KUNCI JAWABAN PAI Kelas 10 bab 1 Halaman 19

Hallo kawan – kawan, terimaksi telah berkunjung di blog kakak ini, sedikit ingin kakak perkenalkan blog kakak ini, blog ini kakak buat khusus untuk membahas mengenai artikel tentang pendidiikan, yang di mana blog ini akan berfokus untuk membahas sepereti  kunci jawaban dari berbagai mata pelajaran, salah satunya yang kami bahas adalah mata pelajaran kelas 10 buku pendidikan agama islam dan budi pekerti.

Kunci jawaban PAI Kelas 10 Halaman 19 bab 1 Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt.

Kemudian kami juga membahas mengenai artikel tentang soal-soal, disini kakak berfokus untuk membahas mengenai contoh soal tentang ulangan baik itu soal ulangan awal semester atau pun soal ulanagan akhir semester.

Kakak juga membahas mengenai soal – soal tentang ujian SBMPTN, dan masih banyak lagi yang kami bahas di blog kami ini.

Kunci jawaban Evaluasi kelas 10 Halaman 19 Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt. 

Pada kesempatan kali ini izinkan kakak untuk berbagi sebuah artikel yang membahas mengenai kunci jawaban pelajaran agama islam dan budi pekerti atau sering di sebut pelajaran PAI, pada artikel ini kakak akan berfokus untuk membahas bab pertama atau bab 1.

Baca juga:

Kunci jawaban PAI Kelas 10 Halaman 19 bab 1 Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt.

Di bab satu ini kawan-kawan akan mempelajari tentang bab mengenai Aku Selalu Dekat Dengan Allah Swt., dimana kawan – kawan akan akan belajar mengenai asmaulhusna atau nama allah, dimana hal ini soal yang akan kakak bahas berkaitan dengan pembahasan materinya. Yang mana soalnya akan befokus dengan apa yang telah di uaraikan di dalam bab satu ini, disini kakak akan berusaha semaksimal mungkin dalam kunci menjawab soalnya, dimana kakak akan mencari jawaban yang paling tepat dan benar.

A. Uji Pemahaman

Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut dengan jelas.

1. Bagaimana cara kita meneladani al-Asmā’u al-Ĥusnā al-Karim?

2. Jelaskan manfaat dari meneladani al-Asmā’u al-Ĥusnā al-Wakil.

3. Bagaimana cara kita untuk meneladani al-Asmā’u al-Ĥusnā al-Adl.

4. Bagaimana strategi kita untuk dapat meneladani al-Asmā’u al-Ĥusnā al-Matin?

5. Jelaskan manfaat dari meneladani al-Asmā’u al-Ĥusnā al-Ākhir.

B. Kunci Jawaban

  1. Cara menteladani asmaul husna al-karim adalah menjadi orang yang dermawan, suka menyisihkan sebagian hartanya untuk fakir miskin.
  2. Manfaat menteladani asmaul husna al-wakil diantaranya alam sekitar kita terpelihara dengan baik, tidak ada kerusakan dimuka bumi, ketentraman tercipta dimana-mana.
  3. Cara menteladani al-adl adalah berprilaku adil kepada siapa saja, baik pada diri sendiri, pada orang lain, pada keluarga
  4. Cara menteladani al-matiin adalah kokoh dalam berpendirian, tidak mudah dipecah belah.
  5. Manfaat menteladani asmaul husna al-akhir diantaranya, hidup kita akan tenang karena tujuan terahir kita adalah Allah, bukan masalah duniawi, jika tujuan kita masalah duniawi maka tidak akan ada ahirnya, hidup kita jadi kemerungsung

 Baca juga:

Kakak menyadari akan pentingnya kunci jawaban yang paling tepat dan benar, hal ini tak perlu di pungkiri karena nilai yang di peroleh dari nilai tugas yang di kerjakan kawan – kawan akan di masukan menjadi salah satu penilaian dalam menentukan nilai rapot.

