1. Sebutkan macam-macam organ yang berperan sebagai alat ekskresi pada manusia dan zat yang diekskresikan atau yang dikeluarkan!

Sekolah meruapakan hal yang sangat penting bagi adik adi ku sekalain hal ini di karenakan sekolah memberikan ilmu pengetahuan hal yang tidak di dapat dari selaian sekolah, tak hanya itu dengan sekolah seseorang dapat membentuk karakter diri dengan baik hal ini merupakan hal yang sangatlah penting.

Baca juga:

1. Sebutkan macam-macam organ yang berperan sebagai alat ekskresi pada manusia dan zat yang diekskresikan atau yang dikeluarkan!  2. Pembentukan urine terjadi di dalam ginjal, isilah tabel di bawah ini untuk menjelaskan proses pembentukan urine yang terjadi di dalam ginjal!

di sekolah ada hal yang wajib di kaerjakan adik adik salah satunya adalah dengan mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru, tugas meruapakan hal yang merupakan bagian dari pembelajaran yang mana tugas merupakan berfungsi sebagai salah satu cara untuk mengukur kemampuan siswa dimana di dalam tugas ada beberapa hal yang di berikan pertanyaan yang mana pertanyaan tersebut merupakan bagian dari penjelasan dari guru yang telah di terangkan sebelumnya

B. Esai

1. Sebutkan macam-macam organ yang berperan sebagai alat ekskresi pada manusia dan zat yang diekskresikan atau yang dikeluarkan!

2. Pembentukan urine terjadi di dalam ginjal, isilah tabel di bawah ini untuk menjelaskan proses pembentukan urine yang terjadi di dalam ginjal!

1. Sebutkan macam-macam organ yang berperan sebagai alat ekskresi pada manusia dan zat yang diekskresikan atau yang dikeluarkan!

3. Mengapa bila kita berada dalam kondisi yang panas tubuh mengeluarkan banyak keringat, sangat berbeda ketika kita berada pada tempat dengan suhu dingin?

4. Pada suatu pemeriksaan laboratorium, diuji urine seorang pasien ternyata ketika diuji dengan menggunakan indikator Benedict menunjukkan reaksi warna menjadi merah bata, dan ketika diuji dengan indikator Biuret menunjukkan reaksi warna ungu, berdasarkan hal tersebut analisislah penyakit yang terjangkit oleh pasien dan bagian ginjal manakah yang mengalami gangguan?

5. Sebutkan 3 macam pola hidup untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi!

Kunci Jawaban B. Esai

1.Macam-macam organ yang berperan sebagai alat ekskresi adalah

a. paru-paru

b. ginjal

c. kulit

d. hati

Zat yang dikeluarkan dari organ-organ ekskresi tersebut adalah

a. paru-paru, mengeluarkan zat sisa CO2

b. ginjal, mengekskresikan urine

c. kulit, mengekskresikan keringat

d. hati, mengeluarkan bilirubin yang merupakan bahan sisa dari pemecahan sel darah merah yang sudah tua

2. Proses pembentukan urine

1. Sebutkan macam-macam organ yang berperan sebagai alat ekskresi pada manusia dan zat yang diekskresikan atau yang dikeluarkan!

Proses Tempat Bahan Hasil

Filtrasi Terjadi di

Glomerolus  Darah Urin primer

Reabsobsi  terjadi di TKP  Urin primer  Urin sekunder

Augmentasi  terjadi di TKD  Urin sekunder Urin

3. Pada otak di bagian hipotalamus, akan mengatur jumlah air di dalam darah. Ketika otak mendeteksi bahwa di dalam darah terlalu banyak air, maka hipotalamus akan melepaskan sejumlah hormon yang mendorong ginjal untuk mengurangi jumlah air yang ada di dalam darah sehingga ginjal akan meningkatkan jumlah urine yang dikeluarkan. Begitu pula ketika pada suhu udara panas di siang hari, ketika jumlah cairan di dalam darah tinggi, hipotalamus akan mengeluarkan hormon, dan memberikan sinyal pada kelenjar keringat yang ada di dalam kulit untuk memproduksi keringat yang lebih banyak.

