1. Do you think politics has changed much since the time of President Sukarno ?


Selamat datang di blog ilmu edukasi, sebelum masuk ke pembahasan seperti biasnya kakak akan memperkenalkan sedikit mengenai yang kakak buat ini yang mana blog kakak buat ini bertemakan tentang pendidikan.

yang mana artinya semua artikel yang kami bahas akan berkaitan erat dengan pendidikan, seperti halnya kali ini kamiakan memberikan pembahasan mengani kunci jawaban, yang mana tema yang kami ambil kali ini adalah kunci jawaban bahasa inggis itu sendiri.

Pembahasan kunci jawaban sangatlah penting hal ini di karenakan dengan membahas kunci jawaban, teman teman yang lainnya, yang sedang mengerjakan tugas yang di berikan oleh guru dapat menyeelsaikan tugasnya dengan cepat dan lebih bisa memperoleh nilai yang memuaskan.

Untuk itu kami hadir unruk membantu temen temen dalam menyelesaiakn tugas yang di berikan oleh dengan cara kami membuat pembahasan mengnai kunci jawaban yang tepat sanagtlah perlu di berikan hal ini memang perlu karena bersangkutan dengan nilai yang di peroleh nantinya, namun sebelum masuk ke pembahasan kami ingin memberikan pembahasan yang lainya yang mmungkin di butuhkan oleh teman-teman

  1. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 88
  2. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 88
  3. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 90
  4. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 92
  5. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 93
  6. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 94
  7. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 95
  8. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 100
  9. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 120
  10. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 126
  11. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 132
  12. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 142
  13. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 150
  14. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 157
  15. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 163

Berikut ini adalah pembahasan yang mungkin teman teman butuhkan, yang mana pembahasan ini masih berkaitan dengan pelajaran kelas 11, silahkan klik tulisan berwarna biru untuk mengakses kunci jawaban tersebut, semangat iya teman teman dan semogga terbantu iya.

  1. Kunci jawaban PAI kelas 11
  2. Kunci jawaban Bahasa inggris kelas 11
  3. Kunci jawaban Bahasa indonesia kelas 11
  4. Kunci jawaban PKN kelas 11
  5. Kunci jawaban MTK kelas 11
  6. Kunci jawaban Penjas kelas 11
  7. Kunci jawaban Sejarah Indonesia kelas 11
  8. Kunci jawaban Senibudaya kelas 11
  9. Kunci jawaban Prakarya kelas 11

Berikut ini soal dan jawaban yang kami berikan kepada temen temen semogga jawban yang kami berikan ini dapat memberikan nilai yang memuaskan kepada temen temen ku seklaain, dan kami disini untuk mengingat lagi bahwa nilai yang terbaik bukan lah nilai yang dioeroleh dari mencontek atau meniru jawaban orang lain.

Nilai terbaik adalah nilai yang diperoleh dari usaha sendiri tanpa bantuan orang lain, walapun nantinya walapun hasilnya kurang memuaskan namun itu merupakan kerja keras kita sendiri

1. Do you think politics has changed much since the time of President Sukarno ?

Kunci jawaban:

I think so.

2. Why did president sukarno want everyone to be united ?

Kunci jawaban:

 Because he wants justice , solidarity , cooperation – mutual and nation.

3. What is the new kind of colonialism that president sukarno istalking about ? Does is still exist? If yes , please this describe in what ways ? support your answer with example .

Kunci jawaban:

3. Colonialism today is in terms of technology . Because of the state of technology in terms of Indonesia has been colonized and influenced by technology from developed countries.

4. From this article, can you figure out president’s sukarno hopes and dreams for the world ? expalin.

Kunci jawaban:

4. Soekarno hope that someday The countries of the world will unite ( the strong help the weak ) and therefore he seeks a high menjunnjung vowel and human dignity .

5. What are you hopes and dreams for the world and especially for your country? Describe.

Kunci jawaban:

5. I hope like what Soekarno hope that someday The countries of the world will unite ( the strong help the weak ) and therefore he seeks a high menjunnjung vowel and human dignity . Indonesia may someday become State Ideealis 

6. Do you think president sukarno was able to realize his dreams and hopes? If yes, how?

Kunci jawaban:

6. I think everybody can be realized with the cooperation and support each other without a showdown . By way of early training is discipline and respect for parents and mengmbangkan sense of patriotism .

7. According to president sukarno , peace is very important . what do you think ? Discuss .

Kunci jawaban:

7. Peace is one element of the success of a common goal such as Independence . Without peace a State / organization / etc can be disintegrated and can injure democracy .

8. If you were given a chance to gives a speech in front of all the president and prime ministers of the world, what would you talk about ? Discuss in details.

Kunci jawaban:

8.  would say that the government needs to increase honesty in every state leader , providing good role models for all segments of society . Indeed, it takes the synergy of all parties and would be a lot of pertentengan and dissent . That’s what can make people – people think of what we live and think why we live in this country and many other questions . Instead of waiting for a new generation why not start ?.