Dimana hal ini sangatlah berkaitan erat dengan kenaikan kelas kawan – kawan, dimana nilai yang di peroleh seluruhnya akan di akumulai terlebih dahulu, akan di akumulasi terlebih dahulu, barulah kemudian akan di masukan ke nilai rapot, itupun hanya beberap persen dari nilai tersebut.

Rangkuman PAI Kelas 10 Bab 1 Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt. 

Untuk itu kakak yakin memang kunci jawaban yang tepat sangatlah di butuhkan kawan – kawan sekalian, utnuk itu kakak dalam menjawab soal – soal yang da pada bab satu  Aku Selalu Dekat Dengan Allah Swt., ini kakak bersunguh sunguh dalam artian kakak menjawabnya dengan membaca dan memahami apa yang di perintahkan soal. Tak jarang juga kakak juga mencari kunci jawaban dari sumber – sumber lain, yang kakak sering cari di sumber situs tepercaya, hal ini kakak lakukan supaya kakak dapat membandingkan jawaban yang kakak buat, dengan jawaban yang kakak cari di situs – situs. 

rangkuman PAI Kelas 10 Halaman 19 bab 1 Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt.

Sehingga kakak dapat memnadingkan kunci jawaban tersebut, sehingga kakak dapat menentukan mana jawaban yang paling tepat menurut kakak, untuk itu kakak mengajak kawan – kawan untuk tidak ragu dengan kunci jawaban yang kakak buat ini. Berikut ini adalah rangkuman dari bab 1 aku selalu dekar dengan Allah AWT.

A. Memahami Makna al-Asmā’u al-Ĥusnā: al-Karīm, al-Mu’min, al-Wakil, al-

Matin, al-Jāmi’, al-‘Adl, dan al-Ākhir.)

1. Pengertian al-Asmā’u al-Ĥusnā

Al-Asmā’u al-Ĥusnā terdiri atas dua kata, yaitu asmā yang berarti nama-nama, dan ĥusna yang berarti baik atau indah. Jadi, al-Asmā’u al- Ĥusnā dapat diartikan sebagai nama-nama yang baik lagi indah yang hanya  dimiliki oleh Allah Swt. sebagai bukti keagungan-Nya. Kata al-Asmā’u al- Ĥusnā diambil dari ayat al-Qur’ān Q.S. Ţāhā/20:8. yang artinya, “Allah Swt.  tidak ada Tuhan melainkan Dia. Dia memiliki al-Asmā’u al-Ĥusnā (nama- nama baik).“

2. Dalil tentang al-Asmā’u al-Ĥusnā

a. Firman Allah Swt. dalam Q.S. al-A’rāf/7:180

—————————————————————————————

Artinya: “Dan Allah Swt. memiliki asmā’ul ĥusna, maka bermohonlah  kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama-Nya yang baik itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam (menyebut)  nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa  yang mereka kerjakan.” (Q.S. al A’rāf/7:180)  Dalam ayat lain dijelaskan bahwa al-Asmā’u al-Ĥusnā merupakan  amalan yang bermanfaat dan mempunyai nilai yang tak terhingga  tingginya. Berdoa dengan menyebut al-Asmā’u al-Ĥusnā sangat  dianjurkan menurut ayat tersebut.

b. Hadis Rasulullah saw. yang diriwayatkan Imam Bukhari

—————————————————————————————

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra. sesungguhnya Rasulullah  saw. bersabda: Sesungguhnya Allah Swt. mempunyai sembilan  puluh sembilan nama, seratus kurang satu, barang siapa yang menghafalkannya, maka ia akan masuk surga”. (H.R. Bukhari) Berdasarkan hadis di atas, menghafalkan al-Asmā’u al-Ĥusnā  akan mengantarkan orang yang melakukannya masuk ke dalam surga Allah Swt. Apakah hanya dengan menghafalkannya seseorang  dengan mudah akan masuk ke dalam surga? Jawabnya, tentu saja  tidak. Karena menghafalkan al-Asmā’u al-Ĥusnā harus diiringi juga  dengan menjaganya, baik menjaga hafalannya dengan terus-menerus  menżikirkannya, maupun menjaganya dengan menghindari perilaku- perilaku yang bertentangan dengan sifat-sifat Allah Swt. dalam al- Asmā’u al-Ĥusnā tersebut.

