1. Jelaskan proses terjadinya gunung berapi jika dikaitkan dengan pergerakan lempeng.

✅Hallo temen temen pada  hari ini kami akan memberikan sebuah pembahasan mengenai artikel tentang dunia pendidikan yang nama artikel ini berhubungan dengan tugas yang di berikan oleh guru adik adik. 

Kami ucapkan terima kasih telah berkunjung di blog kami ini , yang mana sebelum masuk kepembahasan kami ingin memperkenalkan blog yang kami buat ini , yang mana blog yang kami buat ini bertemakan tetang dunia pendidikan yang mana salah satu fokus dari pembahasan kami adalah mengenai kunci jawaban dari berbagai mata pelajaran dan berbagai tingkatan

Pada kesempatan kali ini kami akan memberikan sebuah pembahasan yang menurut kami sangat penting, yang mana pembahasan ini kami berikan agat temen dapat menyelesaikan soal yang diberikan oelh guru dengan tepat waktu dan memperoleh nilai yang meuaskan

  1. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 1 semester 2
  2. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 2 semester 2
  3. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 3 semester 2
  4. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 4 semester 2
  5. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 5 semester 2
  6. Kunci jawaban ipa kelas 7 bab 6 semester 2
Kami yakin jika pembahasan yang kami buat ini akan dapat memberikan nilai yang begitu besar hal ini dikarenakan kami dalam menjawab semua pembahasan dari soal yang ada pada pembahasn kali ini kami menjawabnya dengan bersunguh sunguh
  1. Kunci jawaban IPA kelas 7
  2. Kunci jawaban Bahasa Inggris kelas 7
  3. Kunci jawaban IPA kelas 7
  4. Kunci jawaban PENJAS kelas 7
  5. Kunci jawaban PKN kelas 7
  6. Kunci jawaban Prakarya kelas 7
  7. Kunci jawaban MTK kelas 7
  8. Kunci jawaban Seni budaya kelas 7

Tak jarang juga kami memcari pembahasan dari sumber lain hal ini kami lakukan supaya kami dapat membandingkan jawaban yang kami jawab sebelunya dengan jawaban yang telah kami cari, hal ini kami lakukan supaya temen temen bisa mendapatkan jawaban yang paling tepat dan benar 

B. Uraian 

Jawablah soal berikut dengan benar.

1. Jelaskan proses terjadinya gunung berapi jika dikaitkan dengan pergerakan lempeng.

Kunci jawaban:

Gunung berapi terjadi apabila terdapat dua lempeng yang saling bertabrakan dan salah satu lempeng menekuk dibawah lempeng lainnya, maka batuan pada lempeng yang menekuk akan melebur menjadi magma lalu naik kepermukaan dan terbentuklah gunung berapi.

 

2. Ketinggian gunung puncak Himalaya sekitar 10 km di atas permukaan laut, sedangkan ketinggian puncak Semeru sekitar 4 km. Berapakah kisaran tekanan udara di kedua puncak tersebut?

Kunci jawaban:

Untuk mengukur tekanan udara kita dapat menggunakan rumus Ph = ( Pu – h/100) akan tetapi rumus tersebut tidak akurat jika ketinggiannya terlalu tinggi. Jadi kita berpatokan pada nilai yang tertera di tabel, maka didapat.
Tekanan udara Himalaya adalah 200 milibar
Tekanan udara Semeru adalah 500 milibar
Jadi, kisaran tekanan udara di kedua puncak tersebut adalah Himalaya = 200 milibar dan Semeru = 500 milibar.

3. Bandingkan tekanan pada kedua puncak tersebut. Mengapa demikian?(Diadaptasi dari Snyder, 2005)

Kunci jawaban:

Tekanan pada puncak Himalayah lebih rendah dibandingkan dengan pada puncak Semeru hal ini disebabkan semakin tinggi suatu wilayah maka akan semakin berkurang udara yang menekannya.