4. Pasien menderita albuminaria (di dalam urin terdapat protein) kerusakan pada glumerolus dan menderita diabetes melitus (di dalam urin terdapat glukosa) kerusakan pada tubulus proksimal. Tubulus proksimal merupakan bagian dari ginjal yang berfungsi dalam tahap reabsorbsi/penyerapan kembali. Artinya jika terjadi kerusakan pada organ ini akan menyebabkan gangguan-gangguan misalnya ditemukan adanya glukosa pada organ ini, karena tubulus proksimal tidak mampu mereabsorbsi urine primer, sehingga dalam urine masih mengandung glukosa.

5. Contoh pola hidup untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi di antaranya adalah mengatur pola makan yang seimbang, meminum air mineral 2 liter per hari, olahraga teratur, dan tidak menunda jika akan buang air kecil.

Sekian soal dan jawaban buku siswa kelas 8 uji kompetensi bab 9 tentang sistem ekskresi manusia yang telah kami bagikan. Jika ada kekurangan dalam kata atau jawaban, kami minta maaf. Jika ingin memberi kritik dan bertanya bisa melalui komentar dibawah ini. Semoga dapat bermanfaat, umumnya untuk kelas 8 yang sedang mempelajari materi ini.

2  Pendahuluan 1. Organisasi Penataan Materi Buku Wajib Bahasa Indonesia  Materi pembelajaran buku wajib bahasa Indonesia untuk siswa SMA  disajikan ke dalam 6 pelajaran, yaitu Menggali Kearifan dalam Peristiwa  Sejarah Dunia (Pelajaran I), Menyikapi Berita Dunia dari Semua Sudut  Pandang (Pelajaran II), Menarik Perhatian Konsumen melalui Keindahan  Bahasa Iklan (Pelajaran III), Membangun Opini Publik dengan Bergaya  Jurnalistik (Pelajaran IV), Mengurai Komplikasi dalam Cerita Fiksi  (Pelajaran V), dan Mewujudkan Teks dalam Genre Makr

o (Pelajaran VI).  Perlu dipahami bahwa buku itu tidak membahas tuntas semua materi dalam  pelajaran yang bersangkutan. Tingkat kedalaman materi disesuaikan dengan  tingkat pemahaman siswa SMA Kelas XII.  2. Metode Metode pembelajaran untuk buku bahasa Indonesia wajib mengutamakan  pembelajaran berkelompok, berpasangan, dan mandiri. Prinsipnya,  pembelajaran di kelas hanya men

yampaikan pengetahuan pokok dan  memberikan dasar-dasar untuk pendalaman materi dengan melaksanakan  tugas kelompok, berpasangan, dan mandiri.    Buku Guru Bahasa Indonesia 3  Menggali Kearifan dalam Peristiwa  Sejarah Dunia Sebelum pembelajaran dimulai, guru memperkenalkan diri. Setelah  itu guru menjelaskan tema, latar belakang, dan tujuan pembelajaran yang  akan dicapai. Guru juga menjelaskan keterkaitan tema dengan teks peristiwa  sejarah yang akan dibahas dalam Pelajaran I. Pada bagian ini, guru menjelaskan kepada siswa bahwa dalam  membicarakan peristiwa sejarah, kegiatan pembelajaran dibagi menjadi  tiga tahap, yaitu (1) pembangunan konteks dan pemodelan teks cerita  sejarah, (2) kerja bersama pembangunan teks cerita sejarah, dan (3) kerja  mandiri pembangunan teks cerita sejarah. Guru memberitahu dalam setiap  cerita terdapat komponen cerita yang disebut urutan atau rentetan peristiwa  sejarah. Pembahasan urutan peristiwa itu, baik pada tahap kerja bersama  maupun kerja mandiri, dilakukan untuk membangun teks yang menerapkan  pembelajaran saintifik dengan model pembelajaran teks berbasis masalah  (problem based learning), pembelajaran teks berbasis proyek (project based  learning), dan pembelajaran berbasis penyingkapan/p

