Teks Observasi (Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Kebahasaan)

Pasti Anda pernah mendengar apa itu teks laporan hasil observasi. Apalagi saat masih berada di bangku sekolah, jenis teks ini pastilah tak pernah terlewat untuk di pelajari. Bahkan saat di bangku kuliah pun terkadang jenis teks ini masih saja dibahas. Namun, walaupun sering dibahas dan dipelajari, tidak semua orang benar-benar mengetahui secara pasti apa itu laporan hasil observasi.

Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi

Teks observasi sebenarnya merupakan sebuah jenis teks yang menjelaskan informasi mengenai suatu objek yang telah diobservasi. Teks laporan hasil observasi ini pasti selalu ada dan diminta ketika Anda melakukan observasi ke suatu tempat ataupun objek. Penulisan teks ini haruslah dilakukan setelah melakukan observasi ataupun penelitian secara sistematis.

Adapun isi dari teks ini adalah fakta-fakta hasil observasi ataupun penelitian yang kebenarannya dapat dibuktikan secara ilmiah. Penulis tidak boleh mengada-ada dalam menyusun laporan hasil observasi ini. Semuanya harus berdasarkan fakta yang terjadi di lapangan ataupun berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan secara sistematis.

Teks observasi ini dibuat untuk memberikan informasi kepada para pembaca mengenai sesuatu atau objek yang telah diobservasi. Teks laporan hasil observasi juga dapat berisi bagaimana proses penemuan hal baru ataupun teknik terbaru setelah menjalani berbagai proses penelitian. Oleh karena itu, laporan hasil observasi seringkali dijadikan sebagai dokumentasi dari suatu penelitian.

Teks observasi ini memiliki sifat informatif yang berisi banyak informasi. Teks ini juga memiliki sifat yang objektif yang berarti semua informasi di dalam teks merupakan fakta yang benar0benar terjadi selama proses observasi dilakukan. Teks ini juga biasanya disampaikan dengan bahasa yang komunikatif sehingga isi dari laporan yang dibuat dapat ditangkap dengan baik oleh pembaca.

Ciri-Ciri Laporan Hasil Observasi

Bentuk dari teks hasil observasi ini sebenarnya cukup berbeda dari kebanyakan jenis teks lainnya. Hal ini terlihat dari ciri-ciri yang dimiliki oleh teks jenis ini. Beberapa ciri-ciri teks laporan hasil observasi antara lain adalah:

  1. Bersifat universal dan juga global sehingga pembahasan dilakukan secara menyeluruh
  2. Teks yang disampaikan merupakan teks laporan yang bersifat objektif sehingga berdasarkan dengan fakta yang terjadi selama proses penelitian ataupun observasi.
  3. Laporan ditulis secara lengkap sehingga menjadi sebuah teks yang memiliki informasi yang sempurna.
  4. Semua fakta-fakta yang dituliskan pada teks selalu berdasarkan pada hal yang benar-benar terjadi sehingga bisa dibuktikan kebenarannya.
  5. Teks laporan juga dibuat berdasarkan hasil observasi ataupun hasil penelitian terkini, sehingga informasi yang ditulis dan dimuat masih bersifat sangat baru.
  6. Teks laporan hasil observasi tidak disusun berdasarkan dugaan dari penyusun atau berdasarkan hal yang belum pasti kebenarannya. Semua isi telah dipastikan sesuai dengan fakta dan kejadian yang benar-benar terjadi di lapangan.
  7. Isi setiap bagian pada laporan hasil observasi selalu memiliki hubungan antara yang satu dengan yang lainnya. Oleh karena itu, teks laporan ini haruslah disusun secara sistematis dan berurutan agar informasi dapat disampaikan dengan jelas.

Struktur Teks Laporan Hasil Observasi

Teks laporan observasi ini memiliki tiga struktur utama yang harus ada ketika Anda menyusunnya. Namun selain tiga struktur utama tersebut, masih ada lagi struktur lainnya yang bersifat sebagai tambahan pada laporan hasil observasi. Struktur tersebut tidak diwajibkan untuk ada di setiap laporan observasi, tetapi jika menggunakan struktur tersebut maka teks yang dibuat akan menjadi lengkap.