 

4. Sebuah gelombang primer tercatat di seismik pada pukul 18.15 dan gelombang sekunder tercatat pada pukul 18.19. Berapakah kisaran jarak antara stasiun seismik dengan episentrum gempa?

Kunci jawaban:

ts = 18.15
tp = 18.19

Δ = ((ts – tp) – 1) x 1000 
= (18.19 – 18.15) -1) x 1000
= (4 – 1 ) x 1000
= 3 x 1000
= 3.000 km

Jadi, jarak antara stasiun seismik dengan episentrum gempa adalah 3.000 km.

5. Jarak stasiun gempa dari episentrum sebesar 1000 km. Berapakah perbedaan waktu datangnya gelombang primer dan sekunder?

Kunci jawaban:

Δ = ((ts – tp) – 1) x 1000 
1000 = ((ts – tp) – 1) x 1000
1000 / 1000 = (ts – to) – 1
(ts – tp) = 1 + 1
(ts – tp) = 2
Jadi, perbedaan waktu datangnya gelombang primer dan sekunder adalah 2 menit.

Rangkuman Materi

mesosfer memiliki karakteristik seperti stratosfer, yakni semakin tinggi  maka temperaturnya sebuah energi akan  dilepaskan berupa gelombang seismik atau yang dikenal dengan gempa. Kamu  dapat melihat efek dari pergerakan lempeng di daerah pegunungan, erupsi  gunung berapi, atau sebuah tempat yang berubah setelah terjadi gempa atau  aktivitas gunung berapi.  2. Gempa Bumi dan Gunung Berapi a. Gempa Bumi 1) Seluk Beluk tentang Gempa Bumi Untuk memahami tentang gempa bumi, kamu dapat melakukan kegiatan  berikut. 

1. Jelaskan proses terjadinya gunung berapi jika dikaitkan dengan pergerakan lempeng.

 Ambillah sebuah ranting yang jatuh dari pohonnya. Kemudian  bengkokkan ranting tersebut secara perlahan. Berhentilah membeng- kokkan sebelum ranting tersebut patah. Amati yang terjadi. Kemudian,  bengkokkan kembali ranting tersebut secara perlahan hingga patah. Apa  yang kamu rasakan?  Ayo Melakukan  Jika kamu membengkokkan secara perlahan, kamu akan menemukan bahwa  ranting dapat kembali ke bentuk normal apabila kamu berhenti membengkokkan  ranting tersebut. Namun, jika kamu terus membengkokkan ranting secara  perlahan maka ranting akan patah, seperti pada Gambar 5.29. Ketika ranting  patah, kamu dapat merasakan ada getaran pada ranting tersebut.  

Ilmu Pengetahuan Alam 109  Sumber: Biggs, 2008 Gambar 5.29 Ketika  ranting dibengkokkan  secara perlahan  hingga patah, akan  terasa getaran pada  ranting Pergerakan lempeng memberikan efek getaran yang sama seperti me- matahkan ranting. Ketika terdapat gaya yang cukup besar yang berasal dari  pergerakan lempeng, maka bebatuan di lempeng akan menegang. Akibatnya,  lempeng tersebut berubah bentuk. Bahkan, lempeng dapat patah atau kembali  ke bentuk semula jika gaya tersebut hilang.  Batuan pada lempeng mengalami perubahan bentuk atau deformasi secara  perlahan dalam jangka waktu tertentu. Ketika batuan tersebut mengeras/ menegang maka energi potensialnya terus bertambah. Ketika lempeng bergerak  atau patah, maka energi tersebut dilepaskan. Energi tersebut mengakibatkan  terjadinya getaran yang merambat melalui material Bumi lainnya. Getaran ini  disebut gempa Bumi. Semakin besar energi yang dilepaskan, maka getarannya  akan semakin terasa.  Ketika lempeng patah menjadi 2 bagian, maka masing-masing bagian  akan bergerak menjauh. Daerah lempeng yang patah tersebut dinamakan  (patahan/sesar). Sesar yang terjadi dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, 

