1.Sebutkan isi Perjanjian Hudaibiyah. 2.Tuliskan lafaż ażan.

Lingkungan yang baik semestinya menjadi tempat ideal bagi kaum muslimin untuk dijadikan tempat tinggal. Lingkungan memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap pribadi dan perilaku seseorang. Orang yang tinggal di lingkungan yang baik akan memiliki karakter dan pribadi yang baik pula. Sementara orang yang hidup dan tinggal di lingkungan yang buruk, maka lambat atau cepat akan terpengaruh perilaku buruk dari lingkungannya. 

1.	Sebutkan isi Perjanjian Hudaibiyah.  2.	Tuliskan lafaż ażan.  3.	Jelaskan isi khutbah wada’.  4.	Jelaskan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat yang dibangun Nabi Muhammad saw. di Madinah.  5.	Jelaskan latar belakang terjadinya Perang Tabuk.

Orang yang baik adalah orang yang berada di lingkungan yang buruk, namun dia tidak begitu saja akan terpengaruh oleh lingkungan yang buruk. Bahkan lebih dari itu, ia akan berupaya mengubah lingkungan buruk tersebut menjadi lingkungan yang baik.Demikian halnya dengan Rasulullah saw, Ia hidup dan tinggal di dalam lingkungan yang saat itu jauh dari peradaban. Lingkungan yang oleh para sejarawan disebut dengan lingkungan jahiliah. 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jelas.

1. Sebutkan isi Perjanjian Hudaibiyah.

2. Tuliskan lafaż ażan.

3. Jelaskan isi khutbah wada’.

4. Jelaskan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat yang dibangun Nabi Muhammad saw. di Madinah.

5. Jelaskan latar belakang terjadinya Perang Tabuk.

B. Kunci Jawaban

1. Berikut isi perjanjian Hudaibiyyah :

1. Pada kedua belah pihak, yaitu dari kaum ka r Quraisi dan kaum dari Nabi Muhammad SAW, sepakat dan setuju atas diadakannya sebuah gencatan senjata yang kemudian akan dilaksanakan selama kurang lebih 10 tahun lamanya.

2. Kemudian, untuk setiap orang yang berada di Mekkah kemudian akan diberikan sebuah kebebasan yang di mana kebebasan tersebut digunakan untuk bergabung dan juga kemudian untuk mengadakan sebuah perjanjian baik itu dengan Nabi Muhammad SAW dan/atau kepada dengan kaum Ka r Quraisy. 

3. Selanjutnya, untuk setiap orang yang berasal dari pengikut dari kaum ka r Quraisy yang di mana menyeberang dan pindah ke kaum Nabi Muhammad SAW yang di mana berpindah tanpa ada izin yang berasal dari wali dari kaum ka r Quraisy, maka orang tersebut akan dilakukan pengembalian kepada kaum ka r Quraisy. Tetapi, apabila terdapat seorang yang

4. Terakhir, pada tahun pelaksanaan dilaksanakannya perjanjian hudaibiyah ini, Nabi Muhammad SAW dan kaumnya diharuskan untuk segera kembali ke daerah Madinah. Kemudian, untuk ditahun selanjutnya, Nabi Muhammad SAW dan kaumnya dapat diizinkan untuk melakukan ibadah haji yang kemudian diberikan syarat untuk bertempat tinggal didaerah Mekkah dalam kurun waktu tiga hari lamanya dan juga tidak diizinkan untuk membawa persenjataan.