B. Memahami makna al-Asmā’u al-¦usnā: al-Karim, al-Mu’min, al-Wakil, al-

Matin, al-Jāmi’, al-‘Adl, dan al-Ākhir. Mari pelajari dan pahami satu persatu 

asmā’ul husna tersebut!

1. Al-Karim 

Secara bahasa, al-Karim mempunyai arti Yang Mahamulia, Yang Maha  Dermawan atau Yang Maha Pemurah. Secara istilah, al-Karim diartikan bahwa Allah Swt. Yang Mahamulia lagi Maha Pemurah yang memberi  anugerah atau rezeki kepada semua makhluk-Nya. Dapat pula dimaknai  sebagai Zat yang sangat banyak memiliki kebaikan, Maha Pemurah,  Pemberi Nikmat dan keutamaan, baik ketika diminta maupun tidak. Hal  tersebut sesuai dengan firman-Nya:

————————————————————————————————–

Artinya: “Hai manusia apakah yang telah memperdayakanmu terhadap  Tuhan Yang Maha Pemurah?” (Q.S. al-Infiţār:6) Al-Karim dimaknai Maha Pemberi karena  Allah Swt. senantiasa memberi, tidak pernah  terhenti pemberian-Nya. 

Al-Karim juga dimaknai Yang Maha  Pemberi Maaf karena Allah Swt.  memaafkan dosa para hamba yang lalai  dalam menunaikan kewajiban kepada Allah  Swt., kemudian hamba itu mau bertaubat kepada Allah Swt. Bagi hamba  yang berdosa, Allah Swt. adalah Yang Maha Pengampun. Allah Swt. akan  mengampuni seberapa pun besar dosa hamba-Nya selama hambanya  tidak meragukan kasih sayang dan kemurahan-Nya.

2. Al-Mu’min

Al-Mu’min secara bahasa berasal dari kata amina yang berarti pem- benaran, ketenangan hati, dan aman. Allah Swt. al-Mu’min artinya Dia Maha Pemberi rasa aman kepada semua makhluk-Nya, terutama kepada  manusia. Dengan demikian, hati manusia menjadi tenang. Kehidupan ini  penuh dengan berbagai permasalahan, tantangan, dan cobaan. Jika bukan  karena Allah Swt. yang memberikan rasa aman dalam hati, niscaya kita  akan senantiasa gelisah, takut, dan cemas. Perhatikan firman Allah Swt.  berikut ini.

———————————————————————————————

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan  iman mereka dengan syirik, mereka itulah orang-orang yang mendapat  rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.” (Q.S. al-An’ām/6:82) Ketika kita akan menyeru dan berdoa  kepada Allah Swt. dengan nama-Nya 

al-Mu’min, berarti kita memohon  diberikan keamanan, dihindarkan dari  fitnah, bencana, dan siksa. Karena  Dialah Yang Maha Memberikan  keamanan, Dia yang Maha Pengaman.  Dalam nama al-Mu’min terdapat  kekuatan yang dahsyat dan luar biasa.  Ada pertolongan dan perlindungan,  ada jaminan (insurance), dan ada bala  bantuan

3. Al-Wakil

Kata “al-Wakil” mengandung arti Maha Mewakili atau Pemelihara.  Al-Wakil (Yang Maha Mewakili atau Pemelihara), yaitu Allah Swt. yang  memelihara dan mengurusi segala kebutuhan makhluk-Nya, baik itu dalam  urusan dunia maupun urusan akhirat. Dia menyelesaikan segala sesuatu  yang diserahkan hambanya tanpa membiarkan apa pun terbengkalai. 

