1. Sebutkan tiga hikmah haji dan umrah! 2. Jelaskan perbedaan rukun dan wajib haji!

Rate this post

Sekolah sangatlah penting bagi adik – adik seklaian hal ini di karenakan memang dalam sekolah banyak sekali hal yang dapat di pelajari salah satunya adlah adik – adik dapat beljar mengenai ilmu pengetahuan mengenai hal yang belum pesernah di pelajari saat ini.

Tak hannya itu dalam sekolah juga adik – adik dapat memperlajari hal yang berkaitan dengan sosial seperti karakter sifat dan lain- lainya, pada intinya disini kakak ingin mengajak adik -adik untuk tidak pantang menyerah dalam bersekolah walupun dalam hal ini pada saat ini sekolah menerapkan sstem pembelajaran dari online.

1. Sebutkan tiga hikmah haji dan umrah!  2. Jelaskan perbedaan rukun dan wajib haji!

perlu adik – adik ketahui bahawa pembelajaran secara online dapat memberikan kontribusi dalam memberantas penyebabaran virus corona ini sehingga disini kakak ingin memberitaukan bahawa pembelajaran online merupakan hal ang wajar di ambil pemertintah dalam menyelesaiakn permasalahn ini .

 Baca juga:

Baca juga:

kunci jawaban sangatlah penting dalam menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru, untuk itu kami mengajak peserta didik seklaian untuk tetap semangat dalam meyelesaiaknt tugas yanng di berikan oleh guru

1. Sebutkan tiga hikmah haji dan umrah!

2. Jelaskan perbedaan rukun dan wajib haji!

3. Sebutkan rukun haji!

4. Sebutkan macam-macam cara pelaksanaan ibadah haji!

5. Jelaskan perbedaan haji dan umrah!

Kunci jawaban 

1. Hikmah dari Haji dan Umroh :

Dibukankan pintu surga baginya

Dosanya di hapuskan

Memperkuat iman dan ketakwaannya

2. Perbedaan rukun dan wajib haji ialah  

Rukun haji adalah suatu rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji, bila tidak di kerjakan maka hajinya di anggap tidak sah.

Wajib haji adalah suatu rangkaian kegiatan yang harus dilakukan dalam ibadah haji, bila salah satu wajib haji ditinggalkan maka hajinya tetap sah, tapi harus membayar Denda sesuai dengan haji yang di tinggalkan.

3. Rukun Haji :

Niat ihram

Thawaf

Sa’I  

Wukuf

Tahalul

Tertib

4. Macam macam cara pelaksanaan haji :

Haji Ifrad yaitu mengerjakan haji dan umrah

dengan cara mendahulukan haji daripada umrah.

Haji Tamattu yaitu mengerjakan haji dan umrah

dengan mendahulukan umrah daripada haji.

Haji Qiran yaitu mengerjakan haji dan umrah

sekaligus.

5. Haji ialah salah satu dari 5 rukun islam yang wajib dikerjakan bagi umat muslim bila mampu. Sedangkan umroh merupakan sunnah muakad atau sunnah yang diutamakan.

Pembahasan

Haji adalah Mengunjungi baitullah ka’bah di kota Mekkah, yaitu kota suci umat yang beragama muslim. Haji hukumnya wajib bagi umat Islam yang sudah mampu dan harus dilakukan setidaknya sekali dalam seumur hidupnya mereka oleh semua orang Muslim dewasa. Yang di maksud mampu di sini ialah mampu secara fisik dan finansial mampu melakukan perjalanan, dan dapat mendukung keluarga mereka selama ketidakhadirannya mereka.

Berikut adalah rukun haji :

Niat ihram

Thawaf

Sa’I  

Wukuf

Tahalul

Tertib

Berikut adalah syarat sah haji :

Islam

Berakal

Baligh

Merdeka

Mampu

Macam macam cara pelaksanaan haji :

Haji Ifrad yaitu mengerjakan haji dan umrah

dengan cara mendahulukan haji daripada umrah.

Haji Tamattu yaitu mengerjakan haji dan umrah

dengan mendahulukan umrah daripada haji.

Haji Qiran yaitu mengerjakan haji dan umrah

sekaligus.

