1. Do you think it is important to have faith? Why? Give reasons to support your answer.

✔️Kunci jawaban sanagtlah penting di bahas hal ini memang karena dengan adanya kunci jawaban temen temen dapat menyelesaiakn tugas dengan cepat dan dapat memperoleh niali yang memuaskan, nah sebelum masuk ke pembahasan kali ini izinkan kami untuk memperkenalkan blog kami ini.

Blog kami ini bertemakan pendidikan yang mana artinya blog kami ini khusus kami buat untuk membahas mengenai seputar pendidikan salah satu contoh yang sering kami bahas yaitu adalah mengenai kunci jawaban.

1. Do you think it is important to have faith? Why? Give reasons to support your answer.

Kami membahas  kunci jawaban ini , mulai dari tingkatan kelas 1 SD sampai dengan kelas 12 SMA/SMK/MAK dan juga kami membahas seluruh pelajaran, dari pelajaran yang muda muda sampai yang paling tersulit sekali pun.

Untuk itu jika temen temen berlangganan di blog kami ini kami yakin temen temen tidak akan rugi, malahan kami akan memberikan setiap kali artikel kami buat ini kepada temen temen, dengan cara tmene temen mengklik notifikasi di atas.

Untuk itu kami hadir unruk membantu temen temen dalam menyelesaiakn tugas yang di berikan oleh dengan cara kami membuat pembahasan mengnai kunci jawaban yang tepat sanagtlah perlu di berikan hal ini memang perlu karena bersangkutan dengan nilai yang di peroleh nantinya, namun sebelum masuk ke pembahasan kami ingin memberikan pembahasan yang lainya yang mmungkin di butuhkan oleh teman-teman

  1. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 88
  2. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 90
  3. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 92
  4. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 93
  5. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 94
  6. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 95
  7. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 100
  8. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 120
  9. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 126
  10. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 132
  11. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 142
  12. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 150
  13. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 157
  14. Kunci jawaban bahasa inggris kelas 11 halaman 163

Berikut ini adalah pembahasan yang mungkin teman teman butuhkan, yang mana pembahasan ini masih berkaitan dengan pelajaran kelas 11, silahkan klik tulisan berwarna biru untuk mengakses kunci jawaban tersebut, semangat iya teman teman dan semogga terbantu iya.

  1. Kunci jawaban PAI kelas 11
  2. Kunci jawaban Bahasa inggris kelas 11
  3. Kunci jawaban Bahasa indonesia kelas 11
  4. Kunci jawaban PKN kelas 11
  5. Kunci jawaban MTK kelas 11
  6. Kunci jawaban Penjas kelas 11
  7. Kunci jawaban Sejarah Indonesia kelas 11
  8. Kunci jawaban Senibudaya kelas 11
  9. Kunci jawaban Prakarya kelas 11

Tak lama lagi biasnya akan diadakan ujian akhir semster, yang mana artinya ulanagan ini akan di ambil soal dari mulai semester 2 sampai terakhir, boleh jadi guru juga mengambil materi dari semester 1 juga, nah biasanya guru guru membuat soal dari pembahasan yang teleh di bahas dari buku buku.

Untuk itulah diaini gunakan pembahasan yang kakak buat ini sebagai alat untuk mempersiapkan diri dalam menghadapi ujian tersebut, jangan menganggap remeh ujian ini, karena ujian inilah yang mempunyai bobot yang sangat besar dalam penentuan kenaikan kelas temen temen.

Untuk itu kami disini ingin mengajak adik adik untuk selalu memeprsiapakn diri dalam menghadapi ujian tersebut,mulailah untuk mengurai aktivitas bermainnya dan mulailah berlajar dari sekarang mumpung masih bnayak waktunya

1. Do you think it is important to have faith? Why? Give reasons to support your answer.

Kunci jawaban:

– Yes, I do. Because we can endure the hardship of life with faith. Faith makes us believe that there is still hope so that we won’t give up in life.

