1. Sebutkan keberkahan yang akan diperoleh anak jika berbakti kepadakedua orangtuanya !

pembahasan kunci jawaban ini kami berikan supaya peserta didik dapat menyelesaiakn tugas dengan tepat waktu dan meperoleh nilai yang memuaskan, kami berharap peserta didik dapat menggunakan pemabahsan kunci jawaban yang buat ini, dan membagikan artikel kami buat ini dengan tepat waktu dan memperoleh nilai yang memuskan.

Baca juga:

seklah hal yang sengatlah penting hal ini di karenakan, sekolah 

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini !

1. Sebutkan keberkahan yang akan diperoleh anak jika berbakti kepadakedua orangtuanya !

2. Jelaskan mengapa kita harus berbakti kepada orangtua !

3. Sebutkan wujud baktimu kepada kedua orangtua saat ini? (minimal 3)

4. Jelaskan sikap terbaik saat bertemu dengan bapak dan ibu guru baik disekolah maupun di luar sekolah 

5. Jelaskan mengapa kita harus menghormati dan menaati guru!

kunci Jawaban Esay.

1. Sebutkan keberkahan yang akan diperoleh anak jika berbakti kepada kedua orangtuanya!

Beberapa keberkahan yang akan diperoleh anak, antara lain :  

Mendapatkan kunci untuk masuk ke dalam surga Allah SWT.

Berbakti kepada kedua orangtua merupakan salah satu bentuk ketaatan di jalan Allah SWT yang mampu mendatangkan banyak pahala.

Berbaktinya seorang anak terhadap orangtuanya dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukan seorang anak.

2. Jelaskan mengapa kita harus berbakti kepada orangtua!

           Alasan mengapa kita harus berbakti kepada orangtua, sebab hal ini merupakan sebuah kewajiban seorang anak. Hal ini juga dipertegas di dalam seluruh kitab agama bahwa seorang anak hukumnya wajib menghormati, mematuhi, serta memuliakan kedua orangtuanya.

3. Sebutkan wujud baktimu kepada kedua orangtua saat ini? (minimal 3)

Senantiasa mengindahkan nasihat dan perintah kedua orangtua kita.

Tidak pernah berdusta kepada orangtua.

Meringankan segala pekerjaan rumah yang mampu kita kerjakan.

Memohon izin kepada orangtua terlebih dahulu apabila akan bepergian meninggalkan rumah.

Senantiasa mendoakan kedua orangtua serta memohon ampunkan dosa kedua orangtua kita.

Menjadi anak yang sholeh dan shalihah.

Membatasi diri agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

Mengasuh orangtua yang sudah tua dengan penuh kasih sayang selayaknya mereka yang mengasuh kita sewaktu kecil dengan penuh kasih sayang.

Senantiasa meluangkan waktu untuk mengabari atau menjenguk kedua orangtua.

Tidak berkata kasar dan bertindak tidak sopan terhadapkedua orangtua.

Berusaha sedikit membalas jasa-jasa kedua orangtua kita seperti dengan belajar sungguh-sungguh, tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, menjaga diri sebaik mungkin, tidak mencemarkan nama baik orangtua, menjadi anak yang beprestasi, dsb

4. Jelaskan sikap terbaik saat bertemu dengan bapak dan ibu guru baik di sekolah maupun di luar sekolah!

           Maksud sikap terbaik saat bertemu bapak dan ibu guru baik di sekolah maupun di luar sekolah ialah memberikan sikap perilaku yang sama sekali tidak menyakitkan serta menyinggung hati mereka sebagai salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap bapak dan ibu guru kita yang telah sangat berjasa dalam membimbing kita.

5. Jelaskan mengapa kita harus menghormati dan menaati guru!

           Guru adalah orangtua kedua, yaitu orang yang mendidik seorang anak menjadi lebih baik dan lebih diridai Allah SWT. Guru yang menuntun kita mencapai derajat yang tinggi di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan setiap orang menghormati gurunya.  