 bergantung pada bagaimana sebuah gaya bekerja pada lempeng.  Sumber: Biggs, 2008  Gambar 5.30 Jenis sesar berdasarkan gaya yang bekerja pada lempeng  (a) Ketika lempeng ditarik berlawanan  arah, sesar turun terbentuk  (b) Ketika lempeng ditekan dari arah yang berbeda, sesar (c) Ketika lempeng bergeser, sesar geser akan terbentuk  naik terbentuk   110 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  Ketika sebuah lempeng ditarik berlawanan oleh sebuah gaya, maka akan  terbentuk sesar normal seperti pada Gambar 5.30a. Pada sesar normal, struktur  batuan lempeng yang ada di atas sesar akan bergeser turun dibandingkan struktur  batuan lempeng yang ada di bawah sesar.  Sebuah gaya yang mendorong lempeng saling mendekat akan menekan  lempeng tersebut dari arah yang berlawanan. 

Gaya dorong ini menyebabkan  struktur batuan lempeng di bagian atas sesar bergerak naik. Fenomena ini disebut  (sesar terbalik) seperti pada Gambar 5.30b. Sebuah gaya geser yang bekerja pada lempeng akan membentuk  (sesar geser). Gaya geser mengakibatkan lempeng di kedua sisi sesar geser  bergerak berlawanan pada permukaan Bumi. Fenomena tersebut diilustrasikan  pada Gambar 5.30c. Ketika kamu membengkokkan ranting secara perlahan hingga patah, maka  kamu akan merasakan ada getaran di sepanjang ranting. Getaran tersebut  bersumber dari patahan kayu yang dibuat. Kemudian, getaran merambat  sepanjang ranting hingga terasa di tangan. Sama halnya dengan patahnya ranting,  ternyata gempa Bumi juga melepaskan gelombang (getaran yang merambat).  Gelombang ini merambat sepanjang permukaan Bumi dan gelombang gempa  Bumi disebut gelombang seismik.  Pergerakan lempeng di sepanjang sesar melepaskan sebuah energi. 

Energi  ini merupakan energi potensial saat lempeng terkena gaya. Kemudian, energi  potensial tersebut merambat dalam bentuk gelombang seismik. Sebuah titik pada  kedalaman Bumi yang menjadi pusat gempa disebut hiposentrum. Permukaan  Bumi yang berada di atas hiposentrum disebut episentrum. Dua titik tersebut  diilustrasikan seperti pada Gambar 5.31. Saat terjadi pergerakan lempeng, gelombang seismik  muncul di hiposentrum.  Kemudian gelombang tersebut merambat dari hiposentrum ke segala arah seperti  yang diilustrasikan Gambar 5.31. Gelombang seismik merambat ke bagian dalam  Bumi serta ke permukaan Bumi. Gelombang yang merambat di permukaan Bumi  menyebabkan kerusakan saat terjadi gempa.  Gelombang seismik yang merambat di bagian dalam Bumi dibedakan  menjadi gelombang primer dan sekunder. Gelombang primer ( bergerak  melalui material batuan. 

Partikel batuan akan bergetar searah dengan arah rambat  gelombang seismik. Dengan kata lain, gelombang primer merupakan gelombang  longitudinal. Gelombang sekunder ( merambat melalui batuan dengan  menggetarkan partikel batuan tegak lurus dengan arah rambat gelombang    Ilmu Pengetahuan Alam 111  seismik. Gelombang sekunder merupakan gelombang transversal. Gelombang  lainnya merambat di permukaan Bumi dengan menggetarkan batuan dan tanah  sejajar permukaan Bumi. Gerakan tersebut dapat menghancurkan bangunan  yang ada di atasnya.   Pusat Gempa Bumi  Daerah dengan kerusakan  berat  Daerah dengan kerusakan  ringan  Sumber:  Gambar 5.31 Letak hiposentrum dan episentrum sebuah gempa Gelombang seismik di permukaan Bumi merambat pelan dan memiliki  kekuatan penghancur yang besar. Perambatan gelombang di permukaan Bumi  begitu kompleks. Beberapa gelombang merambat di permukaan Bumi dengan  cara menggerakkan batuan dan tanah seperti ombak. Ilmu yang mempelajari tentang gempa Bumi adalah seismologi. 

