Cerita Fantasi: Pengertian, Ciri dan Jenisnya

Ada banyak sekali jenis cerita yang umumnya dikenal oleh banyak orang, salah satunya adalah cerita fantasi. Sesuai namanya, cerita ini lebih mengarah kepada hal-hal yang bersifat fantasi. Walaupun tidak sesuai dengan nalar manusia, cerita ini memiliki banyak sekali penggemarnya. Mayoritas penggemarnya adalah para anak-anak hingga remaja.

Membaca sebuah cerita yang berisi fantasi akan melatih daya imajinasi.  Hal ini dikarenakan cerita yang biasanya diceritakan pada cerita tersebut merupakan hal yang sebenarnya tidak masuk akal bila dihubungkan dengan kehidupan nyata manusia. Namun berkat imajinasi, semua hal yang tidak mungkin itu bisa dibayangkan dengan jelas.

Pengertian Cerita Fantasi

Cerita fantasi merupakan sebuah tulisan yang berisi hal-hal fantasi dan imajinatif yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah cerita yang memiliki kesatuan. Cerita jenis ini juga masuk ke dalam kelompok teks narasi sehingga memerlukan sebab-akibat dalam membangun ceritanya. Selain itu, ciri dari cerita ini pun umumnya sama dengan teks narasi.

Cerita jenis ini akan berisi alur, gambaran, ataupun penuturan dari banyak kejadian atau kisah yang ada. Namun kisah yang diceritakan lebih bersifat imajinatif. Semua isi cerita fantasi berasal dari daya khayal dan imajinasi si penulisnya, baik dari segi jalan cerita, latar tempat, hingga tokoh yang ada di dalam cerita tersebut.

Ciri-Ciri Cerita Fantasi

Membedakan cerita fantasi dengan jenis cerita lainnya sebenarnya mudah untuk dilakukan. Ada beberapa ciri-ciri yang dapat dijadikan pembeda antara cerita berjenis fantasi dan cerita lainnya yang berjenis non fantasi. Beberapa ciri-ciri bagi cerita berjenis fantasi tersebut antara lain adalah:

1. Memiliki Ide Cerita yang Terbuka

Ciri utama yang membedakan cerita berjenis fantasi dengan cerita jenis lainnya adalah ide ceritanya yang bersifat terbuka. Maksudnya adalah ide cerita pada jenis cerita ini tidak bisa dibatasi oleh apapun. Semua bisa terjadi sesuai dengan khayalan dan imajinasi penulis. Walaupun cenderung tidak masuk akal, tetapi hal ini sah-sah saja untuk jenis cerita seperti ini.

Karena tidak memiliki batas atau tidak sesuai dengan realita, maka penulis bebas mengembangkan ide cerita dengan sesuka hati. Tema-tema yang biasanya diangkat dalam cerita berjenis fantasi adalah tema-tema cerita yang berhubungan dengan hal supranatural, fiksi ilmiah, science fiction (sci-fi), horor, futuristic, dan lain sebagainya.

2. Memiliki Keanehan di Dalam Ceritanya

Jika Anda membaca cerita berjenis fantasi, maka akan ada banyak sekali keanehan yang dapat ditemukan. Keanehan tersebut tentu saja sebenarnya tidak bisa diterima oleh nalar manusia karena tidak mungkin terjadi di kehidupan nyata. Namun karena adanya imajinasi pembaca, semua hal aneh tersebut bisa dibayangkan.

3. Latar Ceritanya Bisa Menembus Ruang dan Waktu

Karena berisi hal-hal yang berbau fantasi, latar cerita yang digunakan seolah-olah bisa menembus ruang dan waktu. Bahkan latar waktu di masa depan pun bisa digambarkan di dalam cerita jenis ini. Bahkan latar tempat pun bisa diatur dimana saja, bahkan pada tempat yang tidak disangka-sangka seperti di luar angkasa ataupun tempat aneh lainnya.

4. Memiliki Tokoh dan Karakter yang Unik

Pada cerita fantasi, Anda akan menemukan tokoh-tokoh dengan karakter yang unik dan jarang ditemukan pada jenis cerita lainnya. Tokoh tersebut hadir karena imajinasi dari penulis cerita. Karena bersifat bebas dan terbuka, maka penulis bisa membuat tokoh sesuai dengan keinginan dan imajinasi yang ada sehingga menimbulkan tokoh-tokoh dengan karakter yang unik tetapi menarik.

