1. Jelaskan arti wakaf menurut bahasa dan istilah.

Meningkatnya orang-orang kaya muslim tentu saja perlu mendapat apresiasi dari semua kalangan. Hal tersebut diharapkan mampu menjadi solusi dari sebagian masyarakat Indonesia yang masih hidup dalam kemiskinan. Betapa tidak, dari mereka diharapkan terjadi jembatan penghubung antara orang-orang kaya (agniya) dan orang-orang miskin (kaum du’afa). 

1.	Jelaskan arti wakaf menurut bahasa dan istilah.  2.	Sebutkan rukun-rukun wakaf.  3.	Siapa náir wakaf itu? Jelaskan.  4.	Jelaskan syarat harta yang diwakafkan itu.  5.	Buatlah laporan melalui teknik

Tentu saja dengan posisi mereka sebagai pengusaha muslim akan diperoleh sekian banyak kontribusi dalam upaya membantu mereka yang masih sangat membutuhkan. Dana yang terkumpul tersebut, baik berupa zakat mal, infak, śadaqah, atau wakaf akan sangat berarti dalam upaya membantu kaum fakir miskin. 

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan tepat.

1. Jelaskan arti wakaf menurut bahasa dan istilah.

2. Sebutkan rukun-rukun wakaf.

3. Siapa náir wakaf itu? Jelaskan.

4. Jelaskan syarat harta yang diwakafkan itu.

5. Buatlah laporan melalui teknik

B. Kunci Jawaban

1. Wakaf menurut bahasa artinya berhenti, dan menurut arti istilah adalah memberikan sebagian yang dimiliki seseorang untuk dimanfaatkan masyarakat umum, seperti wakaf tanah, masjid, musholla, panti asuhan, dll.

2.   Berikut rukun-rukun wakaf :

1.    Wakif (Orang yang mewakafkan).
2.    Mauquf (Barang yang diwakafkan).
3.    Mauquf alaih (Lembaga yang mewakafkan).
4. Shigat (Pernyataan wakif sebagai suatu kehendak untuk mewakafkan hartanya).

3. dari wakif untuk dikelola dan diperuntukan demi kemaslahatan umat seperti untuk seperti untuk masjid dan pemberdayaan kaum dhuafa  nazhir wakaf meliputi 

1. Perseorangan,dgn syarat tertentu 
2. Organisasi, dgn syarat tertentu
3. Badan hukum ,dgn syarat tertentu 
4. Syarat harta yang diwakafkan itu adalah milik sendiri bukan punya orang lain, harus memiliki manfaat yang berguna untuk semua orang, harus jelas kepada siapa wakaf itu di berikan bersifat selama-lamanya tidak di batasi oleh waktu, tunai penyerahannya di saat zigat.

5. Apa saja kegiatan di masjid ini? Kegiatan rutinitas, Shalat berjamaah:shubuh, zhuhur, ashar, magrib dan isya. dan setiap hari jumat siang ada pengajian khusus ibu – ibu. Pengajian khusus remaja ada tidak? Khusus remaja awalnya ada tapi tidak berjalan dengan baik, diawal sudah berjalan namun berakhir begitu saja. 

Pesan untuk remaja saat ini?

Yang penting bekali ilmu, baik ilmu agama maupun ilmu umum. Karna dengan ilmu kita dapat menyelesaikan masalah. 

Bagaimana dengan fasilitas di masjid ini?

untuk saat ini semua fasilitas sudah cukup tidak ada yang kurang. 

Demikian itu karena sesungguhnya Islam membenci berputarnya kekayaan 

di tangan orang-orang tertentu saja, sementara sebagian besar orang tidak 

memilikinya. Islam senang kalau harta itu tidak hanya berkisar pada orang-

orang kaya saja. Sistem ekonomi Islam merupakan suatu sistem yang indah, 

yang membawa keseimbangan dan keharmonisan antara kepentingan individu 

dan kepentingan kolektif yang membawa misi kebersamaan agar jurang pemisah 

antara agniya (orang kaya) tidak terlalu jauh dengan kaum ḍu’afa (orang miskin).

Ajaran Islam mengisyaratkan untuk melakukan upaya pemberdayaan ekonomi 

umat yang harus diproyeksikan untuk kesejahteraan bersama, bukan hanya untuk 

kepentingan pribadi. Prinsip tersebut salah satunya dapat diaplikasikan melalui 

pengelolaan wakaf yang amanah dan profesional agar pahalanya terus mengalir 

meskipun wakif (orang yang mengeluarkan wakaf) tersebut telah meninggal 

dunia.

 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 123 

Carilah informasi tentang orang-orang kaya Indonesia yang mewakafkan 

hartanya baik dalam bentuk harta tetap (tidak bergerak) maupun yang 

bergerak.

Aktivitas 1

Mengkritisi Sekitar Kita

Cermati wacana berikut.

Keberadaan orang-orang yang memiliki 

kecukupan  harta  di tengah-tengah  masyara-

kat dan orang-orang miskin sesungguhnya 

merupakan hukum alam (sunatullah). Allah 

Swt. memang mengaruniakan sebagian dari 

manusia menjadi orang-orang kaya dan 

berkedudukan tinggi. Namun demikian, 

bukan berarti kakayaan yang mereka peroleh 

itu adalah pemberian Allah Swt. yang datang 

tiba-tiba, tetapi disertai dengan usaha keras 

tanpa lelah. 