enelitian (discovery/ inquiry learning), serta penilaian autentik. Dalam pelaksanaan kegiatan ini,  siswa akan diberi tugas agar memeroleh kompetensi yang diharapkan serta  dapat membangkitkan kegemaran belajar.  II. Petunjuk Khusus PEMBELAJARAN 1   4 Kelas XII Semester 1 dan 2  Kegiatan 1 Pembangunan Konteks dan Pemodelan Teks Cerita Sejarah  Peristiwa sejarah merupakan peristiwa yang terjadi pada masa lampau.  Kejadian dalam peristiwa tersebut dianggap sebagai proses atau dinamika  dalam suatu konteks historis. Sejarah termasuk ilmu empiris, karena sejarah  sangat bergantung pada pengalaman manusia. Oleh sebab itu, sejarah kerap  dimasukkan ke dalam ilmu kemanusi

aan. Akan tetapi, sejarah berbeda  dengan antropologi atau sosiologi, sejarah membicarakan manusia dari segi  waktu, seperti perkembangan masyarakat dari satu bentuk ke bentuk lainnya,  kesinambungan yang terjadi dalam suatu masyarakat, pengulangan peristiwa  yang terjadi pada masa lampau, dan perubahan yang terjadi dalam masyarakat  yang biasanya disebabkan oleh pengaruh dari luar masyarakat itu sendiri.  Peristiwa sejarah ini tidak semata-mata hanya menjadi cerita yang  dikisahkan secara turun-temurun, tetapi sebagai bangsa yang cerdas harus  mampu menggali nilai dan kearifan yang terkandung di dalamnya. Berbagai  nilai dan kearifan yang terdapat dalam sebuah peristiwa sejarah itu merupakan  sumber kekayaan yang dapat diterapkan dalam mengatasi secara bijak  persoalan yang dihadapi bangsa sekarang ini demi mempersiapkan masa  depan generasi muda. Dengan mengingat masa lalu, memahami masa kini,  dan mempersiapkan masa depan, diyakini sebuah bangsa akan dapat maju  mengemban cita-citanya. 1. Guru mengawali pembangunan konteks dengan memberikan pengantar  tentang peristiwa sejarah yang dianggap sebagai proses atau dinamik

a  dalam suatu konteks historis. 2. Guru meminta siswa untuk menggali berbagai peristiwa sejarah dunia  dengan mempelajari catatan dan rekaman sejarah dari berbagai sumber. 3. Guru memberi tahu siswa bahwa pencatatan peristiwa yang terjadi  pada masa lampau termasuk bentuk teks cerita ulang atau teks rekon  (recount), yaitu dengan membangkitkan kembali pengalaman nyata di  masa lalu. 4. Guru mengharapkan siswa mampu menyusun peristiwa sejarah dunia  sebagai teks cerita ulang dengan memberi tahu langkah-langkah  penyusunannya.  5. Guru memberi tahu siswa bahwa dengan membaca dan memahami  berbagai rentetan peristiwa yang terjadi pada masa lampau, siswa dapat  menggali kearifan di balik peristiwa tersebut. Nilai kebaikan yang    Buku Guru Bahasa Indonesia 5  diperoleh siswa dari mempelajari peristiwa sejarah dapat diterapkan  dalam kehdupan, s

edangkan keburukan hendaknya dijadikan pelajaran  untuk menghadapi kehidupan dengan lebih baik. 6. Guru memberikan model teks peristiwa sejarah yang bisa dipelajari  siswa. Peristiwa sejarah yang dipilih menjadi model ini adalah  peristiwa terbentuknya Hari Buruh atau  yang dikenal dengan sebutan  May Day. Untuk itu, dalam kegiatan ini ditampilkan teks model  berjudul “Sejarah Hari Buruh”.  Sejarah Hari Buruh 1. Hari Buruh, yang dikenal juga dengan sebutan May Day,  diperingati setiap 1 Mei. Di beberapa negara, Hari Buruh dijadikan  hari libur tahunan, yang berawal dari usaha gerakan serikat buruh  untuk merayakan keberhasilan ekonomi dan sosial para buruh.  Hari Buruh ini lahir dari rentetan perjuangan kelas pekerja.  Pada 1886, terjadi demonstrasi kaum buruh Amerika Serikat  yang menuntut pemberlakuan delapan jam kerja. Federation of  Organized Trades and Labor Unions akhirnya menetapkan 1 Mei  sebagai Hari Buruh  yang diperingati oleh kaum buruh seluruh  dunia. Penetapan ini dilakukan untuk memperingati momen  tuntutan delapan jam kerja sehari dan juga memberikan semangat  baru perjuangan kelas pekerja yang mencapai titik mas