           Perintah tersebut tertuang dalam Qs. Al-Mujadillah ayat 11 yang berbunyi “… niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang berilmu memiliki derajat yang tinggi di mata Allah SWT. Oleh karena itu, guru sebagai orang yang berilmu wajib dihormati dan dipatuhi, selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan syariat Islam.

fiksi dan nonfiksi. Catalah identitas buku itu yang meliputi judul,  penulis/pengarang, penerbit, suamimu menyadari untung, lekaslah kembali, supaya kita menyambung  hidup kembali seperti dulu.” (Novel Salah Asuhan Balai Pustaka, 2010, Abdul Muis).    246  Kelas VIII SMP/MTs  Kelompok kata yang memiliki kekhasan seperti itu disebut sebagai ungkapan.  Ungkapan adalah kata atau kelompok kata yang bersusunan tetap dan mengandung  makna kiasan. Contoh ungkapan lainnya adalah lapang 

dada, berat hari, ringan  tangan.  Dalam buku fiksi, ungkapan mudah untuk menjumpai. Di samping itu, dapat  pula kamu menemukan unsur menarik lainnya dari suatu fiksi, seperti tema yang  khas, penggambaran latar yang menakjubkan, karakter tokoh-tokoh yang memesona,  dan amanat yang menyentuh relung hati.  Kegiatan 9.6  A. Buatlah kalimat dengan menggunakan ungkapan-ungkapan berikut!  1. berat hati  2. berat sebelah  3. besar kepala  4. besar mulut  5. tangan kanan  6. kaki tangan  7. panjang tangan  8. mata-mata  9. mata keranjang  10. mata hati  Tema Alur Tokoh Gaya  Bahasa Amanat  Latar  Unsur-Unsur Fiski   247  Kelas VIII SMP/MTs Bab 9 Bahasa Indonesia  B. Secara berkelompok, carilah contoh ungkapan lain dalam sebuah buku fiksi  (novel). Jelaskan makna dari ungkapan-ungkapan tersebut! Contoh  Ungkapan  Petikan Kalimat & Judul Novel,  Halaman Arti  2. Unsur-unsur Menarik Lainnya dalam Buku Fiksi  Ketertarikan seseorang untuk membaca pasti 

disebabkan oleh adanya sesuatu  bermanfaat dalam bacaan itu, bukan? Misalnya, seorang petani akan membaca  buku tentang cara pengelolaan lahan pertanian yang efektif. Hal itu dilakukannya  karena bacaan itu dianggapnya bermanfaat bagi dirinya sebagai seorang petani.  Berbeda lagi kalau pembacanya itu seorang pelajar, ia akan lebih tertarik pada  buku-buku yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi ataupun  berita-cerita yang terkait dengan lomba karya ilmiah remaja. Bacaan-bacaan  seperti itu dianggapnya menarik karena sesuai dengan dunia atau kebutuhannya.  

Daya tarik seperti itu juga dimiliki oleh karya-karya fiksi, seperti antologi  puisi, cerita pendek, atau novel. Tentu saja faktor penyebabnya tidak sama dengan  bacaan yang berupa karya nonfiksi. Seseorang membaca cerpen bukan untuk  mendapatkan informasi, bukan? Pada umumnya seseorang membaca cerpen  untuk memperoleh hiburan ataupun pengalaman-pengalaman hidup. Adapun  daya hibur sebuah cerpen bisa disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti yang telah  kita pelajari terdahulu bahwa daya tarik sebuah cerita, bisa karena unsur tema,  latar, penokohan, amanatnya. Mungkin pula karena alurnya yang surprise dan  penuh kejutan. Mungkin hal itu karena konflik cerita itu yang menegangkan.  Banyak hal yang menyebabkan seseorang tertarik pada sebuah karya fiksi.  Unsur penokohan juga bisa menimbulkan kesan tersendiri. Kamu terkagum- kagum oleh sifat seorang tokoh 