Jika saja keberadaan orang-orang kaya 

tersebut benar-benar melaksanakan ajaran 

Islam, terutama anjuran berwakaf, dapat dipastikan permasalahan terhadap 

kemasyarakatan seperti kekurangan sarana pendidikan, tempat pembuangan 

sampah, sarana ibadah, sarana kesehatan dan lainnya akan dengan mudah dapat 

diatasi. Wakaf berupa tempat-tempat atau sarana-sarana umum yang dibutuhkan 

masyarakat akan mampu menciptakan kondisi masyarakat yang sehat, damai, 

dan sejahtera.

Di atas semua itu, apakah fenomena yang terjadi di tengah-tengah masyarakat 

kita sudah sesuai dengan apa yang diharapkan sesuai dengan idealisme di atas? 

Dengan kata lain, apakah orang-orang kaya sudah menyalurkan sebagian hartanya 

dalam bentuk zakat atau wakaf? Jika jawabannya belum, bagaimana upaya yang 

seharusnya dilakukan oleh pemerintah, tokoh masyarakat, ataupun para ulama?   

Sumber: Dok. Kemendikbud

Gambar 8.4

Penyerahan harta zakat kepada yang 

berhak menerima.

124 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK 

Carilah dalil atau sumber disyari’atkannya berwakaf, baik yang bersumber 

dari al-Qur’±n maupun dari hadis. Hasil temuanmu tulis dan laporkan 

kepada gurumu.

Aktivitas 2

Memperkaya Khazanah Peserta Didik

A. Memahami makna Haji, Zakat, dan Wakaf

1. Haji

a. Pengertian Haji

 Kata haji berasal dari bahasa Arab yang artinya menyengaja atau menuju. 

Maksudnya adalah sengaja mengunjungi Baitullah (Ka’bah) di Mekah 

untuk melakukan ibadah kepada Allah Swt. pada waktu tertentu dan 

dengan cara tertentu secara tertib. Adapun yang dimaksud dengan waktu 

tertentu ialah bulan-bulan haji yang dimulai dari bulan Syawal sampai 

sepuluh hari pertama bulan Zulhijah. Puncak pelaksanaan ibadah haji pada 

tanggal 9 Zulhijah yaitu saat dilangsungkannya ibadah wukuf di padang 

Arafah. Adapun amal ibadah tertentu ialah thawaf, sa’i, wukuf, mabit di 

Muzdalifah, melontar jumrah, mabit di Mina, dan lain-lain.

 Menurut istilah, haji adalah sengaja mengunjungi Ka’bah dengan niat 

beribadah pada waktu tertentu dengan syarat-syarat dan dengan cara-cara 

tertentu pula. Haji juga diartikan menyengaja ke Mekah untuk menunaikan 

ibadah thawaf, sa’i, wukuf di Arafah dan menunaikan rangkaian manasik 

dalam rangka memenuhi perintah Allah Swt. dan mencari ridha-Nya.

b. Hukum Haji

 Haji merupakan rukun Islam yang kelima. Hukum melaksanakan ibadah haji 

adalah wajib bagi yang mampu melaksanakannya, sebagaimana dijelaskan 

dalam al-Qur’ān surat Ali Imran ayat 97. Allah Swt. berfirman:

 Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 125 

 Artinya: “Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) maqam 

Ibrahim; Barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; 

mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) 

orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa 

mengingkari (kewajiban haji), Maka Sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak 

memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (Q.S. Ali Imran/3:97)

 Kewajiban haji adalah sekali dalam seumur hidup. Apabila ada yang 

melaksanakan haji lebih dari sekali, hukumnya sunah. Hal ini didasarkan 

pada hadis Nabi Muhammad saw. yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas 

ra.sebagai berikut.

 “Rasulullah saw. berkhutbah kepada kami, beliau berkata,‘Wahai sekalian 

manusia, telah diwajibkan haji atas kamu sekalian.’Lalu al-Aqra bin 

Jabis berdiri kemudian berkata, ‘Apakah kewajiban haji setiap tahun ya 

Rasulullah?’ Nabi menjawab, ‘Sekiranya kukatakan ya, tentulah menjadi 

wajib, dan sekiranya diwajibkan, engkau sekalian tidak akan mampu. 

Ibadah haji itu sekali saja. Siapa yang menambahi itu berarti perbuatan 

sukarela saja.”

c. Syarat dan Rukun Haji

 Syarat haji terbagi ke dalam dua bagian, yaitu syarat wajib haji dan syarat sah 

haji. Syarat haji ialah perbuatan-perbuatan yang harus dipenuhi sebelum 

ibadah haji dilaksanakan. Apabila syarat-syaratnya tidak terpenuhi, 

gugurlah kewajiban haji seseorang. Para ulama ahli fikih sepakat bahwa 

syarat wajib haji adalah sebagai berikut.

1) Islam

2) Berakal (tidak gila)

3) Baligh

4) Ada muhrimnya

5) Mampu dalam segala hal (misalnya dalam hal biaya, kesehatan, 

keamanan, dan nafkah bagi keluarga yang ditinggalkan)

Sedangkan Syarat sah haji adalah sebagai berikut.

1) Islam

2) Baligh

3) Berakal 

4) Merdeka.

 Adapun rukun haji adalah perbuatan-perbuatan yang harus dilaksanakan 

atau dikerjakan sewaktu melaksanakan ibadah haji. Maka apabila ditinggal-

kan, ibadah hajinya tidak sah. Adapun rukun haji adalah sebagai berikut. 

You May Also Like