Ilmuwan  yang mengkaji gempa Bumi disebut ahli seismologi. Alat yang digunakan untuk  mencatat data gelombang seismik adalah seismograf.  Pada sebuah seismograf terdapat gulungan kertas yang terpasang pada  sebuah tabung berputar. Di atas kertas tersebut terdapat jarum dengan sebuah  pena. Ketika terdapat gelombang seismik, gulungan kertas akan bergetar, namun  jarum tetap diam. Jarum dengan pena yang terpasang akan meggambarkan grafik  gelombang seismik pada kertas. Ketinggian garis pada kertas menggambarkan  besarnya energi yang dilepaskan saat gempa yang dikenal sebagai magnitude.  Grafik hasil pencatatan seismograf dinamakan seismogram.  Arah gelombang gempa  Hiposentrum   112 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  Hasil pencatatan aktivitas gelombang seismik yang berupa seismogram  dapat menentukan jarak episentrum dan stasiun seismik. 

Ketika terdapat aktivitas  gelombang seismik, gelombang primer merambat lebih cepat dibandingkan  gelombang sekunder. Gelombang primer tercatat lebih dulu di seismograf. Dalam  seismogram, gelombang primer dan sekunder digambarkan terpisah (Gambar  5.32). Adanya jarak antara gelombang primer dan sekunder menggambarkan  adanya perbedaan waktu datangnya gelombang. Semakin jauh perbedaan waktu  datangnya gelombang, maka semakin jauh pula letak episentrumnya.   Durasi waktu (menit)  Jarak menuju epicenter (km)  Gelombang S  pertama  Kurva  gelombang S  Kurva  gelombang P  Gelombang P  pertama  Sumber: Biggs, 2008 Gambar 5.32 Gelombang  primer dan sekunder  merambat dengan  kecepatan yang berbeda.  

Perbedaan kecepatan  ini digunakan untuk  mengukur jarak stasiun  seismik dengan episentrum Oleh karena itu, apabila menggunakan informasi dari seismogram, maka ahli  seismologi menggambarkan lingkaran dengan radius yang sama dengan jarak  gempa untuk 3 stasiun seismik. Seperti terlihat pada Gambar 5.33. Titik temu  dari 3 lingkaran tersebut merupakan episentrum. Untuk memastikan letak dari  episentrum sebuah gempa, dapat digunakan data dari berbagai stasiun seismik.   Ilmu Pengetahuan Alam 113  Sumber: physicsedulab.files.wordpress.com  Gambar 5.33 Cara menentukan episentrum sebuah gempa Kekuatan gempa ( ) pada sebuah daerah dinyatakan dengan Skala  Richter.

 Pengukuran kekuatan gempa didasarkan pada amplitudo atau grafik  gelombang seismik di seismogram. Skala Richter menunjukkan besarnya energi  gempa yang dilepaskan. Berdasarkan gempa yang terjadi sampai saat ini, rentang  Skala Richter antara 1,0 – 10,0. Setiap kenaikan 1,0 skala, energi gempa yang  dihasilkan 32 kali lebih besar. Misalnya, sebuah gempa dengan kekuatan 6,8 Skala  Richter melepaskan energi 32 kali lebih besar dibandingkan energi yang dilepaskan  gempa dengan kekuatan 5,8 Skala Richter. Pencatatan di seismogram juga akan  menunjukkan gelombang gempa 6,8 Skala Richter lebih tinggi dibandingkan  gelombang gempa berkekuatan 5,8 Skala Richter. Besarnya sebuah gempa akan memengaruhi besarnya energi  yang dilepaskan. Semakin besar sebuah gempa, maka energi yang  dilepaskan juga semakin besar. 