Sedangkan umroh merupakan sunnah muakad atau sunnah yang diutamakan.

Hikmah dari Haji dan Umroh :

1. Dibukankan pintu surga baginya

2. Dosanya di hapuskan

3. Memperkuat iman dan ketakwaannya

Pak Widodo di laci meja guru. Tentu saja hal  itu merupakan ulah Arga yang selalu usil. Siang itu, pulang sekolah, Inka mendatangi Arga dengan wajah cemberut. ”Arga,  kenapa sih kamu selalu usil? Kenapa kamu selalu mengejek aku? Memangnya  kamu suka kalau diejek?” tanya Inka gusar. Arga cuma tertawa-tawa. ”Aduh…maaf deh! Kamu marah ya, In?” ”Iya dong. Habis…kamu nakal. Kamu memang sengaja mengejek aku kan, biar  anak-anak sekelas mentertawakan aku.” ”Wah,…jangan marah dong, aku kan cuma bercanda. Eh, katanya marah itu bisa  menghambat pertumbuhan gigi, nanti kamu giginya dua terus, hahaha…” Arga  tertawa. Danto yang berada di dekat Arga juga ikut tertawa. ”Huh! Kalian jahat!” teriak Inka. ”Aku nggak ngomong lagi sama kalian!” Inka  meninggalkan kedua anak yang masih tertawa nakal itu. ”Sudahl

ah In, nggak usah dipikirin. Arga kan memang usil dan nakal. Nanti  kalau kita marah, dia malah tambah senang. Kita diamkan saja anak itu,” hibur  Gendis, sahabat Inka. Hari berikutnya, Gendis yang menjadi korban kenakalan Arga. Siang itu,  sewaktu istirahat pertama, Arga duduk di dekat Gendis dan bertanya, ”Dis,  nama kamu kok bagus sih. Mengeja nama Gendis itu gimana?” ”Apa sih, kamu mau mengganggu lagi, ya? Beraninya cuma sama anak  perempuan.” ”…aku kan cuma bertanya, mengeja nama Gendis itu gimana. Masak gitu aja  marah.”   227  Kelas VIII SMP/MTs Bab 8 Bahasa Indonesia  ”Memangnya kenapa sih?” tanya Gendis dengan curiga. ”Gendis ya mengejanya  G-E-N-D-I-S dong!” ”Haaa…kamu itu gimana sih Dis. Udah SMP kok belum bisa mengeja nama  sendiri dengan benar. Gendis itu mengejanya G-E-M-B-U-L. Itu kayak  pamannya Bobo, hahaha….” Arga tertawa, diikuti teman-temannya. Gendis yang memang meras

a badannya gemuk jadi sewot. ”Arga, kamu selalu  begitu! Bisa nggak sih, sehari tanpa berbuat nakal? Lagian kamu cuma berani  nakalin anak perempuan. Dasar!” Gendis pun pergi dengan marah. Suatu hari, di siang yang panas, Inka dan Gendis berjalan kaki pulang sekolah.  Tiba-tiba di belakang mereka terdengar bunyi bel sepeda berdering-dering.  ”Hoi,…minggir…minggir…. Pangeran Arga yang ganteng ini mau lewat. Rakyat  jelata diharap minggir.” Inka dan Gendis cuma menoleh sebal. Arga melewati mereka dengan tertawa  keras. Tahu-tahu…gubrak! Karena kurang hati-hati, sepeda Arga menabrak  sebuah pohon yang ada di pinggir jalan. ”Rasakan kamu! Teriak Inka. ”Makanya kalau naik sepeda itu lihat depan.” ”Iya,” tambah Gendis. ”Makanya kalau sama anak perempuan jangan suka nakal.  Sekarang kamu kena batunya.” Sementara Arga cuma meringis kesakitan. ”Aduh…tolong dong. aku nggak bisa  bangun nih?” ”Apa-apaan ditolong. Dia kan 