Teks Observasi (Pengertian, Ciri-Ciri, Struktur, Kebahasaan)

Berikut ini merupakan tiga struktur utama dari teks laporan hasil observasi:

1. Pernyataan Umum

Bagian ini merupakan bagian yang menjelaskan mengenai keterangan umum mengenai sesuatu atau objek yang akan dibahas pada laporan hasil observasi. Keterangan ini biasanya berisi informasi yang bersifat umum, misalnya nama, tempat, jenis, asal, dan lain sebagainya.

Pernyataan umum juga bisa dijadikan sebagai pengantar dalam teks laporan observasi. Pengantar ini dapat berisi pengklasifikasian benda yang dapat dilihat dari persamaan dan perbedaan yang dimilikinya. Setelah diklasifikasikan dan dijelaskan secara umum, barulah nanti objek tersebut akan dijelaskan secara rinci pada bagian selanjutnya.

2. Deskripsi Rincian Objek yang Diobservasi

Bagian kedua ini berisi hal-hal yang diteliti dengan penjelasannya secara rinci. Jika sebuah tumbuhan, maka bagian ini akan menjelaskan ciri tumbuhan tersebut secara rinci, mulai dari bentuk batang, bentuk dauh dan warnanya, warna bunga, dan juga bentuk buahnya. Jika yang diteliti atau diobservasi berupa seekor hewan, maka bagian ini akan menjelaskan mengenai apa saja kebiasaan hewan tersebut, ciri khusus dari hewan tersebut dan lain sebagainya.

Jika yang dijelaskan merupakan sebuah objek, baik itu benda, tempat dan berbagai jenis objek lainnya, maka Anda dapat menjelaskan secara detail mengenai objek tersebut. Contohnya adalah dengan menjelaskan apa saja manfaat dari objek tersebut, fungsi objek tersebut dan lain sebagainya.

3. Penutup

Pada bagian penutup ini biasanya berisi kesimpulan dari objek-objek yang telah dijelaskan. Adapun kesimpulan yang dimaksud adalah hal-hal penting dan poin-poin yang didapat selama melakukan proses observasi.

Sedangkan beberapa struktur tambahan yang ada pada teks observasi antara lain adalah:

  1. Definisi umum yang merupakan pengertian dari objek yang akan dibahas.
  2. Definisi manfaat yang berisi apa saja manfaat yang dimiliki oleh objek yang sedang dibahas.
  3. Definisi bagian yang berisi apa saja pengertian dam maksud dari setiap bagian objek yang dibahas yang dijelaskan secara lebih rinci.

Ciri Bahasa Laporan Hasil Observasi

Teks laporan hasil observasi tentu saja memiliki ciri bahasa yang membedakannya dari jenis teks lainnya. Ciri bahasa inilah yang membuat orang-orang bisa langsung mengetahui bahwa teks yang sedang dibacanya merupakan jenis teks laporan observasi. Beberapa ciri bahasa laporan hasil observasi yang membedakannya dari jenis tek lainnya adalah:

  1. Kebanyakan menggunakan frasa jenis nomina yang kemudian diikuti oleh pendeskripsi dan juga penjenis.
  2. Seringkali menggunakan verba yang berjenis relasional seperti: yaitu, ialah, merupakan, adalah, termasuk, tergolong, terdiri dari, dan juga disebut.
  3. Menggunakan paragraf utama yang memiliki susunan kalimat utama yang digunakan untuk membangun dan menjelaskan informasi utama, kemudian diikuti oleh kalimat-kalimat penjelas yang akan menjelaskan rincian objek.
  4. Menggunakan jenis kata hubung yang memiliki makna sebagai tambahan (misalnya : dan, serta), kata hubung persamaan (misalnya : sama seperti), dan juga kata hubung yang menunjukkan pertentangan (misalnya : sedangkan, namun, tetapi).
  5. Untuk menjelaskan prilaku objek maka digunakanlah verba aktif seperti: makan, tidur, bertahan hidup, bertelur dan lain sebagainya.
  6. Seringkali menggunakan kata yang berhubungan dengan keilmuan seperti mutualisme, parasitisme dan jenis kata keilmuan lainnya agar terlihat lebih ilmiah.

Teks  observasi merupakan sebuah teks ilmiah yang dibuat berdasarkan fakta-fakta mengenai hasil observasi atau penelitian. Oleh karena itu, dalam proses penyusunannya harus benar-benar disesuaikan dengan fakta yang bisa dibuktikan kebenarannya.

You May Also Like

x