Firman-Nya dalam al-Qur’ān:

—————————————————————————————-

Artinya: “Allah Swt. pencipta segala sesuatu dan Dia Maha Pemelihara  atas segala sesuatu.” (Q.S. az-Zumar/39:62)

Hamba al-Wakil adalah yang bertawakkal kepada Allah Swt. Ketika  hamba tersebut telah melihat “tangan” Allah Swt. dalam sebab-sebab dan  alasan segala sesuatu, dia menyerahkan seluruh hidupnya di tangan al- Wakil.

4. Al-Matin

Al-Matin artinya Mahakukuh. Allah Swt. adalah Mahasempurna dalam  kekuatan dan kekukuhan-Nya. Kekukuhan dalam prinsip sifat-sifat-Nya.  Allah Swt. juga Mahakukuh dalam kekuatan-kekuatan-Nya. Oleh karena  itu, sifat al-Matin adalah kehebatan perbuatan yang sangat kokoh dari  kekuatan yang tidak ada taranya. Dengan demikian, kekukuhan Allah Swt.  yang memiliki rahmat dan azab terbukti ketika Allah Swt. memberikan  rahmat kepada hamba-hamba-Nya. Tidak ada apa pun yang dapat  menghalangi rahmat ini untuk tiba kepada sasarannya. Demikian juga tidak  ada kekuatan yang dapat mencegah pembalasan-Nya.  Seseorang yang menemukan ke- kuatan dan kekukuhan Allah Swt.  akan membuatnya menjadi manusia  yang tawakkal, memiliki kepercayaan  dalam j wanya dan tidak merasa  rendah di hadapan manusia lain.  manusia akan selalu merasa rendah 

di hadapan Allah Swt. Hanya Allah Swt. yang Maha Menilai.

Allah Swt. berfirman:

———————————————————————————————————————

Artinya:  “Sungguh Allah Swt., Dialah pemberi rezeki yang mempunyai  kekuatan lagi sangat kukuh.”  (Q.S. aż-Żāriyāt/51:58) Dengan demikian, akhlak kita terhadap sifat al-Matin adalah dengan  beristiqamah (meneguhkan pendirian), beribadah dengan kesungguhan  hati, tidak tergoyahkan oleh bisikan menyesatkan, terus berusaha dan  tidak putus asa serta bekerja sama dengan orang lain sehingga menjadi  lebih kuat.

5. Al-Jāmi’

Al-Jāmi’ secara bahasa artinya Yang Maha Mengumpulkan/Meng- himpun, yaitu bahwa Allah Swt. Maha Mengumpulkan/Menghimpun segala  sesuatu yang tersebar atau terserak. Allah Swt. Maha Mengumpulkan apa  yang dikehendaki-Nya dan di mana pun Allah Swt. berkehendak.   Penghimpunan ini ada berbagai macam bentuknya, di antaranya adalah  mengumpulkan seluruh makhluk yang beraneka ragam, termasuk manusia  dan lain-lainnya, di permukaan bumi ini dan kemudian mengumpulkan  mereka di padang mahsyar pada hari kiamat. Allah Swt. berfirman:

————————————————————————————-

Artinya: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan  manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan  padanya”. Sesungguhnya Allah Swt. tidak menyalahi janji.”(Q.S. Ali  Imrān/3:9).

Allah Swt. juga mengumpulkan di dalam diri seorang hamba ada yang  lahir di anggota tubuh dan hakikat batin di dalam hati. Barang siapa yang sempurna ma’rifatnya dan baik tingkah lakunya, maka ia disebut juga  sebagai al-Jāmi’. Dikatakan bahwa al-Jāmi’ ialah orang yang tidak padam 

cahaya ma’rifatnya.