suka nggangguin kita. Biar tahu rasa sekarang.  Lagian, paling dia cuma pura-pura. Nanti kita dikerjain lagi.” ”Aduh,…aku nggak pura-pura. Kakiku sakit sekali,” rintih Arga. ”Aku janji  nggak akan ngerjain kalian lagi.” Akhirnya Inka tak tahan juga melihat Arga  yang meringis kesakitan dan tidak bisa berdiri. ”Ditolong yuk, Dis.” ”Tapi…” ”Sudahlah, kita kan nggak boleh dendam sama orang lain. Bagaimanapun, Arga  kan teman kita juga.” Gendis mengangguk. Kedua anak itu lalu mendekati Arga. ”Apanya yang sakit, Ga?”   228  Kelas VIII SMP/MTs  ”Aduh…kakiku sakit sekali. aku nggak kuat berdiri nih.” ”Gini aja Dis, kamu ke sekolah cari Pak Yan yang jaga sekolah. Pak Yan kan  punya sepeda motor. Nanti Arga biar diantar pulang sama Pak Yan. Sekarang  aku di sini menemai Arga.” ”Ide yang bagus,” kata Gendis semangat. Ia segera berjalan cepat-cepa

t menuju  ke sekolah yang masih kelihatan dari tempat itu. “In…,” kata Arga lirih. “Maafkan aku, ya. Aku sering nggangguin kamu, Gendis,  Anggun, dan teman-teman yang lain. “Makanya kamu jangan suka ngerjain orang, apalagi mengolok-olok kekurangan  mereka. Jangan suka meremehkan anak perempuan. Nyatanya, kamu  membutuhkan mereka juga kan?” ”Iya deh, aku janji nggak akan ngerjain kalian lagi.” Arga betul-betul menepati janjinya. Sejak kejadian itu, ia tak pernah  mengganggu teman-temannya lagi. Arga pun jadi punya banyak sahabat,  termasuk Inka dan Gendis. Mereka sering mengerjakan PR dan belajar bersama. ”Ternyata kalau aku nggak nakal, sahabatku tambah banyak,” pikir Arga.  ”Ternyata juga, punya banyak sahabat itu menyenangkan. Kalau mereka ulang  tahun kan aku jadi sering ditraktir, hihihi….”   C. 1. Lakukanlah silang baca dengan kelompok lain!  2. Mintalah mereka untuk memberikan tanggapan berdasarkan 

kreativitas  pengembangan, kelengkapan struktur, serta ketepatan kaidah  kebahasaannya!  Nama kelompok Aspek Kreativitas  Pengembangan  Kelengkapan  Struktur  Ketepatan Kaidah  Kebahasaan   229  Kelas VIII SMP/MTs Bab 8 Bahasa Indonesia  2. Naskah Drama dengan Orisinalitas Ide  Naskah drama dapat dibuat berdasarkan karya yang sudah ada, misalnya  dari dongeng, cerpen, novel, biografi, dan sumber-sumber lain. Akan lebih baik,  apabila naskah itu dibuat sendiri, berdasarkan imajinasi dan pengalaman sendiri,  sehingga hasilnya lebih orisinal.  Langkah-langkah penulisannya tidak jauh berbeda dengan ketika menulis  cerpen, puisi, ataupun karya-karya fiksi lain. Langkah pertama adalah menentukan  topik, yakni berupa suatu peristiwa ya

ng menarik dan memiliki konflik yang kuat.  Kedua, menentukan tokoh-tokoh yang terlibat di dalamnya serta karakternya.  Ketiga, membuat kerangka alur, yang menarik dan tidak mudah ditebak (penuh  kejutan). Keempat, mengembangkan kerangka itu ke dalam dialog-dialog dengan  memperhatikan struktur dan kaidah kebahasaannya yang tepat. a. Struktur drama meliputi prolog, dialog, dan epilognya. Dalam dialog ada  bagian orientasi, komplikasi, dan resolusi. b. Kaidah kebahasaan ditandai oleh kalimat-kalimat langsung dengan pilihan  kata yang menggambarkan karakter tokoh dan situasi percakapannya.  Kegiatan 8.9 A. Secara berkelompok, buatlah naskah drama. Karya tersebut harus benar- benar hasil imajinasi ataupun pengalaman bersama. Perhatikan pula struktur  dan kaidah kebahasaannya, sebagaimana yang telah kamu pelajari di atas. B. Mintalah tanggapan atau saran dari kelompok yang lain tentang naskah  drama

