KUNCI JAWABAN PAI Kelas 10 BAB 9 Halaman 156

pada hari ini kakak akan memberikan sentuhan pembahasan yang membahas tentang kunci jawaban, kunci jawaban merupakan sebuah artikel yang membahas tentang kunci kunci jawaban dari soal-soal yang ada pada tugas untuk itu dijual kakak harap tadi adik mau menulis apa yang  kela kakak buat di pada pembahasan kali ini.

Kunci jawaban PAI Kelas 10 BAB 9 Halaman 156 Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt

 kakak menyadari bahwasannya kunci jawaban ini sangatlah langka dalam artian terdapat banyak sekali kunci jawaban yang membahas mengenai tugas-tugas namun tak hanya sedikit kunci jawaban yang memiliki jawaban yang tepat dan benar.

 karena kunci jawaban yang tepat dan benar

akan membuat adik-adik dapat memperoleh nilai yang begitu memuaskan dalam artian nilai yang maha diperoleh dari adek-adek akan digunakan sebagai salah satu faktor untuk penentuan nilai rapot.   Kunci jawaban PAI  Kelas 10 BAB 9 Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt Buku SMA

Baca juga:

Kunci jawaban Evaluasi BAB 9 Halaman 156 Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt 

kunci jawaban yang kakak bawa ini digunakan sebagai referensi saja ya karena kakak membuat kunci jawaban ini tujuannya supaya jika ada soal yang tidak diketahui ataupun tidak dapat dijawab adek adek bisa menggunakan kunci jawaban yang kakak buat ini.

Kunci jawaban PAI Kelas 10 BAB 9 Halaman 156 Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt

Kakak yakin jika adik – adik menggunakan kunci jawaban yang kakak buat ini, kakak rasa adik – adik akan memperoleh nilai yang memuaskan, maksudnya adik-adik akan memperoleh nilai yang besar-besar yang akan dapat membantu untuk penilaian rapot

A. Uji Pemahaman

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini dengan jelas.

1. Sebutkan isi Perjanjian Hudaibiyah.

2. Tuliskan lafaż ażan.

3. Jelaskan isi khutbah wada’.

4. Jelaskan dasar-dasar kehidupan bermasyarakat yang dibangun Nabi Muhammad saw. di Madinah.

5. Jelaskan latar belakang terjadinya Perang Tabuk.

B. Kunci Jawaban

1. Berikut isi perjanjian Hudaibiyyah :

1. Pada kedua belah pihak, yaitu dari kaum ka r Quraisi dan kaum dari Nabi Muhammad SAW, sepakat dan setuju atas diadakannya sebuah gencatan senjata yang kemudian akan dilaksanakan selama kurang lebih 10 tahun lamanya.

2. Kemudian, untuk setiap orang yang berada di Mekkah kemudian akan diberikan sebuah kebebasan yang di mana kebebasan tersebut digunakan untuk bergabung dan juga kemudian untuk mengadakan sebuah perjanjian baik itu dengan Nabi Muhammad SAW dan/atau kepada dengan kaum Ka r Quraisy. 

3. Selanjutnya, untuk setiap orang yang berasal dari pengikut dari kaum ka r Quraisy yang di mana menyeberang dan pindah ke kaum Nabi Muhammad SAW yang di mana berpindah tanpa ada izin yang berasal dari wali dari kaum ka r Quraisy, maka orang tersebut akan dilakukan pengembalian kepada kaum ka r Quraisy. Tetapi, apabila terdapat seorang yang

4. Terakhir, pada tahun pelaksanaan dilaksanakannya perjanjian hudaibiyah ini, Nabi Muhammad SAW dan kaumnya diharuskan untuk segera kembali ke daerah Madinah. Kemudian, untuk ditahun selanjutnya, Nabi Muhammad SAW dan kaumnya dapat diizinkan untuk melakukan ibadah haji yang kemudian diberikan syarat untuk bertempat tinggal didaerah Mekkah dalam kurun waktu tiga hari lamanya dan juga tidak diizinkan untuk membawa persenjataan.

2.

lafaz azan

3. Pada tanggal 9 Zulhijjah, di lembah sebuah wadi di bilangan Urana dan Rasulullah SAW masih di atas unta, berhenti dan kemudian berkhutbah di depan lebih seratus ribu orang yang hadir saat itu. Khutbah berlangsung di bawah panas matahari menuju tengah hari. Umayyah bin Rabi’ah bin Khalaf, diminta mengulang keras setiap kalimat yang beliau sampaikan, agar dapat didengar di tempat yang jauh dari tempat Rasulullah berada.

