jika dilakukan suatu pemilihan secara acak peluang terpilih seorah siswa dengan usia kurang dari 13 tahun adalah 1/5 banyak siswa pada kelas yang berusia 13 tahun keatas adalah

A. 23

B. 24

C. 25

D. 26

Kunci jawaban:B

18. Berikut ini terdapat 11 koin yang bertuliskan bilangan-bilangan. 

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

Dedi mengambil suatu koin tanpa melihat. Berapakah peluang Dedi mendapatkan koin yeng bertuliskan bilangan kelipatan 3?

A. 1/11

B. 1/3

C. 4/11

D. 4/7

Kunci jawaban: C

19. Empat pemain sepak bola melakukan latihan tendangan penalti. Hasil latihan tersebut disajikan pada tabel berikut.   

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

Pemain yang mempunyai peluang terbesar untuk sukses dalam melakukan tendangan penalti adalah ….

A. Arif

B. Bambang

C. Candra

D. Dedi

Kunci jawaban: A

20. Empat pemain sepak bola melakukan latihan tendangan penalti. Hasil latihan tersebut disajikan pada tabel berikut.   

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

Jika Bambang melakukan tendangan penalti sebanyak 60 kali, berapa perkiraan banyaknya tendangan yang sukses?

A. 14

B. 18

C. 48

D. 58

Kunci jawaban: C

Kunci jawaban B. Esai

1. Dari 10 kali pelemparan mata uang logam, diperoleh 4 kali muncul gambar.

a. Tentukan peluang empirik muncul gambar.

b. Tentukan peluang empirik muncul angka.

Kunci jawaban:

1. A. 4/10 = 2/5

b. Muncul angka = 10 – 4 = 6

Peluang muncul angka = 6/10 = 3/5

cara lain untuk b:

10/10 – 4/10 = 6/10 = 3/5

2. Berikut ini tabel yang menyatakan hasil percobaan penggelindingan sebuah dadu.   Jika percobaan tersebut dilakukan sebanyak 135 kali, maka banyak peluang empirik kemunculan mata dadu “6” adalah …. 

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

Kunci jawaban:

2. Pertama, kita cari jumlah kemunculan angka 6. Maka :

6 = 135 – 24 – 21 – 20 – 23 – 25

6 = 22

Frekuensi = 22/135

3. Berikut ini tabel yang menyatakan hasil percobaan penggelindingan sebuah dadu.   Jika peluang empirik kemunculan mata dadu “5” adalah 1/6, peluang empirik mata dadu “6” dalam percobaan tersebut adalah? 

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

Kunci jawaban:

3. Fr (5)= n (5)/N

1/6=x/ 75+x (dikalikan silang)

5c=75

x=75/5=15

Fr (6)= n (6)/N5 = 14/75+15=14/90=7/45

4. Berikut ini tabel yang menyatakan hasil percobaan penggelindingan sebuah dadu.   Jika peluang empirik kemunculan mata dadu “2” adalah 1/6, peluang empirik kemunculan mata dadu “selain 1” dalam percobaan tersebut adalah …. 

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

Kunci jawaban:

4. Mata dadu = (1, 2, 3, 4, 5, 6)

n(S) = 6

Mata dadu selain satu adalah (2,3,4,5,6)

=5/6

5. Dalam percobaan melempar dadu sebanyak 450 kali, secara teoretik akan muncul mata dadu kurang dari 5 sebanyak … kali. 

Kunci jawaban:

5. Percobaan 450 kali

2 dadu maka sampel ruang = 6×6

= 36 ruang sampel

kurang dari 5 yaitu

= (1+1),(1+2),(1+3),(2+1),(2+2),(3+1)

= 6 sampel

maka peluang;

= sampel/ruang sampel

= 6/36 = 1/6

akan muncul mata dadu kurang dari 5 dalam 450 kali percobaan,yaitu ;

= peluang x banyak percobaan

= 1/6 x 450

= 75 kali

6. Dari 60 kali pelemparan sebuah dadu, diperoleh 10 kali muncul mata dadu 1, 12 kali muncul mata dadu 2, 11 kali muncul mata dadu 3, dan 8 kali muncul mata dadu 4.

a. Tentukan peluang empirik muncul mata dadu kurang dari 4.

b. Tentukan peluang empirik muncul mata dadu lebih dari 4. 