Akibatnya, kerusakan yang terjadi juga semakin  besar. Berdasarkan besar dan kerusakan yang ditimbulkan, gempa  dikategorikan seperti pada Tabel 5.1.  Tabel 5.1.  Stasiun  Pengamatan 1  Stasiun  Pengamatan 3  Episentrum  Gempa  Stasiun  Pengamatan 2   114 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  dan kerusakan yang ditimbulkan Magnitude Deskripsi Efek Gempa Bumi Di bawah 2,0 Mikro Tidak terasa 2,0 – 2,9 Minor Biasanya tidak terasa, tetapi tercatat  3,0 – 3,9 Minor  Sering terasa, tetapi jarang menyebabkan kerusakan. Dirasakan  oleh masyarakat di sekitar pusat gempa. Lampu gantung mulai  goyang. 4,0 – 4,9 Ringan Terasa sekali getarannya di dalam ruangan. Jendela bergetar,  permukaan air beriak-riak, pintu terbuka-tertutup sendiri.  5,0 – 5,9 Sedang  Menyebabkan kerusakan pada bangunan yang lemah. Sangat  sulit untuk berdiri tegak. Kaca pecah, dinding yang lemah  runtuh, dan permukaan air di daratan membentuk gelombang  air.  6,0 – 6,9 Kuat  Menyebabkan kerusakan dalam range area 160 km. 

Batu  runtuh bersama-sama, runtuhnya bangunan bertingkat tinggi,  robohnya bangunan lemah, retakan di dalam tanah.  7,0 – 7,9 Major  Menyebabkan kerusakan yang sangat serius pada area yang luas.  Seperti tanah longsor, jembatan roboh, bendungan rusak dan  hancur. Beberapa bangunan tetap, keretakan besar di tanah, rel  kereta api rusak. 8,0 – 8,9 Great Menyebabkan kerusakan yang sangat serius dalam radius seratus  kilometer wilayah gempa. 9,0 – 9,9 Great Menyebabkan kehancuran dalam radius ratusan kilometer. 10,0+ Massive Belum pernah tercatat. Luas wilayah kehancuran sangat luas. Sumber: http://blog.abimayu.com/  Bacalah berita berikut. Gempa 5,1 Skala Richter Goyang Lombok Utara (NTB) Liputan6.com, Jakarta – Gempa 5,1 Skala Richter (SR) menggoyang  Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat (NTB), Senin dinihari. Hal itu  diinformasikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG)

. “Gempa terjadi pada pukul 00.45 WIB,” tulis situs BMKG yang dikutip  Liputan6.com, Jakarta, Senin (5/10/2015).  Penerapan Konsep  Tabel 5.1. Kategori gempa berdasarkan besarnya    Ilmu Pengetahuan Alam 115  Gempa berada pada lokasi dengan koordinat 7,82 derajat Lintang  Selatan (LS) – 116,99 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman pusat  gempa 323 km. Gempa itu berada pada 80 km Timur Laut Lombok Utara, 112 km Timur  Laut Sumbawa Barat, NTB dan 1.144 km Tenggara Jakarta.

 BMKG menegaskan, gempa ini tidak berpotensi menimbulkan  ancaman tsunami.  Analisis 1. Berdasarkan berita di atas, identifikasi besarnya magnitude gempa,  kategori, serta efek dari gempa tersebut. 2. Dimanakah letak hiposentrum dan episentrum gempa tersebut? Sumber: http://blog.abimayu.com/  Sebagian besar kerusakan akibat gempa Bumi diakibatkan oleh gelombang  yang merambat di permukaan Bumi. Bangunan serta jalan raya dapat rusak. Ketika  gempa terjadi di dasar laut, gerakan lempeng tersebut akan mendorong air laut ke  atas, sehingga timbul gelombang yang besar dan kuat. Gelombang air laut dapat  mengalir ratusan kilometer ke segala arah dari episentrum. Gelombang air laut  ini disebut tsunami. 