Khutbah wada yang disampaikan Rasulullah SAW antara lain

1. Larangan membunuh jiwa dan mengambil harta orang lain

2. Kewajiban meninggalkan tradisi jahiliyah seperti pembunuhan balasan dan riba 

3. Mewaspadai gangguan setan dan kewajiban menjaga agama 

4. Larangan mengharamkan yang dihalalkan dan sebaliknya maknanya 

5. Kewajiban memuliakan wanita (Istri) 

6. Kewajiban berpegang teguh pada Al-Qur’an dan As- Sunnah 

7. Kewajiban taat kepada pemimpin siapa pun Dia Selama Masih Berpegang Teguh pada Al Qur’an.

8. Kewajiban Berbuat Baik kepada Hamba Sahaya. 

9. Umat Islam adalah Bersaudara antara Satu dengan Lainnya. 

10. Kewajiban Menyampaikan Khutbah Rasulullah SAW kepada Orang Lain

4. Dasar-dasar kehidupan bermasyarakat yang dibangun Nabi Muhammad saw

1. beramah-tamah dengan semua umat

2. tidak kikir sombng dan angkuh dll

3. tidak menyiksa anak yatim

4. bermorol tinggi

5. menghormati lebih tua

5. Latar belakang terjadinya Perang Tabuk adalah para pedagang yang kembali dari Negeri Syam memberi kabar kepada Rasulullah saw bahwa Raja Romawi  ingin menyerang wilayah-wilayah yang dikuasai oleh Rasulullah saw dan mempersiapkan penyerangan di perbatasan wilayah arab sebelah utara.  

Mendengar kabar ini dan karena dampak dari Perang Mut’ah di mana Rasulullah berhasil memperluas pengaruhnya hingga ke Semenanjung Arab, Rasulullah saw mengadakan persiapan-persiapan untuk menyerang Romawi dan meminta seluruh umat Islam di Madinah untuk turut dalam perang. Tetapi sekelompok kaum muna k mengundurkan diri dari peperangan. Akhirnya pasukan Rasulullah saw yang berjumlah 30 ribu pada bulan Rajab Tahun ke-9 Hijriah (Oktober 631 M) tiba di medan perang, tapi mereka tidak menemukan tanda-tanda keberadaan pasukan Romawi.  serta taat pada allah dan segala erintahnya

 Baca juga:

 walaupun kakak telah membuat kunci jawaban ini tetapi kakak tidak bisa memastikan kunci jawaban yang kakak buat ini dapat memperoleh nilai yang sempurna artinya saya tidak bisa memastikan kalian mendapatkan nilai 100 pada dasarnya semua jawabannya kembali lagi pada guru kalian masing-masing. Kunci jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti  Kelas 10 BAB 9 Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt Buku SMA

 berikut ini pembalasan yang dapat yang dapat dibaca di bawah ini semoga bermanfaat sebagai jangan lupa untuk meng komen di bawah dan jangan lupa untuk berlangganan di blog kami ini ya semoga bermanfaat artikel kali ini jangan lupa untuk selalu berdoa sebelum belajar dan jangan lupa juga untuk mengambil jajan dari ibu.

Rangkuman PAI Kelas 10 BAB 9 Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt 

A. Memahami Perjuangan Dakwah Nabi Muhammad saw.

1. Hijrah, Titik Awal Dakwah Rasulullah saw. di Madinah

Wafatnya istri tercinta Siti Khadijah dan Pamannya Abu °alib, yang 

selalu menjadi pembela utama dari ancaman para kafir Quraisy, beban 

Rasulullah saw. dalam berdakwah menyebarkan ajaran Islam makin berat. 

Di sisi lain, kesediaan penduduk Madinah (Yașrib) memikul tanggung 

jawab bagi keselamatan Rasulullah saw. merupakan tanda yang jelas bagi 

kelanjutan dakwah Rasulullah saw. Beberapa faktor yang mendorong 

Rasulullah saw. hijrah ke Madinah antara lain sebagai berikut.

a. Pada tahun 621 M, telah datang 13 orang penduduk Madinah menemui 

Rasulullah saw. di Bukit Aqaba. Mereka berikrar memeluk agama Islam.

b. Pada tahun berikutnya, 622 M datang lagi sebanyak 73 orang dari 

Madinah ke Mekah yang terdiri atas suku Aus dan Khazraj yang 

pada awalnya mereka datang untuk melakukan ibadah haji, tetapi

Faktor lain yang mendorong Rasulullah saw. untuk hijrah dari Kota 

Mekah adalah pemboikotan yang dilakukan oleh kafir Quraisy kepada 

Rasulullah saw. dan para pengikutnya (Bani Hasyim dan Bani Muṭallib). 