2. Do you think it was justified on Rancho’s part to consider the post office employees as a bunch of thieves?

Kunci jawaban:

– No, I don’t. Rancho shouldn’t be prejudiced and accuse others. Even though it was the post office employees who helped him, he wasn’t thankful at all.

3. Do you think Rancho did the right thing by asking god for help?

Kunci jawaban:

– Yes, I do. But, Rancho shouldn’t just ask and do nothing. Because prayer must be accompanied by efforts. And after that, if god has answered his prayer, he has to be thankful for that.

4. When people go through difficult times, they come out of difficult times stronger and more experienced. Do you think it is god’s way of empowering people to fulfill the life’s purpose on earth? Give reasons to support you answer.

Kunci jawaban:

– Yes, I do. Because with trials, we can see one’s effort in facing the trials that befall, whether they strive or give up.

5. What do you think of Rancho? Do you sympathize with him and his family?

Kunci jawaban:

– I think Rancho is a patient man. Yes, I do. Even though his farm was destroyed, he didn’t give up easily because he has a strong faith.

6. Did you anticipate that the story would end like this? What were your thoughts about the ending?

Kunci jawaban:

– No, I didn’t. I think the ending is a plot twist. I thought Rancho would at least be grateful for what he got. Instead, he accused the post office employee of thieving.

7. We always pray to god asking for his help. Describe a time when you asked god for something but he answered your prayer in a way you had not anticipate. How did you feel? Were you happy the way things turned out to be?

Kunci jawaban:

– There was a time when I felt so hungry. I didn’t have any pocket money left. I prayed silently in my heart to god for some food. Then, when I was walking, I found money Rp5.000 on the road. At first, I had a doubt because it wasn’t my money, but because I was hungry I used the money to buy a chocolate for Rp2.000 and donated the rest into a charity box in the mosque. I felt so happy. Yes, I was. Because god has answered my prayer in the most unexpected way.

8. If you had a chance to rewrite the story, how would the story end? Write a new ending of the story!

Kunci jawaban:

– If I had the chance to rewrite the story, I would create a good ending where Rancho found out that it was the post office employee and the postmaster who had helped him in his difficult time. So, he will apologize for accusing them and also be grateful to them for helping him


Letter to GOD  Rancho’s house – the lone  house in the entire valley – was on the  crown of a low hill. From the pinnacle  of the hill, one could see the rapid  flowing stream and next to it vast fields  of ripe corn in between the red kidney  bean flowers. Looking at it one could  predict that it was going to be good  harvest but it needed a rainfall,  however brief. All through the morning, Rancho kept scanning the sky for signs of rainfall and he  was quite confident that it would rain. “You know, woman, now we are finally  going to get some rain.” His wife, who was busy preparing foo

d, replied: “Yes, God  willing.” As soon as Rancho’s family, his wife and sons, sat for dinner, just as he had  predicted big drops of rain started falling. In the northeast, huge clouds were  covering the sky like a blanket. The air had the smell of rain combined with the  smell of fresh earth. The atmosphere at that time was absolutely heavenly. The  boys left their food on pretext of getting one thing and another. All they wanted  was to get wet and play in the rain.  Rancho was very happy as he looked at his field, “Ah! Now my harvest is  going to be wonderful.” He started dreaming about all the things he will be doing  once he sells the crops.  Suddenly heavy winds began to blow accompanied by big  drops of rain, which looked like huge pearls of ice. “Oh my God! This can’t be  happening,” he thought. “NO!! NO!! I will be destroyed. This is no rain, it is a  hailstorm. I hope it will pass soon.”

