KUNCI JAWABAN PAI kelas 9 bab 9 halaman 199 200 201

bahwasanya kunci jawaban memanglah perlu dicari namun ada baiknya adik-adikku sekalian mengerjakan tugasnya terlebih dahulu mengerjakan tugas dengan mandiri dengan tanpa bantuan orang lain.

KUNCI JAWABAN PAI kelas 9 bab 9 halaman 199 200 201Menuai Keberkahan dengan Rasa Hormat dan Taat kepada Orangtua dan Guru pilihan ganda dan essay pend

 p

erlu kakak sampaikan bahwasanya tugas memanglah penting bagi seorang siswa karena memang dengan adanya tugas adik-adik dapat mengasah kemampuan adik-adik dalam memahami apa yang telah disampaikan oleh guru.dengan begitu guru juga dapat menilai apakah ada jadi ini telah memahami apa yang telah disampaikan oleh guru atau tidak.

 Baca juga:

Baca juga:

Kunci jawaban PAI kelas 9 bab 9 halaman 199 200 bagian A

sayangnya kondisi saat ini membuat sekolah dan  seorang siswa harus belajar dari rumah hal tersebut mengakibatkan paras adik-adikku sekalian banyaknya sekali tugas-tugas yang tidak belum selesai.

KUNCI JAWABAN PAI kelas 9 bab 9 halaman 199 200 201Menuai Keberkahan dengan Rasa Hormat dan Taat kepada Orangtua dan Guru pilihan ganda dan essay pend

 hal tersebut dikarenakan memang petugas tersebut belum selesai karena banyaknya dari mereka yang belum paham akan maksud dari tugas tersebut para memang dalam penyampaian materi dari gurunya memang belum maksimal

1. Berbakti kepada orangtua dikenal dengan istilah . . . .

a. sarrul walidain c. uququl walidain

b. walidain d. birrul walidain

2. Kewajiban seorang anak ketika orangtuanya sudah meninggal adalah . . . .

a. mencukupi kebutuhannya

b. mendoakannya

c. memberikan makanan

d. menggunakan harta warisannya

3. Balasan yang akan diberikan oleh Allah Swt. kepada anak durhaka di akhirat kelak adalah . . .

a. sulit mendapat pekerjaan c. dimasukkan neraka

b. mendapat teguran d. dikutuk menjadi batu

4. Sikap yang tepat jika orangtua sedang sakit yaitu . . . .

a. menasihatinya agar tidak sakit

b. membiarkannya sampai sembuh sendiri

c. dititipkan di panti sosial karena sibuk

d. merawatnya dengan penuh kasih sayang

5. Berbakti kepada orangtua akan mendatangkan keberkahan sebagai berikut . . . .

a. hidup menjadi terbebani

b. rezeki menjadi sulit

c. mendapat pahala yang sangat besar

d. menyita banyak waktu

6. Berdasarkan hadis Nabi saw., kedudukan dan derajat ibu disbanding bapak adalah . . . .

a. 3 tingkat dibanding bapak c. 5 tingkat dibanding bapak

b. 4 tingkat dibanding bapak d. 6 tingkat dibanding bapak 

7. Seorang siswa yang baik akan selalu memuliakan guru-gurunya.

Berikut ini yang merupakan wujud sikap memuliakan guru adalah . . . .

a. sering menelponnya

b. mengetes kepintarannya

c. memberi bingkisan yang menarik

d. mematuhi nasihat-nasihatnya

8. Siswa yang menghormati dan menaati gurunya akan memperoleh . . . .

a. piagam penghargaan c. pujian dari teman

b. keberkahan ilmu d. uang dari guru

9. Berikut ini merupakan azab bagi siswa yang merendahkan gurugurunya,kecuali . . . .

a. badan menjadi kurus dan mudah sakit

b. mati tanpa membawa iman

c. disempitkan rezekinya oleh Allah Swt.

d. hilang manfaat ilmunya

10. Seorang guru sedang menjelaskan pelajaran di kelas, sikap yang benar adalah . . . .

a. tidak perlu mendengarkan karena sudah paham

b. mengerjakan tugas yang belum selesai

c. mendengarkan dengan baik

d. berdiskusi dengan teman sebangku

Jawaban Pilgan PAI kelas 9 halaman 199 200 bab 9

1.d

2.b

3.c

4.d

5.c

6.a

7.d

8.b

9.a

10.c

Kunci jawaban PAI kelas 9 bab 9 halaman 201 bagian B

hal tersebut terjadi karena memang sekolah menerapkan saat ini menerapkan metode protokol kesehatan yang dimana sekolah mau makan atau belajar dari online untuk para siswa dan siswi aku sekalian. hal tersebut bertujuan supaya calvin 19 ini akan segera terhenti atau berakhir supaya penyebaran virus corona ini dapat diatasi dengan maksimal.

B. Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini !

1. Sebutkan keberkahan yang akan diperoleh anak jika berbakti kepadakedua orangtuanya !

2. Jelaskan mengapa kita harus berbakti kepada orangtua !

3. Sebutkan wujud baktimu kepada kedua orangtua saat ini? (minimal 3)

4. Jelaskan sikap terbaik saat bertemu dengan bapak dan ibu guru baik disekolah maupun di luar sekolah 

5. Jelaskan mengapa kita harus menghormati dan menaati guru!

Jawaban Esay halaman 201 pai kelas 9 bab 9 halaman 201

1. Sebutkan keberkahan yang akan diperoleh anak jika berbakti kepada kedua orangtuanya!

Beberapa keberkahan yang akan diperoleh anak, antara lain :  

Mendapatkan kunci untuk masuk ke dalam surga Allah SWT.

Berbakti kepada kedua orangtua merupakan salah satu bentuk ketaatan di jalan Allah SWT yang mampu mendatangkan banyak pahala.

Berbaktinya seorang anak terhadap orangtuanya dapat menghapuskan dosa-dosa yang telah dilakukan seorang anak.

2. Jelaskan mengapa kita harus berbakti kepada orangtua!

           Alasan mengapa kita harus berbakti kepada orangtua, sebab hal ini merupakan sebuah kewajiban seorang anak. Hal ini juga dipertegas di dalam seluruh kitab agama bahwa seorang anak hukumnya wajib menghormati, mematuhi, serta memuliakan kedua orangtuanya.

3. Sebutkan wujud baktimu kepada kedua orangtua saat ini? (minimal 3)

Senantiasa mengindahkan nasihat dan perintah kedua orangtua kita.

Tidak pernah berdusta kepada orangtua.

Meringankan segala pekerjaan rumah yang mampu kita kerjakan.

Memohon izin kepada orangtua terlebih dahulu apabila akan bepergian meninggalkan rumah.

Senantiasa mendoakan kedua orangtua serta memohon ampunkan dosa kedua orangtua kita.

Menjadi anak yang sholeh dan shalihah.

Membatasi diri agar tidak terjerumus dalam pergaulan bebas.

Mengasuh orangtua yang sudah tua dengan penuh kasih sayang selayaknya mereka yang mengasuh kita sewaktu kecil dengan penuh kasih sayang.

Senantiasa meluangkan waktu untuk mengabari atau menjenguk kedua orangtua.

Tidak berkata kasar dan bertindak tidak sopan terhadapkedua orangtua.

Berusaha sedikit membalas jasa-jasa kedua orangtua kita seperti dengan belajar sungguh-sungguh, tidak terjerumus dalam pergaulan bebas, menjaga diri sebaik mungkin, tidak mencemarkan nama baik orangtua, menjadi anak yang beprestasi, dsb

4. Jelaskan sikap terbaik saat bertemu dengan bapak dan ibu guru baik di sekolah maupun di luar sekolah!

           Maksud sikap terbaik saat bertemu bapak dan ibu guru baik di sekolah maupun di luar sekolah ialah memberikan sikap perilaku yang sama sekali tidak menyakitkan serta menyinggung hati mereka sebagai salah satu bentuk penghormatan dan penghargaan terhadap bapak dan ibu guru kita yang telah sangat berjasa dalam membimbing kita.

5. Jelaskan mengapa kita harus menghormati dan menaati guru!

           Guru adalah orangtua kedua, yaitu orang yang mendidik seorang anak menjadi lebih baik dan lebih diridai Allah SWT. Guru yang menuntun kita mencapai derajat yang tinggi di hadapan Allah SWT. Oleh karena itu, Allah SWT memerintahkan setiap orang menghormati gurunya.  