Pemboikotan yang dilakukan oleh para kafir Quraisy mencakup hal-hal 

berikut. 

a. Melarang setiap perdagangan dan bisnis dengan pendukung Nabi 

Muhammad saw.

b. Tidak seorang pun berhak mengadakan ikatan perkawinan dengan 

orang muslim.

c. Melarang keras bergaul dengan kaum muslim.

d. Musuh Nabi Muhammad saw. harus didukung dalam keadaan bagaimana pun.

B. Substansi Dakwah Nabi saw. di Madinah

1. Membina Persaudaraan antara Kaum Anśar dan Kaum Muhajirin

Kehadiran Rasulullah saw. dan Kaum Muhajirin (sebutan bagi pengikut 

Rasulullah saw. yang hijrah dari Mekah ke Madinah) mendapat sambutan 

hangat dari penduduk Madinah (Kaum Anśar). Mereka memperlakukan 

Nabi Muhammad saw. dan para Muhajirin seperti saudara mereka sendiri. 

Mereka menyambut Rasulullah saw. dengan kaum Muhajirin dengan

penuh rasa hormat selayaknya seorang tuan rumah menyambut tamunya. 

Bahkan, mereka mengumandangkan sya’ir yang begitu menyentuh qalbu. 

Bunyi sya’ir yang mereka kumandangkan adalah seperti berikut.

“Telah muncul bulan purnama dari Șaniyatil Wadai’, kami wajib 

bersyukur selama ada yang menyeru kepada Tuhan, Wahai yang diutus 

kepada kami. Engkau telah membawa sesuatu yang harus kami taati.”

Sejak itulah, Kota Ya¡rib diganti namanya oleh Rasulullah saw. dengan 

sebutan “Madinatul Munawwarah”.

Isi perjanjian yang dibuat Nabi Muhammad saw. dengan kaum Yahudi 

sebagai berikut.

a. Kaum Yahudi hidup damai bersama-sama dengan kaum Muslimin.

b. Kedua belah pihak bebas memeluk dan menjalankan agamanya masing-masing.

c. Kaum muslimin dan kaum Yahudi wajib tolong-menolong dalam melawan siapa saja yang memerangi mereka.

d. Orang-orang Yahudi memikul tanggung jawab belanja mereka sendiri dan sebaliknya kaum muslimin juga memikul belanja mereka sendiri.

e. Kaum Yahudi dan kaum muslimin wajib saling menasihati dan tolong-

menolong dalam mengerjakan kebajikan dan keutamaan.

f. Kota Madinah adalah kota suci yang wajib dijaga dan dihormati oleh 

mereka yang terikat dengan perjanjian itu.

g. Kalau terjadi perselisihan di antara kaum Yahudi dan kaum muslimin 

yang dikhawatirkan akan mengakibatkan hal-hal yang tidak diinginkan, 

urusan itu hendaklah diserahkan kepada Allah Swt. dan Rasul-Nya.

h. Siapa saja yang tinggal di dalam ataupun di luar Kota Madinah wajib 

dilindungi keamanan dirinya kecuali orang zalim dan bersalah sebab 

Allah Swt. menjadi pelindung bagi orang-orang yang baik dan berbakti.

2. Membentuk Masyarakat yang Berlandaskan Ajaran Islam

a. Kebebasan Beragama

Tujuan ajaran yang dibawa Nabi Muhammad saw. adalah 

memberikan ketenangan kepada penganutnya dan memberikan 

jaminan kebebasan kepada kaum Muslimin, Yahudi, dan Nasrani dalam 

menganut kepercayaan agama masing-masing. Dengan demikian, Nabi 

Muhammad saw memberikan jaminan kebebasan beragama kepada 

Yahudi dan Nasrani yang meliputi kebebasan berpendapat, kebebasan 

beribadah sesuai dengan agamanya, dan kebebasan mendakwahkan 

agamanya. Hanya kebebasan yang memberikan jaminan dalam 

mencapai kebenaran dan kemajuan menuju kesatuan yang integral dan 

terhormat.