Kunci jawaban:

6. Mata dadu < 4

= mata dadu 1 + mata dadu 2 + mata dadu 3

= 10+12+11

= 33 kali

jadi,

a) P empirik (mata dadu < 4) = 33/60 = 11/20

sisa pelemparan sbuah dadu ( mata dadu > 4)

= 60-(10+12+11+8)

= 60-41

= 19 kali

jadi,

b) mata dadu > 4 = 19/60

7. Di dalam sebuah kantong terdapat 10 kelereng merah, 11 kelereng hijau, 13 kelereng kuning, dan 9 kelereng biru. Jika diambil 1 kelereng dari dalam kantong tersebut, peluang teoretik terambil kelereng selain merah adalah …. 

Kunci jawaban:

7. Jumlah seluruh kelereng n (S) = 10+11+13+9 = 43

jumlah kelereng selain merah n(A) = 43 -10 =33

peluang teoritik terambilnya kelereng selain merah P(A) =n(A)/n(S) = 33/43

8. Di dalam sebuah kantong terdapat 15 kelereng merah 14 kelereng Hijau 13 kelereng kuning dan n kelereng biru jika diambil 1 kelereng dari dalam kantong tersebut peluang teoritik terambil kelereng biru adalah 8/29 Tentukan peluang teoritik jika yang diambil adalah kelereng hijau. 

Kunci jawaban:

8. Total semua kelereng = 15+14+13+n =42+n

peluang suatu barang a = jumlah barang a/ jumlah semua barang

peluang kelereng biru = jumlah kelereng biru / jumlah seluruh kelereng

peluang kelereng biru= n / 42+n

di soal tertulis peluang kelereng biru adalah 8/29

berarti

n/42+n = 8/ 29

kali silang

336 + 8n=29n

336=29n-8n

336=21n

n=336/21

n=16

jadi kelereng biru berjumlah 16, berarti total seluruh kelereng adalah 42+16= 58

jadi peluang kelereng hijau adalah

14/58

bisa disederhanakan lagi7/29

9. Suatu lomba sepeda hias diikuti peserta sebanyak:

• 10 orang berumur 6 tahun,

• 24 orang berumur 9 tahun, dan

• 16 orang berumur 10 tahun.

Jika lomba tersebut akan memilih satu orang terbaik, berapa peluang yang akan terpilih adalah peserta berumur 9 tahun? 

Kunci jawaban:

9. N(A) = 24

n(S) = 10+24+16 = 50

jwb:

P(A) = n(A) / n(S)

 = 24/50 =12/25

10. Ketika berjalan-jalan di sebuah mall, Rudi mendapatkan keberuntungan sebagai pengunjung mall tergpilih di hari itu. Rudi berkesempatan memilih 1 hadiah dari 3 kotak yang sudah disediakan panitia mall. Setiap kotak tersebut berisi bola berwarna merah mewakili mobil, kuning mewakili motor, dan hijau mewakili TV dengan komposisi sebagai berikut.   Rudi hanya diberi kesempatan untuk mengambil 1 hadiah dari salah satu kotak. Tentukan kotak mana yang memiliki peluang terbesar mendapatkan mobil. Jelaskan. 

KUNCI JAWABAN matematika kelas 8 uji kompetensi 10 halaman 302 Bab 10 soal Bab 10 Peluang Kelas 8 uji kompetensi 10 Bab 10 Hal 302 Semester 2

Kunci jawaban:

10. Peluang Kotak A = 8/27

Peluang Kotak B = 2/7

Peluang Kotak C = 4/15

Jadi peluang terbesar ada di kotak A

Rangkuman matematika kelas 8 bab 10 uji kompetensi 10

kalimat  penjelas, gagasan tersebut ditegaskan kembali dalam kalimat terakhir dengan  rumusan yang berbeda. Kegiatan 3.4 A. Tentukanlah jenis paragraf-paragraf di bawah ini berdasarkan letak gagasan  umum atau gagasan utamanya! 1. Saat ini pasar untuk animasi remaja memang belum terbentuk. Di  Indonesia, tayangan animasi remaja belum populer, baik di televisi maupun  layar lebar. Berbeda dengan di Amerika atau Jepang, keberadaan animasi  remaja sud

ah menjadi hal biasa. 2. Bisa dikatakan kalau acara ini akan berlangsung seru. Pasalnya, baru  kali pertama kegiatan seperti ini digelar, apalagi kegiatannya tidak hanya  berkeliling ke tiga wilayah Jakarta. Ada acara puncak yang bakal digelar di  Kafe Tenda Semanggi (KTS). Isinya lebih banyak berupa hiburan buat anak- anak yatim. Tentu saja terbuka buat umum dan mereka pun sangat terta