yang ada di dalamnya. Bisa pula kita terpesona    248  Kelas VIII SMP/MTs  oleh penyajian latar atau gaya bercerita pengarang yang memukau dan  menghanyutkan. Pilihan kata yang digunakan pengarang, dapat juga menjadi  penyebab ketertarikan seseorang terhadap karangan itu.  Perhatikan cuplikan cerita berikut!   Daya tarik cuplikan cerita tersebut tampak pada temanya, yakni tentang  cinta. Bagi orang yang sedang mengalami perasaan seperti itu, tema ini sangat  menarik.  Selain itu, cuplikan tersebut punya daya tarik dalam kata-katanya yang puitis.  Misalnya, pada kata-kata Seandainya aku tidak mencitaimu, tidak akan terbit  rindu sekatu berpisah.   Apakah cinta pantas dikenang?Apakah cinta dibangun demi  memberikan rasa kehilangan? Pertanyaan itu mengganggu pikiranku.  Mengganggu perasaanku.  Sepulang dari pemakaman seorang tetangga yang mati muda, aku  lebih banyak berpikir ketimbang bicara. Iring-iringan pelayat lambat  laun menyurut. Satu per satu menghilang ke dalam gang rumah masing- masing. Seakan-akan turut mencerai-beraikan jiwaku. Kesedihan  mendalam pada keluarga yang ditinggalkan, tentu akibat mereka saling  mencintai. Andai tak ada cinta di antara mereka, bisa jadi pemakaman ini  seperti pekerjaan sepele yang lain, seperti: mengganti tabung dispenser,  menyapu daun kering di halaman, atau menyobek kertas tagihan telepon  yang kedaluwarsa.  Seandainya aku tidak mencintaimu, tidak akan terbit rindu sewaktu  berpisah. Tak 

ingin menulis surat atau meneleponmu. Tidak memberimu  bunga saat ulang tahun. Tidak memandang matamu, menyentuh  tanganmu,dan sesekali mencium. (Cerpen ” Hari Terakhir Mencintaimu”,  karya Kurnia Effendi).    249  Kelas VIII SMP/MTs Bab 9 Bahasa Indonesia  Perhatikan pula cuplikan cerita berikut!   Deg! Jantung Leya bagai bergenti berdetak, beberapa saat. Kemudian berdebur keras, menyesakkan napasnya. Tubuhnya tegak kaku di bangkunya  Cuma matanya berputar cepat, memandang ketiga orang yang duduk di sekitarnya dengan perasaan campur aduk: cemas, gelisah, juga penasaran.  Sejenak muncul keraguan di hatinya, tak percaya pada apa yang ditulis gadis itu. Tapi sikap gadis itu, ketakutan yang terpancar jelas di wajah dan matanya, menghapus keraguan Leya. Ia yakin, sangat yakin, gadis itu benarbenar dalam bahaya. Tapi bahaya apa? Dan, apa dia mau menolong? Dan—Leya menundukkan kepalanya, berpura-pura membaca, lalu berusaha menenangkan perasaannya dengan menarik napas dalam-dalam dan mencoba memikirkan bagaimana ia harus bersikap. Seluruh kegembiraannya liburan ini, lenyap sudah. Ketenangannya betul-betul terganggu. 

(Cerpen ”Detik-detik Perjalanan” oleh Dea F. dalam www.ceritaku.com) Cuplikan cerpen di atas memiliki daya tarik pada cara pengarang  mendeskripsikan perasaan dan keadaan tokohnya. Pengarang begitu cermat  sehingga pembaca mendapatkan gambaran yang sejelas-jelasnya tentang suasana  hati tokoh Leya.  Selain dalam cara bercerita, banyak hal yang dapat menyebabkan suatu  cerpen menjadi menarik. Daya tarik itu mungkin disebabkan oleh temanya yang  unik, alurnya yang mengejutkan, atau konfliknya yang menegangkan. Apabila  bacaan itu berupa buku secara utuh, daya tariknya itu mungkin pula pada ilustrasi  gambar atau jilid bukunya. Dengan daya-daya tarik itulah yang menyebabkan  pembaca mau menikmati suatu bacaan hingga tuntas.   250  Kelas VIII SMP/MTs  Daya Tarik Sebuah Bacaan  Kegiatan 9.7  1. Bacalah cerpen di bawah ini dengan baik! 2. Catatlah hal-hal menarik dari cerpen di bawah ini, yakni berkenaan dengan  unsur-unsur di bawah ini. Kerjakan bersama kelompokmu! Unsur Cerita Daya Tarik a. Tema b. Alur c. Penokohan d. Setting e. Gaya Bahasa   251  Kelas VIII SMP/MTs Bab 9 Bahasa Indonesia  3. Secara bergiliran, laporkanlah hasilnya di depan kelompok lainnya untuk mereka  nilai dengan menggunakan rubrik seperti berikut!  Aspek  