           Perintah tersebut tertuang dalam Qs. Al-Mujadillah ayat 11 yang berbunyi “… niscaya Allah akan mengangkat (derajat) orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu beberapa derajat. Dan Allah Mahateliti apa yang kamu kerjakan.” Ayat ini menjelaskan bahwa orang yang berilmu memiliki derajat yang tinggi di mata Allah SWT. Oleh karena itu, guru sebagai orang yang berilmu wajib dihormati dan dipatuhi, selama perintah tersebut tidak bertentangan dengan syariat Islam.

Rangkuman PAI kelas 9 bab 9

Keharmonisan dan kebahagiaan hidup sebuah keluarga akan terwujud jika semua anggota keluarga saling menghormati dan menyayangi. Anak menghormati orangtua, dan orangtua menyayangi anaknya. Seorang adik menghormati kakaknya, dan kakak menyayangi adik-adiknya. Sikap saling menghormati dan menyayangi seperti ini harus dibiasakan mulai dari keluarga. Pembiasaan dan penanaman akhlak mulia sejak dari dalam keluarga akan membentuk karakter positif seorang anak. Menghormati dan menyayangi kedua orangtua merupakan kewajiban seorang anak. Sikap menghormati dan menyayangi kedua orangtua dapat dimaksudkan sebagai bentuk balas budi kita kepada mereka. Namun balas budi kita tak akan bisa sepadan dengan pengorbanannya. Sangatlah wajar apabila kita diwajibkan Allah Swt. untuk menghormati kedua orangtua. Mengingat jasa-jasanya kepada kita sungguh tak ternilai. Kewajiban menghormati kedua orangtua banyak tertuang dalam al-

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (Q.S. al-Isrā’/17:23)Ayat tersebut menegaskan bahwa Allah Swt. mewajibkan kita berbuat baik kepada ibu bapak. Tutur kata kita kepada keduanya haruslah lemah lembut. Mengucapkan kata “ah” kepada orangtua saja tidak dibolehkan oleh agama, apalagi mengucapkan kata-kata atau memperlakukan mereka dengan lebih kasar daripada itu. Ketika kita sedang dinasihati orangtua dengarkan baik-baik, jangan memotong pembicaraan. Kita berusaha menampilkan sikap terbaik supaya kedua orangtua merasa dimuliakan. Nasihat-nasihat tersebut kita laksanakan dengan sebaik-baiknya. 

Menghormati kedua orangtua akan mendatangkan keberkahan hidup bagi seorang anak. Mengapa demikian? Karena dengan menghormati kedua orangtua mereka akan merasa senang dan bangga. Mereka akan berdoa kepada Allah Swt. agar anak-anaknya mendapat perlindungan-Nya. Doa orangtua sangat berarti bagi anak-anaknya. Inilah yang akan menjadikan hidup kita berkah. 

Anak yang menghormati kedua orangtuanya akan selalu meminta nasihat, petunjuk, dan doa. Inilah cerminan anak salih/salihah. Anak salih tidak menganggap orangtuanya bodoh dan ketinggalan zaman. Mereka juga tidak merasa malu dan menyesal dengan keadaan orangtua. Meskipun pendidikan seorang anak lebih tinggi dari kedua orangtua, ia tetap tidak meremahkan dan menganggap rendah orangtuanya. Mereka memposisikan orangtua di tempat yang mulia. Setiap hari meminta doa restu kedua orangtua agar cita-citanya tercapai.Ada seseorang bertanya kepada Rasulullah saw., antara bapak dan ibu manakah yang lebih berhak diperlakukan dengan baik? Cermatilah kisah berikut ini !

Anak salih juga akan menghormati gurunya sebagaimana ia menghormati kedua orangtua. Guru telah berjasa besar mendidik kita menjadi pintar dan berakhlak mulia. Ia akan selalu mengikuti pelajaran dengan penuh semangat. Mengerjakan tugas sekolah dengan baik dan tepat waktu. Mendengarkan dan melaksanakan nasihat dan petunjuk dengan sungguh-sungguh. Pantang bagi anak salih untuk menyakitihati gurunya. Justru ia akan selalu berusaha membuat gurunya senang dan bangga dengannya. Ia akan selalu minta nasihat dan doa dari setiap guru yang mengajar di kelas. Jika dalam satu hari ia mendapat doa dari empat guru, maka dalamsatu minggu ia akan mendapat dua puluh delapan kali doa dari guru-guru tersebut. Berarti dalam satu bulan ia mendapat seratus dua belas 