rik  dengan acara tersebut.  B. 1. Bacalah sebuah teks eksposisi yang lain, baik yang ada di dalam buku ini  maupun sumber-sumber lainnya.  2. Secara berkelompok, cermatilah gagasan umum yang ada pada setiap  paragrafnya. Kemudian, simpulkan isi teks tersebut berdasarkan gagasan  umumnya.  3. Sajikanlah laporan hasil kegiatan kelompokmu itu ke dalam format  sebagai berikut.   75  Kelas VIII SMP/Mts Bab 3 Bhs. Indonesia   Judul : ….  Sumber : …. Paragraf Jenis Gagasan Umum Simpulan  C. Menelaah Struktur dan Kaidah Teks Eksposisi Setelah mempelajari materi ini, diharapkan 

osisi yang diperdengarkan  atau dibaca.  Teks eksposisi memiliki struktur dan kaidah kebahasaan tertentu. Pemahaman  struktur dan kaidahnya itu sangat penting agar kita bisa membedakan teks  eksposisi dengan jenis teks lain. 1. Struktur Teks Eksposisi  Perhatikan kembali contoh teks eksposisi yang telah dipelajari pada bagian  terdahulu. Tampak bahwa teks-teks eksposisi tersebut terdiri atas bagian-bagian  berikut.  a. Tesis, yakni berupa pengenalan isu, masalah, ataupun pandangan penulis  secara umum tentang topik yang akan dibahasnya.  b. Rangkaian argumen, berupa sejumlah pendapat 

atau argumen penulis  sebagai penjelasan atas tesis yang dikemukakan sebelumnya. Pada bagian  ini dikemukakan pula sejumlah fakta yang memperkuat argumen- argumen penulis.  c. Penegasan ulang, sebagai perumusan kembali secara ringkas. Bagian ini  sering pula disebut penutup atau simpulan.   76  Kelas VIII SMP/Mts  Struktur Teks Eksposisi  Berikut contoh analisis struktur untuk teks

lam sepuluh tahun mendatang,  hutan Sumatra akan musnah dan diikuti oleh musnahnya hutan Kalimantan.   Bagian itu disebut tesis karena mengenalkan permasalahan utama,  kemungkinan musnahnya hutan. Bagian itulah yang kemudian menjadi  fokus utama pembahasan teks tersebut. b. Rangkaian Argumen  Pengelolaan hutan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan  dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, kecenderungannya justru  semakin memburuk. Kebakaran hutan masih terus terjadi; penebangan liar  semakin meningkat. Diperburuk lagi dengan rencana pembukaan lahan  hutan lindung bagi pertambangan. Keadaan tersebut jelas menambah suram  nasib h

tan.  Kutipan tersebut merupakan contoh argumen. Argumen atau pendapat yang  ada dalam adalah teks “Nasib Hutan Kita yang Semakin Suram” sebagai berikut.  1) Pengelolaan hutan tidak menunjukkan adanya tanda-tanda perbaikan  dibandingkan tahun sebelumnya.  2) Sebaliknya, kecenderungannya justru semakin memburuk.  t 4JNQVMBO   77  Kelas VIII SMP/Mts Bab 3 Bhs. Indonesia   3) Kebakaran hutan masih terus terjadi; penebangan liar semakin  meningkat.  4) Diperburuk lagi dengan rencana pembukaan lahan hutan lindung bagi  pertambangan.  5) Keadaan tersebut jelas menambah suram nasib hutan selama ini. c. Penegasan Kembali  Rupanya kedua masalah itu belum cukup. Pemerintah menambah  rencana pembukaan kawasan hutan lindung untuk areal 

gian tersebut merupakan suatu simpulan dari paparan sebelumnya.  Hal ini ditandai oleh kata-kata kedua masalah itu belum cukup, kebijakan  tersebut jelas semakin…. Perhatikan pula struktur teks eksposisi berikut. Introspeksi Diri di Hari Pahlawan Judul  Setiap negara mempunyai pahlawan. Cara terbaik  menghargai pahlawan adalah tidak melupakan jasa- jasanya. Itu sebabnya kita perlu memperingati Hari  Pahlawan setiap sepuluh November agar bisa mencontoh  semangat juang. Kita juga dapat mencontoh keikhlasan  mereka saat berjuang melawan penjajah.  Tesis: perlunya  peringatan Hari  Pahlawan   78  Kelas VIII SMP/Mts        Sejarah perlunya memperingati Hari Pahlawan bermula  dari perl

awanan rek arek Suroboyo pada 10 November  1945. Dengan senjata bambu runcing, mereka melawan  penjajah yang sudah menggunakan senjata canggih  termasuk pesawat terbang. Kemudian, diikuti dengan  perlawanan di berbagai daerah, termasuk di Sumatra  Utara dan khususnya di Kota Medan yang dikenal dengan  pertempuran di Medan Area, Jalan Bali.  Berkat perjuangan para pejuang di masa lalu bangsa  Indonesia mampu memproklamasikan kemerdekaan dan  mempert