 tersebut, terutama berkenaan dengan daya tarik cerita, orsinalitas  tema, kelengkapan struktur, dan ketepatan kaidah kebahasaannya.  Kelompok penanggap: ….. Aspek Tanggapan Isi Tanggapan 1. Daya tarik cerita 2. Orsinalitas tema 3. Kelengkapan struktur 4. Ketepatan kaidah kebahasaan   230  Kelas VIII SMP/MTs  3. Pementasan Karya Sendiri  Belum sempurna tentunya kalau naskah yang telah kamu buat itu tidak  dipentaskan. Oleh karena itu, perhatikan langkah-langkah pementasan drama  berikut.  a. Melakukan pembedahan secara bersama-sama terhadap isi n

askah yang  akan dipentaskan. Tujuannya agar semua calon pemain memahami isi  naskah yang akan dimainkan.  b. Reading. Calon pemain membaca keseluruhan naskah sehingga dapat  mengenal masing-masing peran.  c. Casting. Melakukan pemilihan peran. Tujuannya agar peran yang akan  dimainkan sesuai dengan kemampuan akting pemain.  d. Mendalami peran yang akan dimainkan. Pendalaman peran dilakukan  dengan mengadakan pengamatan di lapangan. Misalnya, peran itu sebagai  seorang tukang jamu, lakukanlah pengamatan terhadap kebiasaan dan  cara kehidupan para tukang jamu.  e. Blocking. Sutradara mengatur teknis pentas, yakni dengan cara  mengarahkan dan mengatur pemain. Misalnya, dari mana seorang  pemain harus muncul dan dari mana mereka berada ketika dialog  dimainkan.  f. Running. Pemain menjalani latihan se

cara lengkap, mulai dari dialog  sampai pengaturan pentas.  g. Gladi resik atau latihan terakhir sebelum pentas. Semua bermain dari  awal sampai akhir melakukan latihan akhir; tanpa ada kesalahan lagi.  h. Pementasan. Semua pemain sudah siap dengan kostumnya. Dekorasi  panggung sudah lengkap.   231  Kelas VIII SMP/MTs Bab 8 Bahasa Indonesia  Kegiatan 8.10 A. Perankanlah naskah drama yang yang telah kamu buat bersama kelompokmu! B. Mintalah teman-temanmu yang lain untuk menilainya dengan menggunakan  kartu penilaian seperti berikut. Aspek Penilaian Nilai Keterangan A B C D 1. Daya tarik cerita 2. Penghayatan tokoh 3. Improvisasi 4. Lafal/intonasi pengucapan 5. Kekompakan kelompok Jumlah AKU BISA Bagaimana tingkat penguasaanmu terhadap materi-materi dalam bab ini! Pokok Bahasan Tingkat Penguasaan A B C D 1.    Mengenal dan mendalami unsur-unsur drama  (tradisional dan modern). 2.   Menafsirkan drama (t

radisional dan modern). 3.   Menelaah karakteristik stuktur dan kaidah  kebahasaan dalam teks 4.   Menulis drama dengan memperhatikan kaidah  penulisan drama dan orisinalitas ide.   232  Kelas VIII SMP/MTs  Keterangan:  A = sangat dikuasai  B = dikuasai  C = cukup dikuasai  D = tidak dikuasai   Apabila masih ada pokok bahasan yang belum kamu kuasai, pelajarilah  kembali dengan lebih baik hal-hal yang berkenaan dengan pelajaran drama.  Tanyakan kembali guru, orang tua, ataupun kepada teman. Pelajari pula  berbagai sumber untuk lebih meningkatkan penguasaanmu itu. Manfaatkanlah  perpustakaan sekolah, laptop, ataupun android yang kamu miliki untuk  memperdalam pemahaman dan penguasaanmu dalam bermain drama. Selamat  menjadi seorang 