Menuai Keberkahan dengan Rasa Hormat dan Taat kepada Orangtua dan GuruIbnu Mas’ud, seorang sahabat Rasulullah saw. bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah yang lebih berhak aku pergauli dengan baik?” beliau menjawab: “Ibumu.” Kutanyakan lagi, “Lalu siapa lagi?” beliau menjawab: Ibumu.” Aku bertanya lagi, “Siapakah lagi?” beliau menjawab: “Ibumu.”Aku bertanya lagi, “Siapakah lagi?” beliau baru menjawab: “Kemudian barulah bapakmu, kemudian kerabat yang paling terdekat yang terdekat.” Sumber: Hadis yang diriwayatkan oleh at-Tirm³z³

pendidikan agama islaam 

Gambar 9.8. Anak salih akan mendengar dan melaksanakan nasihat orangtua dengasebaik-baiknya.Sumber: iniyangbaru.com

Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 191kali doa, dan seribu tiga ratus empat puluh empat kali doa dalam satu tahun. Subhanallah, doa-doa dari bapak dan ibu guru inilah yang turut andil dalam kesuksesan dan keberkahan hidup kita. Sungguh Allah Swt. mengabulkan semua doa hamba-Nya, apalagi doa itu dipanjatkan dengan ikhlas oleh bapak dan ibu guru secara berulang-ulang dan terus menerus. Tentu doa-doa ini sulit kita dapatkan jika kita sering membuat bapak ibu 

guru kecewa dan sakit hati karena perilaku buruk yang kita lakukan. Oleh karena itu hormatilah bapakdan ibu guru dengan sepenuh hati. Contoh lain akhlak anak salih, saat berjalan dan berpapasan dengan 

bapak atau ibu guru mereka akan menyapa sambil tersenyum dan mencium tangannya. Sikap mulia ini adalah salah satu bentuk sikap menghormati bapak dan ibu guru baik ketika di sekolah maupun di luar sekolah. 

2. Taat kepada Orangtua dan Guru

Artinya: “Dan Kami perintahkan kepada manusia (agar berbuat baik) kepada kedua orangtuanya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam usia dua tahun. ) Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada kedua orangtuamu. Hanya kepada Aku kembali-mu.” (Q.S. Luqmān/31:14)Seorang anak wajib mentaati kedua orangtua. Ketaatan seorang 

anak kepada kedua orangtua merupakan bentuk “birrul walidain”. Birrul walidain adalah berbakti kepada kedua orangtua. Berbakti kepada kedua orangtua termasuk salah satu amalan paling mulia dalam agama. Hal ini pernah dijelaskan oleh Rasulullah saw. Cermatilah isi dari sabda Rasulullah saw. berikut ini:

Aktivitas Siswa 2:

a. Membaca 24-VRNÁO14 beserta artinya dengan cermat!

b. Secara berkelompok menjabarkan isinya, dilengkapi ilustrasi berupa gambar, video, skema, atau bagan yang sesuai.

c. Menyampaikan atau memaparkan hasilnya kepada kelompok lain untuk dibandingkan dan saling melengkapi.

Berbakti kepada orangtua akan mendatangkan banyak keberkahan dan keutamaan bagi seorang anak. Keberkahan ini dapat dirasakan baik ketika masih hidup di dunia maupun kelak di akhirat. Beberapa keberkahan dan keutamaan tersebut adalah sebagaimana berikut ini.

a. Berbakti kepada orangtua merupakan salah satu kunci masuk surga. Allah Swt. akan membuka pintu surga bagi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya. Bahkan akan mendapat kedudukan dan derajat yang tinggi di surga. Hal ini dikarenakan rida Allah Swt. tergantung dari rida orangtua, murka Allah Swt. juga tergantung murka orangtua. Anak yang durhaka kepada orangtuanya tidak akan masuk surga atau dengan kata lain, ia akan masuk neraka. 

b. Berbakti kepada kedua orangtua merupakan bagian dari ɩKJIÁEGsTBCsMJMMÁIɪ atau berjuang di jalan Allah Swt. Jihad memiliki nilai pahala sangat besar di sisi Allah Swt. Seorang anak yang ikhlas berbakti kepada kedua orangtuanya akan mendapat pahala sangat besar dari Allah Swt.