2.

lafaz azan

3. Pada tanggal 9 Zulhijjah, di lembah sebuah wadi di bilangan Urana dan Rasulullah SAW masih di atas unta, berhenti dan kemudian berkhutbah di depan lebih seratus ribu orang yang hadir saat itu. Khutbah berlangsung di bawah panas matahari menuju tengah hari. Umayyah bin Rabi’ah bin Khalaf, diminta mengulang keras setiap kalimat yang beliau sampaikan, agar dapat didengar di tempat yang jauh dari tempat Rasulullah berada.
Khutbah wada yang disampaikan Rasulullah SAW antara lain
1. Larangan membunuh jiwa dan mengambil harta orang lain
2. Kewajiban meninggalkan tradisi jahiliyah seperti pembunuhan balasan dan riba 
3. Mewaspadai gangguan setan dan kewajiban menjaga agama 
4. Larangan mengharamkan yang dihalalkan dan sebaliknya maknanya 
5. Kewajiban memuliakan wanita (Istri) 
6. Kewajiban berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As- Sunnah 
7. Kewajiban taat kepada pemimpin siapa pun Dia Selama Masih Berpegang Teguh pada Al Qur’an.

8. Kewajiban Berbuat Baik kepada Hamba Sahaya. 
9. Umat Islam adalah Bersaudara antara Satu dengan Lainnya. 
10. Kewajiban Menyampaikan Khutbah Rasulullah SAW kepada Orang Lain

4. Dasar-dasar kehidupan bermasyarakat yang dibangun Nabi Muhammad saw

1. beramah-tamah dengan semua umat
2. tidak kikir sombng dan angkuh dll
3. tidak menyiksa anak yatim
4. bermorol tinggi
5. menghormati lebih tua

5. Latar belakang terjadinya Perang Tabuk adalah para pedagang yang kembali dari Negeri Syam memberi kabar kepada Rasulullah saw bahwa Raja Romawi  ingin menyerang wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Rasulullah saw dan mempersiapkan penyerangan di perbatasan wilayah arab sebelah utara. 

Mendengar kabar ini dan karena dampak dari Perang Mut’ah di mana Rasulullah berhasil memperluas pengaruhnya hingga ke Semenanjung Arab, Rasulullah saw mengadakan persiapan-persiapan untuk menyerang Romawi dan meminta seluruh umat Islam di Madinah untuk turut dalam perang. Tetapi sekelompok kaum muna k mengundurkan diri dari peperangan. Akhirnya pasukan Rasulullah saw yang berjumlah 30 ribu pada bulan Rajab Tahun ke-9 Hijriah (Oktober 631 M) tiba di medan perang, tapi mereka tidak menemukan tanda-tanda keberadaan pasukan Romawi.  serta taat pada allah dan segala erintahnya

 Baca juga:

Baca juga:

Ia lahir di tengah-tengah masyarakat yang sangat jauh dari nilai-nilai kesusilaan. Mabuk-mabukan, merampok, memperkosa, membunuh, berzina, dan bahkan mereka menyembah benda yang sama sekali tidak memberikan kebaikan buat mereka sendiri, yaitu berhala. Namun demikian, 

lingkungan yang buruk tersebut sama sekali tidak menjadikan Nabi Muhammad saw. terpengaruh karenanya. Ia bahkan menjadi orang yang sangat membenci perilaku jahiliah lingkungannya tersebut. Bahkan, tidak hanya membencinya, Nabi 

Muhammad saw. pun, berupaya memberikan pemahaman kepada masyarakat 

jahiliah agar meninggalkan perbuatan-perbuatan jahil tersebut.

Keteladan Rasulullah saw. dalam membina lingkungannya, mestilah menjadi 

perhatian kaum muslimin sebagai umatnya. Rasulullah saw. mengajarkan 

bagaimana sikap yang harus ditunjukkan oleh orang-orang yang beriman agar 

ia tidak ikut terbawa arus negatif lingkungan sekitarnya. Ia bahkan diwajibkan 

menjadi bagian perubahan positif bagi lingkungan sekelilingnya. Tentu saja hal 

tersebut memerlukan usaha-usaha cerdas agar  mencapai hasil yang maksimal. 

Hijrahnya Rasulullah saw. ke Madinah sesungguhnya adalah upaya cerdas 

beliau dalam membangun kekuatan dakwah yang lebih baik. Kekuatan dan 

strategi yang beliau bangun atas dasar keimanan dan ketakwaan kepada Allah 

Swt. mampu mengubah keadaan Mekah menjadi masyarakat yang hidup dalam 

kedamaian dan rahmat Allah Swt.