if di era  tersebut.  2. Tuntutan kaum buruh ini bermula sejak era industri di awal  abad ke-19. Perkembangan kapitalisme industri menandakan  perubahan drastis ekonomi-politik, terutama di negara kapitalis  Barat. Di Amerika Serikat misalnya, pengetatan disiplin dan  pengintensifan jam kerja, minimnya upah, dan buruknya  kondisi kerja di tingkatan pabrik menuai amarah dan perlawan  dari kalangan kelas pekerja. Pemogokan pertama kelas pekerja  Amerika Serikat terjadi pada 1806 oleh pekerja cordwainers.  Pemogokan ini membawa para pengorganisasinya ke meja  pengadilan dan juga mengangkat fakta bahwa kelas pekerja  di era tersebut bekerja 19 hingga 20 jam sehari. Sejak saat itu,  perjuangan untuk menuntut direduksinya jam kerja menjadi  agenda bersama kelas pekerja di Amerika Serikat.    6 Kelas XII Semester 1 dan 2  3. Demonstrasi besar yang berlangsung sejak April 1886, dari waktu  ke waktu pendukungnya semakin banyak. Demonstrasi menjalar  ke berbagai kota, seperti Chicago, New York, Detroit, Louisville,  dan Baltimore. Demonstrasi ini mempersa

tukan buruh berkulit  putih dan hitam. Sampai pada 1 Mei 1886, demonstrasi yang  menjalar dari Maine ke Texas dan dari New Jersey ke Alabama  diikuti oleh setengah juta buruh di negeri tersebut. 4. Perkembangan ini memancing reaksi dari kalangan pengusaha  dan pejabat pemerintahan setempat saat itu. Melalui Chicago’s  Commercial Club, dikeluarkan dana sekitar US$2.000 untuk  membeli peralatan senjata mesin guna menghadapi demonstrasi.  Demonstrasi damai menuntut pengurangan jam kerja itu pun  berakhir dengan korban dan kerusuhan. Sekitar 180 polisi  menghadang demonstrasi dan memerintahkan agar demonstran  membubarkan diri. 5. Sebuah bom meledak di dekat barisan polisi. Polisi pun membabi- buta menembaki buruh yang berdemonstrasi. Akibatnya korban  pun jatuh dari pihak buruh pada 3 Mei 1886, empat orang buruh  tewas dan puluhan lainnya terluka. Dengan tuduhan terlibat  dalam pengeboman, delapan orang aktivis buruh ditangkap  dan dipenjarakan. Akibat dari tindakan ini, polisi menerapkan  pelarangan terhadap setiap demonstrasi buruh. Na

mun, kaum  buruh tidak begitu saja menyerah. Pada 1888 mereka kembali  melakukan aksi dengan tuntutan yang sama. Selain itu, mereka  juga memutuskan untuk kembali melakukan demonstrasi pada 1  Mei 1890. 6. Rangkaian demonstrasi yang terjadi pada saat itu, tidak hanya  terjadi di Amerika Serikat. Bahkan menurut Rosa Luxemburg  (1894), demonstrasi yang menuntut pengurangan jam kerja  tersebut sebenarnya diinspirasikan oleh demonstrasi serupa  yang terjadi sebelumnya di Australia pada tahun 1856. Tuntutan  pengurangan jam kerja juga singgah di Eropa. Saat itu, gerakan  buruh di Eropa tengah menguat. Tentu saja, fenomena ini semakin  mengentalkan kesatuan dalam gerakan buruh sedunia dalam satu  perjuangan. 7. Peristiwa monumental yang menjadi puncak dari persatuan  geraka