 But in front of his family, he kept a strong front  and said, “I am sure it will pass soon, don’t worry.” Unfortunately it didn’t. The hailstorm lasted the whole night. It destroyed  the entire field of his precious crops. Everything looked so white as if someone had  thrown sacks and sacks of pearls all over the place.   Picture 5.1 (Source: Kemendikbud) Rancho and his wife were worried to death. Everything they had was destroyed  and they had no inkling as to what they will do. The boys asked them, “What are we going to do? Everything is destroyed.  We don’t even have few pieces of corn or beans. Does this mean we are going to die  of hunger?” Rancho said, “ My sons, nobody dies of hunger. Always remember we have  God. I am sure he will help us.” All through the night, Rancho kept on thinking how to ask for help from  God. “God knows everything but I think I should write to H

im and ask directly what I  want.”  Rancho was thankful for the day his parents had sent him to school. Even  though he wasn’t interested in studies, he had grudgingly learnt to read and write.  So he took out paper and a pen and started writing. Rancho Lucas  The Violet Hill  Argentina 18  th May 1999 Dear God Hi, I am writing this letter to you out of extreme urgency, otherwise I  wouldn’t have disturbed you. You know about the recent hailstorm in  my place. Well, it has destroyed me. Everything in my farm was  destroyed. My corn and kidney beans were almost ready and all it  needed was a rainfall but instead of rainfall came a storm. If it had  lasted for a short period it would have been OK, but unfortunately it  lasted for an entire night. It has put me at a serious disadvantage, you  see God, my sole source of income is that farm and now it is  completely destroyed. Nothing is left. If I leave it like this, my family  will die of hunger, since we will not have anything to eat.  I can’t sit  still and do not

hing about it. I need 100 pesos to buy the seeds and  resow my field all over again and buy some food till the next harvest.  So dear God, please help me. I know you will not disappoint me. Sincerely Yours, Rancho, the farmer   He put the letter inside an envelope and addressed it to  “God, 7th Heaven” and placed a stamp on it and dropped it in the  mailbox. The workers at the post office were preparing the letters to  mail when they came across the letter addressed to God. The  postman who came across this letter became curious because he had  never seen a letter addressed to God. He wanted 

o open the letter  but his job ethics stopped him from doing so. He decided to take the  letter to the Postmaster. The Postmaster was a very nice and kind  gentleman. He always helped people in any way he could. When the  postman gave him the letter, he looked at it and said, “It takes a man  with strong faith to start a communication with God. I wish I had such  strong faith.” After much thought, he decided to read the letter and perhaps reply it. He  opened Rancho’s letter. Little did he know that replying the letter would need  more than good intention, a pen and paper. Rancho needed a lot of money but the  postmaster didn’t have any. Since he had already decided to help Rancho, he  decided to give part of his salary, and he asked his friends and co-workers to  contribute. But it was imposs

ible for him to collect 100 pesos. He was happy that at  least 70 pesos were collected. So he put the money in an envelope and signed it as  “God” and asked the postman to deliver it to Rancho’s house.  When the postman arrived at Rancho’s house and delivered the letter to  him, Rancho was exhilarated beyond means. And he kept repeating Thank you  God! Thank you God! I knew you wouldn’t let me down.  Rancho had very strong faith in God. He was not surprised when he  opened the envelope. But as he was counting the money, he became very angry.  God couldn’t have made a mistake in sending the money. So he took out paper and  wrote to God again. Then he placed a stamp 

on it and put it in the mailbox.  When  the postman took the letter out, he immediately took it to the Postmaster. The  Postmaster quickly opened the letter and everyone in the post office gathered  around him wanting to know what Rancho wrote to God.  Rancho Lucas  The Violet Hill  Argentina 20th May 1999 Dear God I am really grateful to you for sending the money. I knew you wouldn’t let my family  go hungry. Of the money you sent me, I only received 70 pesos. Please send me the  rest. I really need the money. But, this time please, God don’t send it through the  mail, because the people working here in this post office are all a bunch of thieves.   Sincerely yours Rancho, the farmer (Inspired from “Una carta a Dios” by Por Gregorio López y Fuente) 