 Nilai  (1-4) Keterangan   a.    Kesesuaian jawaban dengan isi  cerita  b.   Kelengkapan unsur-unsur  jawaban c. Kejelasan pemaparan  jawaban  d. Kebakuan ejaan/tanda  baca   Perhatikan bacaan berikut!  Hukuman Manis Buat Arya oleh: Lestari Danardana Arya berdiri di ruang makan. Sebentar-sebentar dia mengintip ke ruang kerja  ayahnya. Di ruangan itu tersimpan buku-buku koleksi ayahnya. Ruangan itu  dialasi tikar lampit Kalimantan. Sangat nyaman. Arya dan Astri betah berlama- lama membaca di situ. Ibu Arya yang seorang guru, juga sering mengoreksi soal- soal ulangan di situ. Sekarang ini lampu ruangan itu mati. Ayah belum sempat  menggantikan dengan lampu baru. Arya mengintip sekali lagi. Namun, ia tidak bisa melihat jelas karena ruangan  itu agak gelap. Sore itu tidak ada seorang pun di rumah kecuali Arya. Ayah dan  ibu mengantar Astri ke dokter gigi. Arya mulai gelisah. Ia ingin sekali masuk  ke ruangan itu. Tiba-tiba ia dikejutkan oleh dering telepon. Ternyata dari Dani,  teman sekelasnya. ”Kalau kamu tidak bisa menemukannya, berarti kamu ingkar janji. Dasar  pengecut!” kata Dani dengan suara keras. ”Tapi Dan…” jawab Arya gugup.   252  Kelas VIII SMP/MTs  Belum sempat Arya menyelesaikan kalimatnya, telepon sudah ditutup Dani.  Arya lalu berjalan menuju ruang belajar. Besok Ibu akan memberi ulangan  matematika. Di ruang itulah biasanya Ibu mempersiapkan soal-soal ulangan.  Perlahan-lahan dibukanya pintu ruangan itu. Berkas 

sinar lampu dari ruang  makan menerobos masuk. ”Itu dia!” gumam Arya gembira. Sebuah buku tergeletak di meja. Tampak  ada sehelai kertas terselip di dalamnya. Arya tahu benar bahwa mengintip soal  sebelum ulangan adalah perbuatan curang. Namun, ejekan Dani terngiang- ngiang di telinganya. Arya menarik napas panjang dan berkata pada dirinya sendiri, ”Aku bukan  pengecut. Aku harus mengambilnya!” Dengan gemetar, diambilnya kertas itu dari atas meja. Lega rasanya begitu  melihat bahwa kertas itu benar-benar soal ulangan matematika. Rasa takut  kembali muncul di hatinya. ”Pengecut, pengecut!” Mengingat kata-kata Dani  itu, Arya menjadi nekat membawa kertas itu keluar. Secepat kilat ia lari ke ruang  keluarga menelepon Dani. ”Hebat!” teriak Dani. Arya lalu membacakan soal matematika itu dan Dani  mencatatya. ”Terima kasih, Arya. Besok kutraktir es krim Mas Doto deh!” seru Dani riang.  Arya tertegun sejenak. Dia lalu lari ke ruang belajar dan menyimpan kembali  kertas soal itu. Baru saja Arya hendak menutup pintu ruang belajar, terdengar suara mobil  Ayah di depan rumah. ”Hmmm, untung sudah beres,” gumamnya perlahan. Keesokkan harinya ulangan 