Pusat gelombang tsunami adalah episentrum yang berada  di laut yang jauh dari pantai. Ketinggian gelombang tsunami di tengah lautan,  hanya sekitar 1 meter. Namun, gelombang tersebut dapat merambat dengan  kecepatan 500-1.000 km/jam. Ketika mendekati pantai, kecepatan gelombang  tsunami menurun hingga sekitar 30 km/jam. Akan tetapi, tinggi gelombang  tsunami di dekat pantai meningkat hingga puluhan meter. Sebelum gelombang  tsunami sampai di pantai, air laut yang ada di pantai surut seketika. Hal tersebut  merupakan pertanda bahaya akan terjadi gelombang tsunami. Proses terjadinya  gelombang tsunami dapat dilihat pada Gambar 5.34 berikut.   116 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  Sumber: fst.undip.ac.id  Gambar 5.34 Proses terjadinya gelombang tsunami 1) Pengurangan Risiko Bencana Kamu telah belajar tentang gempa dan bagaimana kerusakan yang  ditimbulkannya. Selain kerusakan bangunan dan benda-benda di dalamnya,  gempa juga menyebabkan kematian. 

Dalam beberapa kejadian, seperti di Iran,  korban meninggal  akibat gempa sampai mencapai 50.000 jiwa. Jika dijumlahkan  seluruhnya, gempa Bumi mengakibatkan kematian mencapai jutaan jiwa.  Beberapa catatan gempa kuat yang terjadi pada tahun 1989-2003 disajikan pada  Tabel 5.2. Gempa lain yang menimbulkan tsunami juga memakan korban yang  sangat banyak. Salah satu tsunami yang terjadi adalah tsunami tahun 2004 yang  menerjang 14 negara termasuk Indonesia, tepatnya di Aceh dan Sumatra Utara.  Gelombang tsunami ini menewaskan lebih dari 230.000 jiwa.   dalam bahasa Jepang  Penurunan pada  permukaan laut  Permukaan laut  Gelombang raksasa  

Celah diciptakan oleh  gempa bawah laut,  terisap dalam air sampai  pada tetes permukaan  laut  Getaran bawah air tersebar di antara jarak  125-250 km, menciptakan gelombang  dengan kecepatan 500 km/jam  Gelombang besar  sampai mencapai  pantai  10 0 -10 m  10 0 -10 m  10 0 -10 m   Ilmu Pengetahuan Alam 117  Tabel 5.2. Data kejadian gempa dan jumlah korban tahun 1989-2003 Tahun Negara Kekuatan Korban yang Meninggal 1989 Loma Prieta, CA 7,1 62 1990 Iran 7,7 50.000 1993 Guam 8,1 none 1993 Maharashtra, India 6,4 30.000 1994 Northridge, CA 6,7 61 1995 Kobe, Japan 6,8 5.378 1999 Taiwan 7,7 2.400 2000 Indonesia 7,9 103 2001 India 7,7 20.000 2003 Iran 6,6 30.000 Sumber: Jumlah korban jiwa saat gempa terjadi dapat dikurangi, setidaknya memulai  dengan menyelamatkan diri sendiri. Banyak cara untuk mengurangi risiko  kematian dan kerusakan saat gempa. 

Hal pertama yang harus kamu lakukan  adalah mempelajari sejarah gempa Bumi di daerah dimana kamu berada. Jika  kamu mengetahui di daerah tersebut sering terjadi gempa sebelumnya, maka  kamu dapat mempersiapkan diri karena memiliki risiko yang lebih tinggi untuk  terjadi gempa lagi. Indonesia merupakan salah satu daerah yang sering mengalami gempa Bumi.  Seperti yang kamu ketahui dari media massa bahwa dalam setahun Indonesia  diguncang gempa sebanyak 8.000 kali, baik gempa kecil maupun gempa dengan  kekuatan yang besar. Untuk itu, apa yang harus kamu lakukan untuk meminimalisir  kerusakan akibat gempa? Untuk memahami hal ini lebih jauh, coba lakukan diskusi  berikut.  