Surat kepada ALLAH Rumah Rancho – satu-satunya rumah di seluruh lembah – terletak di puncak bukit yang rendah. Dari puncak bukit, orang bisa melihat aliran sungai yang deras dan di sebelahnya ada ladang jagung masak yang luas di antara bunga kacang merah. Melihatnya orang dapat memperkirakan bahwa itu akan menjadi panen yang baik tetapi membutuhkan curah hujan, betapapun singkatnya. Sepanjang pagi, Rancho terus memindai langit untuk mencari tanda-tanda hujan dan dia cukup yakin bahwa hujan akan turun. “Kamu tahu, nona, sekarang kita akhirnya akan turun hujan.” Istrinya yang sedang sibuk menyiapkan makanan

d, menjawab: “Iya, Insya Allah”. Segera setelah keluarga Rancho, istri dan putra-putranya, duduk untuk makan malam, seperti yang dia perkirakan tetesan besar hujan mulai turun. Di timur laut, awan besar menutupi langit seperti selimut. Udara berbau hujan berpadu dengan aroma bumi yang segar. Suasana saat itu benar-benar surgawi. Anak laki-laki meninggalkan makanan mereka dengan dalih mendapatkan satu dan lain hal. Yang mereka inginkan hanyalah basah dan bermain di tengah hujan. Rancho sangat senang saat melihat ke ladangnya, “Ah! Sekarang panen saya akan menjadi luar biasa. ” Dia mulai bermimpi tentang semua hal yang akan dia lakukan setelah dia menjual hasil panennya. Tiba-tiba angin kencang mulai bertiup disertai tetesan besar air hujan, yang tampak seperti mutiara es yang sangat besar. “Ya Tuhan! Ini tidak mungkin terjadi, ”pikirnya. “TIDAK!! TIDAK!! Saya akan dihancurkan. Ini bukan hujan, ini badai es. Saya berharap ini akan segera berlalu. “

 Tapi di depan keluarganya, dia tetap kuat dan berkata, “Saya yakin itu akan segera berlalu, jangan khawatir.” Sayangnya tidak. Hujan es berlangsung sepanjang malam. Itu menghancurkan seluruh ladang tanaman berharganya. Semuanya tampak begitu putih seolah-olah seseorang telah melemparkan karung dan karung mutiara ke mana-mana. Gambar 5.1 (Sumber: Kemendikbud) Rancho dan istrinya dikhawatirkan meninggal dunia. Semua yang mereka miliki dihancurkan dan mereka tidak punya firasat apa yang akan mereka lakukan. Anak laki-laki itu bertanya kepada mereka, “Apa yang akan kita lakukan? Semuanya hancur. Kami bahkan tidak memiliki sedikit jagung atau kacang-kacangan. Apakah ini berarti kita akan mati kelaparan? ” Rancho berkata, “Anak-anakku, tidak ada yang mati karena kelaparan. Ingatlah selalu bahwa kita memiliki Tuhan. Saya yakin dia akan membantu kami. ” Sepanjang malam, Rancho terus berpikir bagaimana cara meminta pertolongan dari Tuhan. “Tuhan tahu segalanya tapi saya pikir saya harus menulis ke H.

saya dan langsung bertanya apa yang saya inginkan. ” Rancho bersyukur atas hari orang tuanya mengirimnya ke sekolah. Meskipun dia tidak tertarik pada pelajaran, dia dengan enggan belajar membaca dan menulis. Jadi dia mengeluarkan kertas dan pulpen dan mulai menulis. Rancho Lucas The Violet Hill Argentina 18 Mei 1999 Ya Tuhan Hai, Saya menulis surat ini kepada Anda karena sangat mendesak, kalau tidak saya tidak akan mengganggu Anda. Anda tahu tentang badai es baru-baru ini di tempat saya. Yah, itu telah menghancurkanku. Semua yang ada di pertanian saya hancur. Jagung dan kacang merah saya hampir siap dan yang dibutuhkan hanyalah hujan tetapi bukannya hujan datang badai. Jika itu berlangsung dalam waktu singkat, itu akan baik-baik saja, tetapi sayangnya itu berlangsung sepanjang malam. Ini telah menempatkan saya pada kerugian yang serius, Anda lihat Tuhan, satu-satunya sumber pendapatan saya adalah pertanian itu dan sekarang itu benar-benar hancur. Tidak ada yang tersisa. Jika saya biarkan seperti ini, keluarga saya akan mati kelaparan, karena kami tidak punya apa-apa untuk dimakan. Saya tidak bisa duduk diam dan tidak