3. Mengajarkan Pendidikan Politik, Ekonomi, dan Sosial

Dalam bukunya 100 Tokoh Paling Berpengaruh di Dunia Sepanjang 

Sejarah, Michael H. Hart yang menempatkan Rasulullah saw. Nabi 

Muhammad saw pada urutan pertama menyatakan bahwa beliau adalah 

satu-satunya orang dalam sejarah yang sangat berhasil, baik dalam hal 

keagamaan maupun keduniaan. Dalam urusan politik Rasulullah saw. 

menjadi pemimpin politik yang amat efektif. Hingga saat ini, empat belas 

abad pasca wafatnya, pengaruhnya sangat kuat dan merasuk.

C. Strategi Dakwah Nabi saw. di Madinah

1. Meletakkan Dasar-Dasar Kehidupan Bermasyarakat

Sesampainya di Madinah, Nabi Muhammad saw. segera meletakkan 

dasar-dasar kehidupan bermasyarakat. Dasar-dasar kehidupan ber-

masyarakat yang dibangun Nabi adalah seperti berikut. 

a. Membangun masjid. Masjid yang dibangun Nabi Muhammad saw. 

tidak saja dijadikan sebagai pusat kehidupan beragama (beribadah), 

tetapi sebagai tempat bermusyawarah, tempat mempersatukan kaum 

muslimin agar memiliki jiwa yang kuat, dan berfungsi sebagai pusat 

pemerintahan.

b. Membangun ukhuwah Islamiyah. Dalam hal ini, Nabi Muhammad saw. 

saw. mempersaudarakan Kaum Anśar (Muslim Madinah) dengan Kaum 

Muhajirin (Muslim Mekah). Beliau mempertemukan dan mengikat 

Kaum Anśar dan Muhajirin dalam satu hubungan kekeluargaan 

dan kekerabatan. Dengan demikian, Nabi Muhammad saw. telah 

membangun sebuah ikatan persaudaraan tidak saja semata-mata 

dikarenakan hubungan darah, tetapi oleh ikatan agama (ideologi).

c. Menjalin persahabatan dengan pihak-pihak lain yang nonmuslim. 

Untuk menjaga stabilitas di Madinah, Nabi Muhammad saw. menjalin 

persahabatan dengan orang-orang Yahudi dan Arab yang masih 

menganut agama nenek moyangnya. Sebuah piagam pun dibuat yang 

kemudian dikenal dengan Piagam Madinah.

a. Perang Badar

Perang Badar merupakan peperangan yang pertama kali terjadi 

dalam sejarah Islam. Perang ini berlangsung antara kaum muslimin 

melawan musyrikin Quraisy. Peperangan ini terjadi pada tanggal 8 

Ramaḍan tahun ke-2 Hijrah. Dengan perlengkapan yang sederhana, 

Nabi Muhammad saw. dengan 305 orang pasukannya berangkat ke 

luar Madinah. Kira-kira 120 km dari Madinah, tepatnya di Badar, 

pasukan Nabi bertemu dengan pasukan Quraisy berjumlah antara 900-

1.000 orang. 

b. Perang Uhud

Kekalahan dalam Perang Badar makin menimbulkan kebencian 

Quraisy kepada kaum muslimin. Karena itu, mereka bersumpah akan 

menuntut balas kekalahan tersebut. Pada tahun ke-3 Hijrah, mereka 

berangkat ke Madinah dengan membawa 3000 pasukan berunta, 200 

pasukan berkuda, dan 700 orang di antara mereka memakai baju besi. 

Pasukan ini dipimpin oleh Khalid bin Walid. Kedatangan pasukan Quraisy 

ini disambut Nabi Muhammad saw. dengan sekitar 1.000 pasukan.

Ketika pasukan Nabi Muhammad saw. melewati batas kota, 

Abdullah bin Ubay menarik 300 pasukan yang terdiri atas orang Yahudi 

dan kembali ke Madinah. Dengan pasukan yang masih tersisa 700 

orang, Nabi Muhammad saw. 

c. Perang Ahzab/Khandaq

Bani Nadir yang menetap di Khaibar berkomplot dengan musyrikin 

Quraisy untuk menyerang Madinah. Pasukan gabungan mereka 

berkekuatan 24.000 pasukan. Pasukan ini berangkat ke Madinah pada 

tahun ke-5 Hijrah. Atas usul Salman al-Farisi, umat Islam menggali Parit 

untuk pertahanan. Oleh karena itu, perang ini disebut dengan Perang 

Khandaq (Parit). Selain itu, peperangan ini disebut dengan Perang 

Ahzab (sekutu beberapa suku) karena Bani Nadir (orang Yahudi yang 

terusir dari Madinah), musyrikin Quraisy, dan beberapa suku Arab yang 

masih musyrik berkomplot melawan pasukan Islam.