c. Berbakti dan menghormati orangtua dapat melebur dosa-dosa besar. Dosa-dosa yang pernah dilakukan seorang anak akan mendapat ampunan dari Allah Swt. disebabkan ia berbakti kepada kedua orangtuanya. Ampunan Allah Swt. merupakan karunia sangat berharga bagi seorang manusia, sebab, ampunan Allah Swt. akan menjadikan hidup kita tenang dan bahagia, baik di dunia maupun di akhirat kelak. Bentuk berbakti kepada kedua orangtua beragam, di antaranya dengan menaati perintah mereka. Sikap terbaik seorang anak ketika dimintai tolong orangtuanya adalah segera melaksanakan dengansenang hati dan tak mengharap imbalan. Berkaitan dengan hal ini, bacalah kisah inspiratif berikut ini !

Ibnu Mas’ud pernah bertanya kepada Rasulullah saw., “Wahai 

Rasulullah, amalan apakah yang paling mulia?” beliau menjawab: “Salat 

tepat pada waktunya.” Aku bertanya lagi, “Kemudian apakah lagi wahai 

Rasulullah?” beliau menjawab: “Kemudian berbakti kepada kedua 

orangtua.” Aku bertanya lagi, “Apa lagi wahai Rasulullah?” beliau menjawab: 

“Kemudian berjihad di jalan Allah.”

Sumber: Hadis yang diriwayatkan oleh at-Tirm³E[³

Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 193

Kisah Gadis Kecil dan Ayahnya

Seorang gadis kecil sedang berjalan bersama ayahnya menyeberangi 

sebuah jembatan. Ayahnya merasa khawatir dengan keselamatan putrinya 

kalau jatuh ke sungai. Untuk itu, dia menyuruh putrinya agar memegang 

erat-erat tangannya “Anakku, peganglah erat-erat tangan ayahmu ini, agar 

kamu tidak terjatuh.”

Putrinya menjawab dengan tegas, 

“Tidak, ayah. Ayahlah yang harus 

memegang tanganku erat-erat.”

“Ayo, peganglah tangan ayah, agar 

kamu tidak terjatuh, putriku,” seru 

ayahnya lagi. Putrinya itu juga dengan 

cepat menjawab, “Tidak mau, kumohon 

Ayah peganglah tanganku.”

Dengan heran ayahnya kemudian bertanya, “Apa bedanya, putriku?”

Putrinya menjawab, “Ya, Ayah. Bila saya yang memegang tangan Ayah, 

bisa jadi saya tidak kuat memegangnya lalu terlepas. Namun, bila Ayah 

yang memegang tanganku, maka engkau tidak akan melepaskannya 

sama sekali.”

Sumber: 110 Hikmah untuk Setiap Muslim

Gambar 9.9.

Sumber: mbojo.•les.wordpress.com

Di samping berbakti kepada orangtua, kita harus taat kepada guru. 

Sebagaimana wajib hukumnya mematuhi kedua orangtua, wajib pula 

mematuhi perintah para guru selama 

tidak bertentangan dengan syariat 

agama Islam. Guru adalah orangtua 

kedua setelah orangtua kandung atau 

orangtua asuh. Guru telah berjasa 

besar dalam mendidik dan mengajari 

kita berbagai ilmu pengetahuan, serta 

menanamkan akhlak mulia. Ia tak 

kenal lelah berusaha maksimal guna 

mencerdaskan anak bangsa. 

Menghormati, menyayangi, serta 

memuliakan guru merupakan perilaku 

Gambar 9.10. Berbakti kepada guru 

akan mendapat keberkahan hidup.

Sumber: dewarahayu.•les.wordpress.

com

194 Kelas IX SMP/MTs

terpuji yang harus kita lakukan. Segala perintah dan nasihatnya kita 

laksanakan sepenuh hati. Setiap saat kita doakan mereka supaya mendapat 

perlindungan Allah Swt. Jika ini dilakukan oleh seluruh murid, maka 

sungguh ini akan membawa keberkahan bagi pendidikan di Indonesia. 