bergantung tentang itu. Saya membutuhkan 100 peso untuk membeli benih dan mengolah kembali ladang saya dan membeli makanan sampai panen berikutnya. Ya Tuhan, tolong bantu aku. Saya tahu Anda tidak akan mengecewakan saya. Hormat kami, Rancho, petani itu. Dia meletakkan surat itu di dalam amplop dan ditujukan kepada “Tuhan, Surga ke-7” dan meletakkan perangko di atasnya dan menjatuhkannya di kotak surat. Para pekerja di kantor pos sedang mempersiapkan surat untuk dikirim ketika mereka menemukan surat yang ditujukan kepada Tuhan. Tukang pos yang menemukan surat ini menjadi penasaran karena dia belum pernah melihat surat yang ditujukan kepada Tuhan. Dia ingin

o buka surat itu tetapi etika pekerjaannya menghentikannya dari melakukannya. Dia memutuskan untuk membawa surat itu ke Postmaster. Postmaster adalah pria yang sangat baik dan baik hati. Dia selalu membantu orang dengan cara apapun yang dia bisa. Ketika tukang pos memberinya surat itu, dia melihatnya dan berkata, “Dibutuhkan seorang pria dengan iman yang kuat untuk memulai komunikasi dengan Tuhan. Saya berharap saya memiliki keyakinan yang kuat. ” Setelah berpikir panjang, dia memutuskan untuk membaca surat itu dan mungkin membalasnya. Dia membuka surat Rancho. Sedikit yang dia tahu bahwa membalas surat itu membutuhkan lebih dari niat baik, pena dan kertas. Rancho membutuhkan banyak uang tetapi kepala kantor pos tidak punya. Karena dia sudah memutuskan untuk membantu Rancho, dia memutuskan untuk memberikan sebagian dari gajinya, dan dia meminta teman dan rekan kerjanya untuk berkontribusi. Tapi itu imposs

dia bisa mengumpulkan 100 peso. Dia senang karena terkumpul setidaknya 70 peso. Jadi dia memasukkan uang itu ke dalam amplop dan menandatanganinya sebagai “Tuhan” dan memintatukang pos untuk mengirimkannya ke rumah Rancho. Ketika tukang pos tiba di rumah Rancho dan mengirimkan surat kepadanya, Rancho sangat gembira. Dan dia terus mengulang Terima kasih Tuhan! Terima kasih Tuhan! Aku tahu kamu tidak akan mengecewakanku. Rancho memiliki iman yang sangat kuat kepada Tuhan. Dia tidak terkejut saat membuka amplop itu. Tetapi ketika dia menghitung uang, dia menjadi sangat marah. Tuhan tidak mungkin membuat kesalahan dalam mengirimkan uang. Jadi dia mengeluarkan kertas dan menulis kepada Tuhan lagi. Kemudian dia memasang perangko

di atasnya dan taruh di kotak surat. Ketika tukang pos mengeluarkan surat itu, dia segera membawanya ke Kepala Pos. Kepala Pos dengan cepat membuka surat itu dan semua orang di kantor pos berkumpul di sekitarnya ingin tahu apa yang Rancho tulis kepada Tuhan. Rancho Lucas The Violet Hill Argentina 20 Mei 1999 Ya Tuhan, saya sangat berterima kasih kepada Anda karena telah mengirimkan uang. Aku tahu kamu tidak akan membiarkan keluargaku kelaparan. Dari uang yang Anda kirimkan kepada saya, saya hanya menerima 70 peso. Tolong kirimkan saya sisanya. Saya sangat membutuhkan uang. Tapi, kali ini mohon, Tuhan jangan mengirimkannya melalui pos, karena orang-orang yang bekerja di sini di kantor pos ini semuanya adalah sekelompok pencuri. Hormat kami, Rancho, sang petani (Terinspirasi dari “Una carta a Dios” oleh Por Gregorio López y Fuente)

Sumber :buku siswa bahasa inggris kelas 11

You May Also Like