ahankan di masa revolusi fisik. Sekarang giliran  anak-anak bangsa mengisi alam kemerdekaan dengan  memberikan yang terbaik bagi masa depan bangsanya.       Sayangnya, tidak banyak putra-putri bangsa Indonesia  yang bisa diteladani karena prestasinya. Lebih banyak  yang mementingkan diri pribadi dan golongannya saat  sudah berkuasa. Hal itu terlihat sekali dalam jajaran  pemerintahan (birokrasi) maupun legislatif dan yudikatif.  Mereka benar-benar memanfaatkan peluang yang ada  untuk memperkaya diri. Sementara itu, rakyat yang  membutuh perhatian malah diabaikan.  Rangkaian  argumen: latar  belakang perlunya  Hari Pahlawan,  besarnya  pengorbanan  para pejuang,  kondisi generasi  bangsa yang  mementingkan  diri sendiri.   79  Kelas VIII SMP/Mts Bab 3 Bhs

. Indonesia   Peringatan Hari Pahlawan pada 10 November pada  tahun ini dapat dijadikan momentum yang tepat untuk  melakukan introspeksi diri bagi semua pihak. Kalau setiap  anak bangsa melakukannya dengan penuh kesadaran,  mudah-mudahan hasilnya positif. Dalam waktu dekat  bangsa Indonesia dapat ke luar dari krisis. Jika peringatan  Hari Pahlawan hanya sebuah kegiatan rutinitas, makna  10 November pun tidak akan menyentuh masyarakat,  juga dapat menyadarkan pejabat-pejab

at pemerintahan  untuk tidak saling berseteru dan terus memperjuangkan  kepentingan rakyat.      Pada momentum Hari Pahlawan ini kita mengimbau  para pejabat di jajaran pemerintahan, termasuk BUMN/ BUMD, pimpinan DPR dan MPR serta seluruh anggota  dewan agar kembali ke fitrah. Ingatlah perjuangan dan  cita-cita para pahlawan bangsa. Mari kita berjuang untuk  memakmurkan rakyat. Untuk itu, bekerjalah dengan  keras, profesional, dan bertanggung jawab.  Bukan masanya lagi para pejabat pemerintahan  menjadikan dirinya seperti raja yang bergelimang  kemewahan, sebab rakyat sudah semakin kritis. Begitu juga  kehidupan anggota dewan yang glamour. Momentu

m Hari  Pahlawan ini harus dapat dimanfaatkan oleh Pemerintah  dengan sebaik-baiknya. Kinerjanya sudah bisa dirasakan  di berbagai bidang sehingga rakyat merasa dirinya tidak  salah pilih. Gerakan mencontoh para pahlawan perlu  dimasyarakatkan untuk menyadarkan para pejabat  pemerintahan agar tidak menjadi pahlawan kesiangan.  (Sumber: Waspada dengan penyesuaian)  Penegasan

angan para  pahlawan.   80  Kelas VIII SMP/Mts  Kegiatan 3.5 A. 1. Perhatikan kembali teks berjudul “Instrospeksi Diri di Hari Pahlawan”.  2. Tuliskan alasan atas penyebutan bagian-bagian teks itu yang terdiri atas  tesis, rangkaian argumen, dan penegasan ulang.  3. Diskusikan laporkan hasilnya dalam format seperti berikut. Bagian-bagian Teks Paragraf ke- Alasan a. Tesis b. Rangkaian argumen c. Penegasan ulang B. 1. Bacalah sebuah teks eksposisi lain, baik dari media cetak maupun dari  internet.  2. Catatlah judul, penulis, dan sumber teks tersebut.  3. Tunjukkan bagian-bagiannya yang meliputi tesis, rangkaian argumen,  serta penegasan ulang teks itu.  4. Sajikan laporan kegiatanmu itu seperti format

 berikut.  Judul teks : ….  Penulis : ….  Sumber : ….  Bagian-bagian Teks Kutipan a. Tesis b. Rangkaian argumen c. Penegasan ulang   81  Kelas VIII SMP/Mts Bab 3 Bhs. Indonesia  2. Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi  Perhatikan kata-kata yang digunakan dalam teks eksposisi. Misalnya, teks  berjudul “Nasib Hutan Kita Semakin Suram”. Teks tersebut pun memiliki kaidah- kaidah kebahasaan yang khusus, sebagai berikut.  1) Menggunakan kata-kata teknis atau peristilahan yang berkenaan dengan  topik yang dibahas. Dengan topik keh