Bahkan dalam beberapa jenis cerita, tokoh dibuat seolah-olah memiliki kesaktian yang tidak bisa dibayangkan. Kesaktian tersebut bisanya adalah kemampuan dalam berbicara kepada hewan, kemampuan terbang, kemampuan menghilang dan banyak kemampuan sakti lainnya. Semua kemampuan tersebut tentu saja tidak bisa Anda temukan dalam kehidupan sehari-hari.

Struktur Cerita Jenis Fantasi

Dalam sebuah cerita pastilah ada struktur cerita. Adanya struktur cerita bertujuan untuk membuat cerita menjadi tersusun dan terstruktur dengan baik. Hal ini akan membuat cerita menjadi menyambung membentuk satu kesatuan dan enak untuk dibaca. Jika sebuah cerita tidak memiliki struktur yang jelas, maka jalan cerita akan terlihat dan terkesan kacau dan tidak beraturan.

Oleh karena itu sebelum membuat sebuah cerita fantasi, Anda perlu mengetahui struktur dari cerita tersebut. Sama seperti jenis cerita narasi lainnya, cerita berjenis fantasi memiliki beberapa struktur. Beberapa struktur tersebut antara lain adalah:

1. Orientasi

Bagian awal dari sebuah cerita berjenis fantasi disebut sebagai orientasi. Orientasi merupakan bagian awal dari sebuah cerita yang biasanya berisi pengenalan tema, pengenalan latar, baik itu latar waktu ataupun tempat. Pada bagian orientasi juga dikenalkan siapa saja tokoh di dalam cerita tersebut dan bagaimana karakter yang dimilikinya.

Pada bagian ini juga biasanya dijelaskan bagaimana alur cerita yang akan terjadi ke depannya. Hal inilah yang membuat cerita menjadi satu kesatuan dan memiliki alur yang saling bersambungan. Ciri khusus bagian orientasi juga adalah terdapat suatu bagian dimana pembaca akan merasa penasaran terhadap jalan cerita. Oleh karena itu, buatlah bagian orientasi cerita yang tidak membosankan.

2. Konflik

Konflik merupakan salah satu struktur cerita fantasi yang paling utama.  Konflik diawali dengan mulai munculnya permasalahan yang akan menjadi cikal bakal sebuah konflik pada cerita. Semakin lama permasalahan tersebut akan semakin besar dan akan membuat konflik-konflik mulai bermunculan. Sebuah cerita haruslah memiliki konflik agar tidak datar dan membosankan.

Konflik cerita yang menarik akan membuat pembaca menjadi ingin membaca cerita tersebut hingga akhir karena merasa penasaran dengan konflik yang terjadi. Pembaca biasanya akan terus membaca hingga menemukan bagaimana cara penyelesaian dari konflik tersebut. Pada konflik ini juga, karakter dari masing-masing tokoh biasanya akan tergambar dengan jelas.

3. Resolusi

Setelah mengalami konflik, para tokoh dalam cerita fantasi pastilah memiliki penyelesaian masalah atau konflik. Bagian penyelesaian masalah ini seringkali disebut sebagai resolusi. Pada bagian resolusi. biasanya disebabkan oleh hadirnya seorang tokoh dengan karakter yang bijaksana. Tokoh inilah yang biasanya akan membantu menyelesaikan konflik yang ada hingga perlahan menghilang.

Resolusi juga sangat penting bagi sebuah cerita fantasi. Bagian resolusi inilah yang akan menentukan bagaimana akhir dari sebuah cerita. Oleh karena itu, diperlukan cara penulisan resolusi yang tepat agar bagian penyelesaian masalah menjadi berhubungan dengan ending cerita yang sudah direncanakan sejak awal.

4. Ending

Tidak semua cerita berakhir bahagia, terkadang ada beberapa cerita yang berakhir sedih, bahkan ada juga yang memiliki akhir yang gantung. Semua jenis akhir cerita tersebut tergantung kepada bagaimana penulis menyelesaikan konflik yang ada pada cerita.

Walaupun memiliki jalan cerita yang terkadang tidak masuk akal, penggemar cerita fantasi masih saja banyak. Hal ini dikarenakan cerita ini akan membuat pembaca menjadi bisa membayangkan hal yang tidak pernah terpikirkan untuk terjadi dengan imajinasinya.

Next Post

No more post

You May Also Like

x