Diskusi Ilmiah Permasalahan: Mengapa di Indonesia sering terjadi gempa Bumi? Lakukan kajian pustaka, baik dari buku maupun internet terkait  permasalahan di atas. Kemudian diskusikan hasil temuanmu dengan  teman-temanmu. Buatlah suatu jawaban ilmiah dari pertanyaan di atas.   118 Kelas VII SMP/MTs Semester 2  Tindakan untuk mengurangi risiko kerusakan maupun korban jiwa dapat  kamu lakukan sebelum, saat, dan sesudah gempa berlangsung. Namun, hal yang  terpenting adalah kamu harus belajar terlebih dahulu apa yang disebut dengan  gempa Bumi. Kamu juga harus memerhatikan lingkungan tempat kamu berada.  Dengan demikian, ketika terjadi gempa kamu dapat mengetahui tempat yang  paling aman untuk berlindung. Selain itu, untuk mengurangi risiko akibat dari  gempa Bumi kamu harus mempelajari beberapa keterampilan. Misalnya, belajar  melakukan P3K dan menggunakan alat pemadam kebakaran.

 Kamu juga sebaiknya  menyimpan nomor darurat yang dapat dihubungi saat terjadi gempa, seperti  ambulans, pemadam kebakaran, tim SAR, dan lain-lain. Secara garis besar tindakan  tanggap sebelum terjadi gempa seperti diilustrasikan pada Gambar 5.35. Negara kita merupakan  salah satu negara yang pa- ling sering terjadi gempa.  Oleh karena itu, kamu harus  mempersiapkan diri untuk  mengurangi kerugian akibat  gempa. Usaha tersebut da- pat dimulai dari rumahmu  masing-masing.

 Kamu ha- rus memastikan apakah ru- mahmu cukup aman dari  bahaya akibat gempa Bumi,  seperti tanah longsor. Kamu  juga dapat merenovasi ru- mahmu agar tahan gempa.  Salah satu teknologi yang  digunakan untuk mengurangi  kerusakan saat gempa adalah  rekayasa bangunan tahan  gempa. Bangunan ini dapat  menahan kekuatan getaran  yang dihasilkan gempa, se- hingga mengurangi kerusakan yang terjadi. Saat ini banyak gedung yang berdiri di  atas pondasi yang tersusun atas baja dan karet. 

Selain itu, penataan struktur bangunan  juga direkayasa sedemikian rupa agar tahan gempa. Dengan demikian, bangunan  tahan gempa tersebut dapat menahan getaran gempa Bumi dan mengurangi risiko  kerusakan dan kematian penghuni di dalamnya.  Sumber: inatews.bmkg.go.id Gambar 5.35. Tindakan tanggap sebelum gempa Bumi terjadi  Merenovasi rumah agar  tahan gempa  Meletakkan benda berat dan mudah  pecah dibagian bawah  Cek kestabilan benda  yang menggantung  Pelajari lingkungan  sekitar kita  Selalu sedia P3K, senter, dan makanan  sebagai persediaan darurat.   Ilmu Pengetahuan Alam 119  Untuk mengurangi kerusakan harta  benda yang ada di rumah kita akibat gempa  kita harus menata barang-barang yang  ada di rumah. 

Akan lebih baik jika kita  memastikan bahwa perabotan rumah seperti  lemari, abinet, dan lain-lain tidak roboh  saat terjadi gempa. Selain itu, kita juga harus  memastikan benda-benda yang tergantung  di rumah agar tidak mudah jatuh saat terjadi  gempa. Kita juga bisa menyimpan barang- barang yang berat dan mudah pecah berada  di bagian bawah lemari atau rak. Pastikan kita  mematikan listrik, air, dan gas ketika tidak  digunakan. Serta, selalu sediakan kotak P3K,  senter, dan makanan sebagai perlengkapan  darurat jika terjadi gempa. Gempa merupakan salah satu bencana  yang dapat 

Previous Post

No more post

You May Also Like

x