d. Perang Hunain

Meskipun Mekah telah ditaklukkan, tidak semua suku Arab 

bersedia tunduk kepada Nabi Muhammad saw. Ada dua suku yang 

masih melakukan perlawanan terhadap Nabi Muhammad saw., yaitu 

Bani Ţaqif di Ţaif dan Bani Hawazin di antara Mekah dan Ţaif. Kedua 

suku ini berkomplot melawan Nabi Muhammad saw. dengan alasan 

menuntut balas atas berhala-berhala mereka (yang ada di Ka’bah) yang 

dihancurkan oleh tentara Islam ketika penaklukan Mekah.

e. Perang Tabuk

Perang Tabuk merupakan perang terakhir yang diikuti oleh 

Nabi Muhammad saw.. Perang ini terjadi karena kecemburuan dan 

kekhawatiran Heraklius atas keberhasilan Nabi Muhammad saw. 

menguasai seluruh jazirah Arab. Untuk itu, Heraklius menyusun 

kekuatan yang sangat besar di utara Jazirah Arab dan Syria yang 

merupakan daerah taklukan Romawi. Dalam pasukan besar ini 

bergabung Bani Gassan dan Bani Lachmides.

2. Surat Nabi Muhammad saw. kepada Para Raja

Genjatan senjata antara Nabi Muhammad saw. dan musyrikin Quraisy 

telah memberi kesempatan kepada Nabi Muhammad saw. untuk melirik 

negeri-negeri lain sambil memikirkan cara berdakwah ke sana. Salah 

satu cara yang ditempuh Nabi Muhammad saw. adalah dengan berkirim 

surat kepada raja-raja, para penguasa negeri-negeri tersebut. Di antara 

raja-raja yang dikirimi surat oleh Nabi Muhammad saw. adalah raja 

Gassan, Mesir, Abisinia, Persia, dan Romawi. Tidak satu pun dari raja-

raja tersebut menyambut dan menerima ajakan Nabi Muhammad saw. 

Semuanya menolak dengan cara yang beragam. Ada yang menolak dengan 

baik dan simpati dan ada pula yang menolak dengan kasar seperti yang 

dilakukan oleh Raja Gassan. Ia tidak sekadar menolak, bahkan utusan Nabi 

Muhammad saw. ia bunuh dengan kejam.

 sekolah sangat menyenangkan sekaligus dengan sekolah kita banyak sekali mengenal atau berteman dengan orang lain itu itu kakak mengajak untuk selalu rajin sekolah ya dan selalu memiliki nilai yang sempurna ataupun nilainya begitu besar  Kunci jawaban Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti  Kelas 10 BAB 9 Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt Buku SMK

key word

 Kunci Jawaban PAI Kelas 10 Bab 9 Halaman 156 merupakan Rangkuman materi, soal, dan Kunci Jawaban Evaluasi Pendidikan Agama Islam
Evalusi PAI Bab 9 / IX (Meneladani Perjuangan Dakwah Rasulullah saw. di Madinah) Halaman 156 PAI (Pendidikan Agama Islam) Kelas X ..
awaban Esai Penilaian Cuilan 9 Pai Halaman 156 Kelas 11 Ekonomi … Kunci Jawaban Agama Islam Kelas 11 Bab 11 Kurikulum 2013. … pendidikan agama islam smp kelas 8 kunci jawaban lks intan pariwara kelas 10 11
Buku Guru Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti Kelas X ini memuat … 9. Bab IX. KI-1, KI-2, KI-3, KI-4. 1.11, 2.11, 3.11, 4.11. 10. Bab X. KI-1, KI-2, KI-3, KI-4 ..
kunci jawaban pai kelas 9 bab 4 halaman 79 Tag. Contoh raport paud buku matematika smk kelas 10 kurikulum 2013 soal uas
atihan soal yang ada di buku cetak agama kelas 9 halamam 37 … Kunci Jawaban Pai Kelas 10 Bab 8 Halaman 139 Evaluasi 
Soal Ulangan Agama Islam Kelas X Semester 2 Soal Ulangan Agama Islam Kelas … 2013 Kunci Jawaban Agama Islam Kelas 11 Semester 2 Bab 9 … dan Budi Pekerti – SMP Kelas 7 Halaman 170 Soal Agama Islam Kelas 4soal. Kisi-kisi memuat rambu-rambu tentang kriteria soal yang akan ditulis

You May Also Like