dramawan!   233  Kelas VIII SMP/MTs Bab 9 Bahasa Indonesia  Bab 9  Kembangkan Kegemaran Membaca  (Sumber: radiobintangsembilan.com)   Membaca merupakan kegiatan wajib bagi seorang pelajar. Kamu setuju  dengan pernyataan itu, pastinya! Bacaan itu tidak hanya berupa buku pelajaran,  tetapi masih banyak sumber-sumber lain yang bisa kita baca: bisa buku kumpulan  cerpen, novel, di samping e-book, dan buku-buku ilmu pengetahuan populer.  Tiada hari tanpa membaca karena membaca merupakan jalan lurus menuju  manusia cerdas dan berjaya. Dengan membaca kamu bisa memperoleh banyak  wawasan dan pengetahuan. Dengan membaca kamu pun bisa memperoleh  hiburan dan kesenangan.   234  Kelas VIII SMP/MTs  A. Menggali Informasi dalam Buku Fiksi dan Nonfiksi Setelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu : Menggali dan  menemukan informasi dari buku fiksi dan nonfiksi yang kamu baca. 1. Keragaman Informasi dalam Buku Fiksi dan Nonfiksi  Buku (bacaan) dapat dibagi ke dalam dua jenis, yakni buku fiksi dan  nonfiksi. a. Buku fiksi, contohnya kumpulan dongeng, cerpen, novel, dan drama. b. Buku nonfiksi, contohnya buku pelajaran, ilmiah populer, dan biografi.  Seseorang membaca buku fiksi pada 

umumnya untuk memperoleh hiburan  ataupun kesenangan. Coba, kamu pikirkan kembali, apa yang kamu inginkan  ketika membaca novel? Ketika itu akan muncul berbagai perasaan yang muncul  seiring dengan perjalanan hidup yang dialami tokoh novel tersebut.  Tidak demikian halnya ketika kamu membaca buku pelajaran, buku ilmiah,  ataupun buku nonfiksi lainnya; yang kamu peroleh ketika itu adalah sejumlah  informasi, pengetahuan, ataupun wawasan.   235  Kelas VIII SMP/MTs Bab 9 Bahasa Indonesia  Kegiatan 9.1 A. Termasuk bagian dari jenis teks apakah cuplikan di bawah ini: fiksi atau  nonfiksi? Kemukakanlah alasan-alasannya! Diskusikan masalah-masalah itu  secara berkelompok! 1. Orang-orang yang kebetulan melewati jalan itu sepertinya selalu ingin  berhenti. Mereka ingin mengetahui sesuatu yang telah terjadi di sana. Orang  yang lalu lalang ingin langsung melihat keadaan ibu itu. Dia terlihat lemah.  Badannya yang hanya rangka dan kulit ditutupi kaus berwarna hitam dan  celana cokelat yang lusuh. Bibirnya kering, pe

cah-pecah hampir terkelupas.  Napasnya terengah-engah dan tampak payah. Lalu, seorang ibu datang  memecahkan keriuhan suasana, membawa segelas air. Ibu itu membangunkan  badannya sampai dia terduduk. Kemudian, air itu diberikan kepadanya.  Sesudah itu dia mengangguk dan mengucapkan terima kasih. 2. Begitulah Anya setiap harinya. Ia gemar belanja. Hal itu bermula ketika ia  sering diejek temannya karena dibilang anak pingit. Setiap pulang sekolah,  ia langsung pulang dan tak pernah kumpul-kumpul di warung bakso apalagi  jalan-jalan ke pertokoan. Baru setelah Irene mentraktir Anya makan di  sebuah pusat perbelanjaan, ia mulai tertarik. Seterusnya ia kecanduan. Akan  tetapi, akhir-akhir ini, kegemarannya tersebut telah mem

buatnya begitu  boros. Pernak-pernik maupun aksesoris-aksesoris yang sebenarnya tidak ia  butuhkan, tetap diborong dengan alasan gengsi. Kutipan Jenis Buku Alasan 1 2 B. Tulislah dua buah kutipan yang masing-masing bersumber dari buku fiksi  dan nonfiksi. Jelaskan pula alasan kefiksian atapun kenonfiksian dari kutipan- kutipan tersebut! Kutipan Sumber Buku Kefi Alasan   ksian/Kenonfiksian   236  Kelas VIII SMP/MTs  Tugas Individu  Kunjungilah perpustakaan sekolahmu. Bacalah lima buah buku yang masing- masing berupa 

close

You May Also Like