Matematika berlangsung sesuai jadwal. ”Ya  ampun, soalnya persis sekali!” seru Arya dalam hati. Dani berhasil menyelesaikan  soal ulangan dalam waktu dua puluh menit. Ketika ia menyerahkan lembar  jawaban, semua anak memandang keheranan padanya. Arya tersenyum dan Dani  membalas dengan mengedipkan sebelah matanya. ”Kau adalah sahabatku yang paling baik di dunia!” ucap Dani saat mereka  menikmati es krim di bawah pohon. Arya tersipu.   253  Kelas VIII SMP/MTs Bab 9 Bahasa Indonesia  Sore harinya, saat Arya pulang ke rumah, ”Arya, Ibu punya kejutan buatmu!” seru Ibu gembira. ”Wow, chicken pie!” teriak Arya. ”Makasih, Bu!” seru Arya lagi. Saat makan malam tiba, dengan bangga Ibu menceritakan kehebatan anaknya.  ”Ayah, Arya mendapat nilai Matematika paling tinggi di kelas, lo!” seru Ibu. ”Wah  hebat! Anak istimewa harus mendapat hadiah istimewa!” timpal 

Ayah. ”Aku juga mau kasih Mas Arya hadiah. Tapi rahasia!” ucap Astri, adik Arya. Arya menutup mulut dengan tangannya. Alisnya agak terangkat. Ia menjadi  salah tingkah. Ia malu dan merasa sangat bersalah. Arya akhirnya menunduk dan  berkata lirih, ”Maaf, Bu. Saya membaca soal ulangan Matematika itu tadi malam,” air mata  menggenang di pelupuk matanya. Ibu memeluknya dengan lembut dan berkata, ”Hmm, Ibu senang akhirnya  kamu mengaku. Tapi mengapa kau lakukan itu? Ada yang menyuruhmu?” desak  Ibu lembut. ”Ti…tidak, Bu!” sahut Arya cepat, tetap menunduk. ”Memang serbasalah jadi anak guru, ya?” Ibu menyelidik halus. ”Mmm…sebetulnya kalau aku berani, hal ini tidak akan terjadi, Bu,” jawab  Arya memberanikan diri. Ibu tersenyum mendengar jawaban anaknya. ”Sebenarnya Ibu curiga sejak  tadi malam. Kau tidak menyelipkan kembali soal matematika itu pada halaman  semula,” jelas Ibu bijak. ”Dan Ibu tambah curiga melihat gerak-gerik Dani saat  menyerahkan soal. Tapi sudahlah, kamu kan sudah mengakui kesalahanmu,”  ucap Ibu lagi. ”Jadi, sebetulnya Ibu sudah tahu sejak tadi malam?” Arya keheranan. Ibu tersenyum mengangguk. 

”Lo…mengapa Mas Arya tidak langsung dimarahi, Bu?” tanya Astri. Ayah  tertawa sambil mengacak-acak rambut Astri, ”Kamu tuh paling suka kalau Mas Arya dihukum!”   254  Kelas VIII SMP/MTs  ”Menghukum seseorang itu tidak harus selalu dengan marah-marah!” Ibu  menjelaskan. ”Bu, Arya lebih baik dimarahi habis-habisan daripada diperlakukan dengan  baik begini,” sergah Arya. ”Akh, kamu! Sudah salah malah nawar-nawar!” sahut Ayah sambil tertawa.  Arya menghela napasnya. Tiba-tiba Ayah menyeletuk, ”Astri, sini chicken pie-nya.  Ayah habiskan saja deh!” Astri dan Arya serentak lari menuju lemari makan, dan  b

erteriak, ”Jangan dooong!” Ayah dan Ibu tertawa melihat tingkah kedua anaknya. (Bobo)* Kegiatan 9.8 A. Secara berdiskusi, buktikanlah bahwa frasa di bawah ini bersifat ajektif! 1. sunyi senyap 2. halus sekali 3. begitu kusam 4. tidak halus 5. sangat pandai B. Tunjukkanlah frasa ajektif dalam paragraf berikut! 1. Acara lain yang sangat menarik adalah acara ”Dari Desa ke Desa”. Dalam  acara ini bisa menyaksikan wajah desa yang hijau, tenang, dan jauh dari  hirup pikuk. Perilaku orang-orang desa yang polos murni sepatutnya  dicontoh oleh orang-orang kota. Kecantikan alam desa selalu menggugah  rasa, ingin kita mengunjunginya. Sekaligus kita pun sangat bangga, betapa  beragamnya tanah air tercinta 

You May Also Like

x