utanan yang menjadi fokus  pembahasannya, istilah-istilah yang muncul dalam teks tersebut adalah  penebangan liar, hutan lindung, hutan alam, hutan rawa gambut, dan  sektor kehutanan.  2) Menggunakan kata-kata yang menunjukkan hubungan argumentasi  (kausalitas). Misalnya, jika, sebab, karena, dengan demikian, akibatnya,  oleh karena itu. Selain itu, dapat pula digunakan kata-kata yang  menyatakan hubungan kronologis (keterangan waktu) ataupun kata- kata yang menyatakan perbandingan/pertentangan, seperti sebelum itu,  kemudian, pada akhirnya, sebaliknya, berbeda halnya, namun.  3) Menggunakan kata-kata kerja menta

l (mental verba), seperti  diharapkan, memprihatinkan, memperkirakan, mengagumkan, menduga,  berpendapat, berasumsi, dan menyimpulkan.  4) Menggunakan kata-kata perujukan, seperti berdasarkan data. . . , merujuk  pada pendapat. . . .  5) Menggunakan kata-kata persuasif, seperti hendaklah, sebaiknya,  diharapkan, perlu, harus. Selain itu, teks eksposisi lebih sering  menggunakan kata-kata denotatif, yakni kata yang bermakna sebenarnya.  Kata itu belum mengalami perubahan ataupun penambahan makna.  Makna Denotasi Makna Konotasi A. Kebakaran hutan masih terus  terjadi; penebangan liar semakin  meningkat.  1. Daerah yang dijadikan tempat  demons

trasi itu kini seolah-olah  menjadi lautan manusia.  B.   Kondisi demikian mengakibatkan  semakin merajalela penebangan  liar.  2. Matanya tiba-tiba menjadi liar  begitu melihat ibu-ibu yang  mengenakan banyak perhiasan.   82  Kelas VIII SMP/Mts  Kegiatan 3.6  1. Secara berkelompok, amatilah teks berikut!  2. Buktikanlah berdasarkan aspek kebahasaannya bahwa teks tersebut  tergolong ke dalam jenis teks eksposisi!   3. Catatlah aspek-aspek kebahasannya itu ke dalam tabel berikut!  4. Kemudian, rumuskan simpulan tentang ciri teks tersebut berdasarkan  aspek-aspek kebahasaannya. Aspek Kebahasaan Hasil Pengamatan a. Kata teknis (istilah) b. Konjungsi kausalitas c. Kata kerja mental d. Kata perujukan e. Kata persuasif Simpulan ….  Kata  teknis  Kata  persuasif   83  Kelas VIII SMP/Mts Bab 3 Bhs. Indonesia   Pariwisata berdampak pada kehidupan sosial budaya. Kegiatan konsumsi  pariwisata di bidang kesenian misalnya, mungkin dapat mengandalkan makna  kesenian itu sendiri. Akibat semakin meluaslah hubungan sosial dengan  wisatawan dan semakin naiklah pendapatan masyarakat. Kedatangan wisatawan  dapat mendorong masyarakat ke arah komersialisme. Oleh karena itu, arah  kebijaksanaan pariwisata sedapat mungkin diusahakan agar memperkuat  dampak positif dan memperkecil dampak negatif. Untuk itu, perlu dikembangkan  anali

sis dampak lingkungan pada tahap perencanaan yang didasarkan pada studi  kelayakan proyek-proyek pariwisata.   Masuknya wisatawan akan mengubah kondisi lingkungan. Dalam hal ini kita  perlu mengetahui perubahan tersebut tidak melewati ambang batas toleransi.  Tindakan ini perlu agar perubahan itu tidak menghasilkan dampak negatif  terhadap lingkungan dan pengembangan pariwisata itu sendiri.  Jika suatu kawasan wisata sudah cenderung melewati ambang batas, harus  diusahakan proyek penanggulangannya. Salah satunya dengan memusatkan  ikhtiar pada sumber penyebab kerusakannya.  Objek wisata yang menarik bagi wisatawan asing dan wisatawan domestik  ternyata berbeda. Hasil penelitian yang pernah dilakukan Dirjen Pariwisata  menunjukkan bahwa wisatawan asing lebih tertarik pada tradisi, lalu menyusul  keindahan alam, warisan budaya, kerajinan tangan, dan terakhir keindahan  alam di pantai. Sementara itu, wisatawan domestik lebih tertarik pada kebun  binatang atau kebun raya, keindahan pantai, tempat keramat ataupun ibadah,

You May Also Like