1. Jelaskan isi kandungan Q.S. an-Nisa/4: 146! 2. Jelaskan isi kandungan Q.S. ²li-Imran/3: 134

Pemaaf berarti orang yang rela memberi maaf kepada orang lain. Sikap pemaaf berarti sikap suka memaafkan kesalahan orang lain tanpa sedikit pun ada rasa benci dan keinginan untuk membalasnya. Dalam bahasa Arab sikap pemaaf disebut al-‘afw yang juga memiliki arti bertambah (berlebih), penghapusan, ampun, atau anugerah.Setiap manusia pernah melakukan kesalahan. 

1. Jelaskan isi kandungan Q.S. an-Nisa/4: 146! 2. Jelaskan isi kandungan Q.S. ²li-Imran/3: 134

KUNCI JAWABAN PAI kelas 7 halaman 203 204 205 206 bab 13 pilihan ganda dan urain

Kesalahan dan kekhilafan adalah fitrah yang melekat pada diri manusia. Rasulullah saw. bersabda “Setiap manusia pernah melakukan kesalahan dan sebaik-baik pelaku kesalahan itu adalah orang yang segera bertobat kepada Allah Swt.”. Ini berarti bahwa manusia yang baik bukan orang yang tidak pernah berbuat salah, karena itu mustahil, kecuali Rasulullah saw. yang ma’¡um (senantiasa dalam bimbingan Allah Swt.). Akan tetapi, manusia yang baik adalah manusia yang menyadari kesalahannya dan segera bertobat kepada-Nya.

III. Uraian
 Jawablah soal berikut ini sesuai dengan pernyataan!
1. Jelaskan isi kandungan Q.S. an-Nisa/4: 146!
2. Jelaskan isi kandungan Q.S. ²li-Imran/3: 134
3. Mengapa kita harus memiliki sifat sabar?
4. Sebutkan macam-macam sabar dan berikan contohnya!
5. Mengapa kita harus ikhlas?
6. Sebutkan manfaat dari ikhlas!
7. Mengapa kita harus jadi pemaaf?
8. Sebutkan manfaat dari sikap pemaaf!
9. Ceritakan secara singkat kisah orang yang memiliki perilaku ikhlas!
10. Ceritakan secara singkat kisah orang yang memiliki perilaku sabar!

Baca juga:

  1. KUNCI JAWABAN pai kelas 7 halaman 12 13 14 pilihan ganda dan uraian bab 1
  2. KUNCI JAWABAN pai kelas 7 halaman 27 28 29 pilihan ganda dan uraian bab 2
  3. KUNCI JAWABAN pai kelas 7 halaman 42 43 44 pilihan ganda dan uraian bab 3
  4. KUNCI JAWABAN pai kelas 7 halaman 56 57 58 pilihan ganda dan uraian bab 4
  5. KUNCI JAWABAN pai kelas 7 halaman 72 73 74 pilihan ganda dan uraian bab 5
  6. KUNCI JAWABAN pai kelas 7 halaman 90 91 92 pilihan ganda dan uraian bab 6
  7. KUNCI JAWABAN pai kelas 7 halaman 103 104 105 pilihan ganda dan uraian bab 7
  8. KUNCI JAWABAN pai kelas 7 halaman 120 121 122 pilihan ganda dan uraian bab 8
  9. KUNCI JAWABAN pai kelas 7 halaman 135 136 137 pilihan ganda dan uraian bab 9
  10. KUNCI JAWABAN pai kelas 7 halaman 153 154 155 pilihan ganda dan uraian bab 10
  11. KUNCI JAWABAN pai kelas 7 halaman 168 169 170 pilihan ganda dan uraian bab 11
  12. KUNCI JAWABAN pai kelas 7 halaman 183 184 185 pilihan ganda dan uraian bab 12
  13. KUNCI JAWABAN pai kelas 7 halaman 203 204 205 206 pilihan ganda dan uraian bab 13
Baca juga :

Kunci jawaban pelajaran pendidikan agama islam kelas 7 bab 13 halaman 205 206

III. Uraian
1. Tentang keikhlasan amal seseorang.
2. Ciri-ciri orang yang takwa, yaitu selalu memafkan orang lain. 
3. Pengendali hati untuk selalu istiqamah dalam berbuat baik.
4. Macam-macam sabar:
a. Sabar dalam menjalankan perintah Allah Swt. contohnya ketika mendengar azan segera menuju ke masjid untuk melaksanakan ¡alat berjamaah.
b. Sabar dalam menjauhi kemaksiatan atau meninggalkan larangan Allah Swt., contohnya ketika diajak membolos segera menolak dan menghindari teman-teman yang bersekongkol untuk membolos.
c. Sabar dalam menerima dan menghadapi musibah dan menuntut ilmu pengetahuan. Contohnya, ketika terkena musibah sakit ia tidak mengeluh dan tidak putus asa untuk berusaha mencari obatnya.
d. Sabar dalam bekerja dan berkarya.(dikembangkan oleh guru)
5. Ikhlas merupakan syarat mutlak diterimanya amal.
6. Manfaatnya adalah
a. gemar melakukan perbuatan terpuji dan tidak dipamerkan kepada orang lain.
b. tidak mengharapkan pujian atau sanjungan dari orang lain. 
c. selalu berhati-hati dalam bertindak atau berperilaku (dikembangkan oleh guru).
7. Sikap suka memaafkan kesalahan orang lain tanpa sedikit pun ada rasa benci dan keinginan untuk membalasnya.
8. Disenangi oleh banyak orang, hati merasa tentram, tdak mempunyai sifat pendendam (Mendapatkan pahala dan kemulian di sisi Allah SWT.
Hati menjadi lebih tenang
Dijauhkan dari sifat iri, dengki dan dendam
Terhindar dari konflik, dan lain-lain.
9. Kisah salah satu sahabat Nabi yaitu Amru Bin Taghlib. Dalam Fathul Bari dijelaskan Rasulullah membagi-bagikan harta rampasan perang kepada para sahabat. Namun tidak semua sahabat memperoleh bagian. Termasuk Amru bin Taghlib. Walaupun begitu ia ikhlas menerima, hal ini mengajarkan kita untuk ridha terhadarp rizki yang diterima tanpa harus meminta dan memaksa.
10. Kisah Nabi Ayyub A.S. ia ditimpa penyakit judzam (kusta) serta musibah yang membuat harta serta anaknya hilang. Akibatnya, semua orang menjauh darinya. Hanya saja, Nabi Ayyub selalu berdzikir kepada Allah untuk diberikan keselamatan dan kesehatan.  Dengan kesabaran yang dilakukannya selama 18 tahun. Nabi Ayyub pun mendapat mukjizat dari Allah SWT. Ia diberi kesehatan setelah mandi dan minum dari air yang dianugerahi oleh Allah SWT.