6. Al-‘Adl

Al-‘Adl artinya Mahaadil. Keadilan Allah Swt. bersifat mutlak, tidak  dipengaruhi oleh apa pun dan oleh siapa pun.  Keadilan Allah Swt. juga  didasari dengan ilmu Allah Swt. yang Maha Luas. Dengan demikian, tidak  mungkin keputusan-Nya itu salah.  Allah Swt. berfirman: 

————————————————————————–

Artinya: “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (al-Qur’ān, sebagai  kalimat yang benar dan adil. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat- kalimat-Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”  (Q.S. al-An’ām/6:115).

Al-‘Adl berasal dari kata ‘adala yang  berarti lurus dan sama. Orang yang  adil adalah orang yang berjalan lurus  dan sikapnya selalu menggunakan  ukuran yang sama, bukan ukuran 

ganda. Persamaan inilah yang me- nunjuk kan orang yang adil tidak  berpihak kepada salah seorang yang  berselisih. Adil juga dimaknai sebagai  penempatan sesuatu pada tempat  yang semestinya.

7. Al-Ākhir

Al-Ākhir artinya Yang Mahaakhir yang tidak ada sesuatu pun setelah  Allah Swt. Dia Mahakekal tatkala semua makhluk hancur, Mahakekal  dengan kekekalan-Nya. Adapun kekekalan makhluk-Nya adalah kekekalan  yang terbatas, seperti halnya kekekalan surga, neraka, dan apa yang ada  di dalamnya. Surga adalah makhluk yang Allah Swt. ciptakan dengan  ketentuan, kehendak, dan perintah-Nya. Nama ini disebutkan di dalam 

firman-Nya:

————————————————————————-

Artinya: “Dialah Yang Awal dan  Akhir Yang Żahir dan Yang Batin,  dan Dia Maha Mengetahui segala  sesuatu“. (Q.S. al-Ĥadid/57:3). Allah Swt. berkehendak untuk  menetapkan makhluk yang kekal dan yang tidak, namun kekekalan makhluk  itu tidak secara zat dan tabi’at. Karena  secara tabi’at dan zat, seluruh makhluk  ciptaan Allah Swt. adalah fana (tidak  kekal). Sifat kekal tidak dimiliki oleh  makhluk, kekekalan yang ada hanya  sebatas kekal untuk beberapa masa  sesuai dengan ketentuan-Nya.

Menerapkan Perilaku Mulia

Setelah mempelajari keimanan kepada Allah Swt. melalui sifat-sifatnya dalam  al-Asmā’u al-Ĥusnā, sebagai orang yang beriman, kita wajib merealisaikannya  agar memperoleh kebahagiaan hidup di dunia dan di akhirat. Perilaku yang  mencerminkan sikap memahami  al-Asmā’u al-Ĥusnā, tergambar dalam aktivitas- aktivitas berikut.

1. Menjadi orang yang dermawan

Sifat dermawan adalah sifat Allah Swt. al-Karim (Maha Pemurah), sehingga  sebagai wujud keimanan tersebut, kita harus menjadi orang yang pandai  membagi kebahagiaan kepada orang lain baik dalam bentuk harta atau bukan.  Wujud kedermawanan tersebut, misalnya seperti berikut.

  • aSelalu menyisihkan uang jajan untuk kotak amal setiap hari Jum’at yang  diedarkan oleh petugas Rohis.
  • Membantu teman yang sedang dalam kesulitan.
  • Menjamu tamu yang datang ke rumah sesuai dengan kemampuan.

2. Menjadi orang yang jujur dan dapat memberikan rasa aman  

Wujud dari meneladani sifat Allah Swt al-Mu’min adalah seperti berikut.

  • Menolong teman/orang lain yang sedang dalam bahaya atau ketakutan.
  • Menyingkirkan duri, paku, atau benda lain yang ada di jalan yang dapat  membahayakan pengguna jalan.
  • Membantu orang tua atau anak-anak yang akan menyeberangi jalan raya.

3. Senantiasa bertawakkal kepada Allah Swt.  

Wujud dari meneladani sifat Allah Swt. al-Wakil dapat berupa hal-hal berikut.