____________________________
This twentieth century has been a  period of terrific dynamism. Perhaps the last  fifty years have seen more developments and  more material progress than the previous five  hundred years. Man has learned to control  many of the scourges, which once threatened  him. He has learned to consume distance. He  has learned to project his voice and his picture  across oceans and continents. He has learned how to make the desert bloom and  the plants of the e
arth increase their bounty. He has learned how to release the  immense forces locked in the smallest particles of matter.  But has man’s political skill marched hand-in-hand with his technical and  scientific skill? The answer is No! The political skill of man has been far outstripped  by technical skill. The result of t
his is fear. And man gasps for safety and morality. Perhaps now, more than at any other moment in the history of the world,  society, government and statesmanship need to be based upon the highest code  of morality and ethics. And in political terms, what is the highest code of morality?  It is the subordination of everything to the well-being of mankind. But today, we  are faced with a situation where the well being of mankind is not always the  primary consideration. Many who are in places of h
igh power think, rather, of  controlling the world. Yes, we are living in a world of fear. The life of man today is corroded and  made bitter by fear. Fear of the future, fear of hydrogen bomb, fear of ideologies.  Perhaps this fear is a greater danger than the danger itself, because it is fear which  drives men to act foolishly, to act thoughtlessly, to act dangerously.  All of us, I am certain, are united by more important things than those  which superficially divide us. We are united, for instance, by a common  detestation of colonialism in whatever form it appears. We are united by a  common detestation of racialism. And we are united by a common determination  to preserve and stabilize peace in the world.   President Sukarno of Indonesia:  Speech at the Opening of the Bandung Conferenc
e, April 18, 1955  Picture E.3 Sukarno giving speech   (Source: destaarifta.wordpress.com)  B Reading Activity We are often told, “Colonialism is dead.” Let us not be deceived or even soothed  by that. I say to you, colonialism is not yet dead. How can we say it is dead, so long  as vast areas of Asia and Africa are unfree. And, I beg of you do not think of colonialism only in the classic form, which  we of Indonesia, and our brothers in different parts of Asia and Africa, knew.  Colonialism has also its modern dress, in the form of economic control, intellectual  control, and actual physical control by a small but alien community within a nation.  It is a skillful and determined enemy, and it appears in many guises. It does not give  up its loot easily. Wherever, whenever and however it appears, colonialism is an  evil thing, and one which must be eradicated from the earth . . . . Source: (Excerpt taken from Africa-Asia Speaks from Bandong, (Djakarta Indonesian Ministry of  Foreign Affairs, 1955, 19-29) 
__________________
Abad kedua puluh ini telah menjadi periode dinamisme yang luar biasa. Mungkin lima puluh tahun terakhir telah melihat lebih banyak perkembangan dan kemajuan materi lebih dari lima ratus tahun sebelumnya. Manusia telah belajar mengendalikan banyak cambuk, yang pernah mengancamnya. Dia telah belajar mengonsumsi jarak. Dia telah belajar untuk memproyeksikan suara dan fotonya melintasi samudra dan benua. Dia telah belajar bagaimana membuat gurun bermekaran dan tanaman di bumi meningkatkan karunia mereka. Dia telah belajar bagaimana melepa
skan gaya-gaya besar yang terkunci dalam partikel materi terkecil. Tetapi apakah keterampilan politik manusia berjalan seiring dengan keterampilan teknis dan ilmiahnya? Jawabannya adalah tidak! Keterampilan politik manusia telah jauh melampaui keterampilan teknis. Hasil dari ini adalah ketakutan. Dan manusia terengah-engah untuk keselamatan dan moralitas. Mungkin sekarang, lebih dari saat-s
aat lain dalam sejarah dunia, masyarakat, pemerintahan, dan kenegarawanan perlu didasarkan pada kode moralitas dan etika tertinggi. Dan dalam istilah politik, apakah kode moralitas tertinggi? Itu adalah subordinasi dari segalanya untuk kesejahteraan umat manusia. Tetapi hari ini, kita dihadapkan pada situasi di mana kesejahteraan umat manusia tidak selalu menjadi pertimbang
an utama. Banyak orang yang berada di tempat-tempat berkekuatan tinggi malah berpikir untuk mengendalikan dunia. Ya, kita hidup di dunia ketakutan. Kehidupan manusia saat ini terkikis dan dibuat getir oleh rasa takut. Takut akan masa depan, takut bom hidrogen, takut ideologi. Mungkin ketakutan ini adalah bahaya yang lebih besar daripada bahaya itu sendiri, karena ketakutan itulah yang m
endorong manusia untuk bertindak bodoh, bertindak tanpa berpikir, bertindak berbahaya. Kita semua, saya yakin, dipersatukan oleh hal-hal yang lebih penting daripada hal-hal yang secara dangkal memecah belah kita. Kita bersatu, misalnya, oleh kebencian yang sama terhadap kolonialisme dalam bentuk apa pun. Kami dipersatukan oleh kebencian umum terhadap rasialisme. Dan kami dipersatukan oleh tekad bersama untuk menjaga dan menstabilkan perdamaian di dunia. Presiden Sukarno dari Indonesia: Pidato Pembukaan Konferensi Bandung, 18 April 1955 Gambar E.3 Sukarno sedang berpidato (
Sumber: destaarifta.wordpress.com) B Kegiatan Membaca Kita sering diberitahu, “Kolonialisme sudah mati.” Jangan sampai kita tertipu atau bahkan ditenangkan olehnya. Saya katakan kepada Anda, kolonialisme belum mati. Bagaimana kita bisa mengatakan sudah mati, selama wilayah Asia dan Afrika yang luas tidak bebas. Dan, saya mohon jangan 
pikirkan kolonialisme hanya dalam bentuk klasik, yang kita dari Indonesia, dan saudara-saudara kita di berbagai belahan Asia dan Afrika, tahu. Kolonialisme juga memiliki pakaian modernnya, dalam bentuk kontrol ekonomi, kontrol intelektual, dan kontrol fisik aktual oleh komunitas kecil tetapi asing dalam suatu negara. Itu adalah musuh yang terampil dan ditentukan, dan muncul dalam banyak samaran. Itu tidak menyerahkan jarahannya dengan mudah. Dimanapun, kapanpun dan bagaimanapun, kolonialisme adalah hal yang jahat, dan harus diberantas dari muka bumi. . . . Sumber: (Kutipan diambil dari Africa-Asia Speaks dari Bandong, (Djakarta Kementerian Luar Negeri RI, 1955, 19-29)

You May Also Like