Sumber: www.itsmyviews.com

Gambar 9.1

Hijrah, sebuah perjalanan yang teramat 

berat.

142 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK 

Apakah hijrah yang dahulu dilakukan oleh Rasulullah saw. dan para sahabat 

masih relevan atau sesuai untuk dilakukan pada saat ini? Coba analisis. 

Jelaskan manfaat dari hijrah yang dilakukan Nabi Muhammad saw.

Aktivitas 1

Mengkritisi Sekitar Kita

Amati gambar dan cermati wacana berikut.

Kepedulian kaum muslimin terhadap 

muslimin yang lainnya merupakan sebuah 

kewajiban. Ibarat satu tubuh, jika salah satu 

anggota tubuh sakit, maka seluruh tubuh 

akan merasakan sakit. Begitulah seharusnya 

kita sebagai muslim dengan muslim yang 

lainnya. Kesulitan yang dialami kaum 

muslim di beberapa tempat, baik berupa 

kekurangan pangan, musibah bencana alam, 

ataupun gangguan dari pihak lain yang 

mengatasnamakan agama, maka sudah 

seharusnya menggugah hati kita untuk 

bangkit membantu dan menolong mereka.

Demikianlah yang dilakukan kaum Anshar 

terhadap kaum Muhajirin beberapa abad 

silam. Pada saat kaum muslimin di kota Mekah dalam tekanan dan ancaman luar 

biasa dari kaum kafir Quraisy. Kemudian kaum muslimin berhijrah ke Madinah, 

sehingga mereka diterima sebagai kaum Muhajirin, dengan tangan terbuka dan 

lapang dada kaum Anshar di Madinah  memberikan pertolongan dan bantuan. 

Bantuan tersebut tentu saja tidak akan terjadi jika pemahaman bahwa sesama 

muslim adalah saudara tidak dimiliki kaum Anshar. Mereka bahkan berusaha 

memberikan apa yang mereka miliki untuk dapat membantu kaum Muhajirin.

Bagaimana dengan sikap kaum muslim di negara kita, apakah kita sesama 

muslim sudah melakukan hal yang sama sebagaimana pembelaan kaum Anshar 

terhadap kaum Muhajirin? Apakah saudara-saudara kita sesama muslim yang 

saat ini tengah membutuhkan pertolongan sudah mendapatkan bantuan yang 

layak dari kita sebagai komunitas muslim yang lebih mampu, lebih aman, dan 

lebih kuat?

Sumber: www.udinnews.files.wordpress.com

Gambar 9.2

Ukhuwwah dalam Islam sebagaimana 

dicontohkan kaum Anshor terhadap 

kaum Muhajirin

 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 143 

 Tentu saja, sebagai orang yang beriman kita wajib memberikan bantuan 

sesuai dengan kemampuan dan bidang kita masing-masing. Jika kemampuan 

kita membantu mereka dalam bentuk materi atau harta benda, maka bantulah 

dengan kekuatan materi tersebut. Jika kemampuan kita membantu mereka dalam 

bentuk advokasi atau bantuan hukum, maka bantulah mereka agar terlepas dari 

jeratan hukum yang tidak adil misalnya. Jika pun kita tidak dapat membantu 

dalam bentuk materi atau bantuan lainnya, paling tidak kita turut bersimpati 

dengan memberikan nasihat-nasihat atau ucapan-ucapan yang baik. Semoga kita 

dapat melakukan apa yang menjadi kewajiban kita terhadap sesama manusia, 

terlebih terhadap sesama kaum muslim.

Bagaimana upaya yang harus dilakukan untuk membantu saudara-saudara 

sesama muslim baik yang ada di dalam negeri maupun di luar negeri? 

Kemukakan pendapatmu. Diskusikan dengan temanmu dan konfirmasikan 

kepada gurumu.

You May Also Like