Rangkuman

Sebelum menerapkan perilaku ikhlas, sabar, dan pemaaf sebagai penerapan Q.S. 
an-Nisa/4: 146, Q.S. al-Baqarah/2: 153 dan Q.S. ²li-Imran/3: 134, terlebih dahulu 
kalian harus membiasakan membaca Al-Qur’an setiap hari, baik yang berkaitan 
dengan materi di atas maupun yang lainnya. 
Berikut ini contoh perilaku sebagai implementasi Q.S. an-Nisa/4: 146, Q.S. 
al-Baqarah/2: 153 dan Q.S. ²li-Imran/3: 134.

1. Perilaku Ikhlas dalam Kehidupan Sehari-hari
Perilaku ikhlas sebagai penghayatan dan pengamalan Q.S. an-Nisa/4: 146 
dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara:
a. Gemar melakukan perbuatan terpuji dan tidak dipamerkan kepada orang lain;
b. Ikhlas dalam beribadah, semata-mata karena Allah Swt.;
c. Tidak mengharapkan pujian atau sanjungan dari orang lain; 
d. Selalu berhati-hati dalam bertindak atau berperilaku;
e. Tidak pernah membedakan antara amal besar dan amal kecil;
f. Tidak menghitung-hitung apalagi mengungkit-ungkit kebaikan yang pernah 
diberikan kepada orang lain.
1. Jelaskan pesan-pesan hadis yang diriwayatkan oleh H.R. Baihaqi! 
2. Bagaimana cara membangun silaturahmi, buatlah contoh yang pernah kalian lihat atau alami!
E Perilaku Ikhlas, Sabar, dan Pemaaf 
2. Perilaku Sabar dalam Kehidupan Sehari-hari
Perilaku sabar sebagai penghayatan dan pengamalan Q.S. al-Baqarah/2: 153 
dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan cara sebagai berikut.
a. Sabar dalam menjalankan perintah Allah Swt., seperti:
1) Ketika mendengar azan segera menuju ke masjid untuk melaksanakan £alat 
berjamaah;
2) Ketika bel berbunyi segera masuk kelas untuk mengikuti pelajaran;
3) Saat orang tua memanggil, segera menghadap dan menemui agar tidak 
mengecewakannya.
b. Sabar dalam menjauhi maksiat atau meninggalkan larangan Allah Swt., seperti:
1) Ketika diajak membolos segera menolak dan menghindari teman-teman yang bersekongkol untuk membolos;
2) Saat diajak tawuran segera menolak dan menjauhi teman-teman yang mengajaknya;
3) Tidak cepat marah dan main hakim sendiri.
c. Sabar dalam menerima dan menghadapi musibah, seperti: 
1) Ketika terkena musibah sakit tidak mengeluh dan tidak putus asa untuk berusaha mencari obatnya;
2) Ketika terkena musibah tidak mengeluh dan tidak menyalahkan Allah dan 
orang lain.

3. Perilaku Pemaaf dalam Kehidupan Sehari-hariPerilaku pemaaf sebagai penghayatan dan pengamalan Q.S. ²li-Imran/3: 134 dalam kehidupan sehari-hari dapat diwujudkan dengan:
a. Memberikan maaf dengan ikhlas kepada orang yang meminta maaf;
b. Meminta maaf atas kesalahan yang diperbuat;
c. Tidak memendam rasa benci dan perasaan dendam kepada orang lain.
Setelah kamu dapat membaca dan memah mi isi kandungan Q.S. an-Nisa/4: 
146, Q.S. al-Baqarah/2: 153 dan Q.S. ²li-Imran/3: 134 dengan lancar, kamu 
harus bisa menµnjukkan hafalan Q.S. an-Nisa/4: 146, Q.S. al-Baqarah/2: 153 dan 
Q.S. ²li-Imran/3: 134 dengan baik dan benar. Laporan hasil belajar menghafalmu 
ditulis di kolom berikut ini.
“Dari Aisah dari Anas berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Sambunglah tali 
silaturahmi kepada orang yang telah memutuskanmu dan maafkanlah orang-orang 
yang mendzalimimu. (H.R. Baihaqi)

You May Also Like