  • Menjadi pribadi yang mandiri, melakukan pekerjaan tanpa harus  merepotkan orang lain.
  • Bekerja/belajar dengan sunguh-sungguh karena Allah Swt. tidak akan  mengubah nasib seseorang apabila orang tersebut tidak mau berusaha.

4. Menjadi pribadi yang kuat dan teguh pendirian

Perwujudan meneladani dari sifat Allah Swt. al-Matin  dapat berupa hal-hal berikut.

  • Tidak mudah terpengaruh oleh rayuan atau ajakan orang lain untuk  melakukan perbuatan tercela.
  • Kuat dan sabar dalam menghadapi setiap ujian dan cobaan yang dihadapi.

5. Berkarakter pemimpin 

Pewujudan meneladani sifat Allah Swt. al-Jāmi’, di antaranya seperti berikut.

  • Mempersatukan orang-orang yang sedang berselisih.
  • Rajin melaksanakan śalat berjama’ah.
  • Hidup bermasyarakat agar dapat memberikan manfaat kepada orang lain.

6. Berlaku adil 

Perwujudan meneladani sifat Allah Swt. al-‘Adl, misalnya seperti berikut.

  • Tidak memihak atau membela orang yang bersalah, meskipun orang  tersebut saudara atau teman kita.
  • Menjaga diri sendiri, orang lain, dan lingkungan sekitar dari kezaliman.

7. Menjadi orang yang bertakwa

Meneladani sifat Allah Swt. al-Ākhir adalah dengan cara seperti berikut.

  • Selalu melaksanakan perintah Allah Swt. seperti śalat lima waktu, patuh  dan hormat kepada orang tua dan guru, puasa, dan kewajiban lainnya.
  • Meninggalkan dan menjauhi semua larangan Allah Swt. seperti mencuri, 
  • minum-minuman keras, berjudi, pergaulan bebas, melawan orang tua,

Karena kakak yakin jika kawan – kawan menggunakan kunci jawaban yang kakak buat, akan mendapatkan nilai yang besar – besar dan memuaskan, dan kakak juga berharap kawan – kawan membagikan artikel ini dengan teman-teman yang lain Supaya kawan – kawan yang lain juga dapat memperoleh nilai yang memuaskan pada bab 1 Aku Selalu Dekat Dengan Allah Swt., ini.

Itulah artikel kakak yang membahas kunci jawaban bab 1 Aku Selalu Dekat Dengan Allah Swt. Kelas 10, kakak berharap dengan adanya pembahsan ini, dapat membantu kawan – kawan dalam menyelesaikan tugas yang di berikan oleh guru dengan tepat waktu.

Kakak juga berhap dengan adanya pembahasan ini kunci jawaban bab 1 Aku Selalu Dekat Dengan Allah Swt. Kelas 10 dapat membuat kawan – kawan memperoleh nilai yang memuaskan, perlu kakak sampaikan kakak tidak bisa memastikan bahawa kunci jawaban yang kakak buat ini dapat memperoleh nilai yang sempurna, kakak juga telah berusaha dalam menjawab soal – soal yang ada semuanya akan kembali lagi dengan guru teman – teman masing – masing 

Banyak di Cari :

kunci jawaban pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas 10 kunci jawaban pendidikan agama islam dan budi pekerti kelas 10 semester 1 soal dan jawaban agama islam kelas 10 semester 1 kurikulum 2013 . kunci jawaban lks agama islam kelas 10 semester 1 jawaban evaluasi bab 1 agama islam kelas 10 buku pai dan budi pekerti kelas 10 kurikulum 2013 revisi 2017 kunci jawaban agama islam kunci jawaban lks agama islam kelas 10 semester 2 kurikulum 2013 Jawaban Evaluasi Bab 1 PAI Kelas 10 Halaman 19 (Aku Selalu Dekat dengan Allah Swt) rangkuman pai kelas 10, rangkuman buku pendidikan agama islam kelas 10 bab 1. Rangkuman buku siswa kelas 10 buku pai

Previous Post

No more post

You May Also Like