Guru telah berjasa melestarikan dan menyampaikan ajaran Islam 

sehingga kita memiliki akidah yang lurus, serta memahami antara 

yang haq dan batil. Rasulullah saw. memerintahkan umat Islam untuk 

menghormati dan menaati guru. Hal ini disebabkan guru adalah pewaris 

ilmu dan menjadi salah satu jalan menuju keberkahan ilmu. Ilmu yang 

berkah adalah ilmu yang dimanfaatkan dan diamalkan dalam kehidupan 

sehari-hari. 

Seorang murid dilarang meremehkan dan merendahkan gurunya. 

Rasulullah saw. telah mengingatkan kita semua agar tidak merendahkan 

seorang guru. Perhatikan hadis berikut ini: 

Sabda Rasulullah saw. tersebut menegaskan bahwa kalian dilarang 

untuk merendahkan, apalagi menghina, atau mencela guru, baik secara 

langsung maupun tidak langsung. Sikap ini harus dipegang sungguh-

sungguh, sebab bisa jadi suatu saat kalian lebih pintar dari guru-guru kalian. 

Meskipun demikian, kalian harus tetap rendah hati dan menghormatinya, 

karena pada hakikatnya kepandaian kalian saat ini adalah berkat didikan 

guru-guru kalian dahulu. Merendahkan guru merupakan sikap tercela dan 

menjadi cerminan bahwa yang bersangkutan tidak memiliki rasa terima 

kasih kepada guru. 

Dalam sebuah hadis riwayat al-Baihaqi, Rasulullah saw. bersabda:

“Barangsiapa yang merendahkan gurunya, akan ditimpakan oleh Allah 

kepadanya tiga azab (penderitaan): 1. sempit rezekinya, 2. hilang  manfaat 

ilmunya, 3. keluar dari dunia ini (wafat) tanpa iman.”

Sumber: Hadis yang diriwayatkan oleh al-Baihaqi

Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 195

D. Re!eksi Akhlak Mulia

Kalian sekarang menjadi cukup mengerti mengenai “Menuai Keberkahan 

dengan Rasa Hormat dan Taat kepada Orangtua dan Guru”. Terkait dengan 

materi ini, lakukanlah re!eksi diri. Tanggapilah pernyataan-pernyataan 

berikut, menurut apa yang kamu rasakan dengan cara memberi tanda silang 

pada gambar yang sesuai. 

Kisah Sukses Anak Tukang Cuci Baju

Seorang pemuda setelah lulus kuliah dengan predikat sangat 

memuaskan, ingin menjadi pegawai pada sebuah perusahaan besar. 

Pada tes pertama dia berhasil lolos. Kemudian, dia menghadap direktur 

perusahaan untuk tes terakhir dan akan ditentukan apakah dia diterima 

atau tidak.

Kalau dilihat dari riwayat pendidikan pemuda itu, dia termasuk orang 

yang pandai dan cerdik. Sejak di sekolah dasar, menengah, hingga 

selesai jenjang pendidikan akademisnya, semua lulus dengan nilai 

memuaskan. Direktur lalu bertanya kepadanya, “Apakah selama Anda 

kuliah pernah mendapatkan beasiswa?”, “Tidak pernah sama sekali, Pak,” 

Aktivitas Siswa 3:

a. Membaca kisah teladan berikut.

b. Berdiskusi dan bekerja sama untuk menceritakan kembali secara 

langsung atau disajikan dengan bentuk sosiodrama. 

c. Menyimpulkan dan menyampaikan pelajaran yang dapat dipetik dari 

kisah berikut.

Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 197

jawabnya. “Apakah selama ini yang membayar uang kuliahmu adalah 

ayahmu sendiri?” lanjut direktur dalam pertanyaannya. Pemuda itu lalu 

menjawab, “Ayahku telah meninggal sejak saya berusia setahun. Ibu 

saya yang telah membiayai sekolah serta kuliah saya hingga lulus.”

“Ibumu bekerja di mana?” tanya 

direktur itu kemudian.

“Ibu saya bekerja sebagai tukang cuci 

baju,” jawab pemuda itu.

Kemudian direktur meminta agar 

pemuda itu menunjukkan kedua 

telapak tangannya dan ternyata 

kedua telapak tangan pemuda itu 

sangat lembut dan halus. Lalu direktur 

bertanya kepadanya, “Apakah Anda 

pernah membantu ibumu mencuci baju-baju?”