n buruh dunia adalah penyelenggaraan Kongres Buruh  Internasional tahun 1889. Kongres yang dihadiri ratusan delegasi    Buku Guru Bahasa Indonesia 7  dari berbagai negeri dan memutuskan delapan jam kerja per hari  menjadi tuntutan utama kaum buruh seluruh dunia. Selain itu,  kongres juga menyambut usulan delegasi buruh dari Amerika  Serikat yang menyerukan pemogokan umum 1 Mei 1890 guna  menuntut pengurangan jam kerja dengan menjadikan tanggal 1  Mei sebagai Hari Buruh se-Dunia. 8. Delapan jam/hari atau 40 jam/minggu (lima hari kerja) telah  ditetapkan menjadi standar perburuhan internasional oleh ILO  melalui Konvensi ILO No. 01 tahun 1919 dan Konvensi No. 47  tahun 1935. Ditetapkannya konvensi tersebut merupakan suatu  pengakuan internasional yang secara tidak langsung merupakan  buah dari perjuangan kaum buruh sedunia untuk mendapatkan  pekerjaan yang layak. Penetapan 8 jam kerja per hari sebagai  salah satu ketentuan pokok dalam hubungan industrial perburuhan  adalah penanda berakhirnya bentuk kerja paksa dan perbudakan  yang bersembunyi di balik hubungan industrial. (Diadaptasi dari berbagai sumber) Guru memi

nta siswa mendiskusikan dan menjawab beberapa  pertanyaan pemahaman tentang isi teks peristiwa Hari Buruh. (1) Guru menanyakan pendapat siswa tentang lamanya jam kerja yang  pantas bagi seseorang dalam sehari. (2) Guru menanyakan undang-undang yang mengatur jam kerja di  Indonesia.  (3) Guru menanyakan apakah siswa setuju dengan adanya waktu kerja  lembur sesuai dengan Kepmen No. 102 Tahun 2004.  (4) Guru menanyakan siswa apakah setuju orang yang bekerja lembur  mendapatkan upah lebih. (5) Guru meminta siswa mencari berbagai bentuk risiko kerja yang  berlebihan.  Tugas 1 Memahami Struktur dan Ciri Kebahasaan Teks Cerita Sejarah (1) Pada Tugas 1 ini guru meminta siswa menggali informasi sebanyak- banyaknya yang terdapat dalam tiap paragraf sehingga siswa akan  memahami bagaimana struktur teks cerita sejarah itu dibangun. Tugas  siswa adalah mengumpulkan informasi yang dapat mengidentifikasi    8 Kelas XII Semester 1 dan 2  siapa dan apa saj

a yang terlibat dalam peristiwa tersebut. Selain itu,  siswa juga harus mengumpulkan informasi tentang kapan, di mana,  mengapa, dan bagaimana peristiwa itu terjadi, seperti yang dicetak  miring berikut ini. Paragraf Informasi dalam Teks I a) Peristiwa yang diidentifikasi pada tahap orientasi  ini adalah Hari Buruh. b) Pelaku dalam peristiwa tersebut adalah kaum  buruh. c) Peristiwa yang dimaksud terjadi pada setiap 1  Mei. d) Peristiwa tersebut terjadi di_________________ 

_______________________________________ e) Peristiwa ini ter jadi  karena__________________________________ _______________________________________ _______________________________________ f) Peristiwa ini berawal _______________________ ________________________________________ ________________________________________ ________________________________________  II  III  IV  V  VI   Buku Guru Bahasa Indonesia 9  VII  VIII     (2) Siswa diminta menyusun periode sejarah secara kronologis, sesuai  dengan urutan waktu dari peristiwa sejarah tersebut. Setiap peristiwa  yang terjadi dapat diklasifikasikan oleh siswa berdasarkan jenis dan  bentuknya. Lalu, peristiwa yang telah diklasifikasikan itu disusun  secara runut berdasarkan waktu kejadian, disusun dari masa yang  paling awal hingga masa yang paling akhir. Hal ini dilakukan dengan  tujuan agar peristiwa sejarah yang disusun tidak melompat-lompat  atau bahkan berbalik urutan waktunya, sehingga akan menimbulkan  kerancuan.  Untuk itu, guru meminta siswa melengkapi kolom yang tersedia  dengan 

You May Also Like