“Tidak pernah sama sekali. Ibu saya selalu menyuruh saya belajar dengan 

rajin. Di samping itu beliau biasa mencuci dengan cepat dan saya tidak 

bisa melakukan seperti itu,” jawab si pemuda. Direktur itu pun berkata 

kepadanya, “Saya ada satu permintaan sederhana padamu. Nanti saat 

kamu sudah pulang ke rumah, saya minta kamu mencuci kedua tangan 

ibumu, kemudian besok kamu datang lagi kemari.” Saat itu, si pemuda 

merasa bahwa kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan semakin 

dekat.

Ketika dia pulang ke rumah, dia pun segera meminta pada ibunya 

agar dia diizinkan mencuci kedua tangannya, dengan harapan ingin 

mendapatkan pekerjaan yang dia inginkan. Ibunya merasa bahagia 

dengan berita dari putranya yang menggembirakan itu. Namun, disisi 

lain beliau merasa heran dengan permintaan putranya itu. Walaupun 

demikian, ibu itu pun menyerahkan kedua tangannya kepada putranya 

untuk dicuci. Pemuda itu pun saat mencucinya, air mata pemuda itu 

bercucuran ketika melihat kedua telapak tangan ibunya.

Ini adalah pertama kali ia memerhatikan betapa kasar telapak tangan 

ibunya. Dia lihat kulitnya pun agak kemerahan, sehingga bila terkena 

air, beliau merasakan perih. Ini adalah pertama kali pemuda itu merasa 

terharu. Kedua telapak tangan itu setiap hari mencuci banyak baju demi 

membiayai uang sekolah serta kuliahnya. Memar kemerahan yang ada 

di tangan ibunya merupakan harga yang beliau bayar demi masa depan 

putranya.

Setelah pemuda itu mencuci tangan ibunya, dia pun berdiri, lalu 

melanjutkan mencuci baju serta pakaian yang belum tercuci. Di malam 

harinya, pemuda itu berbicara panjang lebar dengan ibunya dalam 

suasana yang cukup hangat.

Di pagi harinya, si pemuda bergegas menuju perusahaan yang 

dilamarnya, seraya bercucuran air mata. “Apakah Anda berkenan 

becerita pada saya, apa yang Anda lakukan dan apa yang telah Anda 

dapatkan dari ibu Anda tadi malam?” tanya pak direktur. Pemuda itu 

pun menjawab, “Saya telah mencuci kedua tangan beliau dan saya pun 

membantunya mencuci baju serta pakaian lain.”

Kemudian pak direktur meminta padanya agar mengatakan apa yang 

telah dirasakan saat ini dengan jujur. Dia lalu menjawab, “Pertama, saya 

paham apa arti ketulusan dalam bersikap. Andaikan 

tak ada ibu dengan segala pengorbanannya, niscaya 

mungkin saya tidakakan seperti sekarangini. Kedua, ketika saya 

melakukan apa yang bisa beliau lakukan, saya menjadi paham arti kerja 

keras dan sungguh-sungguh. Ketiga, saya paham arti sebuah keluarga 

yang sangat penting dalam kehidupan saya.”

Saat itu, bapak direktur bertutur padanya, “Inilah yang selama ini saya 

cari. Seseorang yang akan menduduki jabatan kepala bagian dan dia 

paham serta bisa menghargai kerja orang lain. Uang baginya bukan 

tujuan utama ketika melakukan suatu pekerjaan. Selamat, Anda 

sekarang diterima bekerja di tempat kami.”

Singkat cerita, pemuda itu pun bekerja dengan penuh dedikasi serta 

semangat tinggi dan selalu menghargai teman-temannya sesama 

pegawai. Seluruh pegawai bekerja dengan sinergis laksana sebuah tim 

kuat dan perusahaan itu pun berkembang pesat. 

Sumber: 110 Hikmah untuk Setiap Muslim

Buku Siswa Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti 199

F. Rangkuman

1. Menghormati dan menyayangi kedua orangtua merupakan kewajiban 

seorang anak.

2. Seorang siswa wajib menghormati dan menaati gurunya.

3. Menghormati kedua orangtua dan guru akan mendatangkan keberkahan 

hidup.

4. Seorang ibu memiliki kedudukan tiga tingkat dibanding bapak.

5. Salah satu bentuk berbakti kepada orangtua dan guru adalah mendoakan 

mereka setiap saat.

6. Orangtua dan guru telah berjasa besar bagi kehidupan kita.

You May Also Like